Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Ulang Tahun PGRI Ke-65 di Kabupaten Mandailing Natal Kadis Pendidikan Drs Musaddad Daulay MM berpesan dalam membangun pendidikan guru harus melalui hati yang tulus dan ikhlas.

“Profesi (guru-red) yang harus mempunyai kesabaran dan keuletan yang luar biasa dalam upaya mencerdaskan anak bangsa agar dapat meraih prestasi yang gemilang di masa depan juga yang akan menjadi tumpuan dan harapan para orangtua serta Kabupaten Mandailing Natal guru dengan lika-liku kehidupan mempunyai tugas yang sangat berat,” sebutnya di Lapangan Perkantoran Bupati Lama se usai melakukan upacara,” Kamis (25/11).

Dikatakannya, pahlawan tanpa tanda jasa ini mungkin sekarang hanya sebuah kalimat yang tidak ada nilainya. Walau pahlawan ini tidak di ingat siapapun dan kapanpun. Padahal jika dikenang masa lalu ketika menduduki pendidikan sekolah dasar dengan mengucapkan sebuah kata dan angka yang ditotorkan oleh guru tersebut membuat sebuah makna dan arti hidup yang luas bisa dimanfaatkan sekarang ini.

“Kita akui masih banyak kekurangan dalam memberikan pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal ini. Namun kita juga telah membuat yang terbaik demi untuk mencerdaskan anak didik yang akan menjadi generasi pemimpin bangsa ini,” sebutnya.

Sementara Kapolres Mandailing Natal Hirbak Wajyu Setiawan SIK yang bertindak sebagai inspektur upacara yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional menyampaikan.

Selamat hari guru kepada para guru seluruh Indonesia yang saya banggakan sekaligus selamat HUT Ke-65 Persatuan Guru Republik Indonesia yang jatuh pada 26 Nopember 2010, mudah mudahan para guru dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara.

“Ada tiga hal penting yang harus di petik dalam rangka memperingati hari guru nasional yakni, merupakan momentum penting yang tepat untuk merenungkan atau merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah di lalui, ini berkaitan dengan cita-cita awal yang mendorong lahirnya Hari Guru Nasional,” sebutnya.

Sebuah cita-cita yang saat ini dicirikan dengan semangat kesedian diri untuk memberikan lebih dari kewajiban dan menerima kurang dari hak-haknya, disertai dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan, yang insa Allah pada saatnya akan memperoleh kemamfaatan lebih.

“Kedua, bersamaan dengan upaya reflektif tersebut, adalah upaya untuk instropeksi terhadap perjalanan yang selama ini telah dilakukan demi untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan,” sebutnya. (man)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meraih Kemerdekaan Hakiki

    Meraih Kemerdekaan Hakiki

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Indonesia memang sudah 70 tahun merdeka dari penjajahan fisik (militer). Namun, sejak merdeka tahun 1945 dari penjajahan fisik (militer) hingga saat ini, sesungguhnya negeri ini masuk dalam perangkap penjajahan gaya baru, yakni penjajahan non-fisik (non-militer). Artinya, hingga kini Indonesia sesungguhnya masih terjajah dan belum sepenuhnya merdeka secara hakiki. Masih Terjajah Penjajahan (imperialisme) adalah politik […]

  • Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    Dudung Abdurachman : Teknologi Dalam Industri Pertahanan Sebuah Keniscayaan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online): Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman belum lama ini berkesempatan meninjau langsung pameran alutsista Indo Defence. Disela-sela kunjungan, Dudung yang juga menjabat Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional menyebut, Indonesia tidak boleh kalah untuk memajukan teknologi, dalam industri pertahanannya dari negara-negara sahabat. “Saya selaku penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional dan saya sebagai […]

  • Budidaya Kangkung Darat Di Pekarangan

    Budidaya Kangkung Darat Di Pekarangan

    • calendar_month Selasa, 28 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Memanfaatkan lahan perumahan yang kosong, warga Desa Gunungtua Panggorengan Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini banyak menanam bermacam tanaman sayur mayur. Salah satunya jenis kangkung darat. Dengan umur sekitar 4 hingga 6 minggu sudah bisa dipanen. Hal ini dirasakan sangat membantu bagi ekonomi keluarga. Munaroh, termasuk salah seorang yang menanam kangkung […]

  • Sogokan Hasanah, Adakah?

    Sogokan Hasanah, Adakah?

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah Pegiat Literasi Islam Kota Medan Sepintas lalu ini cuma kelakar. Kelakar seorang tokoh ummat dari sebuah oganisasi. Pelintiran kata yang seakan menjadi benar. Merayu akal agar menyetujuinya. Diksi yang diputarbalikkan dan sangat manipulatif. Ya, Sogokan hasanah. Berarti yang lain sogokan dholalah? Adakah? Ya jelas tak ada. Sogokan atau risywah itu ada dalam […]

  • 59% Anak Didik Buka Situs Porno

    59% Anak Didik Buka Situs Porno

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Padangsidimpuan –  Hasil penelitian, monitor dan tinjauan ke lapangan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan menemukan sekitar 59% anak didik di kota tersebut membuka situs porno. “Fakta ini membuat kita terperangah dan bertanya sudah separah itukah kerusakan moral kalangan pelajar kita. Masihkah ada solusi mengatasinya,” kata Ketua MUI Kota Padangsidimpuan Zulfan Efendi Hasibuan dalam […]

  • Golkar pasca Amru “Mau dibawa kemana”

    Golkar pasca Amru “Mau dibawa kemana”

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Perjalanan Pilkada madina telah usai namun bagi Golkar selama ini sebagai partai pendukung incumbent masih terus menyisakan banyak pertanyaan. Mungkin persoalannya masih agak sedikit mengambang, artinya memang perlu waktu tetapi kalau kritikan itu justru sangat mendasar dan disampaikan maka sudah semestinya perlu di terima, di evaluasi dan dikerjakan dengan lebih baik. Dari awal Partai golkar […]

expand_less