Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Forwakot Berencana Buat Diskusi Terbuka Bahas ” Bayi Dikubur Ibunya” di Madina

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
  • print Cetak

PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) berencana akan membuat Diskusi terbuka membahas seputar” ibu kubur bayinya ” yang terjadi di lorong aek galoga, Desa Pidoli Lombang, Kabupaten Mandailing Natal.

Rencana ini sendiri berawal dari beberapa temuan kasus orok bayi di Kabupaten ini yang dinai sabagai dampak pergaulan bebas.

Sahrul selaku ketua Forwakot dan pengurus lainnya Minggu 8/7/2023 melihat kasus ibi harus dapt perhatian serius dari Pemerintah Daerah, tokoh agama, adat, dan masyarakatuas khusunya para orang tau.

” ada sejumlah kasus yang telah terjadi di Madina dalam kurun waktu beberapa tahun tesakhir seperti kasus penemuan orok yang dibuang di sungai Huta Pungkut. Kasus penemuan orok di Sihepeng, Siabu dan beberapa kasus lainnya” kata Sahrul.

Sahrul menai, kasus seperti ini sangat miris terjadi di kota yang terkenal dengan serambi mekkahnya sumatera utara dan harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk berbuat sesuatu dalam mencegah kasus yang sama agar tidak terjadi lagi.

Rencana Diakusi terbuka kata Sahrul merupakan usul teman teman media yang bergabung di Forwakot.

” Sesuai rencana jangka dekat kita rencanakan diakusi terbuka ini dilaksanakan di Taman Kota dan menghadirka berbagai narasumber mengambil tema ‘Dampak Pergaulan Bebas Bagi Kalangan Muda Milenial” kata Ketua Forwakot.

Firwakot kata Sahrul menilai kasus (case) Aek Galoga itu adalah tamparan keras bagi kita semua, terlepas belum ditetapkan siapa pelakunya namun telah disimpulkan itu adalah hasil hubungan gelap dampak pergaulan bebas”, tambah Sahrul.

Ia juga mengajak semua pihak merenungkan kembali bahwa kasus Aek Galoga itu bisa saja terjadi kepada keluarga manapun yang memiliki anak gadis yang masih remaja dan dewasa.

“Dengan momen ini kita mengajak semua pihak untuk berkontribusi pemikiran dan mengambil peran dalam mencegah hal seperti ini agar tidak kembali terulang”, imbuhnya.

Kasus Aek Galoga kata dia harus menjadi momentum untuk kembali membenahi kehidupan sosial bermasyarakat kita. Dan ini dampak pergaulan bebas di tengah-tengah kondisi kehidupan bermasyarakat. Kita harus ikut mencegah agar tak terulang kembali dikemudian hari kasus-kasus seperti ini,” tutup Sahrul. ( Red)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS dan Australia akui sadap RI

    AS dan Australia akui sadap RI

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa telah menyatakan kedua negara tidak menyangkal dan tidak membenarkan terkait penyadapan terhadap Indonesia. “Jawaban yang diperoleh dari kepala perwakilan Kedubes AS dan Australia di Jakarta sama dengan yang diterima negara-negara lain dengan situasi serupa: AS dan Australia tak dapat mengonfirmasi atau menyangkal kabar tersebut,” katanya, tadi […]

  • Jenggot Jadi Mangkok Mie

    Jenggot Jadi Mangkok Mie

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Dibanding sebagai beban, memiliki jenggot panjang tampaknya jadi hal paling menyenangkan bagi Isaiah Webb. Ia membuat kreasi dengan membentuk jenggotnya jadi berbagai bentuk “ajaib”. Salah satu yang terpopuler, mangkok mie. Isaiah selalu mengunggah foto dengan bentuk jenggot baru saban Senin di akun Tumblr dan Instagram-nya. Ada jenggot yang dibentuk seperti tangga, melingkar, jadi pegangan untuk […]

  • Warga Madina Dihimbau Pakai Masker

    Warga Madina Dihimbau Pakai Masker

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina menghimbau warga Madina agar memakai masker jika keluar dari rumah. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi pemerintah daerah Madina tentang tingkat ketebalan asap di Madina dan sudah sejauh mana dampak kerawananya terhadap kesehatan manusia. Namun, sejumlah supir angkutan umum yang diwawancarai mandailing Online, Jum’at (9/10) menyatan jarak pandang dalam […]

  • IPM Muhammadiyah Siabu dan NNB Desa Hutapuli Bantu Korban Ulupungkut

    IPM Muhammadiyah Siabu dan NNB Desa Hutapuli Bantu Korban Ulupungkut

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Laporan : JAKFAR NASUTION – Siabu Dari Abi Hurairah Rahdiallohuanhu, Nabi shallahu alaihi wassalam bersabda “Siapa siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari Qiamat. Siapa-siapa memudahkan urusan orang yang kesulitan (dalam masalah hutang) maka Azza Wajalla memudahkan baginya dari kesulitan di dunia […]

  • Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu terakhir mengakibatkan ratusan hektar padi siap panen di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam oleh banjir. Sejumlah petani menyebutkan, Minggu (21/10) bahwa tanaman padi mereka sudah terrendam sejak Jum’at. Hamparan sawah terrendam air akibat meluapnya dua sungai di kawasan itu, yakni […]

  • Granat desak grasi Ola dicabut

    Granat desak grasi Ola dicabut

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) -Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencabut kembali grasi kepada Meirika Franola alias Ola. “Presiden tidak bisa menyatakan bertanggungjawab saja mengeluarkan grasi, namun juga harus mencabutnya kembali,” kata Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat di Jakarta, Minggu. Sebelumnya, melalui Keppres Nomor 35 tahun 2011, Ola mendapatkan pengampunan dari semula hukuman […]

expand_less