Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Pemkab Madina Harus Persiapkan Rakyat Menghadapi MEA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah perlu mengecek secara menyeluruh terhadap kemampuan masyarakat Madina dalam menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang rencana mulai diberlakukan pada akhir 2015.

“Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus mematangkan rencana mengahadapi MEA. termasuk meracik sejak dini persiapan sehingga masyarakat tidak akan terkejut ketika gerbangh MEA dibuka,” kata Anggota DPRD Madina Imran Khaytamy Daulay, Selasa (28/4)

Kesiapan seluruh sektor merupakan keharusan, sebab daerah dan masyarakat yang tidak siap akan tergilas oleh pasar bebas MEA yang berbuntut pada meningkatnya kemiskinan dan pengangguran.

Pemerintah daerah harus menyiapkan sektor-sektor yang ada. Dan sector yang belum siap maka pemerintah daerah diharapkan untuk secepatnya mencari solusi terbaik sehingga Madina tak  keteteran ketia menjadi bagian dari MEA. Dan terutama adalah mempersiapkan masyarakatnya.

“Jika memang masyarakat dinilai belum siap, maka seharusnya bupati Madina menyampaikan kepada pemerintah pusat tentang kondisi rill masyarakatnya, jangan gengsi untuk menyampaikan yang sebenarnya, karena saya yakin pemerintah pusat pun akan mau membantu daerah sehingga siap untuk menghadapi MEA tersebut," kata politisi Golkar ini.

Imran mengungkapan, ada 12 sektor prioritas Masyarakat Ekonomi Asean, antara lain arus bebas tenaga kerja terampil meliputi perawat kesehatan, kemudian sector wisata (turisme),  jasa logistic, jasa angkutan udara, produksi berbasis agro, barang-barang elektronik, perikanan, produk berbasis karet, tekstil dan pakaian, otomotif, produk berbasis kayu.

“Pertanyaannya, mampukah masyarakat kita menghadapi MEA ini dan menjadikannya sebagai peluang? Ataukah era ini akan semakin menghimpit kehidupan ekonomi masyarakat?,” imbuh Imran.

Untuk mengetahui kesiapan dalam menghadapi MEA tersebut, pemerintah dapat melakukan survei langsung ke pelaku usaha di berbagai kecamatan yang ada di Madina ini.

Ia menjelaskan, pada 2016 mendatang, masyarakat Asean diperkirakan akan berjumlah sekitar 600 juta jiwa dan sekitar 50 persen diantaranya berada di Indonesia termasuk dari kabupaten Mandailing Natal.

Jika tidak memiliki kesiapan, baik kemampuan dalam melahirkan produk berkualitas maupun menampilkan sertifikasi produk, maka madina hanya akan menjadi "market" dalam MEA.

Dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan wilayah yang cukup luas, Kabupaten Madina akan menjadi sasaran empuk ole produk-produk dari negara Asean lain.

Untuk itu Imran mengharapkan kepada masyarakat Mandailing Natal untuk benar-benar melihat pemimpin ke depan yang bisa membawa Kabupaten Mandailing Natal ke arah yang lebih baik, sehingga bisa menghadapi MEA tersebut.

“Memang saya akui bahwa masyarakat tidak akan mudah menerima MEA, namun setidaknya pemimpin yang ada bisa memberikan solusi yang terbaik sehingga masyarakatnya dapat bersaing menghadapi MEA,” harap Imran.

“ Kalau kita lihat secara rill di lapangan, saya yakin masyarakat Madina ini belum siap untuk menghadapi MEA, karena sampai sekarang ini Kabupaten Mandialing Natal belum ada produk unggulan yang dikeluarkan,” katanya.

“Memang kita akui ini merupakan kelemahan kita semua, termasuk pemerintahnya, karena seharusnya suatu daerah tersebut dapat melahirkan produk unggulan, padahal Madina ini kaya dengan sumber daya alamnya dan kaya dengan objek wisatanya, namun itu semua tidak digali dengan serius,” ujarnya mengakhiri.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan/Sutradara   Pemanfaatan tanah kerajaan di Mandailing, Saba Bolak misalnya, diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki tanah. Sewa sawah tidak berbentuk satuan mata uang atau emas, tetapi berupa bagi hasil produksi. Selain itu, luas tanah Saba Bolak pun tidak lebih luas dari sawah penduduk desa. Saba Bolak diberikan kepada rakyat sebagai […]

  • Ima Madina : Kondisi Madina Makin Parah, Ridwan Rangkuti : Bupati Madina Harus Rangkul Semua Elemen

    Ima Madina : Kondisi Madina Makin Parah, Ridwan Rangkuti : Bupati Madina Harus Rangkul Semua Elemen

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina harus merangkul semua elemen agar roda pemerintahan sukses lima tahun ke depan. “Kalau tidak, yakinlah bupati dan wakil bupati akan kewalahan di masa mendatang,” kata Ketua Persatuan Advokad Indonesia Wilayah Tabagsel, Ridwan Rangkuti,SH.MH yang dilansir Malintang Pos, Sabtu (20/8/2016). “Saya pikir setelah mengamati selama hampir tiga bulan ini, langkah […]

  • Sobir Reses di Aek Mata, Warga: Kami ‘Belum Merdeka’

    Sobir Reses di Aek Mata, Warga: Kami ‘Belum Merdeka’

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    AEK MATA (Mandailing Online) – Jalan yang merupakan akses utama masyarakat seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur. Namun, kondisi jalan ke Desa Aek Mata masih memprihatinkan. Padahal Aek Mata secara geografis masuk wilayah Kecamatan Panyabungan. Kondisi jalan yang buruk ini menjadi perhatian utama warga ketika Sobir Lubis, SH, anggota DPRD Madina dari Fraksi Partai Golkar menggelar […]

  • Mahasiswa Sumut Demo di Depan Kantor SMGP Jakarta

    Mahasiswa Sumut Demo di Depan Kantor SMGP Jakarta

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Mahasiswa asal Sumut berunjukrasa di depan kantor PT SMGP di Jakarta, Senin, mendesak penutupan PLTP Sorik Marapi dan tuntutan hukuman bagi Presiden Direktur SMGP. Puluhan yang mengatas namakan Forum Mahasiswa Sumatera Utara (Formasu) Jakarta itu menggelar aksi di depan gedung PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di   Recapital Building, jalan […]

  • Ketika Pengadilan Merestui Nikah Beda Agama

    Ketika Pengadilan Merestui Nikah Beda Agama

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Mandailing Natal Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengabulkan permohonan pernikahan beda agama yang diajukan oleh pasangan Islam dan Kristen, berinisial RA dan EDS. Hakim mengabulkan permohonan pernikahan beda agama tersebut untuk menghindari praktik kumpul kebo dan memberikan kejelasan status anak (sindonews.com, 23 Juni 2022). Berita pernikahan beda […]

  • Pemkab Harus Gerak Cepat Stop Penularan AIDS di Madina

    Pemkab Harus Gerak Cepat Stop Penularan AIDS di Madina

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dihimbau melakukan langkah-langkah strategis menyetop penularan virus HIV (human immunodeficiency virus) penyebab penyakit AIDS. Langkah cepat dan tepat dibutuhkan agar virus itu tidak menyebar di daerah ini terkait ditemukannya 3 pria terindikasi HIV di Madina oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Madina saat proses pemeriksaan darah sebelum […]

expand_less