Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Covid-19 dan Kesadaran Bersama

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2020
  • print Cetak

Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin

Catatan Ringkas : Atika Azmi Utammi Nasution

Covid 19 merupakan musibah yang tak terbendung penyebarannya hingga saat ini. Statusnya pun dinaikkan oleh World Health Organisation (WHO) dari epidemi menjadi pandemi.

Pandemi adalah penyebaran virus atau penyakit yang mendunia. Namun, ada satu kekosongan yang mungkin luput dari pandangan bersama. Vaksin penawar Covid-19 per akhir Maret 2020 belum benar-benar ditemukan.

Peneliti, baik bersifat individu maupun organisasi perlu didorong untuk lebih cepat menemukan vaksin Covid-19 ini, karena bukan hanya faktor kesehatan yang terancam, masalah sosial-ekonomi pun semakin hari semakin bermunculan.

Salah satu cara yang mungkin dapat dimaksimalkan oleh pemerintah adalah dengan pemberian ganjaran sewajarnya kepada penemu vaksin, baik dalam bentuk ganjaran finansial, penghargaan nobel maupun dalam bentuk lainnya.

Ini bukan hanya beban pemerintah, tetapi beban bersama.

Pemberian ganjaran ini bukan semata-mata ajang untuk mencari nafkah, tetapi lebih tepatnya untuk menyudahi pandemi ini lebih awal. Selain itu, warga yang enggan memeriksakan diri terkait Covid-19 juga harus didorong agar memeriksakan diri sedini mungkin untuk meminimalisirkan penyebaran Covid-19 ini.

Beberapa cara untuk mendorongnya adalah melalui pemberian stimulus berupa pemberian subsidi transportasi dan akomodasi kepada yang suka rela
memeriksakan dirinya. Pemberian bantuan dasar rumah tangga kepada pengidap Covid-19 berupa sembako dan kebutuhan dasar pangan lain.

Pemberian subsidi listrik dan air, keringanan kredit kepada debitur yang paling dirugikan oleh pandemi ini, misalnya keringanan kredit ojek online dan keringanan kredit UMKM.

Selain stimulus, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas fiskal dan moneter seperti Surat Berharga Negara (SBN), saham perusahaan terbuka, suku bunga dan nilai tukar rupiah agar tetap pada level yang di8nginkan demi kondusifitas keuangan negara.

Karena dari ekonomi yang kondusif, maka beban socio-ekonomi terkait pandemi ini dapat lebih ditanggulangi.

Selain itu, pemerintah juga perlu mengalokasikan dana cadangan untuk mengantisipasi epidemi atau pandemi yang berpotensi muncul, agar terhindar dari situasi berat seperti sekarang ini.

Kejadian SARS dan H1N1 beberapa tahun silam seharusnya sudah menjadi pelajaran untuk semua, bahwa pandemi seperti ini adalah merupan suatu kejadian yang bersiklus. Artinya, sangat besar kemungkinan dunia akan mengadapi pandemi setiap beberapa tahun apabila pola hidup sehat dan kelesatrian bumi kita abaikan.***

(Atika Azmi Utammi Nasution, B.AppFin, MFin tinggal di Kotanaopana, Mandailing Natal)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan Terakhir Tanpa Khilafah

    Ramadhan Terakhir Tanpa Khilafah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Bima Sari Sinaga, S.Pd* Ramadhan 1441 H ini adalah ramadhan pertama tanpa kemeriahan. Hening. Sedih. Keluarga tidak lengkap dalam rumah. Tapi bisa jadi inilah ramadhan paling berkesan. Bagaimana tidak, di tengah pandemi, umat Islam di seluruh dunia berpuasa dengan aktivitas yang tidak lazim untuk sebagian besar orang. Khususnya masyarakat Indonesia yang kental dengan […]

  • Puluhan Pejabat Eselon II dan III Pemkab Madina Dimutasi

    Puluhan Pejabat Eselon II dan III Pemkab Madina Dimutasi

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina), dimutasi. Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat dilaksanakan Pj Sekdakab Madina Gozali Pulungan di Aula Kantor Bupati Madina, Selasa (01/03/2011). Pelantikan pejabat eselon II dan III ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Madina Nomor 821.2/065/K/2011. Pejabat eselon II yang dilantik sebanyak 4 orang dan […]

  • Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    Tambang Emas Longsor, 12 Ibu Rumah Tangga Tewas

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 12 orang perempuan tewas tertimpa longsor bekas tambang emas ilegal di Desa Banjar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kamis (28/4/2022). Selain itu, 2 orang dinyatakan selamat yang kini masih dirawat di puskesmas terdekat. Semuanya adalah ibu rumah tangga. Mereka sedang mencari emas di lokasi itu saat longosor […]

  • Cabup Saipullah Perkuat Pelajaran Muatan Lokal dan Sejuta Salawat

    Cabup Saipullah Perkuat Pelajaran Muatan Lokal dan Sejuta Salawat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALUTA (Mandailing Online) – Calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution menegaskan komitnya untuk mereduksi intoleransi dan pragmatisme dengan memperkuat nilai-nilai budaya lokal. “Kita akan meningkatkan pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah, termasuk mengedukasi anak-anak usia sekolah dengan falsafah dalihan natolu,” kata Saipullah saat debat publik Pilkada Madina di Hotel Sapadia, […]

  • Warna warni Hut Kabupaten Mandailing Natal ke 16

    Warna warni Hut Kabupaten Mandailing Natal ke 16

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sebanyak 48 orang ambil bagian dalam perlombaan makan durian yang dilaksananan oleh Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kab, Mandailing Natal dalam rangka  memeriahkan Hari ulang Tahun Kabupaten Mandailing Natal yang ke 16, Senin, (09/3) di arena utama Lokasi pameran pembangunan. (hol)    

  • Paskibra Dairi dan Madina Dikukuhkan

    Paskibra Dairi dan Madina Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidikalang. Sebanyak 40 personel pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Dairi 2011 dikukuhkan Bupati KRA Johnny Sitohang Adinegoro, di Gedung Balai Budaya Sidikalang, Senin (15/8). Sebelum dikukuhkan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Dairi Drs Bonar Butar-butar membacakan pengantar pengukuhan yang memuat janji paskibraka, dilanjutkan dengan pemasangan kendit oleh Bupati. Bonar melaporkan bahwa […]

expand_less