Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
  • print Cetak

Azwar Pulungan (kiri dekat kamera) Sobir Lubis (kanan dekat kamera), Wakil Ketua DPRD Sumut H. Harun Musthafa Nasution (kanan baju biru) di Lopo Kobun, Runding Farm

 

Sesungguhnya Madina membutuhkan pengusaha-pengusaha. Usahawan, pebisnis, enterpreneur. Wiraswasta.

Karena para usahawan ini memiliki peran besar menggerakkan roda perekonomian daerah di Mandailing Natal (Madina). Baik itu pengusaha berkaliber industri rumah tangga, UMKM hingga usaha berskala besar,

Dan sesungguhnya merintis usaha, menjalankan perusahaan, mengembangkan skala usaha, hingga mempertahankan usaha bukan hal mudah. Itu memiliki tingkat kesulitan yang benar-benar berat.

Oleh karena itulah para pengusaha adalah figur-figur istimewa. Sebab, ketika mereka memilih wiraswasta sebagai jalan hidup maka telah memilih berhadapan dengan jalan sulit.

Karena kesulitan-kesulitan itulah maka  dunia bisnis atau dinia usaha atau dunia swasta disebut dunia pertarungan. Hidup dan mati suatu perusahaan tergantung daya juang, daya tarung.

Tidak semua orang memiliki daya tarung dalam berbisnis. Tak banyak juga orang yang memiliki daya juang dalam berbisnis.

Jika di suatu daerah jumlah pengusahanya sedikit, maka pergerakan perekonomian relatif rendah. Semakin banyak orang yang terjun di dunia usaha maka jumlah perusahaan kian banyak, maka pergerakan ekonomi daerah menggeliat dinamis.

Jika perekonomian menggeliat maka sus sistem ekonomi seperti pergerakan bahan baku, produksi, perputaran uang, hingga lapangan kerja kian menggeliat.

Kampoeng Kaos Madina dan Runding Farm adalah dua dari beberapa usaha UMKM yang dirintis dan digerakkan oleh usahawan muda.

Jika Kampoeng Kaos Madina bergerak di bidang konveksi, maka Runding Farm berjuang di bidang agrowisata.

Meski keduanya berbeda segmen, tetapi memiliki satu sisi yang sama, yakni daya juang atau daya tarung.

Keduanya dirintis dari nol. Bergerak dari skala kecil lalu bertahap tumbuh.

Secara usia, Kampoeng Kaos Madina lebih dulu berdiri. Dirintis oleh Sobir Lubis. Berbasis di Sipolu-Polu, Panyabungan.

Runding Farm didirikan oleh Azwar Pulungan berlokasi di Desa Runding, Panyabungan Barat.

Kedua unit usaha ini dijadikan barometer bagaimana liku-liku merintis usaha di Madina, khususnya sektor manufaktur (Kampoeng Kaos Madina) dan agrowisata (Runding Farm).

Bagaimana Kampoeng Kaos Madina dan Runding Farm menjalankan usaha di daerah yang relatif belum maju perekonomiannya? Seperti apa kendala, tantangan dan peluangnya? Bagaimana mereka mensiasatinya?

Bagaimana gambaran peran keduanya menciptakan nilai tambah untuk daerah Madina serta lapangan kerja yang diciptakan? Akan dikupas di bagian 2 dan 3 artikel ini. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bidan Harus Contoh Ketauladanan Florence Nightigale

    Bidan Harus Contoh Ketauladanan Florence Nightigale

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capping Day merupakan upacara untuk mengenang Florence Nightingale, tokoh perintis keperawatan sejak tahun 1820. Para bidan didorong untuk mencontoh ketauladanan Florence Nightigale yang berkarakter selalu menolong orang yang membutuhkan kesehatan dengan rasa cinta kasih tanpa membedakan status ekonomi dan ras. Hal itu disampaikan Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara dibacakan […]

  • Antisipasi Karhutla, Bupati Madina Surati BNPB Indonesia

    Antisipasi Karhutla, Bupati Madina Surati BNPB Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina telah menyurati BNPB Indonesia tentang kebutuhan peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan. Peralatan pemadam itu sangat urgen mengingat wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan hutannya sangat luas. Surat Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tanggal 7 Pebruari 2020 lalu sudah dilayangkan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Surat itu […]

  • “Berkawan” dengan Pers (Bagian 1)

    “Berkawan” dengan Pers (Bagian 1)

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Belajar dari Kasus Malintang Pos) Oleh : Muhammad Ludfan Nasution, S.Sos* Pers (press) adalah bagian integral dari dinamika masyarakat sehingga penerbitan pers diangap sebagai institusi sosial (UU Pokok Pers, Pasal 1). Dari cakupan isinya, atau luasan magnitude-nya, ada perbedaan yang khas antara pers global, nasional, regional dan lokal. Di sisi lain, ada kategori pembaca media […]

  • Miniatur Gordang Sambilan

    Miniatur Gordang Sambilan

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua gadis Mandailing memperlihatkan miniatur Gordang Sambilan di Kampoeng Kaos Madina, Panyabungan, Mandailing Natal. Kampoeng Kaos Madina terus memproduksi kerajinan aksesoris budaya Mandailing dalam upaya memperkenalkan lebih intens kebudayaan Mandailing di Indonesia dan luar negeri. (foto/naskah: Dahlan Batubara)

  • Ketua DPRD Madina Minta PT Jakon  Toleransi Kaum Ibu Pengumpul Batu di Pidoli

    Ketua DPRD Madina Minta PT Jakon  Toleransi Kaum Ibu Pengumpul Batu di Pidoli

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Sumut Erwin Efendi Lubis meminta PT Jaya Kontruksi memberikan toleransi kepada kaum ibu pengumpul batu di Podoli Dolok, Panyabungan. Permintaan Erwin tercuat dalam pertemuan dengan Manajer Operasional PT Jaya Kontruksi (Jakon), Ferry Firnanda di Panyabungan, Selasa (14/2/2022), terkait kebijakan perusahaan yang menghentikan pembelian batu mangga […]

  • YRKI Dorong Bawaslu Madina Proses ASN yang Tak Netral di Pilkada

    YRKI Dorong Bawaslu Madina Proses ASN yang Tak Netral di Pilkada

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) mendorong Bawaslu agar memproses dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam keterlibatan kampanye Pilkada 2020 di Mandailing Natal. Hal ini disampaikan Irsan Barus, dari Tim Pemantau Pilkada YRKI dalam keterangan persnya, Selasa (27/10) yang diterima redaksi. “Jangan dianggap sepele hal yang demikian, sebab sejak dari awal […]

expand_less