Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 4)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

Sekarang sudah tiga minggu sejak kemunculan sang harimau. Tapi belum ada kabar kalau si harimau sudah tertangkap atau setidaknya sudah meninggalkan area desa itu.

Saat ini tidak cuma para petani yang resah, bahkan Oji Soleh, lelaki tua di desa itu itu mulai ikut uring uringan. Dia uring uringan karena sudah tiga minggu ini suraunya sepi, tidak ada anak anak yang mengaji sehabis magrib.

“Boru Suti, kemana Saifuddin anakmu itu? Sudah lama dia tidak mengaji”, tanya Oji Soleh ketika berpaspasan dengan boru Suti yang baru pulang mengajar dari sekolah SD.

“Ada uwak”, kata perempuan itu dengan sopan. “Tapi memang saya yang melarang dia untuk mengaji di surau sekarang sekarang ini”, lanjutnya.

“Kenapa?”, tanya Oji Soleh. “Takut dengan cerita kemunculan Ompung i?”, tebak Oji Soleh.

Ompung i adalah panggilan penghormatan untuk Harimau.

“Iya Uwak…”.

“Tidak usah khawatir. Ompung i tidak akan mengganggu. Seharusnya kamu lebih takut apabila anakmu tidak mengaji, anak kamu nanti bisa salah dalam memilih pergaulannya nanti!”, sindir Oji Soleh.

“Bukan begitu uwak…”, boru Suti itu mencoba menjelaskan. Dia sudah bisa menebak arah pembicaraan Oji Soleh. Sebagai seorang guru sekolah dasar, dia tahu juga bagaimana tantangan untuk membesarkan seorang anak saat ini.  Dia tahu, di daerah mereka banyak beredar barang terlarang, karena  tidak jarang daerah mereka masuk TV nasional yang memberitakan kalau daerah mereka sekarang ini merupakan salah satu lumbung penghasil ganja. Ditambah infotainment yang tidak terbatas dari banyaknya saluran TV, kalau tidak dibarengi dengan pendidikan akhlak, bisa bisa anak mereka ikut terjerumus.

“Saya khawatir kalau dia keluar rumah malam hari uwak, biarlah dia saat ini mengaji di rumah saja. Saya janji akan tetap mengajarinya”, kata boru Suti mencoba meminta pengertian Oji Soleh.

“Baik kalau begitu, mudah mudahan anak anak yang lain juga tetap mendapat pengasawan dari orang tuanya, seperti perhatian mu itu”, kata Oji Soleh.

“Oh iya, kalau ketemu ibu ibu yang lain, tolong dibilangin, kalau ada anak yang mau mengaji, saya tunggu di surau. Tidak usah terlalu khawatir! Insyaallah Tuhan akan melindungi kita”, kata Oji Soleh sambil berlalu.

Sebenarnya keberanian Oji Soleh ini bukan tanpa alasan. Bukan juga karena usianya yang lanjut, sehingga dia yakin tulangnya yang dibalut kulit keriput tidak lagi menarik bagi harimau. Awalnya dia merasa khawatir juga. Apalagi jalan ke surau dari rumahnya harus melewati kebun pisang yang cukup rimbun.

Sampai suatu subuh, saat dia hendak berangkat ke surau, tiba tiba dia dikejutkan suara seperti orang batuk, bukan batuk tapi lebih mirip mendehem. Tapi dari pengalamannya selama ini dia langsung sadar bahwa itu bukan suara manusia yang batuk. Dia langsung teringat cerita cerita yang berkembang, cerita tentang  harimau yang belakangan ini sering ketemu dengan penduduk di beberapa desa di sekitar situ. Dia semakin yakin kalau itu adalah suara harimau, suara babiat yang mendehem.

Oji Soleh langsung menghentikan langkahnya. Dia berpikir cepat apa yang mesti dia lakukan. Kakinya yang tua sudah tidak mungkin kalau diajak untuk berlari. Oji Soleh mencoba menenangkan diri sambil melapaskan doa perlindungan diri dan juga dzikir dzikir yang sudah boleh dibilang telah terbiasa menyatu dan mengalir dengan denyut darahnya.

Tiba tiba dia mendengar suara ranting kering yang terinjak oleh sesuatu. Oji Soleh  menoleh ke arah suara tersebut, dan dia melihat apa yang tengah menggemparkan masyarakat belakangan ini.

