Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Kelakuan Para Pemuda Membuatku Menangis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati Generasi Muda tinggal di Barus

Hari ini aku termenung melihat para pemuda yang sangat sekuler dan individualis. Bagaimana tidak, banyak dari mereka dalam pergaulannya suka sekali melemparkan kata-kata yang tidak pantas dan tidak layak untuk diucapkan oleh seorang muslim. Kata-kata yang mereka keluarkan itu adalah kata-kata kotor dan menjijikkan. Tetapi hal itu dianggap lumrah dan menjadi bahasa sayang kata mereka. Dan ini semua mereka dapatkan awalnya dari tontonan dan publik figur.

Sungguh sedih sekali hati ini melihat kelakuan para pemuda hari ini. Aku menangis dan tak mampu berkata-kata saat mereka melemparkan semua ucapan itu. Rasanya telingaku panas dan hatiku hancur berkeping-keping sehingga membuatku sedih sekali sampai aku ingin meneteskan air mata jikalau mendengarkan perkataan mereka itu.

Bukan itu saja.

Setiap malam aku juga menyaksikan para anak muda berbaris-baris untuk bermain game online di jembatan dekat rumahku. Mulai dari selesai salat isya sampai tengah malam anak-anak muda itu di sana. Hal ini membuatku termangu dan dalam hatiku bertanya apakah orang tua mereka tidak merasa kehilangan anaknya sehingga tidak mencari mereka. Tetapi kurasa orang tuanya tidak mencarinya sebab setiap malam mereka selalu di sana tanpa pernah absen kecuali jaringan rusak.

Sedih sekali rasanya hati ini. Bagaimana nasib negeri ini ke depannya jika keseharian mereka tak pernah diisi dengan kegiatan yang mendekatkan mereka kepada Allah. Bagaimana para pemuda generasi muslim ini bisa terpaut dengan masjid jika aktivitas mereka selalu jauh dari yang Allah perintahkan. Apakah generasi penerus seperti Al-Fatih akan muncul dari generasi ini? Sungguh ini adalah kemustahilan.

Iya bagaimana lagi ini semua adalah kenyataan yang harus aku dan kita semua hadapi sebab kita hidup dalam sistem kapitalisme-sekuler yang mana semua aturan yang berlaku dalam sistem ini sangat menjauhkan kita dari aturan Allah yang Maha Pencipta dan Pengatur.

Sistem kapitalisme memang menciptakan generasi yang tidak patuh kepada aturan Allah. Karena memang sistem ini memberikan fasilitas kepada umat agar selalu mementingkan kesenangan dunia. Makanya dalam sistem kapitalisme ini lahirlah berbagai macam media dan alat untuk memudahkan umat bermaksiat kepada Allah dan jauh dari aturannya.

Jelaslah sudah sistem kapitalisme ini memang hanya mementingkan keuntungan apa yang didapatkan para kapitalis dengan membuat sesuatu kepada umat. Kalau mendapatkan manfaat dan keuntungan besar maka akan dipublikasikan dan diberikan dengan mudah kepada umat walaupun itu jelas haram. Seperti membuat tontonan dan games online yang tak berfaedah.

Begitulah kenyataan hidup kita sebab tak mau menerapkan sistem Islam kaffah. Sistem Islam kaffah adalah sistem yang berasal dari Allah. Sehingga dengan menerapkan sistem ini maka hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat. Sebagaimana yang telah Rasullulah terapkan, diikuti oleh sahabat dan para tabiut tabiin. Islam berjaya 1300 tahun dengan peradaban yang gemilang dan generasi yang luar biasa.

