Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

KAIN SARUNG DI PEMKAB MADINA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
  • print Cetak

Warga Miyanmar yang mayoritas Budha juga memakai kain sarung

 

Catatan : Dahlan Batubara

Di India yang mayoritas Hindu. Kain sarung disebut lungi, phanek, mundu, kaili, saaram, vetti. Perbedaan penggunaan istilah ini tergantung pada daerah-daerah di India.

Selain pakaian sehari-hari, juga untuk acara perayaan keagamaan.

Di Sri Langka, juga mayoritas Hindu. Penggunaan kain sarung lebih didominasi pria. Sebenarnya ada juga perempuan. Kain sarung yang dipakai perempuan disebut Redda.

Bahkan, digunakan oleh pejabat negara. Sebagai pakaian yang menunjukkan nilai kerendahan hati. Sekaligus nasionalisme mereka. Karena kain sarung dianggap sebagai pakaian nasional Sri Lanka.

Di Miyanmar, mayoritas Budha, juga berbudaya kain sarung. Sehari-hari. Lelaki, pun perempuan. Di negara yang “mengusir” muslim Rohingya ini, kain sarung dikenal dengan istilah Longji atau Longyi.

Pria Miyanmar menyimpan dompet di kaos dalam. Rokok dan mancis juga di kaos dalam. HP diselipkan di Longyi bagian belakang. Dekat pinggul.

Orang Somalia di Afrika menjadikan kain sarung pakaian sehari-hari. Di manapun Anda di Somalia, pasti melihat orang-orang banyak memakai kain sarung.

Di Afrika Timur, disebut Kanga. Digunakan perempuan Afrika. Kikoy digunakan pria Afrika.

Di Madagascar, disebut Lamba.

Di area Arabian Peninsula, kain sarung dikenal dengan istilah futah, izaar, wizar, ma’waz. Sarung sering digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Sebagai bawahan. Atau pakaian tidur. Atau kaftan.

Di Malaysia, Kain Pelikat. Sabok jika yang dipakai perempuan. Tapeh untuk yang dipakai pria.

Di Indonesia. Penduduk di desa-desa masih banyak yang memakai kain sarung. Tetapi kaum milenial-nya sehari-hari sudah celana panjang. Hanya pakai sarung kalau ke masjid.

Santri di banyak pesantren juga pakai sarung. Sehari-hari.

Di Pemkab Madina. Pegawai pria diharuskan memakai kain sarung. Tiap hari Jum’at. Berdasar peraturan daerah tentang Busana Muslim. Dimulai sejak Jum’at (15/3/2019).

Di Al-Qur’an, seingat saya, tak disebutkan kain sarung sebagai busana muslim.

Apakah kain sarung menyebabkan meningkatnya taqwa? Apakah meningkatkan pelayanan birokrasi?

Apakah menurunkan korupsi?

Apakah. Apakah. Apakah.

Di desa-desa terisolir di Madina. Yang jumlahnya puluhan desa itu. Jalannya masih jenis tanah. Menanjak. Becek kalau hujan. Sulit dilalui kenderaan. Membawa hasil pertanian setengah mati. Membawa sembako ke sana setengah mati. Sampai-sampai masuk ke dalam prioritas di visi misi pemerintah daerah.

Sampai kini. Sampai kini. Sampai kini.

Sampai kini belum juga ada kabar datangnya beko dan buldozer. Kabarnya belum juga diaspal. Walau masa priode sudah nyaris berakhir. Warga masih belum “merdeka”.

Walau warganya sejak dulu tetap konsisten memakai kain sarung.***

 

Sumber tambahan : sarungatlas.co.id

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun. Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam. Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, […]

  • Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    Pemkab Madina Gagal Tertibkan Penambang Liar

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Meski menimbulkan protes dari masyarakat, namun pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sepertinya ‘membiarkan’ tambang emas tradisional liar itu beroperasi. Soalnya, penambang masih melakukan aktivitasnya di lokasi tambang. Informasi dihimpun METRO, Senin (14/2) dari sejumlah warga, tambang emas masih sulit dihentikan kegiatannya karena beberapa warga sudah menikmati hasil dari tambang tersebut. Disusul dana penertiban penambang […]

  • Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Pemerhati Umat “Amin kita sama, tapi iman kita berbeda”, begitu kira-kira semboyan generasi milennial dan generasi z dalam mewacanakan kehidupan mereka dalam bingkai liberalisasi beragama. Bebasnya interaksi pergaulan lawan jenis menempatkan hubungan perasaan pada batasan yang sudah melewati rambu rambu akidah. Tak sedikit dari milenial maupun gen z menyatukan perbedaan keyakinan tersebut […]

  • Marpenong-Penong Jolma Nalenong

    Marpenong-Penong Jolma Nalenong

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Zaman sannarion bahatmada jolma nalupa tu ajaran ni ompunta naparjolo sunduti dohot ajaranni ugamonta nasalalu ituturkon guru, harani bahat namarpenong-penong songon namabahattu mangan pining nacapot, hasidunganna eal, margorak-gorak idaia supping ni halak pala mardalan marjereng-jereng angke madung antong lenong tile. Salaludo antong dituturkon ompunta nadung parjolo mulak tu rahmat ni Tuhani ulang ning ibana ipasahat […]

  • Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    • calendar_month Senin, 28 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak tiga keluarga yang terpisah selama ratusan tahun telah berhasil ditemukan di Mandailing Natal. Tiga keluarga keturunan Mandailing di Malaysia di akhir tahun 2016 ini mencari kampung halaman leluhurnya di tanah Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang sekarang masuk dalam peta administrasi Kabupaten Mandailing Natal. “Alhamdulillah, kampung ketiga keluarga itu telah […]

  • Dua Kandidat Bersaing Jelang Muscam Golkar MBG

    Dua Kandidat Bersaing Jelang Muscam Golkar MBG

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINGKUANG (Mandailing Online) – Dua kandidat muncul menjelang musyawarah kecamatan (Muscam) Partai Golkar di Kecamatan Muara Batang Gadis pada Minggu (26/9) besok. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Madina Arsidin Batubara kepada Mandailing Online di Singkuang, Muara Batang Gadis, Sabtu (25/9). Kedua kandidat tersebut adalah Maspaluddin Daulay dari Desa Singkuang I dan Asmaul […]

expand_less