Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

KEMAUAN MENUNTASKAN POLEMIK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 16 Jun 2013
  • print Cetak

Di triwulan pertama 2013 dua hal yang yang bisa dicatat di Madina. Pertama penghentian sementara aktivitas PTPN IV. Kedua peristiwa amuk massa di Naga Juang terkait tambang rakyat.

Meski tak terkait, benang merahnya ada. Yakni, dilema antara kenyamanan investor dan melindungi rakyat. Pemerintah daerah tentu harus mampu berada di antara kedua kutup ini.

PTPN IV dirundung kekacauan data lahan, sementara rakyat pemilik lahan dan peserta plasma membutuhkan kepastian hak-haknya. Kasus Naga Juang, kekhawatiran PT.Sorikmas Mining pada gangguan terhadap wilayah kontrak karya-nya si satu sisi, harapan bertambang legal bagi rakyat di sisi lain.

Di sini pemerintah daerah dituntut untuk lebih peka, lebih resfon penuh dengan pengayoman, agar peroalan-persoalan yang muncul dapat dengan mudah dituntaskan.

Hanya saja, dari kasus-kasus yang muncul justru memperlihatkan betapa selama ini pemerintah daerah masih kurang sinergis pada tahap-tahap proses yang ada, menyebabkan banyak masalah yang muncul setelahnya.

Kasus PTPN IV mislanya, lahan-lahan yang diusung 4 koperasi serta data keanggotaan begitu rancu. Gambaran ini menunjukkan adanya proses pembiaran di lapangan, menyerahkan begitu saja kepada koperasi-koperasi bekera sendiri. Begitu masalah mencuat, pemerintah daerah baru berbuat.

Sangat disadari, ada investor yang nakal, ada rakyat yang nakal. Tetapi, jika setiap tahapan proses dikawal dan penuh dengan perhatian, tentu masing-masing pihak setidaknya berfikir untuk melakukan penyimpangan.

Kasus-kasus yang muncul sangat merugikan citra Madina di mata luar, baik di mata investor maupun publik. Ini berdampak pada kesinambungan pertumbuhan investasi di daerah ini.

OIeh karenanya, kita berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih menseriusi penuntasan masalah. Jika ada keseriusan penuh dan tingkat sinergi gerakan dan niat baik, tentu pihak PT. Sorikmas Mining bukan tidak mau memberikan lahan konsesi, pemerintah pusat juga pasti masih mau urun rembuk.

Kuncinya hanya pada pemerintah daerah, serta kemampuan melakukan pendekatan-pendekatan kepada semua unsur terkait dalam upaya menyamakan tujuan, menyatukan kata.

Dan kita berharap Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution-yang kemungkinan akan menjadi pimpinan tertinggi di Pemkab Madina-lebih mampu dan lebih memiliki kepekaan terhadap masalah ini sehingga lebih mumpuni mengurai masalah dalam menyelesaikan perosoalan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayi Mata Satu Lahir di Madina

    Bayi Mata Satu Lahir di Madina

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bayi memiliki mata satu lahir di RSU Panyabungan, Mandailing Natal, Kamis (13/9/2018). Infomasi yang dihimpun di RSU Panyabungan, bayi ini merupakan anak ke-5 dari pasangan Yulianti dan Rianto berasal dari pulau Jawa berdomisili di Kayujati, Panyabungan. Menurut keterangan sejumlah warga Kayujati, Rianto berprofesi pekerja tambang emas di kawasan perbukian Hutabargot […]

  • Georgette Lepaulle Tak Pernah Merasa Terlambat Ucapkan Syahadat

    Georgette Lepaulle Tak Pernah Merasa Terlambat Ucapkan Syahadat

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ia memutuskan menjadi seorang Muslimah karena tertarik dengan keramahan Muslim di sekelilingnya. Dalam usianya yang menginjak 91 tahun, Georgette Lepaulle memutuskan masuk Islam. Meski sudah tua nan renta, ia tidak pernah merasa terlambat dalam membuat langkah terbaik dalam hidupnya. Georgette sebenarnya sudah lama tahu tentang Islam karena ia mempunyai tetangga Muslim. Rumahnya yang berada di […]

  • Sofwat-Zubeir Masih yang Tersolid

    Sofwat-Zubeir Masih yang Tersolid

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – “Diantara semua balon yang kini diperbincangkan publik saya berkeyakinan bahwa balon yang paling siap dari berbagai sisi adalah pasangan Sofwat – Beir”. Itu ungkapan Zulkifli Lubis, perantau Mandailing di Jakarta yang lama berkecimpung di dunia jurnalis, saat bincang-bincang dengan Mandailing Online via WhatsApp, Kamis (11/6/2020). “Dan sangat wajar partai politik patut […]

  • Lahan PTPN IV Masih Rancu

    Lahan PTPN IV Masih Rancu

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Badan Pertanahan Nasinoal (BPN) Kabupaten Mandailing Natal menyatakan bahwa lahan-lahan yang dikuasai PTPN IV di Kecamatan Batahan masih banyak yang rancu. Kerancuan itu menyebabkan perpanjangan izin lokasi PTPN IV belum diterbitkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) setelah berakhir masa berlakunya sejak tahun 2010 lalu. Itu diungkap Kepala Seksi Hak Tanah […]

  • 296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    296 BUPATI/WALIKOTA MASUK PENJARA

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indonesia pada perspektif terkini dihinggapi tiga penyakit yang mendasar. Yakni penyakit transaksional, oligarki dan feodalisme. Dan ini berimplikasi negatif kepada seluruh provinsi. Dan sebanyak 296 bupati/walikota dari 500 lebih bupati dan walikota di seluruh Indonesia dipenjara karena persoalan hukum akibat budaya transaksional. Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch yang juga […]

  • Pelestarian Kesenian Mandailing Masih Kurang Serius

    Pelestarian Kesenian Mandailing Masih Kurang Serius

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai masih kurang serius melestarikan kesenian asli Mandailing. Selain itu, perhatian terhadap para seniman juga masih rendah. Kondisi ini bisa berakibat buruk ke depan, yaitu hilangnya kesenian asli Mandailing, dan diperparah oleh derasnya budaya asing masuk ke daerah yang akan mempercepat kemungkinan buruk tersebut […]

expand_less