Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Harus Persiapkan Rakyat Menghadapi MEA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah perlu mengecek secara menyeluruh terhadap kemampuan masyarakat Madina dalam menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang rencana mulai diberlakukan pada akhir 2015.

“Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus mematangkan rencana mengahadapi MEA. termasuk meracik sejak dini persiapan sehingga masyarakat tidak akan terkejut ketika gerbangh MEA dibuka,” kata Anggota DPRD Madina Imran Khaytamy Daulay, Selasa (28/4)

Kesiapan seluruh sektor merupakan keharusan, sebab daerah dan masyarakat yang tidak siap akan tergilas oleh pasar bebas MEA yang berbuntut pada meningkatnya kemiskinan dan pengangguran.

Pemerintah daerah harus menyiapkan sektor-sektor yang ada. Dan sector yang belum siap maka pemerintah daerah diharapkan untuk secepatnya mencari solusi terbaik sehingga Madina tak  keteteran ketia menjadi bagian dari MEA. Dan terutama adalah mempersiapkan masyarakatnya.

“Jika memang masyarakat dinilai belum siap, maka seharusnya bupati Madina menyampaikan kepada pemerintah pusat tentang kondisi rill masyarakatnya, jangan gengsi untuk menyampaikan yang sebenarnya, karena saya yakin pemerintah pusat pun akan mau membantu daerah sehingga siap untuk menghadapi MEA tersebut," kata politisi Golkar ini.

Imran mengungkapan, ada 12 sektor prioritas Masyarakat Ekonomi Asean, antara lain arus bebas tenaga kerja terampil meliputi perawat kesehatan, kemudian sector wisata (turisme),  jasa logistic, jasa angkutan udara, produksi berbasis agro, barang-barang elektronik, perikanan, produk berbasis karet, tekstil dan pakaian, otomotif, produk berbasis kayu.

“Pertanyaannya, mampukah masyarakat kita menghadapi MEA ini dan menjadikannya sebagai peluang? Ataukah era ini akan semakin menghimpit kehidupan ekonomi masyarakat?,” imbuh Imran.

Untuk mengetahui kesiapan dalam menghadapi MEA tersebut, pemerintah dapat melakukan survei langsung ke pelaku usaha di berbagai kecamatan yang ada di Madina ini.

Ia menjelaskan, pada 2016 mendatang, masyarakat Asean diperkirakan akan berjumlah sekitar 600 juta jiwa dan sekitar 50 persen diantaranya berada di Indonesia termasuk dari kabupaten Mandailing Natal.

Jika tidak memiliki kesiapan, baik kemampuan dalam melahirkan produk berkualitas maupun menampilkan sertifikasi produk, maka madina hanya akan menjadi "market" dalam MEA.

Dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan wilayah yang cukup luas, Kabupaten Madina akan menjadi sasaran empuk ole produk-produk dari negara Asean lain.

Untuk itu Imran mengharapkan kepada masyarakat Mandailing Natal untuk benar-benar melihat pemimpin ke depan yang bisa membawa Kabupaten Mandailing Natal ke arah yang lebih baik, sehingga bisa menghadapi MEA tersebut.

“Memang saya akui bahwa masyarakat tidak akan mudah menerima MEA, namun setidaknya pemimpin yang ada bisa memberikan solusi yang terbaik sehingga masyarakatnya dapat bersaing menghadapi MEA,” harap Imran.

“ Kalau kita lihat secara rill di lapangan, saya yakin masyarakat Madina ini belum siap untuk menghadapi MEA, karena sampai sekarang ini Kabupaten Mandialing Natal belum ada produk unggulan yang dikeluarkan,” katanya.

“Memang kita akui ini merupakan kelemahan kita semua, termasuk pemerintahnya, karena seharusnya suatu daerah tersebut dapat melahirkan produk unggulan, padahal Madina ini kaya dengan sumber daya alamnya dan kaya dengan objek wisatanya, namun itu semua tidak digali dengan serius,” ujarnya mengakhiri.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangunan Mubazir

    Bangunan Mubazir

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangunan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal didesa Binanga Kec, Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal sejak dibangun pada tahun 2008 yang lalu sampai saat ini belum difungsikan.

  • Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

    Puluhan Pegawai PLN Curhat Soal Korupsi

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru saja meluncurkan buku anti korupsi berjudul ‘Saatnya Hati Bicara jilid 2’. Buku setebal 342 ini merupakan kelanjutan dari buku dengan judul yang sama yang diluncurkan pada Maret 2013 lalu. Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi kumpulan 59 tulisan pegawai dari berbagai level jabatan tentang pengalamannya dalam menghadapi […]

  • DCS Dapil 1 Golkar Madina

    DCS Dapil 1 Golkar Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Golangan Karya ( GOLKAR ) Dapil 1 Madina

  • Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    Rapim I PD Muhammadiyah "Berantas Miras dan Judi"

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pihak terkait diminta memberantas berbagai penyakit sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, seperti perjudian, minuman keras (miras), peredaran narkoba serta perbuatan maksiat lainnya. Demikian rekomendasi Rapat pimpinan (Rapim) I Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tahun 2011 yang digelar di aula Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Minggu (10/4). Dalam Rapim tersebut, […]

  • Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Seminggu yang lalu ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mewacanakan tentang amandemen UUD 1945 dengan menambah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan menambah kewenangan MPR untuk menyetujui rancangan dari PPHN tersebut dengan payung hukum yaitu Tap […]

  • Jembatan Baru Sudah Mulai Rusak

    Jembatan Baru Sudah Mulai Rusak

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jembatan Penghubung dari Ibukota Panyabungan menuju Kec. Panyabungan Timur dititik Sidaing, Desa Parmompang terlihat sudah mulai rusak padahal baru proyek yang bernilai ratusan juta ini baru selesai  beberapa bulan yang lalu. (hol).

expand_less