Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Harga Karet Tocom 4 November Anjlok Kembali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
  • print Cetak

 
Aksi profit taking masih terus berlangsung pada perdagangan karet di sebagian bursa komoditas internasional hingga memicu penurunan harga yang signifikan.

Harga karet Tocom dan juga Shanghai akhir perdagangan hari Rabu (4/11/2020) anjlok ke posisi terendah 2 pekan.

Penurunan di Tocom (Tokyo Commodity Exchange) ini diperkirakan akan berdampak pada penurunan harga karet di Indonesia termasuk Mandailing Natal (Madina) yang sudah mencapai kenaikan dalam tiga pekan terakhir.

Penjualan Kamis kemarin (5/11/2020) di Panyabungan harga karet mencapai Rp. 9.500 hingga Rp 10.000 per Kg. Dua pekan sebelumnya harga memulai lonjakan ke level Rp9.800 hingga Rp 10.500 per Kg, naik dari bulan sebelumnya yang masih di kisaran Rp 7.500 sampai Rp 8.000 per Kg.

Penurunan harga karet Tocom posisi 4 November 2020 ini merupakan yang terburuk sejak 1 Desember 2008. Hanya harga karet di Sicom (Singapore Commodity Exchange) yang masih menguat merespon pergerakan optimis harga minyak mentah.  

Aksi profit taking sudah berlangsung selama 4 sesi berturut dan sepertinya masih ada investor besar yang mau mendapat keuntungan besar. Pekan lalu harga karet di bursa SHFE dan Tocom melompat tinggi ke posisi tertinggi 3 tahun lebih, kemudian terpangkas cukup signifikan. 

Harga karet Tocom di bursa Osaka untuk kontrak paling ramai yaitu kontrak bulan Maret 2021 akhir perdagangan sesi sore ditutup anjlok 20,00 yen atau 8,69% ke posisi 210.2 yen per kg, terburuk dalam 12 tahun.  Sempat bergerak tinggi ke posisi 225,9 setelah dibuka pada  posisi 224,8.

Harga karet di bursa Shanghai (SHFE), khusus untuk kontrak bulan Januari 2021 ditutup turun 420 poin atau 2,7% ke posisi 14850 yuan. Untuk harga karet di bursa Singapura – Sicom,  kontrak yang sedang ramai diperdagangkan yaitu kontrak bulan Januari 2021  ditutup menguat US$1,8 atau 1,19% dari harga sesi sebelumnya ke posisi 153,0.  

Sebelumnya, fundamental karet menguat setelah India melaporkan meningkatnya permintaan dari produksi ban yang memicu meningkatnya permintaan karet di pasar global. Sebagai informasi, India merupakan negara konsumen terbesar dunia kedua setelah China. Pekan lalu  China juga laporkan adanya peningkatan dalam industri otomotif negeri tersebut.

Sumber : Vibiznews
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang Produktif ala LBP dalam Perspektif Islam

    Utang Produktif ala LBP dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui utang Indonesia mencapai Rp 7.000 triliun. Meskipun begitu, Luhut menegaskan utang tersebut merupakan utang produktif. “Kalau ada yang bilang utang Rp 7.000 triliun, benar tapi utang produktif. Seperti jalan tol ini (Tol Serang-Panimbang) akan dikembalikan sendiri,” […]

  • Kadin Madina : Mendorong Pelaku Usaha Hingga Penguatan Ekonomi Kreatif

    Kadin Madina : Mendorong Pelaku Usaha Hingga Penguatan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Malam ini, Rabu (25/10/2017) Kadin Madina akan dilantik bertempat di aula Hotel Rindang, Panyabungan. Lalu, apa langkah-langkah dan program yang akan dicuatkan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) ke depan? Ketua Kadin Madina, Sobir Lubis dalam satu wawancara dengan wartawan, Rabu padi mencuatkan berbagai item program yang akan disiapkan dan disusung Kadin ke depan dalam […]

  • Turnamen Catur Piala Bupati Madina Usai

    Turnamen Catur Piala Bupati Madina Usai

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyerahan tropy dan hadiah Turnamen Catur Piala Bupati Madina yang dilaksanakan Percasi Madina resmi diserahkan kepada para pemenang, Senin (30/12/2013) di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Turnamen catur tingkat lopo (kedai kopi) se Madina ini yang diikuti 196 pecatur dari 20 kecamatan di Mandailing Natal ini berlangsung dari tanggal 23 hingga 28 […]

  • Pj Kades Rumbio Nekat Kangkangi Surat Edaran Bupati Madina

    Pj Kades Rumbio Nekat Kangkangi Surat Edaran Bupati Madina

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Pj Kepala Desa Rumbio, Kecamata Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) nekat kangkangi surat edaran Bupati tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Kepala Desa Rumbio Borkat Parlagutan Lubis telah mengganti Perangkat Desa nya secara sepihak tanpa kordinasi dengan pihak Kecamatan sesuai dengan surat edaran Bupati Madina. Dalam surat edaran tersebut secara […]

  • Pria Paruh Baya Tewas Diduga Dihajar Dilokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal di Runding

    Pria Paruh Baya Tewas Diduga Dihajar Dilokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal di Runding

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Seorang pria paruh baya tewas diduga dihajar di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik haji Endang di desa Runding, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) . Kades Runding Abdullah Amin yang dikonfirmasi mengaku, saat ditemukan pria tersebut sudah babak belur dilokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal milik Haji Endang […]

  • Ratusan Satpol PP Pemkot Binjai Membakar Kantornya Sendiri

    Ratusan Satpol PP Pemkot Binjai Membakar Kantornya Sendiri

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI : Ratusan petugas Satpol PP Pemkot Binjai mengamuk dan membakar kantornya sendiri di Jl Jambi, Kelurahan Rambung Timur, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Kamis sore, 10 Maret 2011. Aksi ini merupakan buntut kemarahan ratusan anggota Satpol PP akibat dipecat oleh Pemkot Binjai dengan alasan tidak mampu membayar gaji pegawai honorer dilingkungan […]

expand_less