Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Bicara 11 Rekomendasi, DPRD Madina Tak Berani Putus Masalah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Setelah bikin Pansus, DPRD Madina akhirnya cuma menerbitkan 11 poin rekomendasi. Bahasa rapi, nada tegas dan daftar masalah terlihat lengkap. Di atas kertas, ini tampak seperti kerja pengawasan yang serius.

Masalahnya: publik sudah terlalu sering melihat pola ini — daftar bertambah, perubahan tidak tampak. Siklusnya berulang lagi, seperti tahun kemarin.

Di sinilah persoalan utamanya: rekomendasi ada, tetapi arah tidak terbaca dan daya paksa tidak terasa.

Rekomendasi: Sekedar Sentuhan

Jika ditarik satu garis, sebelas rekomendasi itu bergerak dengan pola yang sama:
menyisir hal-hal yang tampak di permukaan saja:
* layanan perlu ditingkatkan,
* fasilitas perlu dibenahi,
* kebersihan perlu dijaga,
* sistem perlu diperbaiki,
* pengelolaan perlu ditata.

Semua itu benar. Tapi juga terlalu umum. Datar. Tanpa kehendak untuk benar-benar menyelesaikan masalah.

Tidak memunculkan yang justru paling menentukan:
1. di mana titik kegagalan tata kelola,
2. siapa yang harus bertanggung jawab,
3. bagaimana ukuran keberhasilannya,
4. berapa lama waktu perbaikannya.

Tanpa keempat hal ini, sebelas rekomendasi itu hanya menjadi daftar niat baik. Cuma sekedar basa-basi pelindung cemooh rakyat.

Dari RSUD sampai TPA: Kritik yang Menguap di Tengah Jalan

Beberapa rekomendasi menyentuh isu konkret — dari layanan publik seperti problem rumah sakit hingga pengelolaan sampah dan TPA.

Namun di titik krusial, kritik selalu berhenti di tengah jalan. Bak menguap. Tapi, seperti aroma bangkai, sesungguhnya tak pernah bikin nyaman.

Contoh paling jelas:
* masalah diidentifikasi,
* perbaikan disarankan,
* tetapi desain solusi tidak dibuka.

Tidak ada ketegasan:
* Apakah perlu audit manajemen?
* Apakah perlu perombakan kepemimpinan (lagi)?
* Apakah perlu perubahan skema anggaran?
* Atau cukup “ditingkatkan” seperti biasa, lagi lama cari aman?

Akibatnya, rekomendasi terdengar seperti ucapan ulang tahun dengan susunan kalimat yang sama.

Bahasa Jinak, Masalah Ganas

Semua dirumuskan dengan kata-kata pelan: mendorong, meminta, mengimbau.

Padahal yang dihadapi adalah problem yang berulang dan berdampak langsung ke publik.

Pertanyaannya sederhana:
* Jika tidak dilaksanakan, apa sanksinya?
* Jika gagal, siapa yang dievaluasi?
* Jika diabaikan, apa langkah DPRD berikutnya?

Tanpa jawaban itu, rekomendasi itu kehilangan fungsi utamanya: menekan atau memaksa untuk perubahan.

Yang tersisa, hanya formalitas. Gaya legislasi yang memalukan.

Pengawasan Terjebak

Di titik ini, kita harus jujur: pengawasan terlihat berjalan, tapi tidak bekerja. Hadir dalam bentuk:
* dokumen yang lengkap,
* formalitas sidang,
* catatan yang sistematis.

Namun, pengawasan tidak menjelma menjadi:
* perubahan kebijakan,
* perbaikan layanan,
* atau pembenahan sistem.

Ini bukan soal kurangnya temuan. Melainkan masalah ketidakmampuan mengubah temuan menjadi tindakan.

Masalah Besarnya: Tata Kelola Sembarang

Dari sebelas rekomendasi itu, terlihat satu benang merah: daerah ini tidak kekurangan identifikasi masalah —
tetapi minim keberanian untuk menuntaskan.

Pembangunan berjalan, tapi tidak beres.
Pengawasan ada, tapi tidak menekan.
Rekomendasi dibuat, tapi tidak mengikat.

Yang salah bukan satu sektor.
Yang bermasalah adalah cara berpikir dalam mengelola daerah.

