Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Plt Bupati Tapteng Khawatir Nasib 300 Warga Dekat Lokasi Longsor

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

MEDAN – Pelaksana Tugas Bupati Tapanuli Tengah M Syukran Tanjung mengaku khawatir dengan sekitar 300 warga yang berada di dekat lokasi longsor di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangan, yang tadi pagi telah memakan korban.

 

“Kalau lima keluarga yang ada di dekat lokasi longsor sudah keluar semua. Tapi di atas mereka itu ada lagi 300 warga yang tinggal. Saya khawatir juga,” katanya saat dihubungi Tribun Medan, Sabtu (22/11/2014).

Syukran yang mengaku baru kembali dari lokasi longsor mengatakan, pihaknya telah meminta agar warga di daerah kritis itu berhati-hati.

Menurutnya, di Desa Sibio-bio banyak bermukim warga pendatang terutama asal Nias yang bekerja di perkebunan karet.

“Kami sudah mengingatkan masyarakat agar jangan bermukim di pinggir sungai. Tapi, ya mau bagaimana lagi? Tapi mereka ini tetap tinggal disana. Banyak yang seperti itu. Sampai Sungai Batangtoru,” katanya.

Syukran mengatakan, himbauan tinggal himbauan. Sekarang, katanya, keputusan diserahkan kepada warga.

“Tergantung mereka. Kalau masih mau hidup lama, sebaiknya tidak tinggal di pinggiran sungai,” katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pers rilis yang diterima Tribun Medan, mengatakan sebanyak lima unit rumah di tebing tertimbun longsor, empat orang tewas tertimbun longsor dan seorang bayi berusia 4 bulan masih belum ditemukan karena  terbawa longsor dan arus sungai.

Kelima korban itu terdiri dari dua kepala rumah tangga yang rumahnya tertimbun longsor dan terseret arus sungai, yaitu: 1) Saut Marita Zebua (L, 28), 2) Ariyani Telaumbanua (P, 20), 3) Daliato Zebua (L, 20), 4) Yunita Telaumbanua (P, 18), dan 5) Butet (4 bulan, anak pasangan Dalizato dan Yunita).

“Tim SAR telah berhasil mengevakuasi empat korban dalam kondisi meninggal tertimbun longsor. Sedangkan pencarian korban bayi masih dilakukan dengan menyusuri sungai. Kondisi medan berat karena perbukitan dan hutan,” katanya.

Sumber : tribun-medan.com

 

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Diminta Tangkap Penculik dan Perampok Gubernur LIRA Sumut

    Polisi Diminta Tangkap Penculik dan Perampok Gubernur LIRA Sumut

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN: Pihak kepolisian diharapkan segera menangkap kawanan pelaku perampokan dan kasus penganiayaan terhadap Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatra Utara Rizaldi Mavi. “Kami berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap para perampok sekaligus mengusut tuntas kasus perampokan disertai penganiayaan yang menimpa Gubernur LIRA Sumatra Utara Rizaldi Mavi,” kata Wali Kota LIRA Medan Ganda Manurung kepada pers […]

  • Menerapkan Akuntansi Secara Sederhana di Rumah Tangga

    Menerapkan Akuntansi Secara Sederhana di Rumah Tangga

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Erwin Romeino   Akuntansi merupakan disiplin ilmu yang dapat diterapkan di berbagai bidang. Karena penerapannya erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan, akuntansi tidak hanya dapat diterapkan untuk dunia bisnis, perusahaan-perusahaan besar maupun bisnis kecil dan UMKM, tetapi juga bisa diterapkan untuk rumah tangga atau kehidupan sehari-hari. Seorang ibu rumah tangga bisa menjadi akuntan rumahan […]

  • Kisah Mahasiswa Panyabungan di Thailand, Menunggu e-KTP Sejak Tahun 2017

    Kisah Mahasiswa Panyabungan di Thailand, Menunggu e-KTP Sejak Tahun 2017

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      Persoalan blangko e-KTP habis atau mesin pencetak rusak atau server KTP bermasalah di Kabupaten Mandailing Natal sudah menjadi penyakit yang belum sembuh. Dan rakyat selalu menghela nafas. Lantas, bagaimana jika mahasiswa yang kuliah di luar negeri butuh e-KTP, namun selalu mentok oleh “penyakit “ itu? Ini keluhan seorang mahasiswa yang kuliah di Thailand. Yang […]

  • Madina Endemis Malaria

    Madina Endemis Malaria

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu daerah endemis malaria di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). “Dari sekitar 24 ribuan masyarakat Madina, 9.671 jiwa terjangkit malaria,” sebut Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Pemkab Madina, Arifin Fausi Lubis Apt MM, kepada METRO, di ruang kerjanya, Jumat (12/11). Arifin menambahkan, malaria merupakan penyakit yang harus ditangani serius dan […]

  • Satu Rumah Terbakar di Panyabungan

    Satu Rumah Terbakar di Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Satu rumah permanen milik Saniah (50), di Kelurahan Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) musnah terbakar bersama isinya, di antaranya 2 sepeda motor, Kamis (14/7), sekitar pukul 02.30 WIB. Saksi mata menyebutkan, rumah tersebut tiba-tiba terlihat mengeluarkan asap besar. Warga sekitar pun langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api cepat […]

  • HMI Madina Nilai Sukhairi-Atika Progres Positif Tangani Sampah

    HMI Madina Nilai Sukhairi-Atika Progres Positif Tangani Sampah

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – HMI Madina menilai penanganan sampah di kota Panyabungan sejauh ini memiliki progres yang baik dari Sukhairi-Atika. Meski sampah belum terhilangkan 100 persen, HMI melihat bahwa itu suatu tantangan yang masih dihadapai pemerintahan baru, terutama menghadapi kendala keterbatasan armada dan teknologi serta kondisi masyarakat. Itu dikatakan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang […]

expand_less