Di balik pepohonan bambu awalnya dia melihat sepasang bola mata yang menatapnya tajam. Mata Oji Soleh yang masih cukup jelas melihat di kegelapan tersebut kemudian bisa menangkap sosok harimau besar sedang berdiri menatapnya.

Seperti terhipnotis Oji Soleh hanya bisa diam terpaku, kakinya benar benar tidak bisa digerakkan. Dia pasrah, dan merasa bahwa kesempatannya untuk hidup di dunia ini hanya sampai di situ saja. Dalam hati dia langsung mohon ampun pada sang pencipta atas salah dan khilapnya selama hidupnya. Dia berdoa semoga amal ibadahnya diterima yang kuasa dan berharap mendapat tempat yang layak di sisiNya. Oji Soleh tidak lupa mengucapkan syahadat. Dia ingin memastikan kalau dia mati dalam keislaman. Lelaki tua itu siap menerima takdirnya.

Lama lelaki tua dan sang harimau saling bertatapan. Yang satu berdiri terpaku dan yang satunya mungkin berdiri dengan kewaspadaan dan ancang ancang siap melompat untuk menerkam. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puskesmas Patiluban Adakan Pengobatan Gratis

    Puskesmas Patiluban Adakan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puskesmas Patiluban Mudik mengadakan pengobatan gratis di Desa Pasir Pasar II Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (14/10/2010). Pengobatan gratis ini untuk membantu masyarakat misikin supaya lebih sehat dan untuk memberantas penyakit di tengah-tengah masyarakat. Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Puskesmas Sri Windumi mengatakan, pihaknya melakukan pengobatan gratis setiap bulannya, tetapi berpindah-pindah desa. […]

  • Laskar Jembatan Merah

    Laskar Jembatan Merah

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Satu adegan drama “Laskar Jembatan Merah”. Drama yang disutradarai Askolani Nasution ini bersetting tahun 1945-1949 di kawasan Mandailing, satu epik para pejuang yang membentuk laskar-laskar sendiri dalam menumpas penjajahan. Laskar itu juga ada yang berbasis di titik Jembatan Merah, persimpangan jalan Kotanopan-Natal. Dipentaskan oleh Jeges Art kerjasama dengan TP PKK Mandailing Natal di Taman […]

  • Bersih Bersih Sungai Aek Mata Terus Digalakkan

    Bersih Bersih Sungai Aek Mata Terus Digalakkan

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Lingkungan Hidup Madina terus gulirkan pembersihan sungai aek mata, demi menjaga kelestarian sungai, meminimalisir banjir serta menjaga habitat Flora dan Fauna sungai. Pagi tadi Jum’at 10/7, ratusan orang turun ke sungai melakukan pembersihan aliran sungai. Ada dari TNI, Polri dan Intansi di Pemkab Madina. Inisiasi kegiatan ini sendiri datang dari […]

  • Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution : Desa Terisolir Di Madina Harus Bangkit

    Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution : Desa Terisolir Di Madina Harus Bangkit

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution berharap agar desa terisoli khususnya Desa Silogun dapat secepatnya bangkit supaya dapat merasakan arti kemerdekaan. Dia meminta agar dinas Pekerjaan Umum Madina segera membuat usulan pekerjaan Infrastruktur Jalan sekitar 500 meter untuk rabat beton dibeberapa titik yang sulit dilalui kenderaan dan sekaligus membuat pasangan paret sehingga […]

  • Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tidak menghadiri paripurna mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi di DPRD Madina, Jum’at (14/8/2020). Baru kali ini seorang bupati di Madina yang tak mengahadiri agenda kenegaraan itu. Sekretaris DPRD Madina, Afrizal Nasution yang dihubungi via WhatsApp membenarkan ketidak hadiran bupati. “Benar tidak hadir, diwakili Sekda, kalau alasannya […]

  • MENUJU PENGUATAN MANAJEMEN PERUSAHAAN DAERAH

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara (Pemimpin Redaksi Mandailing Online) “TIDAK SINERGISNYA BUMD ITU, OLEH BANYAK PENGAMAT AKIBAT LEMAHNYA MANAJEMEN. KONDISI INI DISEBABKAN POLA REKRUTMEN PIMPINAN BUMD YANG SALAH KAPRAH. FIGUR-FIGUR PIMPINAN YANG BERLATAR BELAKANG POLITISI YANG KURANG MEMILIKI JIWA BISNIS MENYEBABKAN PERUSAHAAN ITU JALAN DI TEMPAT” Pemkab Mandailing Natal kabarnya akan kembali menghidupkan Badan Usaha Milik Daerah […]

expand_less