Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

KEMAUAN MENUNTASKAN POLEMIK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 16 Jun 2013
  • print Cetak

Di triwulan pertama 2013 dua hal yang yang bisa dicatat di Madina. Pertama penghentian sementara aktivitas PTPN IV. Kedua peristiwa amuk massa di Naga Juang terkait tambang rakyat.

Meski tak terkait, benang merahnya ada. Yakni, dilema antara kenyamanan investor dan melindungi rakyat. Pemerintah daerah tentu harus mampu berada di antara kedua kutup ini.

PTPN IV dirundung kekacauan data lahan, sementara rakyat pemilik lahan dan peserta plasma membutuhkan kepastian hak-haknya. Kasus Naga Juang, kekhawatiran PT.Sorikmas Mining pada gangguan terhadap wilayah kontrak karya-nya si satu sisi, harapan bertambang legal bagi rakyat di sisi lain.

Di sini pemerintah daerah dituntut untuk lebih peka, lebih resfon penuh dengan pengayoman, agar peroalan-persoalan yang muncul dapat dengan mudah dituntaskan.

Hanya saja, dari kasus-kasus yang muncul justru memperlihatkan betapa selama ini pemerintah daerah masih kurang sinergis pada tahap-tahap proses yang ada, menyebabkan banyak masalah yang muncul setelahnya.

Kasus PTPN IV mislanya, lahan-lahan yang diusung 4 koperasi serta data keanggotaan begitu rancu. Gambaran ini menunjukkan adanya proses pembiaran di lapangan, menyerahkan begitu saja kepada koperasi-koperasi bekera sendiri. Begitu masalah mencuat, pemerintah daerah baru berbuat.

Sangat disadari, ada investor yang nakal, ada rakyat yang nakal. Tetapi, jika setiap tahapan proses dikawal dan penuh dengan perhatian, tentu masing-masing pihak setidaknya berfikir untuk melakukan penyimpangan.

Kasus-kasus yang muncul sangat merugikan citra Madina di mata luar, baik di mata investor maupun publik. Ini berdampak pada kesinambungan pertumbuhan investasi di daerah ini.

OIeh karenanya, kita berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih menseriusi penuntasan masalah. Jika ada keseriusan penuh dan tingkat sinergi gerakan dan niat baik, tentu pihak PT. Sorikmas Mining bukan tidak mau memberikan lahan konsesi, pemerintah pusat juga pasti masih mau urun rembuk.

Kuncinya hanya pada pemerintah daerah, serta kemampuan melakukan pendekatan-pendekatan kepada semua unsur terkait dalam upaya menyamakan tujuan, menyatukan kata.

Dan kita berharap Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution-yang kemungkinan akan menjadi pimpinan tertinggi di Pemkab Madina-lebih mampu dan lebih memiliki kepekaan terhadap masalah ini sehingga lebih mumpuni mengurai masalah dalam menyelesaikan perosoalan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Koperasi-UKM Madina Tak Libatkan Kabid Dalam Kegiatan

    Kadis Koperasi-UKM Madina Tak Libatkan Kabid Dalam Kegiatan

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Salah Satu Kabid di Dinas Koperasi & UKM Kabupaten Mandailing Natal kecewa atas tindakan Kadis Koperasi yang tidak melibatkan dalam kegiatan yang ada di kantor tersebut, sehingga setiap kegiatan yang ada selalu di ambil alih oleh Kepala dinasnya. Hal tersebut di sampaikan salah seorang Kabid yang tidak mau di tuliskan namanya, kepada Berita […]

  • 900 guru non PNS menanti tunjangan

    900 guru non PNS menanti tunjangan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sekitar 900-an guru non pegawai negeri sipil yang terdiri guru-guru madrasah di bawah lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal menanti realisasi dicairkannya dana tunjangan fungsional dari Kantor Perbendaharaan Negara ( KPN) yang akan ditrasfer ke rekening masing-masing. Keterangan diperoleh dari para guru non PNS ini di Panyabungan, siang tadi mengakui, pihak kantor […]

  • Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    Sungai Batang Gadis Hasilkan Listrik 30 MW, Pemkab Madina Harus Lirik

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sungai Batang Gadis di titik Lumpatan Babiat memiliki potensi penghasil listrik puluhan Mega Watt (MW) dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Volume arus air di sungai ini sangat besar karena adanya pertemuan dua suangi besar yang menyatu,yakni Sungai Batang Gadis dan Sungai Batang Angkola. Berdasar data Mandailing Online, […]

  • Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Seminggu yang lalu ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mewacanakan tentang amandemen UUD 1945 dengan menambah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan menambah kewenangan MPR untuk menyetujui rancangan dari PPHN tersebut dengan payung hukum yaitu Tap […]

  • UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor   Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga […]

  • Apresiasi Film Indonesia 2013, Angin Segar Perfilman Indonesia

    Apresiasi Film Indonesia 2013, Angin Segar Perfilman Indonesia

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Untuk kedua kalinya, Kemendikbud RI menggelar Apresiasi Film Indonesia (AFI). Muncul dengan 18 kategori berbeda, ajang tahunan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi kemajuan perfilman di Indonesia. AFI merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada karya film beserta seluruh unsur-unsurnya yang mengacu pada muatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter […]

expand_less