Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

PLTP Sorik Marapi Akan Beroperasi Tahun Ini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2019
  • print Cetak

Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Salak. Foto JIBI/Rachman/Binsis.com

 

JAKARTA (Mandailing Online) Tiga pembangkit listrik tenaga panas bumi akan beroperasi komersial pada tahun ini.

Salah satu diantaranya adalah PLTP Sorik Marapi unit I berkapasitas 45 MW di Mandailing Natal (Madina). Dua lagi PLTP Muaralaboh unit I berkapasitas 80 MW, dan PLTP Sokoria unit I berkapasitas 5 MW.

Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ida Nuryatin Finahari, Selasa (14/5/2019) mengatakan beroperasinya tiga PLTP tersebut akan menambah pemanfaatan kapasitas total terpasang energi panas bumi di Indonesia.

Saat ini pemanfaatan kapasitas total terpasang energi panas bumi di Indonesia adalah sebesar 1.948,5 Mega Watt (MW).

Berdasarkan eksplorasi, potensi panas bumi di tiga wilayah kerja tersebut sebenernya jauh lebih besar daripada PLTP yang akan dipasang. Adapun wilayah kerja panas bumi (WKP) Muaralaboh memiliki potensi 220 MW, WKP Sorik Merapi memiliki potensi 240 MW, dan WKP Sokoria 30 MW.

Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan panas bumi berdasarkan hasil eksplorasi memang menjadi tantangan sendiri bagi pengembang. Sebab, tidak selamanya, WKP yang dimaksud akan menghasilkan energi panas bumi sebesar hasil survey. Pengembang pun membutuhkan waktu cukup lama yakni kira-kira hingga tujuh tahun lamanya untuk menggali setiap sumur yang berpotensi menghasilkan panas bumi sebagai energi pembangkitan.

“Jadi memang itu tantangan karena risiko eksplorasi tadi meskipun ada studi kira-kira sumbernya ada di sini tapi keberhasilan eksplorasi itu sendiri 50% ada dan 50% tidak dari studi awal itu,” katanya.

Kementerian ESDM pun setidaknya telah memiliki sembilan daftar WKP yang bisa dieksploitasi dengan kapasitas total pengembangan 1.262 MW. Wilayah kerja tersebut yakni WKP Sungai Penuh 110 MW, Lumut Balai 225 MW, Hululais 165 MW, Cibuni 10 MW, Tabanan 65 MW, Tulehu 7 MW, Muaralaboh 220 MW, Rantau Dedap 220 MW, Sorik Merapi 240 MW.

Sementara, ada 22 WKP yang sudah dieksplorasi dengan rencana pengembangan total 1.745 MW. Wilayah kerja itu yakni Arjuno Welirang 185 MW, Atadei 10 MW, Baturaden 220 MW, Blawan Ijen 110 MW, Candi Umbul Telomoyo 55 MW, Danau Ranau 40 MW, Gunung Lawu 110 MW, Gunung Rajabasa 220 MW, Gunung Sirung 5 MW, Gunung Talang – Bukit Kili 20 MW, Gunung Tangkuban Perahu 60 MW, Gunung Ungaran 55 MW, Jaboi 10 MW, Kaldera Danau Banten 110 MW, Kepahiang 110 MW, Oka-ile Ange 10 MW, Saulawah Agam 110 MW, Sokoria 30 MW, Songa Wayaua 10 MW, Tampomas 45 MW, Telaga Ngebel 165 MW, dan Way Ratai 55 MW.

“Yang masih dalam tahap eksplorasi banyak sekali,” katanya.

Sumber : Bisnis.com (https://ekonomi.bisnis.com/read/20190515/44/922929/3-pembangkit-geotermal-siap-beroperasi-komersial-tahun-ini#)

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pecandu Batu Akik Menurun

    Pecandu Batu Akik Menurun

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Peminat batu akik menurun di Madina sejak 3 bulan terakhir. Sebelumnya, demam terhadap batu cincin ini sangat meriah di Madina (Mandailing Natal) ditandai dengan menjamurnya unit-unit penjualan dan tukang asah batu akik di seantro Madina yang selalu diramaikan oleh pengunjung tiap hari. “Demam batu akik cuma sekitar setahun aja, kini […]

  • Rehab Pustu Pastab Jae Bertukar Lokasi?

    Rehab Pustu Pastab Jae Bertukar Lokasi?

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tak diketahui dimana letak kelirunya. Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pastep Jae Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal dipugar. Padahal di plang merek proyek tertulis Pustu Desa Pastap Julu. Pantauan Mandailing Online, sejumlah pekerja sedang bekerja melakukan perehaban Pustu Desa Pastap Jae.  Sementara plang merek bertuliskan atas nama Dinas Kesehatan Mandailing Natal memampangkan Pustu […]

  • Netralitas moderator debat kedua capres diragukan?

    Netralitas moderator debat kedua capres diragukan?

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kubu pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, La Nyalla Mataliti, mempertanyakan dipilihnya Ahmad Erani Yustika sebagai moderator debat edisi kedua. Debat yang akan bertemakan Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial itu akan digelar besok, Minggu 15 Juni 2014. La Nyalla mengatakan, Ahmad Erani Yustika selama ini dikenal sebagai dosen Universitas […]

  • Intimidasi wartawan, Kajati Sumut layak dicopot

    Intimidasi wartawan, Kajati Sumut layak dicopot

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), AK Basuni Masyarif pantas dicopot dari jabatannya karena telah melakukan upaya intimidasi terhadap wartawan 2 orang Waspada Online saat melakukan konfirmasi atas penyidikan kasus korupsi yang ditangani Kejati Sumut. Intimidasi dan ancaman yang dilakukan Kajati Sumut, AK Basuni dan juga Asisten Intel (Asintel) Kejati Sumut, Andar Perdana […]

  • Jalan Alternatif Gunung Tua Penyelamat Arus Mudik

    Jalan Alternatif Gunung Tua Penyelamat Arus Mudik

    • calendar_month Jumat, 17 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Puncak arus mudik lebaran yang mulai sejak Kamis kemarin, mulai menyebabkan antrian panjang di di jalur Lintas Tengah Sumatera titik Desa Gunung Tua,Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) akibat jembatan sementara Rantopuran terlalu sempit. Pantauan MO, Jum’at (17/8), antrian kenderaan dari arah Jawa jenis penumpan umum, truk dan mobil pribadi terlihat mengantri memanjang mulai […]

  • Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    Ketika Anatra Tak Hiraukan Nyawa Penumpang, Siapa Bertangungjawab?

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kecelakaan demi kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang angkutan umum Anatra di Mandailing Natal (Madina) terus terjadi. Jika dirunut, kecelakaan umumnya terjadi di pagi jam berangkat anak-anak ke sekolah, siang aplusan murid sekolah dan sore pulang sekolah. Dan para korban, selain penumpang dewasa dan kenderaan lain yg kontra dengan Anatra, juga didominasi pelajar. Peristiwa Anatra meneyeruduk […]

expand_less