Senin, 20 Apr 2026
light_mode

PLTP Sorik Marapi Akan Beroperasi Tahun Ini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2019
  • print Cetak

Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Salak. Foto JIBI/Rachman/Binsis.com

 

JAKARTA (Mandailing Online) Tiga pembangkit listrik tenaga panas bumi akan beroperasi komersial pada tahun ini.

Salah satu diantaranya adalah PLTP Sorik Marapi unit I berkapasitas 45 MW di Mandailing Natal (Madina). Dua lagi PLTP Muaralaboh unit I berkapasitas 80 MW, dan PLTP Sokoria unit I berkapasitas 5 MW.

Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ida Nuryatin Finahari, Selasa (14/5/2019) mengatakan beroperasinya tiga PLTP tersebut akan menambah pemanfaatan kapasitas total terpasang energi panas bumi di Indonesia.

Saat ini pemanfaatan kapasitas total terpasang energi panas bumi di Indonesia adalah sebesar 1.948,5 Mega Watt (MW).

Berdasarkan eksplorasi, potensi panas bumi di tiga wilayah kerja tersebut sebenernya jauh lebih besar daripada PLTP yang akan dipasang. Adapun wilayah kerja panas bumi (WKP) Muaralaboh memiliki potensi 220 MW, WKP Sorik Merapi memiliki potensi 240 MW, dan WKP Sokoria 30 MW.

Menurutnya, keberhasilan pemanfaatan panas bumi berdasarkan hasil eksplorasi memang menjadi tantangan sendiri bagi pengembang. Sebab, tidak selamanya, WKP yang dimaksud akan menghasilkan energi panas bumi sebesar hasil survey. Pengembang pun membutuhkan waktu cukup lama yakni kira-kira hingga tujuh tahun lamanya untuk menggali setiap sumur yang berpotensi menghasilkan panas bumi sebagai energi pembangkitan.

“Jadi memang itu tantangan karena risiko eksplorasi tadi meskipun ada studi kira-kira sumbernya ada di sini tapi keberhasilan eksplorasi itu sendiri 50% ada dan 50% tidak dari studi awal itu,” katanya.

Kementerian ESDM pun setidaknya telah memiliki sembilan daftar WKP yang bisa dieksploitasi dengan kapasitas total pengembangan 1.262 MW. Wilayah kerja tersebut yakni WKP Sungai Penuh 110 MW, Lumut Balai 225 MW, Hululais 165 MW, Cibuni 10 MW, Tabanan 65 MW, Tulehu 7 MW, Muaralaboh 220 MW, Rantau Dedap 220 MW, Sorik Merapi 240 MW.

Sementara, ada 22 WKP yang sudah dieksplorasi dengan rencana pengembangan total 1.745 MW. Wilayah kerja itu yakni Arjuno Welirang 185 MW, Atadei 10 MW, Baturaden 220 MW, Blawan Ijen 110 MW, Candi Umbul Telomoyo 55 MW, Danau Ranau 40 MW, Gunung Lawu 110 MW, Gunung Rajabasa 220 MW, Gunung Sirung 5 MW, Gunung Talang – Bukit Kili 20 MW, Gunung Tangkuban Perahu 60 MW, Gunung Ungaran 55 MW, Jaboi 10 MW, Kaldera Danau Banten 110 MW, Kepahiang 110 MW, Oka-ile Ange 10 MW, Saulawah Agam 110 MW, Sokoria 30 MW, Songa Wayaua 10 MW, Tampomas 45 MW, Telaga Ngebel 165 MW, dan Way Ratai 55 MW.

“Yang masih dalam tahap eksplorasi banyak sekali,” katanya.

Sumber : Bisnis.com (https://ekonomi.bisnis.com/read/20190515/44/922929/3-pembangkit-geotermal-siap-beroperasi-komersial-tahun-ini#)

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Resmikan Air Bersih Masjid

    Bupati Madina Resmikan Air Bersih Masjid

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasuton didampingi Mudir Ponpes Mustofawiyah Purba Baru, H Mustofa Bakhri meresmikan penggunaan sarana air bersih masjid Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu. Selama ini air bersih untuk berwuduk menjadi kendala bagi penduduk setempat dalam melaksanakan ibadah solat. “Hal ini merupakan bukti kerjasama yang baik antara masyarakat dengan […]

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Kasus Taman Raja Batu

    Mahasiswa Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka Kasus Taman Raja Batu

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rahman Simanjuntak saat melakukan orasi di depan kantor Kejatisu, Kamis (4/7). (foto : Ima Tabagsel)   MEDAN (Mandailing Online) : Mahasiswa kembali berunjukrasa di Kejatisu, menuntut penetapan nama-nama tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Madina. Unjukrasa dengan massa sekitar 600 orang itu dimotori Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (Ima […]

  • Muhammadiyah: Ada Sejarah Panjang di Balik Lahirnya UU Perkawinan

    Muhammadiyah: Ada Sejarah Panjang di Balik Lahirnya UU Perkawinan

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Republika Online, JAKARTA — Alasan pengajuan judicial review terhadap pasal 2 ayat 1 UU No 1/1974 tentang Perkawinan dinilai tak berdasar. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpendapat, para pemohon uji materi tersebut tidak paham akan posisi agama dalam konstitusi. “Ada sejarah yang panjang di balik lahirnya UUP 1974. Tidak ada hak konstitusi warga yang dirugikan oleh aturan […]

  • Bendungan Pasir Putih Genangi Kebun Sawit

    Bendungan Pasir Putih Genangi Kebun Sawit

    • calendar_month Sabtu, 5 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Bendungan untuk program percetakan sawah di Desa Pasir Putih Kecamatan Batahan Kabupaten Mandaling Natal (Madina) dikeluhkan oleh petani sawit, pasalanya air bendungan malah menggenangi areal kebun. “Ratusan hektar kebun sawit masyarakat terendam air akibat luapan dari bendungan ini, padahal sebelum ada bendungan ini lahan perkebunan di daerah ini tidak pernah tergenangi […]

  • Semua Elemen Menerima Kemenangan Hidayat-Dahlan

    Semua Elemen Menerima Kemenangan Hidayat-Dahlan

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Coblos ulang Pilkada Mandailing Natal (Madina), Ahad (24/04/2011), dinilai salah satu proses demokrasi di Indonesia yang berjalan damai, jujur dan adil (Jurdil) dan Langsung Umum Bebas Rahasia (Luber) serta berjalan tanpa pelanggaran sedikitpun. Itu disampaikan politisi PKB M Jafar Suheri Nasution di Panyabungan, Senin (25/04/2011). Ia juga menilai bahwa masyarakat Madina telah dewasa berdemokrasi […]

  • The Scary Khilafah

    The Scary Khilafah

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Emha Ainun Najib Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah. Maka pekerjaan utama sejarah dunia adalah: dengan segala cara memecah […]

expand_less