Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Biografi A. H. Nasution

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Sep 2013
  • print Cetak

Nama Lengkap : A. H. Nasution
Alias : Abdul Haris Nasution | Pak Nas | AH Nasution
Profesi : –
Agama : Islam
Tempat Lahir : Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara
Tanggal Lahir: Selasa, 3 Desember 1918
Zodiac : Sagittarius
Hobby : Membaca | Bermain tenis
Warga Negara : Indonesia

Anak : Hendrianti Saharah, Ade Irma Suryani
Istri : Johanna Sunarti

BIOGRAFI
Jenderal Besar TNI Purn. Abdul Haris Nasution dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya dalam perang melawan penjajahan Belanda yang tertuang dalam buku yang beliau tulis berjudul “Strategy of Guerrilla Warfare”. Buku yang kini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing dan menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite bagi militer dunia, West Point Amerika Serikat.

Meski pernah menuai kecaman atas perannya sebagai konseptor Dwi Fungsi ABRI yang dikutuk di era reformasi, jasa besar beliau tak dapat dilepaskan dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI hingga masa Orde Baru. Dwi Fungsi ABRI akhirnya dihapus karena desakan gerakan reformasi tahun 1998. Dwi Fungsi ABRI dianggap sebagai legalitas tentara untuk campur tangan dengan urusan politik di Indonesia sehingga memunculkan pemerintahan otoriter dan represif.

Sejak kecil, Pak Nas senang membaca cerita sejarah. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini melahap buku-buku sejarah, dari Nabi Muhammad SAW sampai perang kemerdekaan Belanda dan Prancis. Lulus dari AMS-B (SMA Paspal) pada 1938, beliau menjadi guru di Bengkulu dan Palembang. Tetapi kemudian beliau tertarik masuk Akademi Militer. Dalam Revolusi Kemerdekaan I (1946-1948), beliau diberi wewenang untuk memimpin Divisi Siliwangi. Ketika itulah muncul ide tentang perang gerilya sebagai bentuk perang rakyat. Metode perang ini dikembangkan setelah Pak Nas menjadi Panglima Komando Jawa dalam masa Revolusi Kemerdekaan II (948-1949).

Tahun 1948, Pak Nas memimpin pasukan Siliwangi yang menumpas pemberontakan PKI di Madiun. Ia nyaris tewas bersama mendiang putrinya, Ade Irma yang tewas tertembak di rumahnya ketika pemberontakan PKI (G-30-S) meletus kembali tahun 1965. Meskipun sangat mengagumi Bung Karno, kedua tokoh besar itu nyatanya sering berselisih paham. Pak Nas menganggap Bung Karno intervensi dan bias ketika terjadi pergolakan internal Angkatan Darat tahun 1952. Dalam “Peristiwa 17 Oktober”, yang menuntut pembubaran DPRS dan pembentukan DPR baru, Pak Nas dituding hendak melakukan kudeta terhadap presiden RI yang berujung Bung Karno memberhentikannya sebagai KSAD.

Setelah akur kembali, Pak Nas diangkat sebagai KSAD pada tahun 1955 setelah meletusnya pemberontakan PRRI/Permesta. Pak Nas dipercaya Bung Karno sebagai co-formatur pembentukan Kabinet Karya dan Kabinet Kerja. Keduanya tidak akur lagi usai pembebasan Irian Barat lantaran sikap politik Bung Karno yang cenderung pro-PKI. Dia merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean

Usai tugas memimpin MPRS tahun 1972, jenderal besar yang pernah 13 tahun duduk di posisi kunci TNI ini, menepi dari panggung kekuasaan. pak Nas lalu menyibukkan diri menulis memoar. Sampai pertengahan 1986, lima dari tujuh jilid memoar perjuangan beliau telah beredar. Kelima memoarnya, Kenangan Masa Muda, Kenangan Masa Gerilya, Memenuhi Panggilan Tugas, Masa Pancaroba, dan Masa Orla. Selain itu beliau juga menulis buku dan memoar berjudul Masa Kebangkitan Orba dan Masa Purnawirawan, Pokok-Pokok Gerilya, TNI (dua jilid), dan Sekitar Perang Kemerdekaan (11 jilid). Jenderal Besar Nasution menghembuskan nafas terakhir di RS Gatot Subroto, pukul 07.30 WIB (9/9-2000), pada bulan yang sama ia masuk daftar PKI untuk dibunuh.

Jendral yang merupakan salah satu dari tiga jendral yang berpangkat bintang lima di Indonesia ini sedari kecil hidup sederhana, dan beliau tak mewariskan harta pada keluarganya, kecuali kekayaan pengalaman dalam perjuangan dan idealisme. Rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, tetap tampak kusam, hingga kini tak pernah direnovasi.