Penutup: Dari Daftar ke Dampak

Sebelas rekomendasi seharusnya menjadi pintu perubahan.

Namun tanpa arah yang jelas dan daya paksa yang nyata, rekomendasi hanya akan menjadi arsip berikutnya. Bukan perintah legislasi.

Publik sudah tidak butuh tambahan daftar.
Rakyat butuh hasil. Progres nyata.

Dan selama rekomendasi hanya berhenti sebagai bahasa—maka masalah akan terus berjalan, tanpa pernah benar-benar ada upaya penyelesaian konkrit yang terukur.***

 

Tim Mandailing Epicentrum: Wadah kritik, motivasi dan support penguasa daerah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    Dinas PUPR Madina Kembali Teken MoU Pengawasan Dengan Kejaksaan

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) hari ini Selasa 26/3/2024 kembali lakukan penandatanganan MoU Program kerjasama Perdata dan TUN berupa pengawasan dan supervisi oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terhadap implementasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan yang didanai APBD Tahun 2024. Pendatanganan MoU dilaksanakan antara Kadis PUPR […]

  • Warga Madina : “Kami ke Pasar Panyabungan Bagaikan Pergi ke Sawah”

    Warga Madina : “Kami ke Pasar Panyabungan Bagaikan Pergi ke Sawah”

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Oisdah…pasar…!!!. Songon na kehe tu saba doma iba tu pasar on”. (Aduhhh….pasar. Bagaikan pergi ke sawah lah aku yang ke pasar ini). Itu umpatan seorang perempuan pengunjung relokasi Pasar Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut yang didengar Mandailing Online, Senin (12/10/2020). Perempuan berumur sekira 57 tahun itu merepet-repet sambil melihat sepatunya sudah […]

  • Jaksa Terus Dalami Dugaan Korupsi Konservasi Pasanggrahan Kota Nopan

    Jaksa Terus Dalami Dugaan Korupsi Konservasi Pasanggrahan Kota Nopan

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Dugaan korupsi pembangunan konservasi pasanggrahan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kecamatan Kota Nopan ,Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) bernilai Rp.2,398.646.000,00 dianggarkan di APBD Pemprovsu tahun 2022 dan dikerjakan CV.Sinar Jaya Abadi ( SJA ) terus di dalami Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Mandailing Natal. informasi terakhir yang didapat […]

  • HATA MANDAILING

    HATA MANDAILING

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Jasinaloan   Di wilayah Propinsi Sumatera Utara dapat dijumpai beberapa kelompok etnis. Salah satu diantaranya adalah Orang Mandailing. Di samping memiliki adat-istiadatnya sendiri, Orang  Mandailing juga memiliki bahasa ibunya yang disebut Hata (Bahasa) Mandailing. Bahasa Mandailing memiliki kekhasan, baik dari segi bentuk, proses pembentukan kata, makna kata maupun berdasarkan ragam pemakaiannya.  Dalam hal ini, penulis […]

  • Bupati: Tidak Ada Pemotongan Gaji ke-13

    Bupati: Tidak Ada Pemotongan Gaji ke-13

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALAS- Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap (TSO) mengatakan, pencairan gaji ke-13 PNS di Pemkab Palas yang akan segera dicairkan tidak akan mengalami pemotongan. Gaji ke-13 ini sudah menjadi hak dari pada PNS seutuhnya. Dan rencana pencairannya akan segera dilakukan sebelum bulan puasa. “Jika ada pegawai yang mendapatkan pemotongan diminta membuat laporan langsung kepada Bupati,” […]

  • Tuntut 3 Pelaku Pemerkosaan Ditangkap, Warga Desa Pidoli Lombang Bloked Jalan Nasional

    Tuntut 3 Pelaku Pemerkosaan Ditangkap, Warga Desa Pidoli Lombang Bloked Jalan Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan Warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) bloked jalan nasional tepatnya di kawasan titi kuning dekat kantor Polisi Militer. mereka juga membakar ban bekas ditengah jalan sebagai bentuk kekecewaan kepada Polres Madina yang dinilai lamban menangkap 3 pelaku perkosaan SN warga desa pidoli yang terjadi […]

expand_less