Rabu, 12 Agu 2026
light_mode

Sampuraga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
  • print Cetak

Catatan ringkas : Askolani Nasution

 

Kalau Anda berpikir untuk mencari nenek moyang “Sampuraga”, baik keturunan, marga, asal-usul, dst.; itu benar-benar naif. Karena ia hanya dongeng. Dalam sastra bisa disebut dengan folklor, cerita rakyat yang diceritakan secara verbal, turun-temurun. Tidak tertulis, banyak versi, dan pengarangnya anonim.

Bisa juga disebut legenda, karena diyakini berkaitan dengan asal-usul sebuah tempat. Tetapi bukan sejarah. Unsur sejarahnya hanya karena ada objek yang terkait dengan cerita itu, tetapi setengah dari cerita itu “angan-angan”.

Sebagai sebuah karya sastra, ia adalah seni murni, hasil proses kreatif sastrawan atas lingkungan sekitarnya. Dan di zaman Sastra Klasik, bahkan jauh sebelum itu, cerita-cerita ala “Sampuraga” ini memang dibutuhkan. Karena itu diciptakan sebagai sarana didaktik atas budaya yang berlaku. Sebab itu juga ada cerita “Sangkuriang” yang terkait dengan Gunung Tangkuban Perahu, dll.

Apalagi legenda anak durhaka. Banyak ragam. Dan hampir semua budaya di Nusantara punya cerita begitu. Ada legenda “Batu Menangis” di Kalimantan Barat, legenda “Malin Kundang” di Sumatera Barat, “Si Lancang” di Melayu Riau, “Si Mardan” di Toba, dst. Bahkan, jangan kaget, di Kalimantan Tengah, di Kabupaten Lamandau, ada cerita dengan judul yang persis sama di Mandailing Natal, “Sampuraga” (https://id.wikipedia.org/wiki/Sampuraga). Jangan tanya “Sampuraga” mana yang asli, karena Anda tidak akan menemukan tahun munculnya cerita itu.

Saya meyakini bahwa “Sampuraga” versi Mandailing baru muncul awal abad 19. Karena beberapa buku yang bercerita tentang Sumatera dan Mandailing masa sebelum abad 19, sama sekali tak pernah disebut. Di buku “Heester Nedham’s Work in Sumatera” yang terbit tahun 1899, misalnya, sama sekali tak menyinggung nama itu. Padahal buku itu bercerita amat detail tentang Maga, tentang Sibanggor, kawasan antara Malintang dan Pakantan, dll.

Asumsi awal saya tentang “Sampuraga” baru muncul saat berkembangnya sastra Hikayat tahun 1870-an. Itu bersamaan dengan berkembangnya pendidikan modern di Mandailing, dan Sastra Melayu menjadi pelajaran penting. Misalnya di Kweekschool Tano Bato (1862). Masa itu, terutama di Sumatera, memang menjadi tempat berkembangnya bacaan-bacaan sastra Melayu semacam Hikayat. Ada “Hikayat si Miskin” misalnya, yang ditulis dengan Aksara Arab Melayu, dll.

Cerita-cerita rakyat di Mandailing justru berkembang pesat masa 1920-an ketika Pelopor Cerita Pendek Indonesia, M. Kasim, mengajar di Sekolah Rakyat Kotanopan. Dan tragisnya, cerita-cerita berbahasa Mandailing yang dibuatnya tidak tertulis. Misalnya, cerita “Si Bisuk na Oto.” Ada cerita lainnya, misalnya “Si Tapis Surat Tagan” juga tidak tahu siapa pengarangnya, tidak tertulis. Ketika tahun lalu saya menulis ulang cerita ini, saya benar-benar kesulitan mencari sumbernya. Dan banyak cerita folklor lain di Mandailing yang mulai hilang, tidak tertulis, tidak terdokumentasi, dst. Karena tidak ada yang peduli. Jangankan untuk mendanai penelitian tentang itu, menulis ulang, dst., apalagi untuk menerbitkannya sebagai bahan literasi sekolah di Mandailing Natal, misalnya.

Tentu saja pendapat saya. Yang lain boleh berpendapat dengan asumsi masing-masing.***

Penulis adalah budayawan/sutradara tinggal di Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cawabup Atika Bawa Warga Hutabargot Berobat, Pastikan Operasi Berlangsung

    Cawabup Atika Bawa Warga Hutabargot Berobat, Pastikan Operasi Berlangsung

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution kembali membawa warga berobat ke rumah sakit usai melaksanakan penyantunan. Kali ini di Kecamatan Hutabargot, Jumat (20/10/2024). Cerita bermula saat Atika bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota Muslimat NU kecamatan itu. Di sela-sela dialog, salah satunya menyampaikan bahwa di […]

  • Bupati Madina Himbau Rakyat Waspadai Banjir dan Longsor

    Bupati Madina Himbau Rakyat Waspadai Banjir dan Longsor

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Jafar Sukhairi Nasution mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera mengambil langkah pencegahan terkait hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor. “Kita harus siaga penuh! Warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor harus lebih berhati-hati. […]

  • Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    Kabag Keuangan Langkat Ditahan

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemkab Langkat Taufik, secara resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, sebagai tersangka kasus korupsi pematangan lahan di Taman Wisata Bukti Lawang senilai Rp 1,7 miliar, Selasa (21/12/2010) sore, usai diperiksa selama 7 jam di Kantor Kejatisu. Kajatisu Sution Usman Adji mengatakan, setelah pihaknya menetapkan Taufik sebagai tersangka dalam […]

  • Mahasiswa Demo, Desak Gubsu Usut Korupsi Bansos Covid di Madina

    Mahasiswa Demo, Desak Gubsu Usut Korupsi Bansos Covid di Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Pilkada Madina menuding adanya indikasi korupsi penggunaan dana bansos Covid-19 di kabupaten tersebut. Oleh karena itu Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin didesak membentuk tim untuk memeriksa perangkat pemerintahan yang diduga terlibat. Koordinator Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Pilkada Madina, Herman Birje Nasution, juga meyakini ada bansos covid-19 […]

  • Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengaku tidak tahu-menahu masalah dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara 2011-2013. Hal itu dikatakan Erry di sela-sela menjalani pemeriksaan di Pidana Khusus Kejagung, Rabu (5/8). Erry mengaku, mendapat amanah sebagai Wagub Sumut pada 2013. Sedangkan bansos yang diperiksa kejaksaan adalah tahun 2011, 2012 dan 2013. […]

  • Australia warning RI soal eksekusi mati

    Australia warning RI soal eksekusi mati

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SYDNEY – Menteri Luar Negeri ( Menlu)  Australia, Julie Bishop, memberikan peringatan ( warning) kepada pemerintah Indonesia jika tetap melakukan eksekusi mati atas dua warga negara Australia. Menurutnya, eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akan memiliki dampak negatif terhadap pariwisata Bali. “Warga Australia akan menunjukkan ketidaksetujuan mereka (atas hukuman mati), termasuk dalam hal keputusan […]

expand_less