Riset dan analisa oleh Swasti Prawidya Mukti

PENDIDIKAN
HIS, Yogyakarta (1932)
HIK, Yogyakarta (1935)
AMS Bagian B, Jakarta (1938)
Akademi Militer, Bandung (1942)
Doktor HC dari Universitas Islam Sumatera Utara, Medan (Ilmu Ketatanegaraan, 1962)
Universitas Padjadjaran, Bandung (Ilmu Politik, 1962)
Universitas Andalas, Padang (Ilmu Negara 1962)
Universitas Mindanao, Filipina (1971)

KARIR
Guru di Bengkulu (1938)
Guru di Palembang (1939-1940)
Pegawai Kotapraja Bandung (1943)
Dan Divisi III TKR/TRI, Bandung (1945-1946)
Dan Divisi I Siliwangi, Bandung (1946-1948)
Wakil Panglima Besar/Kepala Staf Operasi MBAP, Yogyakarta (1948)
Panglima Komando Jawa (1948-1949)
KSAD (1949-1952 dan 1955-1962)
Ketua Gabungan Kepala Staf (1955-1959)
Menteri Keamanan Nasional/Menko Polkam (1959-1966)
Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1962-1963 dan 1965)
Ketua MPRS (1966-1972

PENGHARGAAN

1997 dianugerahi pangkat Jendral Besar bintang lima
(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Jamaah Pengajian MT Puncak Barokah Rebutan Photo dengan Istri Cabup dan Cawabup Madina

    Saat Jamaah Pengajian MT Puncak Barokah Rebutan Photo dengan Istri Cabup dan Cawabup Madina

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Bukit Malintang ( Mandailing Online ) : Usai mendengarkan kajian islam di Majlis Taklim Puncak Barokah di Desa Bange, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal Minggu 13/10. emak emak pengajian Puncak barokah rebutan photo bareng dengan Ibu Calon Bupati dan Ibu Calon Wakil Bupati Madina Devi Sibayang dan Andini Surya Pravista. ” mana istrinya calon […]

  • Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    Inilah 28 Pucuk Senjata Rakitan Yang Diserahkan Warga

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wakapolres Mandailing Natal Komisaris Polisi Haryatmoko didampingi Kasat Reskrim AKP S Siregar menunjukkan barang bukti 28 senjata rakitan dan 12 peluru timah, yang diserahkan masyarakat Desa Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur kepada polisi, Selasa (20/09/2011) sore. (Beritasumut.com/MS Putra) Sumber : beritasumut.com

  • Atika Hadiri Pembekalan Cakada di DPP Golkar

    Atika Hadiri Pembekalan Cakada di DPP Golkar

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri pembekalan Calon Kepala Daerah (Cakada) Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, hari ini Sabtu (6/4/2024). Pembekalan Cakada itu dihadiri Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Sebelumnya, pada Desember 2023 lalu surat perintah DPP Partai Golkar diberikan kepada Atika sebagai bakal calon kepala daerah Madina […]

  • Proses Penegerian STAIM, Kemenag Akan Bentuk Tim

    Proses Penegerian STAIM, Kemenag Akan Bentuk Tim

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kementerian Agama Republik Indonesia dalam waktu dekat akan membentuk tim yang akan bekerja dalam proses perubahan STAIM menjadi perguruan tinggi negeri. Kepastian pembentukan tim ini merupakan hasil pertemuan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dengan Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (22/8/2017). Tim ini akan melakukan cek lapangan meneliti keabsahan […]

  • 5 Orang Usia Sekolah Tewas Tertimbun Di Tambang Emas

    5 Orang Usia Sekolah Tewas Tertimbun Di Tambang Emas

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak sembilan orang tertimbun longsor, 5 diantaranya tewas di tambang emas tepian sungai Batang Natal, Dusun Simarombun, Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina), Kamis (26/06/2014). Peristiwa terjadi sekira pukul 16:30 WIB ketika anak-anak yang masih usia sekolah itu sibuk mencetek biji emas di lobang tambang tersebut. Nama-nama yang […]

  • Parah ! Anggaran Obat di RSUD Husni Thamrin Natal Kalah Dibanding Urus Izin

    Parah ! Anggaran Obat di RSUD Husni Thamrin Natal Kalah Dibanding Urus Izin

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL || Mandailing Online – RSUD dr. Husni Thamrin, Natal hanya anggarkan Rp218.053.600 untuk belanja obat-obatan di tahun 2026. Nilainya jomplang dibanding anggaran Belanja Pembayaran Pajak, Bea, dan Perizinan yang tembus Rp253.200.000. Data yang didapat mencatat dua paket obat RSUD Natal dengan pagu anggaran  Rp119.460.000 dan Rp98.593.600. Total Rp218 juta untuk furosemid injeksi, epinefrin, ringer […]

expand_less