Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Harga Raskin di Batu Sondat Batahan Tembus Rp2.120/Kg

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
  • print Cetak


Panyabungan,
Program pemerintah membantu masyarakat miskin melalui program beras untuk rakyat miskin (Raskin) ternyata belum dinikmati masyarakat dengan baik. Hal itu terbukti dari investigasi wartawan di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (09/07/2011) lalu.

Berdasarkan pantauan wartawan di Batu Sondat pada saat aparat Desa Batu Sondat menyalurkan raskin, harga jual raskin tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Konfirmasi wartawan dengan beberapa warga yang sedang membeli raskin di lokasi pengambilan beras mengatakan, mereka membeli beras bersubsidi tersebut seharga Rp106. 000 per karung yang beratnya 50 kilogram tanpa pernah diberi penjelasan berapa harga perkilonya.

Sementara, harga yang tetapkan pemerintah hanya Rp1.600 per kg. Jadi apabila Rp1.600 x 50 kg = Rp80.000. Namun harga yang ditetapkan pemerintah sangat jauh berbeda dengan harga yang ditetapkan perangkat Desa Batu Sondat yakni sebesar Rp2.120 per kg. Penjualan raskin dipimpin langsung Kepala Desa Batu Sondat Herman.

Kepala Desa Batu Sondat Herman saat dikonfirmasi terkait harga raskin yang tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah menjawab, soal penjualan raskin ini beliau hanya meneruskan harga ataupun ketentuan yang selama ini telah berjalan di Desa Batu Sondat.

“Saya hanya meneruskan dari harga raskin yang lalu, dan masalah harga raskin ini telah kita musyawarahkan dengan masyarakat Desa Batu Sondat pada saat selesai Sholat Jumat dan semua warga menerima ataupun menyetujui harga raskin ini,” jelas Herman.

Dijelaskan Herman, Desa Batu Sondat menerima beras raskin perbulannya sebanyak 6.930 kg yang akan dibagikan kepada 520 kepala keluarga. Apabila ada raskin yang tidak diambil warga, maka beras tersebut akan disumbangkan kepada anak yatim di Desa Batu Sondat.

Namun keterangan Kepala Desa Batu Sondat Herman tidak sesuai dengan apa yang dinyatakan warga yang dikonfirmasi wartawan di Desa Batu Sondat. Salah seorang warga yang tak mau menyebutkan namanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengatakan, warga tidak pernah mengetahui adanya musyawarah terkait tentang harga raskin yang akan dibagikan di desa mereka.

“Hanya saja, pada saat kita baru selesai melaksanakan Sholat Jumat di masjid, perangkat desa ataupun Kepala Desa hanya menyampaikan bahwasanya beras raskin kita telah tiba dan bisa diambil atau dibeli di tempat yang biasa. Hanya begitu saja dari dulu, tidak lebih,” ungkapnya. (BS-026)
Sumber : .beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 2 PAN Madina

    DCS Dapil 2 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PAN Madina

  • Masa Muda Rasululloh dan Tetes Keringat Buruh

    Masa Muda Rasululloh dan Tetes Keringat Buruh

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Ivan Aulia Hasan Hampir tidak ada riwayat dari sumber-sumber tradisional yang secara lengkap menggambarkan masa muda Nabi Muhammad. Kita memang mengetahui masa kecilnya sejak lahir hingga berusia kira-kira 8 tahun ketika ia mulai diasuh pamannya, Abu Talib bin Abdul Mutalib. Tapi periode setelah itu, di umur sekitar 12-20 tahun, gambaran yang kita […]

  • KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tiba-tiba nama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal (Madina) populer pasca debat Pilkada Madina 13 November 2020 lalu. KEK Batahan pun menjadi santapan hangat publik di media sosial-Facebook dan WhatsApp. Popularitas KEK Batahan itu melejit setelah calon wakil bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin di debat itu menyatakan bahwa KEK di Pantai […]

  • Saatnya Dunia Internasional Intervensi Militer Mesir

    Saatnya Dunia Internasional Intervensi Militer Mesir

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Dunia internasional dinilai perlu segera melakukan intervensi terhadap militer Mesir menyusul tragedi berdarah, yang hingga Rabu (14/8) telah menewaskan hingga 525 rakyat sipil. Intervensi diyakini menjadi solusi terbaik yang ada guna menghindari semakin banyaknya jumlah korban yang terus berjatuhan. “Kebiadaban militer Mesir dalam menghadapi demonstran sudah melampaui batas dan cenderung merendahkan dan mengabaikan […]

  • Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    Pemkab Madina Dihimbau Sediakan Bibit Tanaman Tumpang sari Menyelamatkan Petani Karet

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina dihimbau menyediakan bibit tanaman tumpang sari diantara tanaman karet, agar petani karet keluar dari kemiskinan. “Tanaman tumpang sari diantara tanaman karet menjadi solusi agar rakyat Madina yang mayoritas penyadap karet keluar dari kemiskinan akibat harga karet yang senantiasa anjlok,” kata pamerhati perkebunan, Anwar Sadat di Panyabungan, Kamis (22/9). Dikatakannya, […]

  • Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      NATAL ( Mandailing Online ): Nelayan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal keluhkan tak adanya perhatian Pemerintah Daerah. Kesejahtraan seolah hanya pada saat janji politi saja. Meski TPI ( tempat pelelangan ikan ) telah ada, namun tidak serta merta membantu kesejahtraan nelayan. Harga ikan hasil tangkapan nelayan tetap saja dibawah sebab tidak adanya […]

expand_less