Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Konflik Pemuda Desa Tabuyung dan Bintuas, Ketua Pemuda Pancasila: Kekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
  • print Cetak

Ketua MPC Pemuda Pancasila Mandailing Natal Akhmad Arjun Nasution/Mandailing Online.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Konflik antar pemuda Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) dan Desa Bintuas, Kecamatan Natal yang bermula pada sekitar 2 bulan berujung pembakaran gudang ikan dan gudang minyak warga Bintuas pada Sabtu (29/1) malam.

Akibatnya sebagian warga Bintuas dikabarkan terpaksa mengevakuasi diri ke tempat yang aman.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mandailing Natal (MPC PP Madina) Akhmad Arjun Nasution meminta ke dua belah pihak agar menahan diri agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

Arjun menyampaikan, pertikaian dan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah.

“Kita berharap masyarakat tetap tenang dan mengedepankan kedewasaan dan nilai persaudaraan. Kekerasan tak akan pernah menyelesaikan masalah, tapi justru akan mempersulit mediasi dan menambah masalah baru,” ujar Arjun kepada pers beberapa saat setelah kejadian.

Sebagai upaya kehadiran Pemuda Pancasila dalam membantu menenangkan situasi Arjun secara langsung telah menginstruksikan Ketua PAC MBg dan Natal agar berperan aktif menenangkan warga.

“Saya telah menghubungi Ketua PAC Natal Teddy dan Ketua PAC PP MBG Ferdinand untuk mengetahui perkembangan yang ada. Kita instruksikan agar mereka berupaya untuk saling menenangkan masyarakat,” sebutnya.

Aksi cepat tanggap pemerintah baik di tingkat kecamatan maupun Bupati dan pihak keamanan dari unsur TNI/Polri mampu menenangkan ke bilah pihak dengan cepat. Namun, solusi dari pertikaian belum sepenuhnya selesai.

Arjun pun mengapresiasi langkah cepat itu dan menawarkan solusi sehingga konflik ini tidak berkepanjangan yang bisa memicu munculnya konflik-konflik baru.

“Kita apresiasi Forkopimcam, Pak Bupati yang langsung menurunkan 1 pleton Pol PP, dan Pak Kapolres yang turun ke TKP menenangkan warga,” terang arjun.

“Kedua belah pihak harus dimediasi dan direkonsiliasi secara netral oleh pemerintah atau aparat keamanan. Kedua hal ini mutlak dilakukan untuk menghindari konflik berkepanjangan yang akan merugikan semua pihak,” lanjut Arjun.

Arjun yang didampingi Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Al-Hasan Nasution, S.Pd, Ketua BPKTA Awaluddin Lubis dan Ketua BP3 M. Ridwan menambahkan, pendekatan hukum adat berbasis kearifan lokal juga harus dikedepankan, seperti marpokat (musyawarah mufakat-red), saling memaafkan, upa-upa, dan ganti rugi.

“Terkait penegakan hukum negara atau pidana kepada para pelaku, kita meminta masyarakat sepenuhnya percaya kepada pihak berwajib,” tutupnya.

Untuk diketahui, bentrokan pemuda yang terjadi bermula dari kejadian 2 bulan lalu. Saat itu pemuda dua desa tersebut berkelahi yang berujung pada penusukan salah satu pemuda Desa Tabuyung.

Setelah sempat dirawat di RS Adam Malik Medan, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Hal ini menyulut emosi rekan-rekan almarhum karena menilai pihak Desa Bintuas tidak bertanggung jawab dan mengingkari perjanjian damai.

 

Editor: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wildan Lubis: Pemda Madina Harus Tata Kelola Infrastruktur Sesuai Dengan Geografis Pasca Bencana

    Wildan Lubis: Pemda Madina Harus Tata Kelola Infrastruktur Sesuai Dengan Geografis Pasca Bencana

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wildan Lubis S. H., Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal Dapil 3 (tiga) sampaikan perhatiannya terkait kondisi Madina beberapa hari terakhir yang dilanda cuaca ekstrem hingga memicu terjadinya banjir, serta longsor di sejumlah Kecamatan. Wildan menggagas adanya mitigasi bencana dan perbaikan infrastruktur untuk cegah resiko lebih besar. Ia […]

  • Jalan Menuju 3 Desa di Tambangan Hancur, Warga Hanya Dapat Janji Manis

    Jalan Menuju 3 Desa di Tambangan Hancur, Warga Hanya Dapat Janji Manis

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Laporan : Panusunan Nasution – dari Tambangan Tiga Desa di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) bisa dikatakan desa yang minim perhatian pemerintah daerah. Ketiga desa itu berada di bagian ujung kawasan seberang Tambangan, yakni  Desa Rao-Rao Dolok, Rao-Rao Lombang dan Desa Panjaringan. Pantauan Mandailing Online, Selasa (17/11/2020) akses jalan dari perbatasan Desa Tambangan Pasoman menuju […]

  • Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    Memaknai Pemangku Adat Dalam Kontekstualitas Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Budayawan/Sutradara   Pemanfaatan tanah kerajaan di Mandailing, Saba Bolak misalnya, diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki tanah. Sewa sawah tidak berbentuk satuan mata uang atau emas, tetapi berupa bagi hasil produksi. Selain itu, luas tanah Saba Bolak pun tidak lebih luas dari sawah penduduk desa. Saba Bolak diberikan kepada rakyat sebagai […]

  • 28 Pucuk Senjata Api Rakitan Disita Polisi

    28 Pucuk Senjata Api Rakitan Disita Polisi

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SAMBAS – Polres Sambas menyita sebanyak 28 pucuk senjata rakitan dari tangan masyarakat yang merupakan sisa dari kerusuhan etnis di Sambas beberapa tahun lalu. “Sebanyak 28 pucuk senjata api ini, merupakan hasil kesadaran masyarakat untuk memberikannya kepada pihak kepolisian untuk dimusnahkan,” ujar Kapolres Sambas, AKBP Pahala Hotma Mangatur Panjataitan, Kamis (28/04/2011). Menurutnya 28 pucuk senjata […]

  • Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    Bahasa Daerah Perlu Diterapkan di Sekolah

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK-Ketua Umum (Ketum) Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Sekitarnya (IKAPSI) Sumatera Utara (Sumut), Ir Muhammad Yamin MM, menegaskan, bahasa daerah perlu diterapkan dan masuk kurikulum sekolah. “Mata pelajaran aksara, bahasa, dan adat budaya daerah yang ada di Tapanuli Selatan (Tapsel) perlu dimasukkan dalam kurikulum setiap sekolah. Tujuannya, untuk menjaga kelestarian budaya, memberikan pengetahuan dan pemahaman […]

  • Pertanian Tersisihkan di Perkotaan: Antara Makan Atau Tempat Tinggal?

    Pertanian Tersisihkan di Perkotaan: Antara Makan Atau Tempat Tinggal?

    • calendar_month Senin, 2 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Syaiful Bahri Mahasiswa Pascasarjana IPB Program Studi Agribisnis Sensus penduduk Indonesia pada tahun 2010 menunjukkan angka 237.641.326 jiwa dan di tahun 2018 diproyeksikan jumlah penduduk mencapai 265.015.300 jiwa (www.bps.go.id). Pertumbuhan penduduk Indonesia cenderung meningkat tiap tahunnya, terlihat dari data sensus penduduk tahun 1971 sampai 2010 dan data proyeksi jumlah penduduk Indonesia berdasarkan BPS […]

expand_less