Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pemerintah Tak Mau Rogoh Kocek untuk JSS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
  • print Cetak

Jakarta. Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang digadang akan memakai pola patungan swasta dan pemerintah atau public private partnership (PPP). Namun pemerintah pusat berharap tak mau keluar uang sepeser pun untuk mega proyek ini, semua akan diserahkan dana swasta.
“Kita mengharapkan tidak ada uang pemerintah sepeser pun yang keluar, itu harapan kita,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, baru-baru ini.

Proyek jembatan sepanjang 29 Km itu, lanjut Djoko, diproyeksikan Rp 125 triliun. Dari investasi itu, sebesar Rp 100 triliun untuk pembangunan fisik jembatan dan Rp 25 triliun untuk pengembangan daerah di sekitar kawasan jembatan di dua lokasi Banten dan Lampung.

Menurut Djoko, pemerintah akan menjabarkan Perpres yang sudah keluar, mengenai pengembangan kawasan strategis dan infrastruktur JSS. “Itu ditindaklanjuti sesuai dengan petunjuk Perpres itu,” ujarnya.

Dalam Perpres tersebut, Djokir menyatakan pihak pemrakarsa dalam hal ini konsorsium Artha Graha dan Pemda Banten-Lampung diharuskan menyelesaikan feasibility study (FS) dalam waktu 24 bulan. Sebelumnya pra FS dari jembatan tersebut telah diselesaikan oleh pihak konsorsium.

“Pemrakarsa segera menyelesaikan FS, diberi waktu 24 bulan FS harus jadi dan berdasarkan itu harus segera kita lelang tender investasinya, itu saja, jadi yang harus segera ditandatangani pemerintah dengan pemrakarsa, tadi sudah hampir final, tapi kami memerlukan waktu dua hari lagi. Dan sejak hari itu selama dua tahun pemrakarsa sudah bisa memberikan ini FS-nya, basic design, anggaran dan silahkan tender, nanti kita tender,” ujarnya.

Nantinya, Djoko menyatakan akan terbentuk konsorsium Banten-Lampung di mana terdapat beberapa BUMD dan pemrakarsa yang masuk dalam konsorsium tersebut. “BUMD Banten Lampung, gabung jadi satu kerjasama dengan swasta,” tandasnya.

Berikan Preferensi
Namun, pemerintah akan memberikan preferensi sebesar 10% dan hak right to match kepada pemrakarsa pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) jika mereka mengikuti tender.

“Artinya, jika pemrakarsa pada saat tender tawarannya kalah dengan peserta lain, tetapi kalahnya masih di bawah 10%, maka si pemrakarsa tetap jadi pemenang. Atau, jika tawaran pemrakarsa kalahnya lebih dari 10%, maka si pemrakarsa memiliki hak untuk menyesuaikan (right to match),” Djoko Kirmanto lagi.

Djoko juga mengatakan bahwa pembangunan JSS akan sekaligus diikuti dengan pembangunan Kawasan Strategis Selat Sunda. “Intinya, kita ingin membangun tidak dengan dana APBN. Kita mengharapkan ada investor yang masuk, ” jelasnya.

Pemerintah dan pemrakarsa, dalam hal ini Konsorsium Banten-Lampung, akan menandatangani kerja sama pengembangan kawasan dan infrastruktur Selat Sunda pada akhir pekan ini. “Kami membutuhkan waktu dua hari lagi. Draft perjanjian kerja sama pemerintah dengan pemrakarsa selesai pada hari Kamis dan Jumat. Jadi, pekan ini sudah ada tanda tangan pemerintah dan pemrakarsa,” katanya.

Djoko melanjutkan, sejak ditandatanganinya kerja sama tersebut maka pemrakarsa mulai melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan basic design. “Waktu yang diberikan yakni 24 bulan. Akan diselidiki, apa betul pembangunan JSS ini akan menguntungkan. Kalau memang dari hasil evaluasi menguntungkan, maka akan ditindaklanjuti. Pemrakarsa juga bertugas membuat dokumen tender untuk lelang investasi,” jelasnya.

