Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Anggota DPRD Diminta Tak Main Proyek

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
  • print Cetak

SIDIMPUAN – Sejumlah lapisan masyarakat meminta kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Psp untuk tidak terlibat atau bermain proyek pembangunan daerah sesuai dengan yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015.

Sebab, anggota DPRD memiliki tugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Sehingga pelaksanana pembangunan dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

“Saat ini, Uang Persediaan (UP) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah selesai Laporan Keuangannya sudah bisa dicairkan, maka dari itu sebagian instansi perlahan-lahan akan menjalankan programnya yang tercantum dalam APBD 2015.

Sehingga perlu ada pengawasan ketat dari lembaga DPRD terkait dengan pelaksanaan pembangunan tersebut.  Dengan begitu, DPRD diminta untuk ada yang terlibat bermain proyek, baik itu proyek fisik maupun pengadaan,” ujar salah seorang Aktivis Kota Psp Harizon Saputra Siregar, kepada Metro Tabagsel, Selasa (3/24).

Harizon menjelaskan, desakan agar DPRD tidak terlibat bermain proyek muncul dari aspirasi masyarakat dengan harapan agar pelaksanaan proyek pembangunan daerah sesuai dengan APBD tahun anggaran 2015 dapat berjalan dengan baik tanpa ada dugaan penyelewengan oleh pihak-pihak tertentu.

Karena, DPRD memilik tugas pengawasan sesuai dengan tupoksinya. Dengan begitu, setiap anggota DPRD dari masing-masing dapil harus pro aktif menjalankan tugasnya ketika pengerjaan proyek pembangunan sudah berlangsung supaya aspirasi masyarakat bisa tersalurkan tepat sasaran.

“Dalam waktu dekat ini, proyek pembangunan daerah tentu akan berlangsung. Dari segala jenis program pembangunan itu sangat diharapkan tidak ada keterlibatan anggota DPRD. Supaya proyek itu berjalan semaksimal mungkin, karena yang melaksanakan pengerjaan itu sudah ada dari pihak kontraktor dan lainnya,” terangnya.

Selain itu, ia juga berharap agar seluruh masyarakat Kota Psp memperhatikan dan mengawasi secara bersama pelaksanan program pembangunan tahun 2015. Itu bertujuan agar program daerah bisa dilaksanakan sesuai dengan isi kontrak dan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sehingga masyarakat dapat merasakan nilai dari pembangunan tersebut.

“Kita juga harus sama-sama perhatikan, dan melihat bagaimana pelaksanaannya. Dengan begitu, secara perlahan kita akan dapat mewujudkan impian daerah yang ingin mewujudkan masyarakat sehat, maju dan sejahtera,” tuturnya.

Sumber : metrosiantar

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengerjaan Bahu Jalinsum di Madina

    Pengerjaan Bahu Jalinsum di Madina

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Satu unit beko dan pekerja melakukan pekerjaan di bahu jalan raya jalur Lintas Tengah Sumatera di titik Dalan Lidang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut, Selasa (1/11/2022). Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan pemeliharaan jalan raya (preservasi) jalur Lintas Tengah Sumatera (jalinsum) di lintasan wilayah Mandailing Natal (Madina) yang dikerjakan PT Jaya Konstruksi. Menteri PUPR Basuki […]

  • Harga Buah Impor di Madina Turun

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua minggu terakhir ini harga buah impor di tingkat agen mengalami penurunan di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) setelah sempat naik yang mencapai 100 persen. Rusdi Nasution, seorang pedagang buah di pasar Panyabungan menjawab wartawan, Jum’at (31/5) mengungkapkan penurunan harga sejumlah buah impor mencapai 30 persen. Buah apel misalnya, dua […]

  • DPRD usulkan perampingan SKPD Madina

    DPRD usulkan perampingan SKPD Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Gemuknya’ SKPD (Satuan Kerja Perangkat daerah) Pemerintah Kabupaten Manndailing Natal (Madina) akan berdampak kepada pemborosan anggaran belanja sehingga perlu dirampingkan. Menurut anggota Fraksi Demokrat DPRD Mandailing Natal, Ali Mutiara Rangkuti, perampingan struktur organisasi di lingkungan Pemkab Madina perlu guna penghematan anggaran APBD. Jumlah SKPD di lingkungan Pemkab Madina saat ini sebanyak 47 unit […]

  • Pasca Putusan MA 2006 Eksekusi Register 40 Palas Belum Direalisasikan

    Pasca Putusan MA 2006 Eksekusi Register 40 Palas Belum Direalisasikan

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Hingga saat ini eksekusi fisik lahan Register 40 Padang Lawas (Palas) belum juga direalisasikan Kejatisu dan Poldasu. Putusan Mahkamah Agung (MA) tahun 2006 lalu sudah berjalan lebih lima tahun. Eksekusi diminta segera dilakukan untuk menghindari konflik sosial ditengah masyarakat. Tokoh Pemuda Kecamatan Huristak, Kabupaten Palas, Jabaluddin Siregar SH kepada METRO, Jumat (7/12) […]

  • Banyak PNS ‘Lari’ dari Taput

    Banyak PNS ‘Lari’ dari Taput

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG-Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput), Jasa Sitompul, menyampaikan kritik atas banyaknya PNS setingkat eselon II dan III ‘lari’ dari Pemkab Taput dan memilih berkarir di daerah lain. Kondisi itu menyebabkan proses pembangunan terhambat, sebab PNS yang pindah umumnya para pejabat potensial dan layak menduduki jabatan strategis. Kepala Badan Kepegawaian […]

  • Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LANGKAT- Guru honorer di SMPN 1 Sawit Sebrang, Budiono (43) ditangkap polisi dari rumahnya di Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, kemarin (20/12). Budiono diduga menipu 20 tenaga honorer. Di kantor polisi, Budiono mengaku sebagai perantara, menjanjikan hingga membantu Edi dan Riswandi memalsukan Surat Keputusan (SK) PNS bagi para korbannya, sejak awal 2010. […]

expand_less