Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Uang Palsu di Medan Capai Rp 102,29 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
  • print Cetak

Medan. Data Kantor Bank Indonesia (BI) Medan mencatatkan, hingga Desember 2011, temuan uang palsu mencapai Rp 106,29 juta. Jumlah temuan ini merupakan rekapitulasi sepanjang tahun 2011 dengan total sebanyak 1.881 lembar. Jumlah nominal yang cukup besar ini tetap didominasi oleh pecahan Rp 50.000 sebanyak 1.271 lembar senilai Rp 63,5 juta.
Sementara untuk pecahan Rp 100.000 tercatat sebanyak 366 lembar senilai Rp 36 juta. Pecahan Rp 20.000 ditemukan sebanyak 136 lembar senilai Rp 2,7 juta. Sedangkan pecahan Rp 10.000 tercatat 75 lembar senilai total Rp 750.000, pecahan Rp 5.000 sebanyak 32 lembar senilai Rp 160.000 dan pecahan Rp 2.000 sebanyak 1 lembar senilai Rp 2.000.

“Jumlah temuan ini memang terbilang cukup besar. Kondisi ini juga yang mendasari BI meluncurkan uang kertas rupiah pecahan Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000 dengan desain yang baru. Peluncuran dimaksudkan untuk meningkatkan perlindungan dari upaya-upaya pemalsuan serta mengoptimalkan fungsi elemen desain agar lebih memudahkan masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah,” ujar Kabid Sistem Pembayaran BI Kantor Regional Sumut dan Aceh, Kahfi Zulkarnaen, kepada MedanBisnis, Senin (2/1).

Sementara secara nasional, jumlah temuan uang palsu pada tahun 2011 (periode bulan Januari-Oktober 2011) tercatat sebanyak 9 bilyet per 1 juta lembar uang rupiah yang beredar. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun 2010 yang rata-rata sebanyak 20 bilyet per 1 juta lembar uang rupiah yang beredar.

Jumlah uang yang paling banyak dipalsukan pada tahun 2011 adalah uang kertas pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 dengan wilayah temuan uang palsu terbesar yakni Jawa Timur, Jabodetabek dan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Lampung.

Upaya penanggulangan uang palsu telah dilakukan melalui peningkatan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dan cara memperlakukan uang rupiah dengan baik dengan kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat di daerah tertentu antara lain pasar, perbankan, terminal dan stasiun, pusat keramaian dan lainnya. Selain itu juga dilakukan training of trainers (TOT) dengan instansi terkait seperti Pertamina, Perum Pegadaian, Trans-Jakarta, serta melalui pentas budaya seperti pewayangan (wayang kulit, wayang golek, dan cengblong).

BI juga terus melakukan kerjasama yang lebih intensif baik dengan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) serta aparat penegak hukum lainnya. “Masyarakat juga diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan uang untuk menghindari peredaran uang palsu. Karena itu, haruslah cermat dan teliti sehingga tidak mengalami kerugian,” kata Kahfi.(n elvidaris simamora.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 24 Tahun Madina, Sudah Saatnya Menuju Umur Dewasa

    24 Tahun Madina, Sudah Saatnya Menuju Umur Dewasa

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar* Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sumatra Utara, terbentuk melalui Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1998 dan diresmikan  tepatnya tanggal 9 Maret 1999. Artinya usia Mandailing Natal sudah dewasa, bukan lagi usia seumur jagung. Usia 24 tahun pada 2023 tahun ini adalah masa peralihan habisnya […]

  • Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami depisit anggaran mencapai Rp45 miliar lebih. Sehingga terancang anggaran tunjangan staf sebesar Rp250 ribu per bulan yang tinggal beberapa bulan lagi bakal terancam tidak dibayar. Bahkan beberapa proyek juga tidak terlaksana akibat ketersedian anggaran. “Kami sangat resah akibat tidak dibayarkannya tunjangan staf […]

  • Kawasan Mandailing Julu Butuh Perbaikan Jalan dan Air Bersih

    Kawasan Mandailing Julu Butuh Perbaikan Jalan dan Air Bersih

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pada reses ke III DPRD Mandailing Natal (Madina) di wilayah Mandailing Julu menemukan beberapa desa membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan dan pengadaan air bersih. Anggota DPRD dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan II Madina, Ir.Zubeir Lubis, Kamis (19/9/2013) mengatakan usulan masyarakat untuk perbaikan infrastruktur jalan penghubung antara Desa Rao-rao menuju Desa Panjaringan, sekitar […]

  • Proses Tender Di Dinas PUP Madina Tak Transparan

    Proses Tender Di Dinas PUP Madina Tak Transparan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Merasa Tender Paket Proyek di Dinas PUP Kabupaten Mandailing Natal tidak transparan dan di duga sarat KKN, CV Karya Indah melayangkan surat penyanggahan tertanggal 06 September 2010 lalu kepada Bupati Madina cq pengguna anggaran yang dalam hal ini Kadis PU Madina. Setelah mendapat surat sanggahan, Kadis PUP menjawab dengan isi surat sanggahan yang di jawab […]

  • Pol PP Madina Beri Teguran Pada PKL Disepanjang Jalan Kota Panyabungan

    Pol PP Madina Beri Teguran Pada PKL Disepanjang Jalan Kota Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri serta Dinas Perhubungan melakukan penyuluhan ke pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di trotorar jalan dan sepanjang pinggiran jaringan irigasi batang gadis lintas timur kota Panyabungan, Mandailing Natal( Madina ). Kamis 7/9/2023. Sebelum melakukan tindakan penggusuran terhadap para pedagang, petugas terlebih dahulu memberi surat […]

  • Lagu Mandailing Sekarang Tidak Lagi Berbahasa Asli Mandailing

    Lagu Mandailing Sekarang Tidak Lagi Berbahasa Asli Mandailing

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akibatnya Tak Enak Karena Rasa Mandailing-nya Hilang PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para pencipta lagu-lagu Mandailing diminta untuk menerapkan bahasa Mandailing yang asli, bukan bahasa campuran. Sebab, saat ini album lagu-lagu Mandailing yang beredar sudah jauh dari bahasa dan ejaan Mandailing itu sendiri. Demikian diungkapkan sejumlah warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Kamis (28/7/2016) terkait kekecewaan mereka  […]

expand_less