Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Laju pertumbuhan ekonomi Sumut 2012 melambat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Laju pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2012 melambat dibandingkan 2011 dan 2010, meski secara kinerja, perekonomian tahun ini naik 6,22 persen dari 2011 dengan tertinggi dicapai sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan.

“Kinerja perekonomian tahun 2011 sudah 6,63 persen dan 2010 bahkan mencapai 6,42 persen, sementara 2012 hanya 6,22 persen.Secara kinerja memnag tetap nak, tetapi laju pertumbuhan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno di Medan, hari ini.

Penurunan laju pertumbuhan ekonomi Sumut itu merupakan dampak krisis global.

“Tetapi harus disyukuri karena meski melambat, tetapi perekonomian tetap bertumbuh,”katanya.
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2012 yang diukur berdasarkan kenaikan angka PDRB (produk domestik regional bruto) atas dasar harga konstan 2.000 itu tertinggi dicapai sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 11,20 persen.

Setelah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, tertinggi lainnya adalah sektor pengangkutan dan komunikasi 8,26 persen, jasa-jasa 7,54 persen dan perdagangan, hotel dan restoran mencapai 7,23 persen.

Adapun sektor lainnya masing-masing tumbuh di bawah 7 persen.

Dia menjelaskan, besaran PDRB Sumut pada 2012 atas dasar harga berlaku sebesar Rp351,12 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2.000 sejumlah Rp134,46 triliun.

Sementara itu, kata Suharno, berdasarkan pendekatan penggunaan sebagian besar PDRB Sumut di tahun lalu sebagian besar atau 59,29 persen digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga, disusul pembentukan modal tetap bruto 21,12 persen, konsumsi pemerintah 10,03 persen, konsumsi lembaga nirlaba 0,33 persen dan perubahan stok 0,03 persen.
“Mudah-mudahan tahun ini laju pertumbuhan ekonomi Sumut semakin bagus di tengah kekhawatiran krisis global masih berlangsung,”katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, kinerja perekonomian Sumut yang naik itu karena barang ekspor dari daerah tersebut masih dibutuhkan pasar internasional.

“Jadi meski permintaan dan harga melemah, tetap aja ada ekspor,” katanya.

Pengusaha sendiri tetap saja optimistis bahwa tahun ini kinerja perekonomian semakin membaik meski diakui krisis global yang masih berlangsung masih menjadi hambatan.(antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14 KPU Kota/Kab Sumut Sudah Anggarkan Pilkada 2015

    14 KPU Kota/Kab Sumut Sudah Anggarkan Pilkada 2015

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Pemprov Sumut Hasiholan Silaen mengatakan, empat belas kabupaten/kota yang direncanakan menggelar Pilkada pada tahun 2015 sudah memasukkan atau mengusulkan anggaran Pilkada dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. “Semua sudah memasukkan ke dalam APBD. Tapi, walaupun sudah dianggarkan tidak bisa langsung keluar. Harus menunggu regulasi dari pemerintah mengenai tahapan-tahapan Pilkada,” kata Silaen […]

  • Madina Turun ke Level 3

    Madina Turun ke Level 3

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Status covid-19 di Mandailing Natal (Madina) telah berada di level 3. Turun dari level 4. Kepastian itu diperoleh dari Rapat Evaluasi PPKM Level 4 Covid-19 oleh Forkopimda Madina di aula Pemkab Madina, Senin (20/9/2021). Penurunan itu berdasar hasil tim evaluasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang akan menjadi referensi bagi Menteri Dalam […]

  • Jenderal A.Haris Nasution dan Soeharto

    Jenderal A.Haris Nasution dan Soeharto

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DWI FUNGSI = Tidak percaya otoritas sipil. Jenderal Nasution perumus doktrin ‘Jalan Tengah’ TNI. Kemudian lewat doktrin yang lebih canggih, Dwi Fungsi, Jenderal Suharto memperluas peran tentara hingga jauh ke wilayah sipil dan menjadikan tentara seperti imperium pribadi. Sumber :Juliusmant

  • Dosen USU tertangkap bawa narkoba

    Dosen USU tertangkap bawa narkoba

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Dunia pendidikan tercoreng lagi. Seorang dosen Universitas Sumatera Utara (USU) ditangkap oleh Satuan Narkoba Polresta Medan karena diduga sebagai pemakai narkoba. Pelaku berinisial CN berusia 60 tahun beralamat di Perumahan Jalan Villa Gading Mas Blok B, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas. Dia ditangkap pada Senin (10/3/2014) lalu, di Jalan Bantam, Kelurahan […]

  • Kadin Sumut Peluas Pasar Kopi Mandailing di Jepang

    Kadin Sumut Peluas Pasar Kopi Mandailing di Jepang

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kadin Sumut berupaya memperluas pasaran Kopi Mandailing di berbagai kota Jepang. Terobosan itu juga mengikutkan produk unggulan Sumatera Utara (Sumut) yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Produk produk tersebut diperkenalkan (dipamerkan) oleh Kadin Sumut kepada konsumen bersama pembeli potensial di negeri sakura itu. Ketua Umum Kadin […]

  • Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

    Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait pelaporan GAR ITB terhadap Prof Dr. Drs. KH. Din Syamsuddin, MA sebagai tokoh radikal tidak hanya membuat warga Muhammadiyah khususnya yang gerah dan keberatan namun juga dari ormas Islam lainnya. “Tudingan terhadap beliau sebagai tokoh radikal dinilai tidak beralasan dan merupakan fitnah yang bertujuan untuk memecah belah persatuan diantara sesama […]

expand_less