Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Full Mother Adalah Cita-cita Kartini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfi Ummuarifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Seorang perempuan ketika menikah tentu harus memahami niatannya adalah untuk mencetak dan menyiapkan generasi unggul yang dilahirkannya. Inilah cita-cita terbesar yang mulia pada seorang perempuan menurut syariah. Menjadi seorang ummun.

Menjadi seorang ummun itu sangat dibutuhkan ilmu yang mumpuni dalam  urusan keperempuanan. Misalnya ilmu tentang cara mendidik anak (tarbiyatul awlad),mengasuh anak, masak memasak, pengobatan, membuat pakaian, megurus rumah, membersihkan rumah,ilmu ekonomi untuk mengatur keuangan dan lain sebagainya.

Sungguh banyak keilmuan yang dibutuhkan oleh seorang ibu. Karena itu kemudian Kartini punya cita-cita membuat sekolah perempuan untuk para ibu di zamannya agar terlahir generasi yang cemerlang saat itu. Tentu untuk lepas dari penjajahan dan membangun bangsa. Namun itu disalahartikan oleh pegiat gender dengan perjuangan yang berfokus pada emansipasi wanita. Sungguh mereka keliru dalam membaca sejarah. Bahkan itu adalah pembelokan sejarah secara nyata untuk mengabsahkan tujuan mereka agar terlihat sesuai. Mereka menyamakan perjuangan Kartini dengan perjuangan mereka yang bahkan tak cocok sedikitpun dengan cita-cita Kartini.

Oleh karena itu yang menyatakan bahwa Kartini menginginkan sama atau ingin menyaingi laki-laki itu keliru. Sebab kartini hanya ingin para wanita mendapatkan pengetahuan yang banyak agar memiliki cukup bekal dalam mendidik anaknya.  Agar anaknya menjadi generasi yang cerdas, bervisi besar dan mampu mengukir peradaban. Peran sentral ini tak bisa dilakukan oleh perempuan yang bodoh yang dilarang sekolah. Karena saat itu dibedakan sekolah untuk pribumi dan perempuan di masyarakat jawa oleh penjajah. Inilah yang ingin didobrak kartini. Bukan hendak ingin mengalahkan laki-laki dalam statusnya sebagai Qowwam untuk keluarganya.

Jadi, yang menyatakan bahwa tugas sentral ummun atau full mother sebagai sesuatu yang mencegah perempuan meniti karirnya di sektor publik itu pendapat keliru. Kartini justru faham jika perempuan tetap boleh berkecimpung dalam sektor publik melakukan perubahan, namun tidak boleh meninggalkan tugas sentral strategisnya di rumah sebagai ummun atau full mother itu. Ini sejalan dengan syariat Allah terkait dengan kewajiban ibu sebagai ummun yang juga harus berkiprah di sektor publik menjalankan perannya sebagaimana laki-laki dalam dakwah, pendidikan, kesehatan dan sektor yang dibenarkan oleh syara.

Artinya tak harus memilih salah satunya. Sebab dua-duanya menghantarkan perempuan tadi menuju syurga Allah dengan jenis pahala yang berbeda.

Adapun jika berbenturan tugas ummun dengan sektor publik. Lalu barulah syariat menentukan prioritas utamanya harus pada status ummunnya.

Oleh karena itu perempuan harus pintar memanajemen waktunya adar tugas sektor domestik dan publiknya itu tertunaikan sempurna. Di sinilah barangkali multitalenta yang Allah anugerahkan pada perempuan bermaslahat agar perempuan  mampu mensinergiskan segalanya.Tentu tak boleh diabaikan satu perkara sedikitpun tanpa alasan yang syar’i. Maka sesungguhnya kartini lebih memahami daripada yang kita bayangkan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Penumpang Terjun ke Sungai

    Mobil Penumpang Terjun ke Sungai

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Satu unit mobil penumpang umum jenis L300 terjun ke Sungai Batang Natal, Selasa (5/4/2022) dini hari tadi. Mobil jurusan Panyabungan – Natal itu dilaporka membawa 6 penumpang. Titik kecelakan di Dusun Ranto Sore, Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal. Dugaan sementara sopir dalam keadaan mengantuk berakibat kekurangan konsentrasi. Ketika […]

  • Sungai Aek Mata Meluap

    Sungai Aek Mata Meluap

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Aek Mata meluap menyebabkan jalan protokol di jantung kota Panyabungan digenangi air berakibat terganggunya arus lalu lintas, Jum’at (8/5). Sejauh ini belum ada laporan kasus perumahan penduduk diterjang arus sungai, meski air sempat masuk ke kawasan pemukiman di sepanjang bantaran sungai. Sungai yang membelah kota Panyabungan ini meluap akibat […]

  • Lia Eden Bebas

    Lia Eden Bebas

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lia Aminudin alias Lia Eden (64), terpidana kasus penodaan agama dijemput tujuh orang pengikutnya saat keluar dari Lapas Wanita Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Lia Eden bebas setelah menjalani masa tahanan 2,5 tahun yang dijatuhkan vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sujbacran pada 2 Juni 2009. Sumber : Analisa

  • Jalinsum Amblas di Titik Maga Lombang Diperbaiki

    Jalinsum Amblas di Titik Maga Lombang Diperbaiki

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jalan yang amblas di Lintas Nasional titik Maga Lombang, Mandailing Natal, Sumut, diperbaiki. Titik yang berada di tikungan ini sebelumnya sangat berbahaya karena bahu jalan amblas akibat longsor pada tebing jalan, jika dibiarkan akan memakan mengambrukkan badan jalan. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan bore file di titik kilometer 17 […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution   SASTRA ENTERTAINMENT Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya. Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu […]

  • Kasus Tanah Kuburan Lanjut, Kejatisu Beri 'Surat Merah' Untuk Daud Batubara

    Kasus Tanah Kuburan Lanjut, Kejatisu Beri 'Surat Merah' Untuk Daud Batubara

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Kasus pengadaan Tanah Kuburan di Pemko Padang Sidempuan yang diduga terjadi korupsi dan diduga melibatkan oknum Sekdakab Madina Muhammad Daud Batubara ternyata ditindaklanjuti. Informasi yang didapat Portibi DNP, Kamis (12/1) Daud Batubara sudah menerima ‘surat merah’ dari Kejatisu untuk hadir di Kejatisu Senin depan. Sebelumnya diberitakan bahwa pengadaan lahan perkuburan di Pemko Sidempuan […]

expand_less