Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

DPRD: Usut penggelapan beasiswa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


MEDAN – Mencuatnya dugaan penggelapan yang dilakukan sejumlah oknum kepala sekolah (Kasek) di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Medan Johor, DPRD Medan melalui Komisi B segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan dan membentuk panitia kerja (panja).

Anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi itu, dalam waktu dekat akan melakukan penjadwalan dan pembentukan panja untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kita akan minta keterangan Kepala Disdik Medan, Hasan Basri, untuk mengetahui duduk permasalahan yang sebenarnya. Kita mensinyalir persoalan serupa tidak hanya terjadi di Medan Johor, melainkan di kecamatan di kawasan Medan Utara,” pungkas Bahrumsyah, pagi ini.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan ini meminta pihak aparat berwenang diantaranya Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan pengusutan terhadap laporan tersebut, dikarenakan sangat merugikan masyarakat miskin.

Seperti diketahui, kasus ini mencuat berkat adanya laporan puluhan wali murid dan tokoh masyarakat Gedong Johor, Kecamatan Medan Johor yang melaporkan penggelapan beasiswa miskin, dan mendesak walikota mencopot Kepsek SDN 066668 dan 0677775 yang diduga menelap hak siswa miskin.

Dimana penyaluran bantuan beasiswa miskin yang dananya bersumber dari pemerintah pusat itu sebesar Rp360 ribu per siswa, diakui para Kepsek Medan Johor diarahkan oleh RD sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) supaya menggantikan dana beasiswa dengan barang perangkat sekolah.

Para tokoh masyarakat Medan Johor mengindikasikan, niat menggelapkan beasiswa miskin oleh Kepsek tersebut ditandai memanipulasi laporan. Misalnya, uang seakan sudah diterima siswa di kwitansi sebesar Rp360 ribu per iswa pada tanggal 3 Agustus 2010.

Sedangkan surat kuasa pengambilan uang tertera tanggal 4 Agustus 2010. Lain lagi di SDN 067775, uang sudah dicairkan 30 Juli 2010, tetapi diberi kwitansi tanda-terima pada siswa tanggal 4 Agustus 2010.

Artinya, sebulan kemudian baru diserahkan berbentuk perangkat sekolah, tetapi siswa diberikan kwitansi tanda terima uang sebesar Rp360 ribu. Dari awal proses pencairan beasiswa hingga penyerahan perangkat sekolah, tidak diberitahukan pada wali murid dan tanpa diketahui Ketua Komite Sekolah.

“Fakta dan bukti penyimpangan sudah kuat untuk menyeret pelakunya untuk diproses, sehingga ke depan program pendidikan lebih baik dan berarti sudah menyelamatkan hak siswa dari koruptor,” tegas Suroto, salah seorang orangtua siswa yang siap menjadi saksi dalam kasus penggelapan dana beasiswa miskin.
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Temukan Ladang Ganja 10 Ha di Hutan Kotanopan

    Polisi Temukan Ladang Ganja 10 Ha di Hutan Kotanopan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika selama ini hutan Desa Huta Tua Kecamatan panyabungan Timur terkenal dengan ladang ganja, kali ini beralih ke hutan Desa Simandolam Kecamatan Kotanopan. Polres Mandailing Natal (Madina) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Madina berhasil menemukan ladang ganja seluas 10 hektar siap panen dan 1 hektar yang baru disemai […]

  • Dua Tahun Belajar di Bawah Pohon Sawit

    Dua Tahun Belajar di Bawah Pohon Sawit

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Kabupaten Padang Lawas memang identik dengan kelapa sawit. Tapi, bukan berarti kondisi yang wajar pula, proses belajar mengajar dilakukan di bawah pohon kelapa sawit. Itulah yang berlangsung selama dua tahun terakhir di Desa Gunung Tua, Kecamatan Sosa. Namun, siapa sangka, dengan kondisi tempat terbuka dan memungkinkan terkendala hujan, sejauh ini belum pernah proses […]

  • Sukseskan Pemilukada, Dukcapil Madina Terus Garap E- KTP Bagi Pemilih Pemula

    Sukseskan Pemilukada, Dukcapil Madina Terus Garap E- KTP Bagi Pemilih Pemula

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Nagajuang (Mandailing Online) –  Menuju Pilkada 2024 Dukcapil Madina terus garap Perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E- KTP) bagi pemula. Di Kecamatan Naga Juang, tim Dukcapil bekerjasama dengan Kantor Kecamatan dan Desa melakukan perekaman langsung di kantor camat, tidak lagi harus ke kantor Dukcapil. Ada puluhan pemilih pemula yang ikut perekaman E- KTP yang berlangsung […]

  • Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat wajib berhati-hati saat melihat Gerhana Matahari Total (GMT) besok, Rabu 9 Maret 2016. Masyarakat diimbau tidak menggunakan mata telanjang saat melihat gerhana. Sebab efek samping yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi mata. Menurut Dokter Spesialis Mata Bayu Sasangko melihat langsung Gerhana Matahari dapat menimbulkan beberapa efek kerusakan pada mata yang disebut solar eclips retinopathy. Gejalanya, […]

  • BNN Dibentuk di Sidimpuan

    BNN Dibentuk di Sidimpuan

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN-Direncanakan tahun ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan dibentuk di Kota Psp. Sekarang tinggal menunggu petunjuk dari BNN Pusat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Psp, Sarmadan Hasibuan SH MM kepada METRO, Jumat (10/2) mengatakan, direncanakan tahun 2012, BNN dibentuk di Kota Psp. Nantinya pimpinan BNN ini bisa dari kepolisian atau PNS aktif di Kota Psp yang […]

  • APBD Madina Disahkan 784 Milyar

    APBD Madina Disahkan 784 Milyar

    • calendar_month Jumat, 18 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) mengesahkan Anggaran Belanja Daerah Tahun 2013 sebesar Rp.784.360.051.923 pada rapat paripurna, Kamis (17/1). Sementara dari sisi pendapatan daerah jumlahnya sebesar Rp.780.360.051.923, sehingga ada defisit sebesar 4 milyar. Namun, defisit ini tertutupi oleh pembiayaan daerah yang sebasar 4 milyar, sehingga silpa menjadi Rp.0. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD […]

expand_less