Minggu, 10 Mei 2026
light_mode

Argentina Selidiki Kejahatan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
  • print Cetak

Etnis muslim Rohingya yang melarikan diri dari negaranya Myanmar. Foto: Reuters

 

Sistem peradilan Argentina akan menyelidiki tuduhan kejahatan perang yang dilakukan militer Myanmar terhadap minoritas Rohingya di negara itu berdasarkan putusan pengadilan yang menjunjung prinsip keadilan universal.

Keputusan pengadilan banding membatalkan putusan pengadilan yang lebih rendah yang menolak permintaan penyelidikan oleh Organisasi Rohingya Burma (BROUK) yang berbasis di Inggris. Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut tindakan keras tentara Myanmar pada 2017 terhadap Muslim Rohingya di negara itu bisa menjadi genosida.

Kekejaman militer itu telah memicu eksodus lebih dari 740 ribu anggota komunitas Muslim Rohingya, terutama ke Bangladesh. Dasar pemikiran (premis) hukum keadilan universal menyatakan beberapa tindakan, termasuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sangat mengerikan. Sehingga tidak spesifik untuk satu negara dan dapat diadili di mana saja.

Pengadilan Argentina telah mengambil kasus yurisdiksi universal lainnya di masa lalu, termasuk terkait dengan pemerintahan mantan diktator Francisco Franco di Spanyol dan gerakan Falun Gong di China. Proses terhadap Myanmar dan para pemimpinnya sendiri sudah berlangsung di pengadilan pidana internasional dan pengadilan internasional PBB. Enam perempuan Rohingya, yang merupakan pengungsi di Bangladesh, telah memberikan kesaksian jarak jauh ke pengadilan di Argentina.

Pengadilan Argentina menyebutkan salah satu pengadu mengatakan mereka semua telah diserang secara seksual dan banyak anggota keluarga mereka meninggal akibat penindasan yang mereka derita pada Agustus 2017. Dalam keputusannya, para hakim banding mengatakan penyelidikan dan penghakiman akhir dari jenis kejahatan ini adalah tanggung jawab utama negara.

Presiden BROUK Tun Knin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan itu mewakili harapan tidak hanya bagi komunitas Rohingya, tetapi untuk orang-orang yang tertindas di mana saja. 

“Keputusan di Argentina menunjukkan tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi mereka yang melakukan genosida, dunia berdiri teguh bersatu melawan kejahatan yang menjijikkan ini,” kata Knin, dilansir di The Guardian, Selasa (30/11).

Sumber: Republika

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat 3 terduga pelaku pemerkosaan yakni WF, D dan P terhadap SN (20) Wanita Desa Pidoli Lombang, Panyabungan. Kini 1 diantara 3 pelaku yang sempat buron berhasil diamankan polisi dari Polres Madina. WF (21) diduga salah satu pelaku pemerkosaan diketahui di amankan kepolisian pada Minggu Malam (24/11). Hal itu dibenarkan […]

  • Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    Usai UN Siswa SMK Coret -coret

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMK berakhir Rabu (20/4) kemarin. Berakhirnya UN tersebut, beberapa peserta meluapkan rasa kegembiraan dengan aksi corat-coret seragam. Bagi mereka tentu hal ini merupakan tren atau luapan kegembiraan, tetapi harus disadari tindakan tersebut kurang terpuji apalagi dibarengi dengan tindakan lain di luar corat-coret karena tidak mencerminkan generasi terdidik. Pantauan METRO, […]

  • Taman Kota Panyabungan akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

    Taman Kota Panyabungan akan Dijadikan Pusat Jajanan Malam

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Taman Kota Panyabungan, Madina di Kelurahan Kayu Jati Pasar Lama tepatnya di depan atau seberang jalan Pos Lalu Lintas Kota akan dijadikan sebagai pusat jajajan malam. Nantinya, para pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di sepanjang pinggir jalan protokol pada malam akan dipindahkan atau dilokalisasi ke Taman Kota itu. Hal ini dikatakan Wakil Bupati […]

  • Teguh Nilai Pernyataan Bupati yang Akui Tau Siapa Dibelakang Aksi Demo Dinilai ” nyeleneh “

    Teguh Nilai Pernyataan Bupati yang Akui Tau Siapa Dibelakang Aksi Demo Dinilai ” nyeleneh “

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online : Teguh W Hasahatan Nasution Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menilai pernyataan bupati Saipullah Nasution yang mengaku mendapat informasi siapa dibelakang aksi demo perkebunan adalah pernyataan ” nyeleneh ” ” Ini adalah sebuah penyataan ‘nyeleneh’ dari seorang kepala daerah. Unras itu di atur dalam UU No.9 thn 1998. Relevan atau […]

  • Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Jumlahnya mencapai 29.000 MW. Namun kapasitas terpasang hanya sekitar 1.300 MW. Wakil Presiden Budiono mengatakan minimnya kapasitas terpasang pembangkitan terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik antara para pemangku kepentingan. Untuk itu, instansi pemerintah harus bekerja sama dengan para pihak menghilangkan berbagai hambatan agar proyek […]

  • Pemkab Madina Rencanakan Pembangunan Museum Mandailing

    Pemkab Madina Rencanakan Pembangunan Museum Mandailing

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai menggagas pembangunan Museum Mandailing dan Bagas Godang. Pemkab Madina saat ini masih tahap menyiapkan proposal. Anggaran biayanya direncanakan berasal dari APBD Madina dan sumbangan para perantau yang sudah sukses. Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata Madina, Meinul Lubis, Senin (16/9/2013) menyatakan di dalam museum […]

expand_less