Parah ! Anggaran Obat di RSUD Husni Thamrin Natal Kalah Dibanding Urus Izin
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

RSUD dr Husni Thamrin di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( ist )
NATAL || Mandailing Online – RSUD dr. Husni Thamrin, Natal hanya anggarkan Rp218.053.600 untuk belanja obat-obatan di tahun 2026. Nilainya jomplang dibanding anggaran Belanja Pembayaran Pajak, Bea, dan Perizinan yang tembus Rp253.200.000.
Data yang didapat mencatat dua paket obat RSUD Natal dengan pagu anggaran Rp119.460.000 dan Rp98.593.600. Total Rp218 juta untuk furosemid injeksi, epinefrin, ringer laktat, diazepam, amoksisilin, hingga masker O2 dan kassa.
Ironisnya, anggaran urus izin alat kesehatan justru lebih besar Rp35,1 juta. Rinciannya: izin operasional radiologi Rp120 juta, izin penyimpanan limbah Rp99,9 juta, dan izin pemanfaatan air permukaan Rp33,3 juta. Dengan total keseluruhan Rp.253.200.000.
Fakta di lapangan warga Natal kerap keluhkan stok obat RSUD kosong bahkan pelayanan yang tidak maksimal.
” kenapa tidak mau pisah dari Kabupaten Mandailing Natal, Pemerintah anggarkan banyak uang untuk terus perbaharui RSU Husni Thamrin tiap tahun, namum untuk pengadaan obat saja anggaran kecil,” kata warga
Tokoh Masyarakat Pantai Barat Ali Napiah menilai postur APBD RSUD Natal “kebalik”. Rumah sakit itu butuh obat, bukan kertas izin yang digantung di dinding.
“Rumah sakit tugasnya nyembuhin orang. Obat cuma Rp218 juta setahun, izin Rp253 juta. Ini logika anggaran yang salah. Pasien butuh obat, bukan surat izin digantung di dinding,” kata Ali Napiah yang juga mantan anggota DPRD Madina.
Ia menambahkan bahwa RSUD dr. Husni Thamrin Natal ini pelayanan nya sama seperti Puskesmas yang ada dipantai barat. Bila kita bandingkan pulak dengan Puskesmas yang ada di Panyabungan maka kwalitas pelayanannya dibawah Puskesmas yang ada di panyabungan
” Lebih cocoknya RSUD dr. Husni Thamrin ini fungsinya hanya untuk memberikan rujukan bila ada pasien yang sakit untuk berobat ke RSUD Panyabungan atau RSU yang ada di Kabupaten Pasaman Barat,” kata Ali menutup komentarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, dr. Isa Ansori Nasution Kepala RSUD dr.Husni Thamrin terkait kecilnya Anggaran pembelian obat dibanding pengurusan izin belum berhasil dikonfirmasi (*)
- Penulis: Muhammad Hanapi

