Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Sampuraga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
  • print Cetak

Catatan ringkas : Askolani Nasution

 

Kalau Anda berpikir untuk mencari nenek moyang “Sampuraga”, baik keturunan, marga, asal-usul, dst.; itu benar-benar naif. Karena ia hanya dongeng. Dalam sastra bisa disebut dengan folklor, cerita rakyat yang diceritakan secara verbal, turun-temurun. Tidak tertulis, banyak versi, dan pengarangnya anonim.

Bisa juga disebut legenda, karena diyakini berkaitan dengan asal-usul sebuah tempat. Tetapi bukan sejarah. Unsur sejarahnya hanya karena ada objek yang terkait dengan cerita itu, tetapi setengah dari cerita itu “angan-angan”.

Sebagai sebuah karya sastra, ia adalah seni murni, hasil proses kreatif sastrawan atas lingkungan sekitarnya. Dan di zaman Sastra Klasik, bahkan jauh sebelum itu, cerita-cerita ala “Sampuraga” ini memang dibutuhkan. Karena itu diciptakan sebagai sarana didaktik atas budaya yang berlaku. Sebab itu juga ada cerita “Sangkuriang” yang terkait dengan Gunung Tangkuban Perahu, dll.

Apalagi legenda anak durhaka. Banyak ragam. Dan hampir semua budaya di Nusantara punya cerita begitu. Ada legenda “Batu Menangis” di Kalimantan Barat, legenda “Malin Kundang” di Sumatera Barat, “Si Lancang” di Melayu Riau, “Si Mardan” di Toba, dst. Bahkan, jangan kaget, di Kalimantan Tengah, di Kabupaten Lamandau, ada cerita dengan judul yang persis sama di Mandailing Natal, “Sampuraga” (https://id.wikipedia.org/wiki/Sampuraga). Jangan tanya “Sampuraga” mana yang asli, karena Anda tidak akan menemukan tahun munculnya cerita itu.

Saya meyakini bahwa “Sampuraga” versi Mandailing baru muncul awal abad 19. Karena beberapa buku yang bercerita tentang Sumatera dan Mandailing masa sebelum abad 19, sama sekali tak pernah disebut. Di buku “Heester Nedham’s Work in Sumatera” yang terbit tahun 1899, misalnya, sama sekali tak menyinggung nama itu. Padahal buku itu bercerita amat detail tentang Maga, tentang Sibanggor, kawasan antara Malintang dan Pakantan, dll.

Asumsi awal saya tentang “Sampuraga” baru muncul saat berkembangnya sastra Hikayat tahun 1870-an. Itu bersamaan dengan berkembangnya pendidikan modern di Mandailing, dan Sastra Melayu menjadi pelajaran penting. Misalnya di Kweekschool Tano Bato (1862). Masa itu, terutama di Sumatera, memang menjadi tempat berkembangnya bacaan-bacaan sastra Melayu semacam Hikayat. Ada “Hikayat si Miskin” misalnya, yang ditulis dengan Aksara Arab Melayu, dll.

Cerita-cerita rakyat di Mandailing justru berkembang pesat masa 1920-an ketika Pelopor Cerita Pendek Indonesia, M. Kasim, mengajar di Sekolah Rakyat Kotanopan. Dan tragisnya, cerita-cerita berbahasa Mandailing yang dibuatnya tidak tertulis. Misalnya, cerita “Si Bisuk na Oto.” Ada cerita lainnya, misalnya “Si Tapis Surat Tagan” juga tidak tahu siapa pengarangnya, tidak tertulis. Ketika tahun lalu saya menulis ulang cerita ini, saya benar-benar kesulitan mencari sumbernya. Dan banyak cerita folklor lain di Mandailing yang mulai hilang, tidak tertulis, tidak terdokumentasi, dst. Karena tidak ada yang peduli. Jangankan untuk mendanai penelitian tentang itu, menulis ulang, dst., apalagi untuk menerbitkannya sebagai bahan literasi sekolah di Mandailing Natal, misalnya.

Tentu saja pendapat saya. Yang lain boleh berpendapat dengan asumsi masing-masing.***

Penulis adalah budayawan/sutradara tinggal di Mandailing Natal

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Pendidikan Diduga Arahkan KUPT Berpolitik Prkatis

    Dinas Pendidikan Diduga Arahkan KUPT Berpolitik Prkatis

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kadis Bantah Adanya Pengerahan Politik Praktis PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pejabat di Dinas Pendidikan diduga mengarahkan para kepala UPT Dinas Pendidikan kecamatan terlibat politik praktis di Pilkada Madina 2015. Dugaan pengarahan itu dilakukan di rumah dinas, Sabtu (3/10). Salah seorang yang ikut di pertemuan itu menyebutkan tidak lazim dilaksanakan pada hari libur bila memang dalam […]

  • DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Sikap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan Periode 2004-2009 yang hingga kini masih membandel dan belum melakukan pengembalian atas tunjangan komunikasi intensif (TKI) dan dana operasional (DO) pimpinan dinilai merupakan perwujudan tindakan melawan hukum. “Pemberian TKI dan DO itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2006 yang telah direvisi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun […]

  • Pemkab Madina Minta Semua Desa Aktifkan BUMDes untuk Program Ketahanan Pangan

    Pemkab Madina Minta Semua Desa Aktifkan BUMDes untuk Program Ketahanan Pangan

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Irsal Pariadi, SSTP mengaku sudah memberikan instruksi kepada seluruh Kepala Desa di agar segera membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk persiapan menjalankan program nasional yakni Ketahanan Pangan (Ketapang). “Melalui Camat sudah kita rapatkan berkali-kali, arahannya adalah Pemda meminta seluruh […]

  • Ridwan Rangkuti : Ketua DPRD Madina Tidak Terlibat Diseleksi PPPK

    Ridwan Rangkuti : Ketua DPRD Madina Tidak Terlibat Diseleksi PPPK

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )– Muhammad Ridwan Rangkuti, SH, MH, mengatakan kliennya, Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2019-2024 Erwin Efendi Lubis, tidak terlibat kasus pemerasan seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023. Ridwan menyampaikan hal itu untuk menanggapi maraknya desakan penahanan terhadap Ketua DPC Partai Gerindra Madina itu. “Belakangan ini […]

  • Siabu Proyeksikan 56 Ha Lahan Ubi Kayu, Untuk Pabrik Tapioka

    Siabu Proyeksikan 56 Ha Lahan Ubi Kayu, Untuk Pabrik Tapioka

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Kecamatan Siabu memberikan estimasi 56 hektar lahan untuk ubi kayu. Penyiapan lahan seluas 56 hektar itu dalam rangka mendukung pendirian pabrik tapioka di Mandailing Natal (Madina). Tiga investor Sumut dalam pertemuan dengan bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Panyabungan, Jum’at (1/11/2019) menyatakan bersedia menanamkan modal pendirian pabrik tapioka di Madina […]

  • WNI dipaksa wajib militer di Singapura?

    WNI dipaksa wajib militer di Singapura?

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Bergabungnya dua Warga Negara Indonesia (WNI) dengan militer Singapura, mendapat protes keras dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko terhadap pemerintah Singapura. Hal ini diketahui, saat dilakukannya latihan gabungan Indonesia-Singapura di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Bahkan, Moeldoko sempat mengancam Panglima Angkatan Bersenjata Singapura melalui hubungan telepon, soal WNI yang bergabung dengan […]

expand_less