TW Rogoh Rp 3T – Rp 4 T
Konsorsium Banten-Lampung, yang termasuk di dalamnya Artha Graha Network, menjadi pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Sebagai pemrakarsa, konsorsium mendapat tugas pemerintah untuk menyiapkan persiapan proyek termasuk studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Pimpinan Artha Graha Network, Tomy Winata (TW) mengatakan, pihaknya masih menghitung secara detil soal biaya yang harus dikeluarkan terkait FS proyek JSS. Namun secara kasar, berdasarkan standar internasional membutuhkan dana 3-4% dari total proyek yang nilainya Rp 100 triliun atau Rp 3 triliun – Pp 4 triliun.

“Kami belum bisa pastikan sekarang, mungkin dua minggu lagi baru bisa ditafsir lebih akurat. Namun menurut standar internasional, kira-kira mencapai 3% -4% dari total biaya proyek total,” kata Tomy kepada wartawan.

Dia juga sangat yakin akan menyelesaikan persiapan proyek JSS termasuk FS selama dua tahun ke depan. Pemerintah memang menargetkan akan melelang proyek ini setelah FS selesai, yang kemudian akan dilanjutkan tahap konstruksi 2014, ditargetkan akan selesai delapan hingga 10 tahun. (pkp/kpu/dtf.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Sibanggor Jae-Sibanggor Tonga Sudah lebar

    Jalan Sibanggor Jae-Sibanggor Tonga Sudah lebar

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PUNCAK SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jika anda hendak menuju pemandian air panas di Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, maka perjalanan anda akan nyaman mulai dari titik Desa Sibanggor Jae. Pasalnya, jalur jalan dari Sibangggor Jae menuju Sibanggor Tonga sudah diperlebar. Sangat jauh berbeda dengan kondisi tahun lalu dimana badan jalan relatif […]

  • Apakah Perempuan Mimpi Basah?

    Apakah Perempuan Mimpi Basah?

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tema ini memang tabu bagi sebagian orang. Tetapi, dalam kajian fikih klasik, pembahasannya pernah disampaikan oleh banyak ulama. Orang kerap menyebutnya dengan “mimpi basah”, yakni tatkala seseorang bermimpi berhubungan intim dan berujung pada keluarnya sperma pada laki-laki dan cairan pada perempuan. Kasus mimpi basah, kata Syekh Muhammad al-Khasyat, memang banyak dialami oleh kaum Adam. Tetapi, […]

  • Komisaris Pacific Fortune Management Ditahan

    Komisaris Pacific Fortune Management Ditahan

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Korupsi Kas Daerah Pemkab Batubara Jakarta – Penyidik bagian Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penahanan terhadap tersangka baru kasus dugaan korupsi dana kas daerah Pemkab Batubara, Sumatera Utara. Tersangka tersebut bernama Rachman Hakim selaku Komisaris PT Pacific Fortune Management. Rachman telah menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (30/5) […]

  • Uang Hilang Dari Rekening

    Uang Hilang Dari Rekening

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kesal uangnya hilang, nasabah Bank Syariah Mandiri Cabang Panyabungan, Mandailing Natal, melapor ke wartawan. Kekesalan ini berawal dari janji-janji pihak bank yang akan segera menyelesaikan persoalan uang yang hilang dari rekening nasabah. Arfan Abdullah Lubis, penduduk Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, kepada wartawan, Selasa (23/11/2010) mengatakan, pada 8 September lalu, ia mentransfer uang melalui ATM Bank […]

  • Warga Desa Bangun Sejati “Culik” Cawabup Atika

    Warga Desa Bangun Sejati “Culik” Cawabup Atika

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      HUTABARGOT (Mandailing Online) – Sejumlah warga Desa Bangun Sejati, Kecamatan Hutabargot, “menculik” calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution, usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu di desa itu, Jumat (24/10/2024). Mereka yang sejak awal penyantunan sudah berada di luar rumah bertindak seperti warga lain, menonton kegiatan […]

  • Faktor Penentu Harga Karet di Madina (bagian 1)

    Faktor Penentu Harga Karet di Madina (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Dahlan Batubara
    • 0Komentar

      … Posisi harga bahan keret olahan (bokar) pekan ini di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut, berkisar antara 17.000 per kg hingga 21.000 per kg. Harga tergantung kualitas bokar. Harga 17.000-21.000 itu bisa dikata menggembirakan para petani karet alam dibanding awal 2026 yang masih di kisaran 9.000 hingga 12.000 per kg. Harga itu dipantau Mandailing […]

expand_less