Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Terbongkar, 200 Hektar Lahan Emas di Batang Natal dan Lingga Bayu Masuk WPR. Satus dalam Proses

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

Istimewa

PANYABUNGAN, (Mandailing Online) – Di saat alat berat excavator dan dompeng emas ilegal meraung-raung membelah Sungai Batang Natal dan Lingga Bayu, negara ternyata sudah menyiapkan jalan legalisasi. Namun jalannya masih tersendat di meja birokrasi Jakarta.

Data Atribut WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat) yang diperoleh Mandailing Online mengungkap, sebanyak 7 blok tambang emas placer (emas aluvial) seluas total 200,14 Hektare di Kabupaten Mandailing Natal telah ditetapkan sebagai WPR melalui Keputusan Menteri ESDM RI No. 153.K/MB.01/MEM.B/202…

Ironisnya, status ketujuh blok itu hingga hari ini masih “Dalam Proses”.

Rincian 7 blok WPR itu adalah

1. MDTL 02 – 48,89 Ha, Komoditas Emas Placer di  Kecamatan Batang Natal , Desa Tombang Kaluang, Sipogu

2. MDTL 03 – 61,06 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Batang Natal, Desa Ampung Siala, Jambur Baru

3. MDTL 04 – 4,91 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Batang Natal,  Desa Muara Parlampungan, Batu Mandiding

4. MDTL 05 – 10,69 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Batang Natal, Desa Muara Parlampungan, Rantobi, Batu Mandiding

5. MDTL 06 – 20,01 Ha, Komoditas Emas Placer , Kecamatan Lingga Bayu, Desa Simpang Duku, Aek Garingging

6. MDTL 07 – 23,92 Ha, Komoditas: Emas Placer, Kecamatan Lingga Bayu ,Desa Simpang Durian, Lancat

7. MDTL 08 – 30,66 Ha, Komoditas Emas Placer, Kecamatan Lingga Bayu, Desa Sale Baru, Panunggulan

Total 200,14 Hektare lahan emas di dua kecamatan yang selama ini menjadi episentrum tambang emas ilegal terbesar di Madina.

Perlu diketahui, WPR adalah Wilayah Pertambangan Rakyat skema resmi negara untuk melegalkan penambang rakyat. Jika WPR sudah disetujui menjadi WPR final dan diterbitkan IPR (Izin Pertambangan Rakyat) oleh Bupati/Gubernur, maka penambang rakyat bisa menambang secara legal, wajib bayar pajak, wajib reklamasi, dan dilarang pakai merkuri serta alat berat besar.

Informasi yang diperoleh sampai saat ini WPR-nya sudah ada di atas kertas namu. IPR-nya belum terbit karena status masih “Dalam Proses” di Kementerian ESDM.

Di desa-desa yang namanya tercantum jelas di dokumen WPR  seperti Muara Parlampungan, Rantobi, Batu Mandiding, Simpang Duku, Lancat, Sale Baru PETI justru sudah berjalan 2-3 tahun terakhir dengan alat berat excavator, bukan lagi manual.(*)

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dubes Inggris Suka Es Cendol Menu Buka Puasa

    Dubes Inggris Suka Es Cendol Menu Buka Puasa

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Republika Online) – Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik rupanya menyukai makanan khas Indonesia sebagai menu buka puasa. Sama seperti kebanyakan orang lainnya, Moazzam juga memilih minuman yang manis dan menyegarkan, seperti es cendol dan es campur, untuk membatalkan puasanya. “Pada buka puasa harus mulai dengan kurma, cendol dan es campur,” katanya […]

  • Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisruh DPRD Madina PANYABUNGAN, Gelombang aksi para anggota DPRD Madina tidaksaja melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina, As Imran KahytamiDauay, SH. Aksi keluar dari Fraksi Gokar Plus juga terjadi, pada Jum’at (27/1). Sebanyak 4 orang anggota Fraksi Gokar Plus melayangkan surat pernyataan keluardari fraksi itu yang dibacakan pada rapat paripurna DPRD Madina, Jum’at […]

  • Aneh! Ruang Baca Perpustakaan Pemkab Madina Full Musik

    Aneh! Ruang Baca Perpustakaan Pemkab Madina Full Musik

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – bagai mana pengunjung mau konsentrasi baca kalau ruang perpustakaan sendiri kerap diisi dengan suara musik. Ini lah yang terjadi di perpustakaan Madina yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Berdasarkan penelusuran Mandailing Online Kondisi perpustakaan sendiri sepi. Tak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Bahkan ada ditemukan hal aneh seperti […]

  • Kualitas Serai Wangi Madina Kalahkan Srilanka dan India

    Kualitas Serai Wangi Madina Kalahkan Srilanka dan India

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kualitas serai wangi dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalahkan serai wangi dari negara Srilangka dan India. “Kualitas serai wangi asal Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal ini kwalitasnya mencapai 45 %,  sementara serai wangi asal negara Srilanka dan India mempunyai kualitas 25 % saja,” ungkap Anwar Mahjuddin dari Biosurya Global Sdn. Bhd, Malaysia […]

  • Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

    Dinas Perikanan Madina Takbisa Diunggulkan, Sejak 2020 Kebutuhan Ikan Mas Dipasok Dari Sumbar

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Kebutuhan ikan mas di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ternyata masih dipasok dari daerah Sumatera Barat meski Kabupaten ini telah banyak mengeluarkan anggaran APBD untuk peningkatan produksi ikan mas. Dari hasil penelusuran  bahwa pasokan ikan mas ke Madina masih berasal dari daerah Rao, Pasaman Barat, Sumatera Barat, sejak tahun 2020 Meskipun […]

  • Rawa Bukan Nama Suku

    Rawa Bukan Nama Suku

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PASAMAN (Mandailing Online) – Rawa bukan nama suku, melainkan nama tempat. Rawa berada di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia. Berpenduduk mayoritas suku Mandailing. Muklan S, pejabat dari kantor Camat Rao mengungkapkan bahwa Rawa atau Rao itu adalah tempat yang sama. “Rawa adalah Rao. Rao adalah Rawa,” jelas Muklan. Itu diungkapkan Muklan menjawab Mandailing […]

expand_less