Selasa, 14 Apr 2026
light_mode

Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
  • print Cetak

Azwar Pulungan (kiri dekat kamera) Sobir Lubis (kanan dekat kamera), Wakil Ketua DPRD Sumut H. Harun Musthafa Nasution (kanan baju biru) di Lopo Kobun, Runding Farm

 

Sesungguhnya Madina membutuhkan pengusaha-pengusaha. Usahawan, pebisnis, enterpreneur. Wiraswasta.

Karena para usahawan ini memiliki peran besar menggerakkan roda perekonomian daerah di Mandailing Natal (Madina). Baik itu pengusaha berkaliber industri rumah tangga, UMKM hingga usaha berskala besar,

Dan sesungguhnya merintis usaha, menjalankan perusahaan, mengembangkan skala usaha, hingga mempertahankan usaha bukan hal mudah. Itu memiliki tingkat kesulitan yang benar-benar berat.

Oleh karena itulah para pengusaha adalah figur-figur istimewa. Sebab, ketika mereka memilih wiraswasta sebagai jalan hidup maka telah memilih berhadapan dengan jalan sulit.

Karena kesulitan-kesulitan itulah maka  dunia bisnis atau dinia usaha atau dunia swasta disebut dunia pertarungan. Hidup dan mati suatu perusahaan tergantung daya juang, daya tarung.

Tidak semua orang memiliki daya tarung dalam berbisnis. Tak banyak juga orang yang memiliki daya juang dalam berbisnis.

Jika di suatu daerah jumlah pengusahanya sedikit, maka pergerakan perekonomian relatif rendah. Semakin banyak orang yang terjun di dunia usaha maka jumlah perusahaan kian banyak, maka pergerakan ekonomi daerah menggeliat dinamis.

Jika perekonomian menggeliat maka sus sistem ekonomi seperti pergerakan bahan baku, produksi, perputaran uang, hingga lapangan kerja kian menggeliat.

Kampoeng Kaos Madina dan Runding Farm adalah dua dari beberapa usaha UMKM yang dirintis dan digerakkan oleh usahawan muda.

Jika Kampoeng Kaos Madina bergerak di bidang konveksi, maka Runding Farm berjuang di bidang agrowisata.

Meski keduanya berbeda segmen, tetapi memiliki satu sisi yang sama, yakni daya juang atau daya tarung.

Keduanya dirintis dari nol. Bergerak dari skala kecil lalu bertahap tumbuh.

Secara usia, Kampoeng Kaos Madina lebih dulu berdiri. Dirintis oleh Sobir Lubis. Berbasis di Sipolu-Polu, Panyabungan.

Runding Farm didirikan oleh Azwar Pulungan berlokasi di Desa Runding, Panyabungan Barat.

Kedua unit usaha ini dijadikan barometer bagaimana liku-liku merintis usaha di Madina, khususnya sektor manufaktur (Kampoeng Kaos Madina) dan agrowisata (Runding Farm).

Bagaimana Kampoeng Kaos Madina dan Runding Farm menjalankan usaha di daerah yang relatif belum maju perekonomiannya? Seperti apa kendala, tantangan dan peluangnya? Bagaimana mereka mensiasatinya?

Bagaimana gambaran peran keduanya menciptakan nilai tambah untuk daerah Madina serta lapangan kerja yang diciptakan? Akan dikupas di bagian 2 dan 3 artikel ini. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komnas Perempuan Catat 614 Human Trafficking

    Komnas Perempuan Catat 614 Human Trafficking

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Berdasarkan cacatan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan dalam tahun 2013 terjadi 614 kasus human trafficking (perdagangan manusia). Jumlah ini tidak termasuk kasus dengan 1.559 korban yang ditangani IOM dalam tahun sama. Misran Lubis, Pengurus Aliansi Masyarakat Sipil Anti Perdagangan Manusia (Amasiaga) Perwakilan Sumut yang juga Ketua Pusat Kajian Perlindungan Anak mengemukakan itu di Medan, […]

  • Tilang parkir diplomat Indonesia di New York belum dibayar

    Tilang parkir diplomat Indonesia di New York belum dibayar

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      New York – Perutusan Tetap RI untuk PBB (PTRI) di New York belum berniat membayar tunggakan tilang atau denda –di Amerika Serikat disebut “tiket”– parkir berjumlah puluhan ribu dolar AS. Alasan PTRI, hingga kini belum tercapai kesepakatan antara anggota PBB, pemerintah federal Amerika Serikat dan Dewan Kota New York mengenai pembayaran “tiket” maupun fasilitas […]

  • Ridwan Rangkuti: Bupati Tidak Dapat Membubarkan Badan Pemangku Adat

    Ridwan Rangkuti: Bupati Tidak Dapat Membubarkan Badan Pemangku Adat

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) tidak dapat membubarkan atau membekukan kepengurusan Badan Pemangku Adat (BPA) karena BPA adalah organisasi yang tumbuh dari unsur raja-raja adat dari berbagai marga-marga di seluruh wilayah Mandailing. Itu dikatakan Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Tabagsel, H.Ridwan Rangkuti SH.MH, Jum’at (14/11/2014), berpijak pada ketentuan Permendagri Nomor […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Nama Lengkap                : M. DAUD LUBIS Tempat/ Tgl Lahir/Umur   : Tambangan Pasoman, 08 Januari 1963/50 Tahun Jenis Kelamin                    : Laki-laki Agama                              : Islam Status […]

  • Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Kondisi Pers di Indonesia

    Hari Kebebasan Pers Sedunia dan Kondisi Pers di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dirangkum: Dahlan Batubara Jurnalis   Sejarah Hari Kebebasan Pers Sedunia Majelis Umum PBB mendeklarasikan 3 Mei sebagai Hari Pers Sedunia atau Hari Kebebasan Pers Sedunia pada 1993 menyusul diangkatnya Rekomendasi sesi ke-26 pada Konferensi Umum UNESCO di 1991. Hari Pers Sedunia diperingati sebagai upaya guna mendorong dan mengembangkan insiatif dalam mendukung kebebasan pers. Sekaligus bertujuan untuk […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander  (1840-1876) (bagian 4-selesai)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 4-selesai)

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara   Unsur karakter dan tokoh sebagaimana dapat diikuti melalui cerita yang dibangunnya dapat pula dilihat melalui penggambaran sikap secara psikologis, yang ditemui pada setiap tokoh utama yang ditampilkan. Memang penggambaran karakter tersebut tidaklah setajam dan selengkap sebagaimana dapat ditemui dalam cerpen-cerpen modern Indonesia dewasa ini. Namun […]

expand_less