Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

ISLAM AJARAN MULIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
  • print Cetak

Kemenag secara resmi akan menghapus konten ‘radikal’ dalam 155 buku pelajaran. Penghapusan konten ‘radikal’ tersebut adalah bagian dari program Kemenag tentang penguatan moderasi beragama.

Menag Fakhrul Razi mengatakan, ajaran ‘radikal’ tersebut ditemukan pada 5 (lima) mata pelajaran yakni: Akidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, al-Quran dan Hadits serta Bahasa Arab.

Islam Sebagai Tertuduh?

Prihatin menyaksikan di negeri mayoritas Muslim justru Islam dijadikan tertuduh. Islam dideskreditkan secara sistematis oleh umat Muslim sendiri, terutama oleh Negara. Kemenag sejak tahun lalu berulang menyatakan akan merevisi buku-buku pelajaran yang mengandung muatan ‘radikalisme’ seperti jihad dan khilafah. Berulang pula aparat melakukan penyitaan buku-buku keislaman yang dianggap mengandung muatan jihad dan khilafah.

Pada awal tahun 2020, Kemenag juga berencana melakukan sertifikasi penceramah dalam rangka menangkal radikalisme. Karena banyak ditentang, akhirnya program sertifikasi mubalig ini dibatalkan dan diubah menjadi sertifikasi bimbingan teknis mubalig.

Perang melawan radikalisme juga merembet ke soal cara berpakaian dan penampilan. Sejumlah instansi Pemerintah dan kampus melarang pegawai pria berjenggot dan bercelana cingkrang serta melarang Muslimah bercadar.

Beragam narasi perang melawan radikalisme juga digencarkan melalui hasil survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey. Misalnya dengan menyebutkan prosentase ASN, guru dan dosen, mahasiswa dan pelajar SMA yang terpapar radikalisme, membela Muslim Suriah atau mendukung khilafah.

Opini ‘Islam radikal’ jelas subyektif dan berbahaya. Subyektif karena bersumber dari pandangan negatif Barat terhadap Islam. Istilah ‘Islam radikal’ ditujukan kepada kelompok-kelompok Islam yang tidak mau sejalan dengan kebijakan Barat.

Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, pernah menyatakan Islam sebagai ‘ideologi setan’ (evil ideology). Dalam pidatonya pada Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris, Blair menjelaskan ciri ‘ideologi setan’, yaitu: (1) Menolak legitimasi Israel; (2) Memiliki pemikiran bahwa syariah adalah dasar hukum Islam; (3) Kaum Muslim harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khilafah; (4) Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat.

Pernyataan Tony Blair ini jelas amat subyektif menurut pandangan Barat. Bagaimana bisa kaum Muslim menerima penjajah Israel yang sudah merampas dan membunuhi ribuan warga Palestina? Setiap Muslim yang taat pastinya juga ingin melaksanakan syariah Islam, bersatu dalam ukhuwah islamiyah dan kepemimpinan Khilafah. Mereka juga pasti akan menolak nilai-nilai liberal Barat yang sesat dan merusak.

Islam Ajaran Mulia

Menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya adalah konsekuensi keimanan seorang Muslim. Keimanannya akan menuntun dirinya untuk senantiasa taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Tidak membangkang sedikitpun terhadap aturan-Nya. Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Tidak patut bagi Mukmin dan Mukminat, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (lain) tentang urusan mereka. Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia telah tersesat secara nyata (TQS al-Ahzab [33]: 36)

Nabi saw. pun bersabda:

إِنِّي تَرَكْتُ فِيكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي

Sungguh aku telah meninggalkan dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. (HR al-Hakim).

Islam membimbing kaum Muslim dengan ajaran yang mulia. Islam pun memberikan perlindungan kepada segenap umat manusia. Kalangan non-Muslim malah diberi kesempatan melangsungkan ibadah, pernikahan dan makan-minum sesuai agama mereka.

Kewajiban jihad fi sabilillah pun meniscayakan perlindungan kepada mereka yang tak terlibat dalam peperangan seperti perempuan, orangtua dan anak-anak. Nabi saw. bersabda:

انْطَلِقُوا بِاسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ وَلاَ تَقْتُلُوا شَيْخًا فَانِيًا وَلاَ طِفْلاً وَلاَ صَغِيرًا وَلاَ امْرَأَة

Berangkatlah kalian dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah. Janganlah kalian membunuh orang yang lanjut usia, anak kecil dan wanita (HR Abu Dawud).

