Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Din Syamsuddin Dituding Radikal, Al Washliyah Madina Protes

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait pelaporan GAR ITB terhadap Prof Dr. Drs. KH. Din Syamsuddin, MA sebagai tokoh radikal tidak hanya membuat warga Muhammadiyah khususnya yang gerah dan keberatan namun juga dari ormas Islam lainnya.

“Tudingan terhadap beliau sebagai tokoh radikal dinilai tidak beralasan dan merupakan fitnah yang bertujuan untuk memecah belah persatuan diantara sesama anak bangsa karena hingga saat ini tidak ada satupun indikator yang menunjukan bahwa tokoh umat Islam Indonesia tersebut radikal” demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Mandailing Natal, Moechtar Nasution didampingi Sekretaris Gerakan Pemuda Al Washliyah Madina Arbin Shodiq Harahap dalam rilis pers (17/2/2021).

Tudingan tersebut sebut Nasution bukan hanya menyakiti Organisasi Muhammadiyah semata namun juga dinilai telah menyakiti hati umat Islam Indonesia.

“Tokoh Nasional sekaliber Prof. Din Syamsuddin menurut kami merupakan sosok yang santun, memiliki  keintelektualan dan akhlakul karimah. Sehingga, tuduhan tersebut sungguh tidak bisa diterima umat Islam, apa lagi beliau pernah menjabat sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam Muhammadiyah” paparnya di Gedung Dakwah Al Jam’iyatul Washliyah Madina Jl.Sutan Soripada Mulia No 19 Kelurahan Kayujati.

Tuduhan ini ujarnya sungguh irrasional, dan jelas tidak akan bisa diterima umat Islam Indonesia karena  Din Syamsuddin merupakan aset dan tokoh bangsa yang pernah diamanahi sebagai Ketua Umum MUI Pusat dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat.

“bukan itu saja, beliau selama ini juga dikenal sebagai orang yang memberikan keteduhan dengan membangun dialog lintas agama dan lintas peradaban. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional,” urainya menambahkan.

Untuk itu, Al Washliyah Madina  mendorong agar pelaporan dan labelisasi radikal kepada Prof. Din Syamsuddin ini untuk segera dicabut.

“Banyak orang dan organisasi yang tersinggung. Tidak hanya Muhammadiyah saja, akan tetapi juga banyak kalangan dari berbagai latar belakang” ungkapnya.

“Lebih baik kita fokus merajut kohesivitas dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Kita hindari segala hal yang memancing kegaduhan,” tutupnya. (rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendiknas: Pendidikan Berbasis Pengembangan Berkelanjutan Penting

    Mendiknas: Pendidikan Berbasis Pengembangan Berkelanjutan Penting

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Yogyakarta : Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, pendidikan berbasis pengembangan berkelanjutan atau menghargai lingkungan dan alam penting untuk segera dilakukan. “Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) berkomitmen menanamkan nilai-nilai pengembangan berkelanjutan pada semua jenjang pendidikan formal, informal, dan nonformal,” katanya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu [12/01]. Menurut dia pada konferensi Regional […]

  • Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    Sejumlah Desa Banjir di Siabu

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah desa di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal dilanda banjir pada Selasa (22/10) malam. Dari informasi yang didapat desa-desa yang terkena banjir tersebut adalah Desa Lumban Dolok,Tangga Bosi I,III hingga Tanggabosi IIII, Muara Batang Angkola, Kelurahan Simangambat dan Desa Huraba I dan II, Malintang dan Huta Puli. Hujan yang melanda […]

  • Curi- Curi Pandang, Murid SMP Dicabuli Gurunya

    Curi- Curi Pandang, Murid SMP Dicabuli Gurunya

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN :Salah satu guru SMP berpacaran dengan muridnya di sebut saja namanya KS, 28, warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal tega mencabuli siswinya sendiri yang masih berusia 16 tahun. Kasus itu berawal saat KS yang masih melajang ini mengajar di salah satu sekolah tingkat SMP swasta di Kabupaten Mandailing Natal . KS sering […]

  • Menanti Sikap Tegas Indonesia Soal Muslim Uighur

    Menanti Sikap Tegas Indonesia Soal Muslim Uighur

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Laporan-laporan soal kondisi mengenaskan Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina, yang mengalami penahanan dalam kamp-kamp reedukasi di Xinjiang terus bermunculan. Belakangan ini, sejumlah media internasional mengungkapkan, Pemerintah Cina mempekerjakan paksa para tahanan etnis Uighur dan Kazakhs di kamp-kamp reedukasi tersebut. Wilayah Xinjiang yang terletak di bagian utara Cina dihuni oleh mayorits Muslim dari etnis […]

  • Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    Jalur Jembatan Merah-Muara Soma Hancur, Pemprovsu Dituding Pilih Kasih

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Jembatan Merah-Muara Soma, Mandailing Natal (Madina) dari tahun ke tahun selalu porak poranda. Warga pun akhirnya menuding Pemprovsu sebagai penanggungjawab pemeliharaan jalan ini dituding pilih kasih. Selain kucuran dana yang dinilai minim dalam pemeliharaan jalan, Pemprovsu melalui Dinas Perhubungan Sumut juga dinilai tak becus mengontrol truk-truk bermuatan […]

  • DPC Ima Madina Unimed Galang Dana Untuk Palestina

    DPC Ima Madina Unimed Galang Dana Untuk Palestina

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para kader DPC Ima Madina Unimed berhasil mengumpul dana sebanyak Rp.4.411.000 dalam kegiatan penggalangan dana untuk Palestina di pasar Panyabungan, Mandailing Natal, Minggu (13/07/2014) lalu. Koordinator Kegiatan, Maradil Hasbuan menyatakan penggalangan dana itu dilakukan dengan menampung partisipasi masyarakat, pedagang pasar dan pengendara yang melintas di kawasan pasar baru dan pasar lama […]

expand_less