Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Bupati Perintahkan Seluruh SKPD Tak Berlangganan Malintang Pos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 26 Feb 2016
  • print Cetak
Surat kabar Malintang Pos

Surat kabar Malintang Pos

Iskandar Hasibuan : Itu Kemunduran Demokrasi

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution menerbitkan surat bernomor 188.55/368/BHP/2016 tertanggal 23 Pebruari 2016, surat berisi instruksi kepada seluruh SKPD agar tidak berlangganan surat kabar Malintang Pos.

Selain ditembuskan kepada pemimpin redaksi surat kabar Malintang Po, juga ditembuskan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, PDI Perjuangan Sumatera Utara dan PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Surat instruksi itu didasarkan bahwa pemberitaan di Malintang Pos tentang Tapian Sirisiri tidak melakukan konfirmasi kepada pemerintah daerah.

Pemimpin Redaksi Malintang Pos, Iskandar Hasibuan kepada wartawan, Jumat (26/2) mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya Pariwisata Madina via telefon dan berlanjut melalui via email sebelum berita itu diterbitkan.

Menurutnya, surat instruksi bupati Madina itu merupakan suatu sikap arogansi seorang kepala daerah kepada media massa. Sebab, dalam setiap pemberitaan, seharusnya bagi pihak-pihak yang keberatan bisa menggunakan hak jawab ataupun hak bantah disampaikan kepada media tersebut supaya diterbitkan di halaman dan kolom yang sama sesaui dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Sebenarnya saya merasa lucu melihat kebijakan Bupati yang mengeluarkan surat instruksi seperti itu, karena di era keterbukaan sekarang ini, seorang kepala daerah menunjukkan arogansinya kepada media, ini suatu kemunduran dalam berdemokrasi di Kabupaten Madina,” ungkap Iskandar.

Pria yang sudah lebih dua puluh tahunan itu berprofesi wartawan mengatakan, sejak Kabupaten Madina mekar dari Tapanuli Selatan pada tahun 1999 yang lalu, baru kali ini seorang bupati di Madina mengeluarkan surat instruksi seperti yang ditembuskannya kepada salah satu media.

“Padahal, rilis yang diterima itu berasal dari DPP Imman, dan itu sudah dikonfirmasi kepada Dinas Pora dan Budpar, guna mencapai berita yang berimbang. Nah, kita heran. Dimana disitu ada kebohongan, dan kalau ada keberatan, kenapa tak dibuat hak jawab. Ini yang membuat kita bingung dengan sikap pak bupati ini yang mengeluarkan surat intruksi,” ucap Iskandar.

Karena itu, Iskandar mengatakan, sikap bupati Madina itu biarlah masyarakat yang menilainya, namun paling penting adalah, semua wartawan yang bertugas di Kabupaten Madina harus menyikapi hal ini.

“Semua wartawan harus bersatu dan melawan semua bentuk arogansi kepada media, karena media itu lahir sebagai mitra semua pihak terutama pemerintah sebagai pilar keempat dalam mempercepat program pembangunan. Dan apabila sikap seperti ini dianggap biasa-biasa saja, saya khawatir tidak ada lagi yang berani bicara kebenaran dan masyarakat takut menyampaikan aspirasi di masa yang akan datang,” tambahnya.

Peliput : Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • REALITAS KERJA MEDIA DAN TEORI TANGGUNG JAWAB SOSIAL

    REALITAS KERJA MEDIA DAN TEORI TANGGUNG JAWAB SOSIAL

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Gerep Institute   Belajar dari ruang redaksi media di Mandailing Natal: “Kebebasan pers bukanlah hak istimewa media. Ia adalah hak publik untuk memperoleh informasi yang benar.” Pagi baru saja dimulai ketika seorang wartawan di Mandailing Natal menerima telepon dari redaksinya. Ada rapat penting di DPRD yang harus diliput. […]

  • Seputar Penumbangan Pohon Pelindung Jl. Jend. Haris Nasution Panyabungan, Pemprov Sumut Harus Bertanggungjawab

    Seputar Penumbangan Pohon Pelindung Jl. Jend. Haris Nasution Panyabungan, Pemprov Sumut Harus Bertanggungjawab

    • calendar_month Kamis, 18 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Dahlan Batubara / Maradotang Pulungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Dinas Sumbar Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara harus bertanggungjawab terhadap penumbangan sejumlah pohon pelindung di Jl. Jend. Haris Nasution, Panyabungan. “Pohon pelindung jalan raya itu ditanam dan dipelihara selama belasan tahun dengan dana APBD Kabupaten Mandailing Natal, […]

  • Oknum Guru Cabuli Siswi

    Oknum Guru Cabuli Siswi

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Seorang oknum guru berinisial K (28), yang mengajar di salah satu sekolah swasta setingkat SMP di Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal mencabuli siswinya sebut saja Bunga (16), yang saat ini duduk di kelas tiga. Perbuatan asusila tersebut dilakukan warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu ini sebanyak lima kali di sebuah gubuk kebun rambutan milik ortu […]

  • Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    Komisi IIITinjau Proyek di Panyabungan Timur

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi III DPRD Madina Kamis, 04 Desember 2014 melakukan peninjauan proyek yang dinilai bermasalah di Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal. (Hol)

  • Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sarwedi Hasibuan, petani di Desa Gunung Tua Julu sudah memakai varietas padi Siganteng di areal sawah yang digarapnya seluas 7 pantak (36 pantak = 1 hektar) dan 3 pekan lalu sudah panen. Mengejutkan sekali bagi Sarwedi karena pendapatan dari lahan 7 pantak itu diperoleh 156 kaleng (1 kaleng rata-rata 11 kg). […]

  • Jualan “Silua” di Panyabungan Sepi

    Jualan “Silua” di Panyabungan Sepi

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pedagang penjual Silua (oleh-oleh) ciri khas Mandailing di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tergolong sepi selama rentang arus balik lebaran tahun ini. Kondisi ini berbeda dengan saat arus balik lebaran tahun lalu. “:Ada penurunan penjualan sekitar 50 persen dibanding lebaran tahun lalu,” ungkap Darwis, seorang pedagang kepada wartawan, Rabu, (14/8). Katanya, […]

expand_less