Sejarah Islam sejak masa Rasulullah saw. hingga Kekhilafahan banyak berisi kemuliaan terhadap umat manusia. Tak pernah terjadi pemaksaan agama Islam kepada non-Muslim. Apalagi aksi genosida terhadap kalangan di luar Islam. Sejarah menyaksikan Khilafah sepanjang sejarahnya justru menjadi payung kebersamaan untuk berbagai agama.

Reza Shah-Kazemi dalam bukunya, The Spirit of Tolerance in Islam, menjelaskan bahwa Khilafah Utsmani pernah memberikan perlindungan kepada komunitas Yahudi. Seorang tokoh Yahudi terkemuka, Rabbi Isaac Tzarfati, pernah menulis surat kepada Dewan Yahudi Eropa Tengah setelah berhasil menyelamatkan diri dari persekusi di Eropa Tengah dan tiba di wilayah Khilafah Utsmani menjelang 1453 M. Melalui suratnya, pria kelahiran Jerman itu memuji Khilafah Utsmani sebagai: “Negeri yang dirahmati Tuhan dan penuh kebaikan.” Selanjutnya dia mengaku, “Di sini (aku) menemukan kedamaian dan kebahagiaan. Kami (kaum Yahudi) tidak ditindas dengan pajak yang berat. Perniagaan kami dapat berlangsung bebas. Kami dapat hidup dalam damai dan kebebasan.”

Sejarahwan Eropa, TW Arnold, mengatakan: Ketika Konstantinopel dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan atas kaum Kristen dilarang keras. Untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan bagi Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya.

Kemuliaan ajaran Islam juga tampak saat Khilafah Utsmani memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Irlandia yang dilanda bencana kelaparan pada tahun 1847. Saat itu Khalifah Sultan Abdul Majid I mengirim bantuan berupa uang sebanyak £ 10.000—lebih dari satu juta pound pada nilai saat ini ($ 1,3 juta)—bersama tiga kapal untuk membawa makanan, obat-obatan dan keperluan mendesak lainnya ke Irlandia.

Sebaliknya, dalam buku History of Islamophobia and Anti-Islamism, disebutkan pasukan Salib Eropa yang dikerahkan Kekaisaran Bizantium dan Gereja Roma telah membunuh sekitar 70 ribu orang Islam dan Yahudi di al-Quds (Yerusalem).

Bandingkan pula dengan pembantaian yang dilakukan bangsa Eropa terhadap penduduk asli benua Amerika, Suku Indian, dan perampasan tanah mereka. Tidak kurang 50-100 juta suku Indian tewas di tangah kaum penjarah dari Eropa. Sebagian dari suku Indian itu dimusnahkan menggunakan bibit penyakit seperti typus, demam kuning hingga leptospirosis yang disebarkan oleh tikus. Di bagian Massachusetts saja, 90% penduduknya mati akibat epidemi yang dibawa oleh bangsa Eropa.

Bahaya Moderasi Islam

Moderasi ajaran Islam termasuk tindakan yang berbahaya. Langkah ini melemahkan ajaran Islam dan melepaskan keterikatan kaum Muslim pada agamanya. Moderasi ajaran Islam berarti mengambil jalan tengah. Bukan ketaatan total kepada Allah SWT. Islam moderat berarti meletakkan diri di antara iman dan kufur, taat dan maksiat, serta halal dan haram.

Di bidang akidah, moderasi ajaran Islam berarti menyamakan akidah Islam dengan agama-agama dan kepercayaan umat lain. Dalam Islam moderat tak ada kebenaran mutlak. Termasuk iman dan kufur. Semua menjadi serba relatif/nisbi. Dengan Islam moderat, kaum Muslim diminta untuk membenarkan keyakinan agama dan kepercayaan di luar Islam. Padahal Allah SWT telah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sungguh kaum kafir, yakni Ahlul Kitab dan kaum musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah makhluk yang paling buruk (TQS al-Bayyinah [98]: 6).

Dengan moderasi Islam, kaum Muslim juga dipaksa untuk menolerir gaya hidup bebas seperti perzinahan, LGBT, pornografi, dsb.

