Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

DPRD Desak KPU Madina Ubah Jadwal Coblos Ulang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah jadwal coblos ulang pilkada yang ditetapkan pada Rabu (20/04/2011) mendatang karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

“Kita minta KPU segera mengubah jadwal itu, mereka harus secepatnya melakukan pertemuan maupun menyurati KPU Provsu dan KPU Pusat,” ujar Iskandar di Ruang Komisi I DPRD Madina, Selasa (22/03/2011).

Kata Iskandar, pihaknya telah mendapat informasi dari Panwas, Bupati dan pihak lainnya bahwa pada Rabu 20 April 2011 adalah hari pelaksanaan UN dan jadwal itu tidak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah jadwal coblos ulang.

Karena itu diharapkan kepada KPU agar secapatnya mengubah jadwal dan perubahan itu jangan memakai tenggang waktu yang lama agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Diakui Iskandar, pihaknya di Komisi I DPRD Madina sampai saat ini belum menerima sepucuk suratpun baik dari pimpinan maupun Bupati, KPU, Panwas terkait jadwal yang bersamaan ini. Tapi kalau giliran ada masalah di tengah-tengah masyarakat nanti, dikatakan Komisi I (Pemerintahan) DPRD Madina yang tidak bekerja.

Maunya, ujar Iskandar, semua pihak yang terlibat dalam pilkada baik Bupati, Panwas, lebih-lebih KPU harusnya mengirim surat memberi informasi tentang perkembangan itu. Apalagi persoalan surat menyurat terkadang terlambat sampai ke Komisi I. Kalau soal siapa yang salah dan disalahkan, DPRD Madina tidak menyalahkan siapapun.

Tapi, ujar Iskandar, sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Madina dirinya telah menghubungi Bupati Madina Aspan Sofian Batuabra via HP dan Bupati mengatakan pihaknya telah melayangkan surat ke KPU agar segera mengubah jadwal, sebab UN tidak mungkin diubah jadwalnya.

“Kita telah surati KPU agar mengubah jadwal dan juga KPU juga telah menyurati KPU Provsu dan KPU Pusat,” ujar Iskandar Hasibuan menirukan ucapan Bupati Madina via HP.

Selain itu, ujar Iskandar, Ketua KPU Madina Jefri Antoni juga telah dihubungi via HP dan Jefri mengakui telah melayangkan surat ke KPU Provsu dan KPU Pusat.

“Kita telah surati KPU Provsu dan KPU Pusat serta meminta waktu kepada pemerintah agar dilakukan musyawarah. Kalau memungkinkan diubah akan diubah, kalau nggak bisa diubah itu adalah kewenangan pemerintah, kita menunggu waktu mereka,” ujar Iskandar menirukan ucapan Ketua KPU Madina. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pawai Obor di Sinunukan Besok Malam Dipelopori 3 Organisasi

    Pawai Obor di Sinunukan Besok Malam Dipelopori 3 Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SINUNUKAN (Mandailing Online) – Pawai Obor dan tauziah menyambut 1 Muharram untuk zona Pantai Barat dipusatkan di lapangan sepak bola Sinunukan III, besok, Sabtu malam (31/8/2019). “Titik kumpul Pawai Obor di lapangan Penimbangan Ram di Bunyikan IV, lalu bergerak sampai menuju lapangan sepak bola Sinunukan III,” kata Muhammad Soleh Siregar, Ketua DPC Serikat Mahasiawa […]

  • Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak kontraktor beda pendapat dengan pihak UPT SDA Batang Gadis tentang material yang digunakan untuk pembangunan  dek penahan banjir Sungai Rantopuran di titik Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pihak kontraktor memakai pasir uruk untuk campuran semen. Sedangkan pihak UPT SDA Batang Gadis-Batang Natal selaku perpanjangan tangan […]

  • Motivasi dan Disiplin Kerja PNS Madina Perlu Pembinaan

    Motivasi dan Disiplin Kerja PNS Madina Perlu Pembinaan

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : FAUZAN HELMI RANGKUTI, M.Si Sekretaris MD Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Madina  Sumber daya manusia dalam organisasi sangat penting karena sebagai motor penggerak dari seluruh kegiatan atau aktivitas dalam mencapai tujuan organisasi maupun untuk mempertahankan kelangsungan hidup organisasi. Berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mempertahankan eksistensi organisasi diawali dari mengelola sumber daya manusia, khususnya […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (3)

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Pengaruh Hindu Terhadap Pribumi Mandailing Pada uraian yang di atas sudah dikemukan mengenai peninggalan-peninggalan dari zaman pra sejarah yang ditemukan di beberapa tempat di Mandailing. Peninggalan-peninggalan ini membuktikan bahwa sudah ada manusia yang mendiami wilayah Mandailing pada masa tersebut. Sebagai pribumi Mandailing, mereka terus berkembang sampai orang-orang Hindu datang dan […]

  • Bank BRI Sidimpuan Dirampok, Rp900 Juta Melayang

    Bank BRI Sidimpuan Dirampok, Rp900 Juta Melayang

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kawanan perampok membobol Bank BRI Unit, Jalan Sisingamangaraja, Kota Padang Sidimpuan, Sabtu (21/01/2012) malam. Perampok berhasil menggasak uang dari dalam brankas BRI sebanyak Rp900 juta. Berdasarkan hasil rekaman CCTV, kawanan perampok membutuhkan waktu lima jam, Sabtu (21/01/2012) pukul 21.20 WIB hingga Ahad (22/01/2012) pukul 02.30 WIB, untuk membobol brankas berisi uang Rp900 juta dengan […]

  • 296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indonesia pada perspektif terkini dihinggapi tiga penyakit yang mendasar. Yakni penyakit transaksional, oligarki dan feodalisme. Dan ini berimplikasi negatif kepada seluruh provinsi. Dan sebanyak 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum akibat budaya transaksional. Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch yang juga […]

expand_less