Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Informasi HIV/AIDS Tak Perlu Masuk Kurikulum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
  • print Cetak


MEDAN-Tingginya angka penderita HIV/AIDS saat ini menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh pihak, termasuk Kemendiknas. Hal ini disikapi Kemendiknas dengan memberikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS melalui kampanye di sekolah.

Penyampaian informasi tentang HIV/AIDS ini sangat penting, sehingga Kemendiknas saat ini sedang mengkaji kurikulum untuk disinergikan dalam mata pelajaran di sekolah.

Namun, Kepala Disdik Medan Hasan Basri tak sependapat jika pelajaran HIV/AIDS dimasukkan dalam kurikulum, sebab akan menimbulkan beban lebih banyak lagi bagi para siswa. “Pembelajaran tentang proteksi anak terhadap pendidikan seks sudah termasuk dalam pendidikan biologi, olahraga, kesehatan dan agama. Jadi tak mungkin dimasukkan lagi secara spesifik ke dalam kurikulum. Selain membutuhkan biaya, beban siswa juga makin bertambah,” ungkap Hasan kepada wartawan, Senin (6/12).

Lebih lanjut Hasan mengatakan, informasi tentang HIV/AIDS ini telah terintegrasi ke dalam beberapa mata pelajaran. “Apalagi kekhawatiran terhadap penyakit ini berawal dari seks bebas, itu bisa dicegah dengan pendidikan agama,” terangnya.

Terlepas dari hal tersebut, menurut Hasan, pihaknya sering melakukan kerjasama dengan berbagai mitra terkait dalam mensosialisasikan tentang bahaya hubungan di luar nikah dan gonta-ganti pasangan. “
Kita tak mungkin memasukkan pelajaran tersebut ke dalam kurikulum khusus, tapi dengan melakukan sosialisasi anti HIV/AIDS. Jika kita sampaikan tentang hal ini kepada siswa, malah mereka belumsiap. Bahkan secara psikologi hal itu sebagai sesuatu yang harus dihindari dan itu harus diuji coba terlebih dahulu,” katanya.

Namun, Hasan mengaku pendidikan seks bagi siswa itu penting. “Tapi bukan dalam mata pelajaran seks, melainkan dalam mata pelajaran biologi dan olahraga yang menjelaskan fungsi-fungsi alat genetika dan reproduksi,” tuturnya.
Hasan berpendapat, pengetahuan tentang HIV/AIDS belum bisa dimasukkan ke dalam kurikulum.
“Karena memang belum sesuai dengan perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Perlu diketahui bersama, jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2010 diperkirakan mencapai 93 ribu hingga 130 ribu orang. Data ini berasal dari National Trainer Care, Support and Treatment IMAI-HIV/AIDS. (saz)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusak Kantor Desa, Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi

    Rusak Kantor Desa, Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasca protes warga desa sirambas ke Kepala Desa yang membuat kantor desa dilemapri tomat dan di segel. Kades Ilman Suhdi dikabarkan melaporkan hal tersebut ke polisi dengan tuduhan pengrusakan. Sesuai surat laporan bernomor STPL/238/B/VIII/2024/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/ POLDA SUMUT. Kepala Desa Sirambas telah melaporkan tindak pidana pengerusakan UU Nomor 01 Tahun 1946 […]

  • DPRD Madina Minta Polisi Usut Kasus Penembakan Warga

    DPRD Madina Minta Polisi Usut Kasus Penembakan Warga

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengusut tuntas kasus penembakan warga oleh aparat kepolisian saat berunjukrasa mendesak penutupan perusahaan tambang PT Sorikmas Mining, Ahad (29/05/2011) kemarin. “Kita dari DPRD Madina meminta Kapolda Sumut mengusut tuntas aparat pelaku penembakan warga saat melakukan unjuk […]

  • Anggota DPRD Madina Ali Makmur Mangkir Dari Panggilan Jaksa

    Anggota DPRD Madina Ali Makmur Mangkir Dari Panggilan Jaksa

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Makmur Nasution alias Jaganding mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Panyabungan. “Ali Makmur Nasution mangkir dari panggilan pertama,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan, Satimin di Panyabungan, Selasa (21/1/2014) seperti dilansir BeritaSumut.com. Sersuai surat panggilan yang dilayangkan Kejaksan Negeri (Kejari) Panyabungan, sejatinya Ali Makmur harus menghadap […]

  • Desa Sido Makmur Beri Penghargaan 27 Tokoh Transmigrasi

    Desa Sido Makmur Beri Penghargaan 27 Tokoh Transmigrasi

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Warga Desa Sido Makmur Kecamatan Sinunukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memberikan penghargaan kepada 27 tokoh-tokoh transmigrasi dan warga yang berjasa dalam membangun di desa tersebut. Demikian disampikan Kepala Desa Sido Makmur, Sudarno kepada wartawan, Selasa (23/4/2013) usai memberikan penghargaan. Salah satu yang mendapat penghargaan adalah Abu Hanifah yang berjasa dalam membina […]

  • Kejari Simalungun Akhirnya Tahan Wabup Terpilih Simalungun

    Kejari Simalungun Akhirnya Tahan Wabup Terpilih Simalungun

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      PEMATANG SIANTAR – Kejaksaan Negeri Simalungun akhirnya menahan Wakil Bupati Simalungun, Ir Amran Sinaga, Senin (22/2) sebagai terpidana 4 tahun dalam kasus pemalsuan sertifikat. Ir Amran Sinaga yang merupakan pasangan Bupati Simalungun terpilih JR Saragih ditahan di Lapas Kelas II Pematang Siantar. Kejari Simalungun, Irvan Samosir SH, MH, mengatakan, penahanan tersebut adalah sesuai ketentuan […]

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 3)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 3)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Desa Tandikek berjarak sekitar 30 Km dari Simpang Gambir. Simpang Gambir berjarak sekitar 41 […]

expand_less