Alhasil, moderasi ajaran Islam adalah cara penjajah untuk melumpuhkan kaum Muslim. Kaum imperialis dulu dan sekarang paham bahwa faktor pendorong perlawanan umat Muslim terhadap rencana jahat mereka adalah kecintaan dan ketaatan secara total pada Islam. Selama umat Islam bersikap demikian, makar mereka akan selalu dapat dipatahkan. Namun, jika umat Islam telah melepaskan diri dari Islam kaffah, lalu memilih jadi umat yang moderat, maka mudah bagi para penjajah untuk melumpuhkan dan selanjutnya merusak umat ini. Karena itu langkah deradikalisasi ajaran dan sejarah Islam adalah tindakan berbahaya dan manipulatif.

Fakta sejarah memperlihatkan bahwa jihad dan khilafah adalah kata kunci perlawanan kaum Muslim terhadap imperialisme yang dilakukan Barat terhadap negeri-negeri kaum Muslim. Pahlawan nasional seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, KH Zainal Mustofa di Tasikmalaya, Panglima Besar Soedirman dan Bung Tomo bergerak mengobarkan perlawanan terhadap kaum penjajah karena dorongan iman dan jihad. Perjuangan rakyat Aceh melawan Belanda juga mendapat bantuan besar dari Khilafah Utsmani.

Tampaknya inilah yang mengusik sejumlah orang yang khawatir jika kaum Muslim menyadari kembali jatidirinya dan akar sejarahnya, akan muncul marwah mereka sebagai umat terbaik.

Dicopy dari : Buletin Kaffah, No. 149
(18 Dzulqa’dah 1441 H – 10 Juli 2020 M)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video Camat dan Desa Kelurahan se Kecamatan Tambangan Ucap Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    Video Camat dan Desa Kelurahan se Kecamatan Tambangan Ucap Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Klik di sini >>>  VID-20210724-WA0033

  • Tapsel alami defisit Rp92 M

    Tapsel alami defisit Rp92 M

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda, diminta untuk berpikir jernih melihat kondisi anggaran daerah Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) yang mengalami defisit Rp92 miliar. Hal itu disampaikan Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu. Dijelaskan, persoalan defisit Rp92 miliar ini merupakan masalah pelik yang penyelesaiannya butuh waktu panjang, pikiran dan tenaga. “Karenanya dibutuhkan kesadaran dan kebersamaan seluruh […]

  • MAREDANG-EDANG

    MAREDANG-EDANG

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Moechtar Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution Forum Lintas Studi Tulila*   … Di bawah langit Mandailing yang mulai meranum oleh senja, ada satu kata yang selalu berhasil mengetuk pintu ingatan paling hangat di dada yakni “maredang-edang”. Apa artinya? Bagi orang luar atau telinga modern yang terbiasa dengan istilah-istilah perkotaan, kata ini mungkin terdengar sederhana bahkan membingungkan—hanya sebatas padanan […]

  • Pemagaran TPU Belum Selesai

    Pemagaran TPU Belum Selesai

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) dari Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga sampai sekarang ini masih banyak yang belum selesai. Padahal, diduga proyek tersebut sudah habis masa kontraknya.(MB)

  • Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    Warga 4 Desa di Natal vs PT.DIS, Bupati Harus Progresif Memediasi

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Bupati Madina diminta lebih progresif memediasi antara 4 desa di Kecamatan Natal dengan PT. DIS agar kebun plasma yang tak terrealisasi besalan tahun, bisa tuntas. Dan, konflik antara warga Sikara-Kara, Buburan, Bintuas dan Sundutan Tigo dengan PT.DIS bukanlah persoalan yang rumit jika ada kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikannya. Yakni kemauan yang […]

  • Antisipasi Banjir, Warga Minta Sungai Aek Mata Panyabungan di Dikeruk

    Antisipasi Banjir, Warga Minta Sungai Aek Mata Panyabungan di Dikeruk

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Diawal  musim penghujan ini, warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai aek mata mulai khawatir banjir, kekawatiran itu akibat terjadinya pendangkalan dan tunpukan sampah di sungai aek mata. Memang ketika musim penghujan tiba, sejumlah pemukiman warga di sepanjang sungai aek mata selalu menjadi langganan banjir. Ini yang membuat Sobir warga pasar […]

expand_less