Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

DPRD: Usut penggelapan beasiswa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


MEDAN – Mencuatnya dugaan penggelapan yang dilakukan sejumlah oknum kepala sekolah (Kasek) di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Medan Johor, DPRD Medan melalui Komisi B segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan dan membentuk panitia kerja (panja).

Anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi itu, dalam waktu dekat akan melakukan penjadwalan dan pembentukan panja untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kita akan minta keterangan Kepala Disdik Medan, Hasan Basri, untuk mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya. Kita mensinyalir persoalan serupa tidak hanya terjadi di Medan Johor, melainkan di kecamatan di kawasan Medan Utara,” pungkas Bahrumsyah, pagi ini.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan ini meminta pihak aparat berwenang diantaranya Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan pengusutan terhadap laporan tersebut, dikarenakan sangat merugikan masyarakat miskin.

Seperti diketahui, kasus ini mencuat berkat adanya laporan puluhan wali murid dan tokoh masyarakat Gedong Johor, Kecamatan Medan Johor yang melaporkan penggelapan beasiswa miskin, dan mendesak walikota mencopot Kepsek SDN 066668 dan 0677775 yang diduga menelap hak siswa miskin.

Dimana penyaluran bantuan beasiswa miskin yang dananya bersumber dari pemerintah pusat itu sebesar Rp360 ribu per siswa, diakui para Kepsek Medan Johor diarahkan oleh RD sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) supaya menggantikan dana beasiswa dengan barang perangkat sekolah.

Para tokoh masyarakat Medan Johor mengindikasikan, niat menggelapkan beasiswa miskin oleh Kepsek tersebut ditandai memanipulasi laporan. Misalnya, uang seakan sudah diterima siswa di kwitansi sebesar Rp360 ribu per iswa pada tanggal 3 Agustus 2010.

Sedangkan surat kuasa pengambilan uang tertera tanggal 4 Agustus 2010. Lain lagi di SDN 067775, uang sudah dicairkan 30 Juli 2010, tetapi diberi kwitansi tanda-terima pada siswa tanggal 4 Agustus 2010.

Artinya, sebulan kemudian baru diserahkan berbentuk perangkat sekolah, tetapi siswa diberikan kwitansi tanda terima uang sebesar Rp360 ribu. Dari awal proses pencairan beasiswa hingga penyerahan perangkat sekolah, tidak diberitahukan pada wali murid dan tanpa diketahui Ketua Komite Sekolah.

“Fakta dan bukti penyimpangan sudah kuat untuk menyeret pelakunya untuk diproses, sehingga ke depan program pendidikan lebih baik dan berarti sudah menyelamatkan hak siswa dari koruptor,” tegas Suroto, salah seorang orangtua siswa yang siap menjadi saksi dalam kasus penggelapan dana beasiswa miskin.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    Jumat Bersih, KPPG Madina Bersihkan TPU di Nagajuang

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Setelah meluncurkan program Jumat Subuh Berkah, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Kali ini dilaksanakan di Kecamatan Nagajuang berupa bersih-bersih Tempat Pemakaman Umum (TPU). Giat yang dilaksanakan pada Jumat (29/10) berpusat di TPU Desa Sayurmatua, TPU Desa Tambiski, dan TPU Desa Banua Simanosor. Ketua […]

  • Gordang Sambilan Terbesar di Dunia Iringi Harun-Ichwan ke KPU

    Gordang Sambilan Terbesar di Dunia Iringi Harun-Ichwan ke KPU

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ada keunikan ketika pasangan Harun Mustafa Nasution-Ichwan Husein Nasution mendaftar sebagai bakal calon bupati/wakil bupati ke KPU Mandailing Natal, Sumut, Kamis (29/8/2024). Keunikannya adalah kehadiran Gordang Sambilan raksasa di konvoi rombongan pengiring. Rombongan bergerak dari pesantren Musthofawiyah, Purba Baru menuju Panyabungan. Lalu dari Panyabungan II rombongan jalan kaki ke kantor KPU […]

  • Mutasi Dadakan di Madina: Jabatan Bergerak, Arah Penguasa Berubah?

    Mutasi Dadakan di Madina: Jabatan Bergerak, Arah Penguasa Berubah?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Di Mandailing Natal, mutasi tidak lagi sekadar rotasi jabatan. Ia telah menjelma menjadi pola konsentrasi kendali — dan kini, bola panas itu tidak bisa lagi berhenti di meja eksekutif. Ia sudah mendarat di meja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mandailing Natal. Dan kali ini, DPRD tidak punya ruang untuk bersikap abu-abu. […]

  • Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Demplot tanaman padi varietas lokal bernama Siganteng mampu memproduksi gabah 8,1 ton per hektar. Sementara produksi nasional masih sekitar 6 hingga 7 ton per hektar. Demplot dilakukan di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang dilakukan kelompok tani Desa Maju kerjasama Kodim 0212/TS dan Dinas Pertanian Madina, musim ini. […]

  • Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Jafar Sukhairi Nasution menyatakan Pemda Madina akan mempertemukan pihak PT SMGP dengan kepala Desa Sibanggor Julu. Itu dikatakan Sukhairi kepada Mandailing Online dan Start News di Panyabungan, Selasa (13/9/2022) menyikapi polemik beredarnya balasan surat PT Sorik Marapai Geothermal Power (SMGP) kepada kepala Desa Sibanggor Julu yang belakangan […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

expand_less