Ditinggal Hampir Satu Periode, Taman Raja Batu Dapat Asupan Anggaran Rp.394 Juta APBD 2026
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Taman Raja Batu di areal.komplek perkantoran bupati Kabupaten Mandailing Natal (mandailing online )
PANYABUNGAN, (Mandailing Online) – Masih ingat Taman Raja Batu. Taman megah di komplek perkantoran Bupati Mandailing Natal di Payaloting yang dulu menjadi ikon kebanggaan warga Madina.
Taman yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo bersama para menteri itu kini tinggal cerita. Kemegahan yang dulu dibangun dengan anggaran besar perlahan memudar, catnya kusam, fasilitasnya rusak, dan suasananya sepi.
Setelah hampir satu periode pemerintahan Bupati terbengkalai, Taman Raja Batu akhirnya mendapat suntikan anggaran.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diumumkan 21 Oktober 2026, Dinas Pariwisata Mandailing Natal mengalokasikan anggaran Rp 394.160.000 dari P-APBD 2026 untuk Rehabilitasi Sarana Prasarana Penunjang di Taman Raja Batu.
Seperti diketahui, Taman Raja Batu dibangun pada tahun 2017 di era Bupati Dahlan Hasan Nasution. Di tangannya, taman ini disulap menjadi primadona wisata lokal.
Konsepnya megah. Bebatuan alam disusun artistik, aliran sungai jernih, tata ruang tertata rapi, lampu hias, dan pemandangan hijau yang sejuk. Tidak heran, taman ini bukan sekadar tempat rekreasi biasa.
Taman Raja Batu pernah menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan acara besar daerah. Namanya populer hingga ke luar daerah. Wisatawan dari luar Madina sengaja datang karena suasananya yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota Panyabungan. Bahkan Presiden Jokowi pun pernah menginjakkan kaki di kawasan ini.
Namun kejayaan itu tak bertahan lama. Pandemi Covid-19 menjadi titik balik.
Saat pandemi melanda, pengunjung anjlok drastis. Pedagang yang menggantungkan hidup dari ramainya wisatawan kehilangan pembeli. Kawasan yang dulu hidup perlahan menjadi sunyi.
Dan kesunyian itu berlanjut hingga kini, bahkan setelah pandemi usai.
Pantauan Mandailing Online, kondisi Taman Raja Batu sekarang sangat memprihatinkan. Cat bangunan kusam, sejumlah fasilitas tidak terawat, rumput liar tumbuh di sudut-sudut taman, sebagian area sepi tanpa aktivitas berarti. Tempat yang dulu menjadi kebanggaan itu kini justru mengundang rasa prihatin.
Ironis. Proyek wisata yang pernah menghabiskan anggaran besar dan menjadi etalase pariwisata Mandailing Natal, justru kehilangan arah pengelolaan. Padahal lokasinya sangat strategis berada di dalam komplek perkantoran Bupati, wajah pertama yang dilihat setiap tamu negara yang datang ke Madina.
Padahal, Taman Raja Batu masih menyimpan potensi besar. Panorama alamnya masih asri, letaknya strategis, dan memorinya masih melekat di benak masyarakat.
Kepala Dinas Parawisata Syukur Soripada Nasution mengatakan, asupan anggaran tahun ini ditujukan untuk upaya menghidupkan kembali taman raja batu sebagai sarana rekreasi, olahraga, kegiatan pemerintah serta menumbuhkan ekonomi UMKM.
“dengan merehab fasilitas yang ada di tana itu nantinya bisa dimanfaatkan kembali sembari menambah sarananya dan memperindahnya,” kata syukur
Ia juga mengatakan sebagian titik taman raja batu sudah dimanfaatkan kembali untuk kegiatan pemerintah daerah seperti upacara hari hari besar.
Kepala Dinas Parawisata memastikan, proyek rehabilitasi taman raja batu dipastikan selesai sebelum masa anggaran berakhir tahun ini (*)
- Penulis: Muhammad Hanapi




