Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait pelaporan GAR ITB terhadap Prof Dr. Drs. KH. Din Syamsuddin, MA sebagai tokoh radikal tidak hanya membuat warga Muhammadiyah khususnya yang gerah dan keberatan namun juga dari ormas Islam lainnya.

“Tudingan terhadap beliau sebagai tokoh radikal dinilai tidak beralasan dan merupakan fitnah yang bertujuan untuk memecah belah persatuan diantara sesama anak bangsa karena hingga saat ini tidak ada satupun indikator yang menunjukan bahwa tokoh umat Islam Indonesia tersebut radikal” demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Mandailing Natal, Moechtar Nasution didampingi Sekretaris Gerakan Pemuda Al Washliyah Madina Arbin Shodiq Harahap dalam rilis pers (17/2/2021).

Tudingan tersebut sebut Nasution bukan hanya menyakiti Organisasi Muhammadiyah semata namun juga dinilai telah menyakiti hati umat Islam Indonesia.

“Tokoh Nasional sekaliber Prof. Din Syamsuddin menurut kami merupakan sosok yang santun, memiliki  keintelektualan dan akhlakul karimah. Sehingga, tuduhan tersebut sungguh tidak bisa diterima umat Islam, apa lagi beliau pernah menjabat sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam Muhammadiyah” paparnya di Gedung Dakwah Al Jam’iyatul Washliyah Madina Jl.Sutan Soripada Mulia No 19 Kelurahan Kayujati.

Tuduhan ini ujarnya sungguh irrasional, dan jelas tidak akan bisa diterima umat Islam Indonesia karena  Din Syamsuddin merupakan aset dan tokoh bangsa yang pernah diamanahi sebagai Ketua Umum MUI Pusat dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

“bukan itu saja, beliau selama ini juga dikenal sebagai orang yang memberikan keteduhan dengan membangun dialog lintas agama dan lintas peradaban. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional,” urainya menambahkan.

Untuk itu, Al Washliyah Madina  mendorong agar pelaporan dan labelisasi radikal kepada Prof. Din Syamsuddin ini untuk segera dicabut.

“Banyak orang dan organisasi yang tersinggung. Tidak hanya Muhammadiyah saja, akan tetapi juga banyak kalangan dari berbagai latar belakang” ungkapnya.

“Lebih baik kita fokus merajut kohesivitas dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Kita hindari segala hal yang memancing kegaduhan,” tutupnya. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi, ini  Sikap dan Tanggapan Warga

    Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi, ini Sikap dan Tanggapan Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kades itu sudah menunjukkan arogansinya, buktinya warga nya sendiri dilaporkan ke polisi hanya gegara warga protes pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan sehingga membuat warga menyegel dan melempari kantor desa, ” Kata Ahmad Toyib warga desa sirambas pada Mandailing Online 9/9/2024 menyikapi 7 warga desa yang dilaporkan Kades Ilman Suhdi […]

  • Pemkab Madina Tak Mampu Jawab Soal Dana Covid

    Pemkab Madina Tak Mampu Jawab Soal Dana Covid

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab tak mampu menjawab kesiapan dana penanggulangan Covid-19 di Mandailing Natal (Madina). Bahkan untuk biaya puding dan honor para petugas posko pemeriksaan di perbatasan Madina saja hingga kini tak jelas nasibnya. Nasib anggaran dana ini terungkap di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi 4 DPRD Madina dengan tim Gugus Tugas […]

  • Pasar Laru Langganan Macet
    Tak Berkategori

    Pasar Laru Langganan Macet

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) Keberadaan Pasar Laru di Kecamatan Tambangan, Kab. Jalinsum Pasar Tradisonal Laru Kec. Tambangan selalu macet setiap ada pekan tradisional di daerah ini. Terlihat antrian mobil penumpang dan truk di daerah ini semakin lama semakin sumpek dan padat. Akibatnya warga setempat merasa resah bergitu juga dengan pengendara yang melintasi pasar tradisional. Warga berharap […]

  • Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    Pelajaran “Markobar” Wajib Dimasukkan ke Dalam Muatan Lokal

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Markobar atau marhata-hata wajib dimasukkan ke dalam muatan lokal pendidikan formal untuk tingkat SLTP dan SLTA di Mandailing Natal. Sebab, belakangan ini warga Mandailing yang pandai markobar hanya tinggal sedikit, sedangkan di sisi lain markobar merupakan satu item penting dalam sistem sosial di Mandailing. Markobar adalah kegiatan menyampaikan ucapan-ucapan di forum […]

  • Bansos Pemprov Sumut, 4 Kecamatan di Madina Belum Tersalur

    Bansos Pemprov Sumut, 4 Kecamatan di Madina Belum Tersalur

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini bantuan bahan pangan dari Pemprov Sumut belum tersalurkan di 4 kecamatan di Madina. Penyaluran di Madina ini meleset dari batas akhir penyaluran yang ditarget Pemprov Sumut yakni hanya sampai 15 Juni 2020. Keempat kecamatan yang belum menerima itu adalah Panyabungan, Panyabungan Utara, Siabu dan Batang Natal. “Data yang masuk […]

  • Yel Yel “On Ma”  Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    Yel Yel “On Ma” Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina ) nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution membuka tournamen tenis meja Harun Mustafa Cup I se Sumatera Utara yang berlangsung di Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan Kota Sabtu 12/10/2024. Ahmad Sukri Panitia Tornamen Tenis Meja Harun Mustafa dengan tema ” bermain fair play junjung […]

expand_less