Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Disdik Tunggu Juknis & Juklak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
  • print Cetak

Soal UN Bukan Penentu Kelulusan
MADINA; Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih menunggu petunjuk dari Disdik Provinsi Sumatera Utara atas rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyatakan bahwa nilai Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunnya penentu kelulusan siswa peserta UN.

“Kalau terkait rencana BSNP itu, kami belum tahu secara akurat dan masih sebatas mendengar. Namun, hari ini (kemarin,red) kami memeroleh undangan whorkshop dari Disdik Sumut untuk menyelesaikan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak). Kami hanya sebagai penyelenggara yang akan melaksanakan sesuai dengan juklak dan juknis. Lagi pula masih terlalu dini kita membahas itu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Madina, Drs H Musaddad Daulay MM, saat ditemui METRO, melalui Kabid Pendidikan Menengah, Umum dan Kejuruan (Dikmenumjur) Mustamin SPd, Senin (18/10).

Sementara itu, seorang guru di salah satu madrasah tsanawiyah di Madina, Sarifah SPd, mengaku setuju bila standar kelulusan bukan saja dari hasil nilai UN. Karena, siswa yang lulus hanya dari hasil UN maka nilai-nilai psikomotorik yang diajarkan tak lagi berfungsi.

“alam ilmu pendidikan ada beberapa hal yang disampaikan kepada anak didik, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan kalau standar kelulusan itu hanya dilihat dari hasil UN maka atau bisa disebut dari segi kognitif atau pengetahuan siswa, padahal segi psikomotorik dan afektif juga perlu dipertimbangkan karena pengetahuan tanpa ada nilai-nilai moral, serta penerapan atas pemngetahuan yang dimiliki siswa itu sama saja guru tak berhasil mendidik siswanya. Di samping pengetahuan guru juga berkeweajiban untuk membangun nilai moral atau akhlak bagi siswanya,” jelas Sarifah.

Hal itu juga dikatakan oleh sejumlah guru yang menyebutkan bahwa kalau kelulusan itu dilihat dari hasil nilai UN, maka siswa hanya cenderung kepada pendalaman materi saja sedangkan nilai afektif dan psikomotorik akan ditinggalkan.

Sedangkan, Ali Amru seorang orangtua siswa warga Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu menyebutkan bahwa standar kelulusan harus sesuai dengan kemampuan siswa atas menjawab soal pada saat melakukan UN mengingat setiap siswa pasti ingin lulus dalam setiap ujian dan akan memiliki beban mental apabila gagal saat mengikuti UN.

“Sebenarnya pembinaan pengetahuan bagi siswa tak terlepas dari pembinaan moralitas namun kalau akibat ada hal lain yang menyebabkan siswa gagal dalam ujian. Padahal hasil nilai UN-nya bagus saya fikir siswa itu suatu penghalang bagi siswa untuk melanjutkan cita-citanya karena akan mengalami beban mental,” ungkapnya.

Ortu dan Siswa Sambut Baik

Sementara itu, sejumlah siswa dan para orang tua di wilayah Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, juga menyambut baik dan mendukung dengan adanya wacana dan rencana Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tentang standar kelulusan siswa.

Salah seorang siswa, Ahmad (17), kepada METRO, Senin (18/10), mengaku sangat senang mendengar kabar tersebut. “Kalau memang ada seperti itu bang, saya pribadi sangat senang dan bahagia mendengar. Sebab, saya tidak lagi takut menghadapi UN mendatang,” sebutnya. Hal senada juga diungkapkan, Putri (18). Menurutnya, wacana dari BSNP tentang nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan dapat disetujui pihak terkait. Salah seorang orang tua siswa, Amril Hasibuan (49), menambahkan, pihaknya mendukung BSNP yang merencanakan nilai UN bukan satu-satunya penentu kelulusan.

Di tempat terpisah, salah seorang guru, Lintang Kholidi, mengaku baru mengetahui adanya wacana tersebut dan ia berharap rencana tersebut berhasil dan segera disosialisasikan ke daerah-daerah terpencil. (thg)
Sumber:METROTABAGSEL

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reformasi Birokrasi Rasa Rupiah

    Reformasi Birokrasi Rasa Rupiah

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Liputan versi Pembaca November 2010 Memang benar dan saya akui itu. Karena itu setiap tahunnya selalu kita evaluasi dan perbaiki celahnya. Namun pusat tak bisa bergerak lebih karena adanya otonomi daerah. Meski kita menerapkan sistem komputerisasi tapi permainan di bawah juga makin canggih. Anehnya, ketika masalah muncul justru pusat yang disalahkan. NADA prihatin itu disampaikan […]

  • Jalan Simpang Pagur Mulai Di Perbaiki

    Jalan Simpang Pagur Mulai Di Perbaiki

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan simpang Pagur – Pagur sekitar 800 meter mulai dikerjakan oleh kontraktor. Jalan ini rnecananya akan diaspal hotmix oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal.(hol/mo)

  • Ini Untung Rugi Penggunaan Facebook Bagi Kesehatan Mental

    Ini Untung Rugi Penggunaan Facebook Bagi Kesehatan Mental

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebuah studi baru menemukan bahwa menggunakan Facebook bisa membantu mengatasi masalah mental seseorang. Namun bagaimanapun juga, platform jaringan sosial ini harus digunakan dengan hati-hati dan strategis karena juga bisa memperburuk kondisi kesehatan seseorang. Keelin Howard dari Buckinghamshire New University melakukan penelitian dengan merekrut 20 orang berusia 23 tahun hingga 68 tahun yang mengalami gangguan kesehatan […]

  • Penyimpangan Seksual Dapat Diberantas Dengan Aturan Allah

    Penyimpangan Seksual Dapat Diberantas Dengan Aturan Allah

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah Hari ini di media sosial kita sering disuguhkan konten konten para LGBT, mulai dari kehidupan sehari-hari mereka sampai kehidupan mereka bersama pasangan gay dan lesbian mereka. Serasa tidak habis-habis dan hampir di seluruh platform ada mereka dengan segala kelakuan bejat mereka. Sungguh miris kita hari ini menyaksikan semua […]

  • Bupati Evaluasi SPBE Pemkab Madina

    Bupati Evaluasi SPBE Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Kantor Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, Senin (11/7). Rakor SPBE diikuti langsung Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Sekda Madina Gozali Pulungan, Asisten I Alamulhaq, Asisten II Erman Gafar, Asisten III […]

  • Tabagsel Harus Siap Ketika Moratorium Dicabut

    Tabagsel Harus Siap Ketika Moratorium Dicabut

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) harus menyiapkan diri tatkala moratorium pemekaran daerah dicabut pemerintah Indonesia. Dari banyak sisi, Tabagsel memenuhi banyak syarat menjadi satu provinsi pemekaran dari Sumatera Utara. Hingga kini posisi Tabagsel merupakan penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Sumatera Utara. Namun, kucuran APBD Sumut justru tak sampai […]

expand_less