Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Tambang Emas Ilegal dari Pasaman ke Madina (1): Melantak Hutan Konservasi

  • account_circle Dahlan Batubara
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • print Cetak

Catatan: Dahlan Batubara
Pemimpin Umum Mandailing Online

…

Sudah lama para toke tambang dari Pasaman Barat, Sumatera Barat tergiur potensi emas di hutan Aek Nabontar kawasan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Sifat rakus toke-toke melirik Aek Nabontar kian menjadi-jadi manakala potensi emas di Pasaman Barat tak lagi menjanjikan dari ambang batas ekonomi. Atau Aek Nabontar sulit dijangkau aparat negara menjadi pilihan karena minim risiko penangkapan.

Meski hutan Aek Nabontar berada di wilayah Madina, namun jarak tempuhnya lebih dekat dari Kecamatan Koto Balingka atau Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat dibanding dari Kecamatan Tambangan, Madina.

Kedekatan Ranah Batahan dan Koto Balingka dengan kawasan Madina memungkinkan perpindahan peralatan melalui jalur darat dan jalur hutan.

Ketika saya dan beberapa rekan wartawan melakukan liputan aksi unjuk rasa mahasiswa dan warga Kecamatan Ranah Batahan dan Koto Balingka ke kantor Bupati Pasaman Barat bulan Agustus 2022 lalu menuntut penghentian aktivitas tambang emas ilegal yang marak di sepanjang pinggiran sungai Batang Taming dan Sungai Batang Batahan, selentingan ketergiuran mafia tambang terhadap Aek Bontar sudah menyebar di Pasaman Barat.

Kini di 2026, media massa mainstream di Madina sudah ramai memberitakan aktifitas toke-toke tambang melantak kawasan hutan Aek Nabontar. Toke-toke ini masuk menerobos hutan dari kawasan Pasaman Barat.

Mereka leluasa merusak hutan, merusak ekosistem sungai secara ilegal. Tidak ada yang menghentikan. Padahal kawasan hutan ini adalah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).

Pihak Balai TNBG juga belum terdengar melakukan penangkapan, meski telah merilis pernyataan bahwa tidak pernah memberikan izin memasukkan alat berat ke kawasan Aek Nabontar dan sedang mempersiapkan tim penindak.

Para toke tambang yang melantak kawasan hutan Aek Nabontar bukan saja toke dari Sumatera Barat, juga dari Madina yang memasuki kawasan itu dari Pasaman Barat.

Kawasan Aek Nabontar letaknya jauh ke pedalaman hutan, sehingga di mata para toke, kawasan ini rendah risiko dari jangkauan dan pengawasan aparat penegak hukum, menjadikan Aek Nabontar pilihan bagi para toke tambang ilegal merangsek masuk.

Jalur Masuk

Ketika para toke membawa masuk alat berat jenis ekskavator dari Pasaman Barat ke kawasan hutan Aek Nabontar, maka persoalannya bukan sekadar perpindahan kegiatan ilegal lintas kabupaten.

Aek Nabontar berada di kawasan TNBG. Kawasan konservasi yang ditetapkan negara, yang bahkan untuk menebang satu batang pohon pun berrisiko terjerat pidana jika tak memiliki izin.

Oleh karena itu, setidaknya tiga hal yang harus ditelusuri Balai TNBG dan aparat penegak hukum:

Pertama, bagaimana alat berat dapat masuk ke kawasan konservasi? Periksa jalur masuk, siapa pihak yang mengetahui perpindahan, mengapa efektivitas pengawasan perbatasan lemah.

Kedua, siapa pemilik ekskavator dan siapa tokenya (pemodalnya)? Telusuri asal alat, biaya operasional, pengendali kegiatan, serta jalur penjualan emas.

Ketiga, ke mana hasil emas dibawa dan siapa yang memperoleh keuntungan? Penelusuran transaksi dapat membantu mengungkap rantai bisnisnya jika didukung bukti yang sah. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • PACARAN BERUJUNG TRAGIS

    PACARAN BERUJUNG TRAGIS

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Anita Safitri, S.Pd Aktivis dakwah & anggota Komunitas Madina Menulis Bunuh diri dijadikan jalan terakhir oleh mahasiswi cantik berinisial NWR yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya (UB) Malang. NWR ditemukan warga dalam kondisi tewas di sebelah makam ayahnya pada Kamis (2/12/2021) dengan menenggak racun. Polisi menemukan sisa cairan dalam botol plastik di lokasi […]

  • RPAPBD Madina 2021 Diajukan Sebesar 1,68 Triliun

    RPAPBD Madina 2021 Diajukan Sebesar 1,68 Triliun

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan Perubahan APBD Mandailing Natal TA 2021 diajukan sebesar Rp 1.689.954.783.147. Angka itu naik dari APBD murni yang sebesar Rp 1.643.763.327.503. Sementara sisi belanja,  pada Rancangan Perubahan APBD 2021 ini sebesar Rp 1.737.394.264.628. Naik dibanding APBD murni yang sebesar Rp 1.673.136.120.492. Ada pertambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 50.125.204.608. Pada […]

  • Laju pertumbuhan ekonomi Sumut 2012 melambat

    Laju pertumbuhan ekonomi Sumut 2012 melambat

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Laju pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2012 melambat dibandingkan 2011 dan 2010, meski secara kinerja, perekonomian tahun ini naik 6,22 persen dari 2011 dengan tertinggi dicapai sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. “Kinerja perekonomian tahun 2011 sudah 6,63 persen dan 2010 bahkan mencapai 6,42 persen, sementara 2012 hanya 6,22 persen.Secara kinerja memnag tetap […]

  • Warga Yang Belum Terdaftar Supaya Menghubungi Kepala Desa

    Warga Yang Belum Terdaftar Supaya Menghubungi Kepala Desa

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Mandailing Natal (Madina) yang belum didaftar petugas dalam menyongsong pemilihan bupati/wakil bupati Madina (Pilkada), supaya menghubungi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau kepala desa/lurah setempat. Harapan itu disampaikan Ketua KPU Mandailing Natal, Agus Salam Nasution, Selasa (12/8) kepada Mandailing Online terkait saat ini masa pendaftaran pemilih untuk Pilkada Madina tahun 2015. […]

  • Terkait Galian C Tanpa Izin, Jimmy Minta Maaf ke Gubsu

    Terkait Galian C Tanpa Izin, Jimmy Minta Maaf ke Gubsu

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)  – Waskita Karya-SMJ-Utama KSO mengakui adanya kesalahpahaman atau miskomunikasi terkait pemberitaan yang mengatakan percepatan rehabilitasi jalan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapatkan restu atau izin dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) untuk menggunakan material Galian C tanpa Izin. Hal ini diungkapkan Jimmy, yang merupakan penanggung jawab pekerjaan rehabilitasi jalan Propinsi di Kabupaten Madina […]

  • REFLEKSI SUMPAH PEMUDA

    REFLEKSI SUMPAH PEMUDA

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh:  Abdul Mujib Nasution,SH.I,M.S.I Akademisi/Dosen di STAIM   Isi Sumpah Pemuda Pertama : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedoewa : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga : Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.   Sisi Historis Sumpah Pemuda […]

expand_less