Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

“Kami Sudah Bosan Dengan Janji”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
  • print Cetak
seorang warga memandu supir agar ban mobil tak terperosok di jembatan Desa Air Apa, Sinunukan

Seorang warga memandu supir agar ban mobil tak terperosok di jembatan Desa Air Apa, Sinunukan

SINUNUKAN (Mandailing Online) – Jembatan sudah mengancam nyawa manusia, mengancam kenderaan yang lewat. Akibatnya warga Sinunukan Mandailing Natal mengungkapkan kekecewaan.

Menurut warga, jembatan itu sudah menahun rusak. Kayu lantainya lepuk. Kenderaan roda empat sering terperosok. Padaha jembatan itu urat nadi ekonimi dan urat nadi sosial warga di Kecamatan Sinunukan.

Kekecewaan itu muncul sekitar sepekan pasca kunjungan bupati Madina memantau jembatan di kilometer 12 Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan itu pekan lalu. Warga mengungkapkan, bahwa di hadapan warga bupati berjanji memerintahkan kepala Dinas PU Madina segera memperbaiki jembatan itu.

Kekecewaan itu diluapkan warga di Facebook melalui akun Eko Purnomo yang diposting 6 September 2016. Postingan itu mendapat banyak komentar, termasuk dari kalangan anggota DPRD Madina.

Inilah ungkapan kekecewaan warga itu : “Buat para bapak bapak pejabat yg ada diatas sana, kami tidak butuh yg namanya janji karena kami sudah bosan dengan janji”.

“Kami tidak butuh dengan sumpah karena kami sudah muak mendengar sumpah serapah. Saat ini yg kami butuhkan BUKTI DAN KERJA NYATA”.

“Untuk apa anda jauh jauh dari sana kalau cuma tebar pesona, Memberi angin syorga, Menina bobokkan kami dengan janji janji, Sementara urat nadi kami tergantung kondisi jembatan ini.”

Tolong…Sesaat saja anda pikirkan, andaikan ditempat bapak bapak seperti yg kami rasakan?? Apakah bapak senang? Apakah bapak bisa tenang? Apakah bapak masih bisa tidur nyenyak .

“Kondisi terkini jembatan Batang bangko desa Airapa kec sinunukan paska kunjungan bupati beserta anggota DPRD madina.”

Sementara itu, Kepala Dinas PU Madina, Syahruddin Nasution, ST menjawab wartawan pekan lalu menyatakan bahwa bupati Madina telah memerintahkannya memperbaiki jembatan itu.

Saat ini pihaknya sedang melakukan penghitungan biayanya. Dananya direncanakan bersumber dari Dana Tak Terduga (Dana TT) Pemda Madina dan dana talangan dari sejumlah perusahaan di Pantai Barat.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat   Viralnya sejumlah mural yang dijadikan sebagian rakyat untuk menyuarakan kritikannya malah ditanggapi para penggawa negeri dengan penghapusan dan tindakan hukum bagi pembuatnya. Nampaknya bersuara lewat senipun di negeri demokrasi terus di bungkam.  Sungguh ini sangat bertolak belakang dengan jargon negeri ini yang katanya menjunjung tinggi […]

  • Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    Kapolres Tak Akan Tuntut Warga Sipolu-polu

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 14Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan pihaknya tidak akan menuntut warga yang melakukan pelemparan terhadap Pos Lantas dan Mapolsek Panyabungan. Bahkan pihaknya akan terus menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan khususnya dan masyarakat Madina secara umum dalam menjaga kamtibmas. Itu disampaikan kapolres pada acara silaturahmi […]

  • Kades Jambur Baru Riswan Haedy Terjerat Pencemaran Nama Baik Dengan Warganya Berujung Damai

    Kades Jambur Baru Riswan Haedy Terjerat Pencemaran Nama Baik Dengan Warganya Berujung Damai

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Riswan Haedy Kades Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal kembali menjadi sorotan. Setelah kasus perusakan aset daerah. Kini ia terjerat kasus pencemaran nama baik. Sesuai kronologis kejadian dari Polsek Batangnatal, bahwa Kades Riswan Haedy lewat media sosial chat WhatsApp menuding keluarga Erisandi Nasution pengedar narkoba. Kasus ini pun dilaporkan Erisandi Nasution ke […]

  • Dana Desa Kampung Padang di Madina 2025: Pagu Rp965 Juta, Realisasi Baru Rp661 Juta

    Dana Desa Kampung Padang di Madina 2025: Pagu Rp965 Juta, Realisasi Baru Rp661 Juta

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan|| Mandailing Online – Realisasi Dana Desa Kampung Padang,Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal tahun 2025 baru mencapai Rp661.673.400 dari total pagu Rp965.871.000. Artinya masih ada sisa Rp304.197.600 atau 31,5% yang belum disalurkan hingga akhir tahun anggaran. Data ini terungkap dari laporan penyaluran dana desa tahap 1 dan 2. Dari total realisasi, Tahap Satu tersalur Rp478.123.400 […]

  • Suheri-Atikah Pasangan Ideal Ubah Konstlasi Pilkada Madina

    Suheri-Atikah Pasangan Ideal Ubah Konstlasi Pilkada Madina

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Bupati Madina yang saat ini menjabat Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution membuat kejutan baru. Pertemuannya dengan Atikah Asmi Utammi Nasution, Selasa (11/2/2020) mengindikasikan keduanya akan maju sebagai calon bupati/wakil bupati yang mengubah konstlasi Pilkada 2020. Pertemuan Sukhairi-Atikah ini memiliki potensi perubahan jagat Pilkada Madina karena kedua figur ini […]

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    Oleh: Basyral Hamidi Harahap Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang)kemudian dipandang sebagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar terjadi pada tahun 1840-an. […]

expand_less