Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

Instansi Rawan Korupsi di Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk lebih fokus memantau instansi-instansi pemerintah yang sangat rawan dengan tindakan korupsi.

Pernyataan Presiden itu disampaikan Wakil Ketua KPK M Jasin dalam keterangan pers seusai diterima oleh Presiden di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (30/11/2010). Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah menteri terkait, Jasin menyampaikan surat undangan kepada Presiden untuk membuka konferensi nasional mengenai pemberantasan korupsi yang diadakan oleh KPK, Rabu (1/12/2010).

Konferensi ini untuk memantau perkembangan laporan setiap instansi pemerintah dan lembaga pemerintah nondepartemen, bahkan BUMN, sejauh mana upaya mereka dalam pencegahan korupsi.

”Presiden menyampaikan agar sedapat mungkin dapat ditingkatkan pemberantasan korupsi di instansi-instansi yang paling rawan korupsinya, seperti di perpajakan, Bea dan Cukai, serta pengadaan barang dan jasa. Bahkan, termasuk pengadaan barang dan jasa yang dilakukan TNI pun diharapkan bisa dipantau,” ujar Jasin.

Ditanya pers, Jasin mengakui, KPK belum secara mendalam melakukan pemantauan terhadap proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan TNI. ”Kelihatannya belum. TNI juga memang belum menggunakan sistem pengadaan barang dan jasa melalui elektronik,” tambahnya, saat ditanya mengenai sistem elektronik untuk pengadaan barang dan jasa.

Jasin mengakui, sampai saat ini tercatat baru 193 instansi yang menggunakan sistem elektronik dalam pengadaan barang dan jasa. Hingga kini indikasi penyimpangan dana dalam pengadaan barang dan jasa mencapai 30-40 persen.

”Jika—katakanlah—pengadaan barang dan jasa dananya di APBN sampai Rp 400 triliun, dengan penyimpangan sampai 30 persen saja itu berarti sepertiganya dari Rp 400 triliun atau Rp 100 triliun lebih disalahgunakan. Jika hal itu bisa dicegah, akan banyak sekali dana yang bisa diselamatkan dan bisa dialokasikan untuk program kesejahteraan rakyat,” papar Jasin.

Terhadap aspek perekonomian, seperti proses perizinan dan perdagangan serta investasi, Jasin mengatakan, Presiden juga meminta KPK ikut mencegah terjadinya tindakan korupsi. ”Jika ada korupsi, hal itu akan menghambat perekonomian itu sendiri. Jadi, jangan sampai ada korupsi agar terjadi kondisi perekonomian yang sehat,” tuturnya.

Mengenai sistem penerimaan negara, Jasin menyebutkan, Presiden Yudhoyono juga meminta KPK untuk memerhatikannya. ”Mekanisme penerimaan negara yang menghasilkan APBN atau yang menghasilkan penerimaan negara ini harus dipantau dan jangan sampai bocor,” demikian dikatakan Jasin. Jasin menambahkan, dari 22 kepala daerah yang tengah diperiksa KPK, indikasi pelanggaran yang dilakukannya adalah pengadaan barang dan jasa, selain penyalahgunaan anggaran. (*)
Sumber : Tribun News

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran di Padang, 18 Bangunan Hangus

    Kebakaran di Padang, 18 Bangunan Hangus

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padang. Kebakaran hebat melanda kebakaran_di_padang_18_bangunan_hangus Sumatera Barat, Sabtu (16/7) malam. Sedikitnya 18 bangunan hangus dilalap api. Jilatan api juga mengakibatkan seorang warga menderita luka bakar. Berdasarkan keterangan saksi mata, Rudi (40), kobaran api berasal dari toko foto copy. Api dengan cepat menjalar ke bangunan lain karena pada saat yang sama angin bertiup cukup kencang. Kasi […]

  • Rancu Pendidikan

    Rancu Pendidikan

    • calendar_month Senin, 28 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Samsuri Lubis Editor / tinggal di Madina Pendidikan secara umum diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan menurut Ki […]

  • Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    Kriminalitas Meningkat, Ini Faktor Penyebabnya Versi IPW

    • calendar_month Kamis, 19 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA –- Tindak kejahatan kian marak akhir-akhir ini. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengungkapkan ada sejumlah faktor yang membuat angka kriminalitas semakin merajalela. Menurut Neta, menghilangnya patroli polisi, baik menggunakan mobil maupun motor, menjadi penyebab utamanya. Padahal, jelas dia, jika patroli tersebut rutin dilakukan petugas kepolisian, maka pelaku kejahatan akan berpikir […]

  • Pemkab Tapsel Bagi-bagi Mobil

    Pemkab Tapsel Bagi-bagi Mobil

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Walau keuangan daerah dalam keadaan “kolaps” sehingga harus melakukan pinjaman daerah untuk menutupi belanja mencapai Rp 30 miliar, namun Pemkab Tapanuli Selatan tetap mengalokasikan dan merealisasikan pengadaan kenderaan angkutan darat bermotor baik yang dialokasikan di Sekretariat DPRD maupun Sekretariat Daerah. Sukses pengadaan 12 unit mobil dinas baru kepada alat kelengkapan dan Fraksi DPRD dalam […]

  • Ini Aturan Jam Kerja PNS, Anggota Polri dan TNI selama Ramadan

    Ini Aturan Jam Kerja PNS, Anggota Polri dan TNI selama Ramadan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menyambut bulan suci Ramadan 1436, pemerintah kembali melakukan pengaturan jam kerja bagi aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, dan Polri. Ketentuan itu dituangkan dalam Surat Edaran MenPAN-RB No. 04/2015 tentang  Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan POLRI pada Bulan Ramadan. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi […]

  • Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

    Penggalangan Infaq Biaya Berobat Aldi Suphandi, Santri Berprestasi Terancam Amputasi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Damra Tua Parlindungan Siregar, SHI                 (wali kelas Aldi Suphandi Hasibuan) Setelah membaca berita utama di Malintang Pos dan Mandailing Online, opini publikpun terbentuk. Opini itu sangat urgen dalam upaya menggalang infaq bagi biaya perobatan Aldi Sphandi Hasibuan, santri cerdas dari keluarga miskin yang kini membutuhkan biaya agar kakinya tak diamputasi. Awalnya ustadz […]

expand_less