Bupati Madina Bawa Birokrat Studi Tiru Pengembangan Serai Wangi di Garut
- account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
- calendar_month 58 menit yang lalu
- print Cetak


JAWA BARAT (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution membawa sejumlah birokrat ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, melaksanakan studi tiru pengelolaan serai wangi.
Studi tiru itu berlansung hari Rabu (13/5/2026). Yang dipelajari adalah sejak tahap penanaman sampai pengolahan menjadi produk jadi.
Para birokrat Madina yang turut serta meliputi Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mukhtar Afandi; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Irsal Pariadi.
Mereka diterima Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama para birokrat setempat.
Diskominfo Madina menyebut, studi tiru ini selaras dengan program Pemkab Madina yang hendak membudidayakan serai wangi di beberapa kecamatan di Mandailing Natal (Madina). Tahap awal program tersebut dimulai dengan sosialisasi kepada para kepala desa dan masyarakat dari sembilan kecamatan yang ditetapkan sebagai lokasi budidaya.
Studi tiru ini tidak menyertakan petani dan pelaku usaha agribisnis/agro industri.
Pemilihan Garut sebagai tempat studi tiru karena masyarakat di daerah ini telah membudidayakan serai wangi, termasuk mengolah menjadi barang jadi, sejak tahun 1970-an. Bahkan, produk akar wangi yang dikembangkan oleh para petani telah diekspor ke berbagai negara.
Rombongan juga dibawa berkunjung ke Koperasi Produsen Multipihak Rasana Rasyidah Mandiri. Koperasi ini merupakan salah satu pemain kunci dalam bisnis serai wangi yang terkenal dengan produk unggulan Minyak Atsiri.
Dalam pertemuan itu pengurus koperasi dan rombongan dari Pemkab Madina berdiskusi seputar tata kelola kelembagaan maupun produk olahan dengan bahan baku serai wangi. Para kepala dinas tersebut juga diajak melihat tanaman dan pabrik penyulingan tumbuhan bernama latin Cymbopogon Nardus.
Dari hasil diskusi didapatkan bahwa serai wangi bisa menjadi bahan baku untuk beberapa produk kosmetik, pakan ternak, farmasi, dan pestisida nabati.
Sebagai tambahan informasi, Pemkab Madina menyiapkan lahan seluas 720 hektare untuk ditanami serai wangi. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya petani. (rel/dab)
- Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

