Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
Program pemerintah membantu masyarakat miskin melalui program beras untuk rakyat miskin (Raskin) ternyata belum dinikmati masyarakat dengan baik. Hal itu terbukti dari investigasi wartawan di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (09/07/2011) lalu.

Berdasarkan pantauan wartawan di Batu Sondat pada saat aparat Desa Batu Sondat menyalurkan raskin, harga jual raskin tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Konfirmasi wartawan dengan beberapa warga yang sedang membeli raskin di lokasi pengambilan beras mengatakan, mereka membeli beras bersubsidi tersebut seharga Rp106. 000 per karung yang beratnya 50 kilogram tanpa pernah diberi penjelasan berapa harga perkilonya.

Sementara, harga yang tetapkan pemerintah hanya Rp1.600 per kg. Jadi apabila Rp1.600 x 50 kg = Rp80.000. Namun harga yang ditetapkan pemerintah sangat jauh berbeda dengan harga yang ditetapkan perangkat Desa Batu Sondat yakni sebesar Rp2.120 per kg. Penjualan raskin dipimpin langsung Kepala Desa Batu Sondat Herman.

Kepala Desa Batu Sondat Herman saat dikonfirmasi terkait harga raskin yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah menjawab, soal penjualan raskin ini beliau hanya meneruskan harga ataupun ketentuan yang selama ini telah berjalan di Desa Batu Sondat.

“Saya hanya meneruskan dari harga raskin yang lalu, dan masalah harga raskin ini telah kita musyawarahkan dengan masyarakat Desa Batu Sondat pada saat selesai Sholat Jumat dan semua warga menerima ataupun menyetujui harga raskin ini,” jelas Herman.

Dijelaskan Herman, Desa Batu Sondat menerima beras raskin perbulannya sebanyak 6.930 kg yang akan dibagikan kepada 520 kepala keluarga. Apabila ada raskin yang tidak diambil warga, maka beras tersebut akan disumbangkan kepada anak yatim di Desa Batu Sondat.

Namun keterangan Kepala Desa Batu Sondat Herman tidak sesuai dengan apa yang dinyatakan warga yang dikonfirmasi wartawan di Desa Batu Sondat. Salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengatakan, warga tidak pernah mengetahui adanya musyawarah terkait tentang harga raskin yang akan dibagikan di desa mereka.

“Hanya saja, pada saat kita baru selesai melaksanakan Sholat Jumat di masjid, perangkat desa ataupun Kepala Desa hanya menyampaikan bahwasanya beras raskin kita telah tiba dan bisa diambil atau dibeli di tempat yang biasa. Hanya begitu saja dari dulu, tidak lebih,” ungkapnya. (BS-026)
Sumber : .beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karut Marut Dana Desa (bagian 2)

    Karut Marut Dana Desa (bagian 2)

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Askolani Nasution   Lima tahun Dana Desa berjalan. Apa yang berubah? (1) Rapat beton bersilang di tengah perkampungan tanpa urgensi apa pun terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (2) Pertikaian masyarakat meninggi, antara mereka yang kecipratan dengan yang tidak. (3) Kesejahteraan Kepala Desa sebagian besar meningkat tajam, berbanding terbalik dengan kesejahteraan penduduk desa. Akumulasi dana […]

  • KAMI BUKAN PKI

    KAMI BUKAN PKI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kami ini bukan PKI, kami ini bukan pemberontak, kami juga bukan teroris.  Masa begini dibuat,” kata seorang ibu rumah tangga. Perempuan ini berteriak ditengah kerumunan ribuan massa yang memblokir jalan negara Lintas Sumatera di titik Desa Jambur Padang Matinggi, Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), Jum’at 22 Maret 2013. Dia berteriak bahwa […]

  • Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    Warga Desa Lancat di Lingga Bayu Dikejutkan Penemuan Mayat Ditimpa Batu Besar

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Linggabayu ( Mamdailing Online ): warga desa Lancat di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dengan penemuan mayat yang tertimpa batu di pinggiran sungai batangnatal. Penemuan mayat itu sontak membuat warga sekitar mendatangi lokasi. Dalam video yang beredar di media sosial sekujur tubuh korban tertimpa batu kecuali bagian kepala korban. Belum diketahui pasti identitas […]

  • Jika Terus Membandel, Izin PT.Palmaris Terancam Dicabut

    Jika Terus Membandel, Izin PT.Palmaris Terancam Dicabut

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina menyatakan akan tegas terhadap PT. Palmaris Raya, jika tetap membandel maka izin perusahaan itu akan dicabut. Hingga kini, perusahaan itu dinilai belum menjalankan kesepakatan tanggal 15 Desember 2008 yang dengan jelas menekankan kewajiban perusahaan menyelesaikan masalah lahan dengan warga. Amanah dari keputusan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Madina juga sudah […]

  • Setelah Sumut, Kini Sumbar Gaungkan Kemerdekaan

    Setelah Sumut, Kini Sumbar Gaungkan Kemerdekaan

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG (Mandailing Online) – Menyusul wacana Sumatera Utara merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia, kini Sumatera Barat (Sumbar) yang menggaungkan Sumbar merdeka. Lem¬baga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar kecewa kepada DPR RI yang mengesahkan RUU Desa, yang diusulkan pemerintah pusat, Rabu (18/12) lalu. Pemangku adat di Minang¬kabau ini sudah menolak RUU tersebut sejak dirancang […]

  • Legenda Si Penguasa Kerangkeng, Akankah Kebenaran Terungkap?

    Legenda Si Penguasa Kerangkeng, Akankah Kebenaran Terungkap?

    • calendar_month Minggu, 30 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Sadis! Horor! Tidak Manusiawi! Itulah sederatan kata-kata yang pastinya muncul di benak setiap orang yang telah mengetahui kasus seorang bupati salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Kisah tragis yang dikabarkan menimpa anak manusia dalam satu ruangan illegal bersama rantai kerangkeng yang sampai pemberitaan terkini belum ada […]

expand_less