Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Saat Reses Anggota DPRD, Warga Longat Minta Perbaikan Jalan dan Bangunan Bronjong

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • print Cetak

Anggota DPRD Madina Hatta Usman Rangkuti bersama masyarakat Kelurahan Longat di Kecamatan Panyabungan Barat usai pelaksanaan reses ke III tahun 2025 ( fikri )

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ada 6 (Enam) aspirasi dan usulan masyarakat Kelurahan Longat di Kecamatan Panyabungan Barat saat Anggota DPRD Madina Hatta Usman Rangkuti laksanakan reses ke III dimasa sidang 2024-2025. Diantaranya meminta perbaikan jalan dan pembangunan bronjong.

“Ada sekitar 6 yang hari ini disampaikan warga kelurahan longat di Reses ke III ini. Diantaranya jalan keliling, beronjong sungai di Aek Sarir, Air bersih, pembangunan jalan setapak, pembangunan air panas saba batu, dan terkait BPJS,” Kata Hatta di Kelurahan Longat pada Wartawan usai melakukan Reses III. Jum’at, (05/09/2025).

Ditegaskan Hatta terkait usulan ataupun aspirasi Masyarakat akan didorong untuk Tahun 2026. Ia contohkan jalan keliling di Kelurahan Longat yang didorong agar segera terealisasi di Tahun mendatang, dari hasil koordinasi dengan Dinas PUPR ujar Hatta, Ia tengah mengupayakan SK Jalan Keliling yang menjadi salah satu persyaratannya.

Lalu, terkait BPJS Kesehatan, Ia menjelaskan bahwa kerjasama Pemerintah Daerah (Pemda) dengan pihak BPJS sudah ada dan mungkin sosialisasi yang kurang sehingga masyarakat masih mempertanyakan hal tersebut.

“Alhamdulillah di Reses ini masyarakat telah menyampaikan usulan nya serta aspirasi dan mengetahui apa saja yang sebelumnya belum diketahui. Dan nanti semua hal terkait usulan dan aspirasi masyarakat akan saya perjuangkan dan melihat yang lebih prioritas dahulu,” Tandas Hatta.

pantauan wartawan, pelaksanaan reses sendiri berjalan lancar. Penyampaian aspirasi masyarakat pun dilakukan secara terbuka. Dua prioritas utama yang di minta masyarakat yakni pembangunan jalan dan bronjong.

Maluddin Nasution menceritakan bahwa keadaan beronjong di Aek Sarir sudah mesti di perbaiki karena keadaan yang sudah tak layak. Pasalnya, mereka khawatir jika terus dibiarkan air akan meluap ke pemukiman warga jika tak segera ditangani, apalagi musim penghujan volume air dari aliran sungai mempunyai debit air yang lumayan tinggi.

“Ya, harapannya pada bapak bapak Dewan agar terus memperjuangkan apa apa saja yang telah kami sampaikan, kami juga berharap DPRD yang ada di Madina tetap kompak dan memperjuangkan kami akar rumput ini,” Beber Maluddin.

Reporter : fikri

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forwakot Berencana Buat Diskusi Terbuka Bahas ” Bayi Dikubur Ibunya” di Madina

    Forwakot Berencana Buat Diskusi Terbuka Bahas ” Bayi Dikubur Ibunya” di Madina

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) berencana akan membuat Diskusi terbuka membahas seputar” ibu kubur bayinya ” yang terjadi di lorong aek galoga, Desa Pidoli Lombang, Kabupaten Mandailing Natal. Rencana ini sendiri berawal dari beberapa temuan kasus orok bayi di Kabupaten ini yang dinai sabagai dampak […]

  • DAS Sijorni Jadi Tempat MCK

    DAS Sijorni Jadi Tempat MCK

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Masyarakat di sekitar sungai Sijorni di Kecamatan Sayurmatinggi, Tapsel, hingga kini masih ada yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Menurut beberapa warga, mereka memang masih sangat membutuhkan aliran air Sijorni karena belum adanya air bersih yang di kediaman mereka. Untuk itu mereka berharap agar pemerintah segera […]

  • Strategi Organisasi Menggunakan Analisis Step, SWOT dan TOWS Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Layanan

    Strategi Organisasi Menggunakan Analisis Step, SWOT dan TOWS Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Layanan

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ashari Kasubag Umum KPPN Padang Sidempuan Pendahuluan Instansi pemerintah dituntut untuk selalu menerapkan good coorporate governance dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin tinggi dalam hal kualitas layanan mengharuskan organisasi harus mampu menata ulang proses bisnis, selalu melakukan inovasi, merubah paradigma dalam melayani customer, serta meningkatkan daya saing dalam berbagai bidang maupun […]

  • Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Suara alat berat itu meraung raung setiap malam di dusun batu marsaong, desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Alat berat yang beroperasi mengeruk sedimen sekitar aliran sungai batang natal itu untuk mangambil material pasiran mengandung emas. ” itu milik inisial L dan F. Mereka sudah beroperasi lama tanpa […]

  • First Impression Kapolres Reza: Religius

    First Impression Kapolres Reza: Religius

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – First impression atau kesan pertama merupakan satu langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pribadi seseorang. Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K, S.H, M.H memberikan kesan pertama yang positif kepada masyarakat. Kapolres yang baru menjabat beberapa minggu ini memberikan kesan religius dalam kepemimpinannya. Hal itu […]

  • Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    Lapak Ditertibkan Pedagang Pasrah

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Puluhan petugas dari Satpol PP, tentara dan polisi menertibkan lapak pabukoan di pinggir Jalan Merdeka, Simpang Empat Gunung Tua hingga dekat BRI Gunung Tua, Senin (1/8) siang. Pedagang yang menyaksikan lapaknya ditertibkan hanya bisa pasrah dan melongo. Penertiban ini dilakukan karena pedagang pabukoan ngotot menggelar lapak dagangannya di pinggir jalan, simpang empat. Padahal, pasar pabukoan […]

expand_less