Dan dengan diterapkannya sistem islam kaffah maka generasi penerus seperti Muhammad Al-fatih akan lahir dan membuat para musuh Islam gentar dan ketakutan. Muhammad Al-fatih adalah pemuda yang hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah. Sejak beliau kecil ibunya sudah memberikan maklumat kepadanya tentang bisyaroh Rasulullah mengenai penaklukan Konstantinopel. Muhammad Al-fatih dari kecil sudah diserahkan kepada seorang ulama agar dididik menjadi hamba yang taat kepada Allah dan juga semenjak beliau baligh tidak pernah sekalipun beliau meninggalkan shalat malam. Beliau juga ahli dalam segala bidang ilmu dan menguasai banyak bahasa. Saat umur 19 tahun beliau sudah menjadi Khalifah dan umur 21 tahun beliau sudah menaklukkan Konstantinopel. Muhammad Al-fatih adalah generasi yang lahir dari sistem islam kaffah yang hidupnya hanya untuk Allah saja.

Makanya hari ini kita harus memperjuangkan sistem Islam kaffah untuk tegak kembali agar generasi muda hari ini seperti generasi para terdahulu kita.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDIP Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati Madina

    PDIP Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PDI Perjuangan resmi membuka penjaringan bakal calon bupati/wakil bupati untuk Pilkada Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Penjaringan dimulai hari ini, Kamis (5/9/2019) di sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madina, Jl. Merdeka, Dalan Lidang, Panyabungan. Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Teguh W Hsahatan menjawab Mandailing Online menyatakan penjaringan ini berdasar Instruksi DPD PDI […]

  • Bulan Ini Dana Insentif Guru Madrasah Bakal Cair

    Bulan Ini Dana Insentif Guru Madrasah Bakal Cair

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bulan ini dana insentif guru-guru Diniyah, TPA dan Pesantren yang berasal dari APBD Kabupaten Mandailing Natal bakal dicairkan. Saat ini lagi berproses di bank BRI setelah sekitar pertengahan Agustus 2016 pihak Pemkab Madina mengirimkan berkasnya ke BRI Cabang Panyabungan. Besaran dana insentif tersebut sebesar Rp. 300.000 per bulan per guru. Pihak […]

  • Kapalnya Dihantam Ombak di Tamang, 14 ABK Nelayan Sibolga Selamat

    Kapalnya Dihantam Ombak di Tamang, 14 ABK Nelayan Sibolga Selamat

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    BATAHAN( Mandailing Online ): Kapal nelayan asal Tapanuli Tengah ( Sibolga ) dihantam ombak di perairan pulau tamang, Batahan, Mandailing Natal.Sebanyak 14 penumpang kapal berhasil selamat dan sudah di evakuasi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Mandailing Natal Muksin Nasution menjelaskan, kejadian sekitar 6.00 wib pagi tadi Senin 14/8/2023. Kapal nelayan itu dihantam […]

  • PT. Madina Madani Mining dan PT. Medan Madani Mining sama-sama PT.MMM

    PT. Madina Madani Mining dan PT. Medan Madani Mining sama-sama PT.MMM

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Oniline) – Selama ini ada kerancuan pada ranah publik terhadap dua perusahaan tambang emas yang berbeda di Kecamatan Lingga Bayu tetapi memiliki singkatan nama perusahaan yang sama, yakni antara Madina Madani Mining (PT. MMM) dengan Medan Madani Mining (PT.MMM). Situasi itu oleh Wakil Direktur Utama PT. Madina Madani Mining, Robert Dermawan sangat […]

  • Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    Tunjangan staf Madina tak dibayar?

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami depisit anggaran mencapai Rp45 miliar lebih. Sehingga terancang anggaran tunjangan staf sebesar Rp250 ribu per bulan yang tinggal beberapa bulan lagi bakal terancam tidak dibayar. Bahkan beberapa proyek juga tidak terlaksana akibat ketersedian anggaran. “Kami sangat resah akibat tidak dibayarkannya tunjangan staf […]

  • Peserta Apel Gabungan Terus Berkurang

    Peserta Apel Gabungan Terus Berkurang

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peserta apel gabungan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) pada setiap Senin pagi di halaman Masjid Agung Nur Alan Nur terus berkurang. Berkurangnya jumlah peserta apel ini menjadi salah satu sorotan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat memimpin apel pagi tadi, Senin (24/1). “Saya melihat barisan mulai renggang, […]

expand_less