Kamis, 23 Jul 2026
light_mode

Pemkab Madina Harus Persiapkan Rakyat Menghadapi MEA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah perlu mengecek secara menyeluruh terhadap kemampuan masyarakat Madina dalam menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang rencana mulai diberlakukan pada akhir 2015.

“Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus mematangkan rencana mengahadapi MEA. termasuk meracik sejak dini persiapan sehingga masyarakat tidak akan terkejut ketika gerbangh MEA dibuka,” kata Anggota DPRD Madina Imran Khaytamy Daulay, Selasa (28/4)

Kesiapan seluruh sektor merupakan keharusan, sebab daerah dan masyarakat yang tidak siap akan tergilas oleh pasar bebas MEA yang berbuntut pada meningkatnya kemiskinan dan pengangguran.

Pemerintah daerah harus menyiapkan sektor-sektor yang ada. Dan sector yang belum siap maka pemerintah daerah diharapkan untuk secepatnya mencari solusi terbaik sehingga Madina tak  keteteran ketia menjadi bagian dari MEA. Dan terutama adalah mempersiapkan masyarakatnya.

“Jika memang masyarakat dinilai belum siap, maka seharusnya bupati Madina menyampaikan kepada pemerintah pusat tentang kondisi rill masyarakatnya, jangan gengsi untuk menyampaikan yang sebenarnya, karena saya yakin pemerintah pusat pun akan mau membantu daerah sehingga siap untuk menghadapi MEA tersebut," kata politisi Golkar ini.

Imran mengungkapan, ada 12 sektor prioritas Masyarakat Ekonomi Asean, antara lain arus bebas tenaga kerja terampil meliputi perawat kesehatan, kemudian sector wisata (turisme),  jasa logistic, jasa angkutan udara, produksi berbasis agro, barang-barang elektronik, perikanan, produk berbasis karet, tekstil dan pakaian, otomotif, produk berbasis kayu.

“Pertanyaannya, mampukah masyarakat kita menghadapi MEA ini dan menjadikannya sebagai peluang? Ataukah era ini akan semakin menghimpit kehidupan ekonomi masyarakat?,” imbuh Imran.

Untuk mengetahui kesiapan dalam menghadapi MEA tersebut, pemerintah dapat melakukan survei langsung ke pelaku usaha di berbagai kecamatan yang ada di Madina ini.

Ia menjelaskan, pada 2016 mendatang, masyarakat Asean diperkirakan akan berjumlah sekitar 600 juta jiwa dan sekitar 50 persen diantaranya berada di Indonesia termasuk dari kabupaten Mandailing Natal.

Jika tidak memiliki kesiapan, baik kemampuan dalam melahirkan produk berkualitas maupun menampilkan sertifikasi produk, maka madina hanya akan menjadi "market" dalam MEA.

Dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan wilayah yang cukup luas, Kabupaten Madina akan menjadi sasaran empuk ole produk-produk dari negara Asean lain.

Untuk itu Imran mengharapkan kepada masyarakat Mandailing Natal untuk benar-benar melihat pemimpin ke depan yang bisa membawa Kabupaten Mandailing Natal ke arah yang lebih baik, sehingga bisa menghadapi MEA tersebut.

“Memang saya akui bahwa masyarakat tidak akan mudah menerima MEA, namun setidaknya pemimpin yang ada bisa memberikan solusi yang terbaik sehingga masyarakatnya dapat bersaing menghadapi MEA,” harap Imran.

“ Kalau kita lihat secara rill di lapangan, saya yakin masyarakat Madina ini belum siap untuk menghadapi MEA, karena sampai sekarang ini Kabupaten Mandialing Natal belum ada produk unggulan yang dikeluarkan,” katanya.

“Memang kita akui ini merupakan kelemahan kita semua, termasuk pemerintahnya, karena seharusnya suatu daerah tersebut dapat melahirkan produk unggulan, padahal Madina ini kaya dengan sumber daya alamnya dan kaya dengan objek wisatanya, namun itu semua tidak digali dengan serius,” ujarnya mengakhiri.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunung Marapi kembali semburkan abu vulkanik

    Gunung Marapi kembali semburkan abu vulkanik

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Bukittinggi, – Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali terlihat menyemburkan abu vulkanik pada Senin pagi sekitar pukul 08.33 WIB. Berdasarkan pengamatan di Kota Bukittinggi, semburan kedua abu vulkanik tersebut terlihat sedikit lebih tebal dari semburan pertama pada pukul 07.30 WIB. Semburan abu vulkanik tersebut sangat jelas terlihat dari kejauhan di […]

  • SUKA Menang

    SUKA Menang

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon (paslon) Ja’far Sukhairi-Atika Azmi Utammi (SUKA) memenangkan Pilkada Madina 2020 setelah mendapat perolehan suara fantastis pada pelaksanaan PSU, Kamis (24/4-2021). Pasangan SUKA diusung PKS, PKB dan Hanura. Di sisi lain pasangan Dahlan Hasan-Aswin (Dahwin) kalah dengan skor meyakinkan, yaitu: 154 suara. Dilansir dari BeritaHuta, di TPS-001 Kampung Baru sekaligus […]

  • Ucapan Evaline Sago Bukan Ancaman

    Ucapan Evaline Sago Bukan Ancaman

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pernyataan Evaline Sago yang dirilis media Mitanews bukan pernyataan ancaman. Demikian rilis pers Kuasa Hukum PT. Tri Bahtera Srikandi, Ridwan Rangkuti,SH.MH, Senin (18/11/2019) Ridwan merujuk kalimat Evaline “kalau tidak lari, Desember Syafron akan selesai” yang dikutip Mitanews edisi Jum’at 15 November 2019. Ridwan menyatakan, secara hukum pernyataan Evaline tersebut […]

  • Mandailing, Mahasiswa dan Literasi

    Mandailing, Mahasiswa dan Literasi

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Anwar Lubis Sejak 2017 silam, ketika saya masih semester tujuh di UIN Jakarta, saya aktif sebagai ketua seksi sosial-keagamaan dalam sebuah perhimpunan mahasiswa Mandailing Natal Jakarta, himpunan itu bernama HM Madina (Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal). Saya terlibat banyak obrolan dengan teman-teman HM Madina, terutama soal kemandailingan: sosial, politik, ekonomi, budaya, dan agama. […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian empat)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian empat)

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Cara lain kami menikmati sungai Batang Gadis yang indah itu dengan memanfaatkan arus derasnya. Kami susun dan kami satukan beberapa batang pisang, kami jadikan sebagai rakit. Satu rakit ditumpangi dua orang. Uji nyali kawan.  Siapa yang tidak kenal dengan […]

  • Korban Tambang Emas Huta Bargot dari Barbaran dan Sidempuan

    Korban Tambang Emas Huta Bargot dari Barbaran dan Sidempuan

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTA BARGOT (Mandailing Online) – Jumlah korban meninggal dunia di penambangan emas, perbukitan Huta Bargot, Kecamatan Huta Bargot, Mandailing Natal yang terjadi sekira pukul 2:30 dini hari Selasa (18/8), masih simpang siur. Penyebab meninggalnya para penambang juga masih belum jelas. Ada informasi, penyebabnya akibat meledaknya tangki penyembur api yang dimodifikasi dari tangki petromak. Ada […]

expand_less