Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Panyabungan: Minggu – minggu terakhir ini beralatan dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten mandailing Natal ini. Cabe pun jadi ulasan media massa . Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya yang kian naik di awaltahum 2011 ini.

Benda unik yang berwarna merah ini bisa dibilang menembus rekor tersendiri. Seperti ramai di bicarakan masyarakat Madina, harga cabai terus meroket hingga 100% per kilogram. Padahal.

Masyarakat Madina sempat dibuat bingung dengan fenomena kenaikan harga cabe yang luar biasa ini. Masyarakat berani mengarakan soal penyebab kenaikan harga cabai akhir-akhir ini. Naiknya harga bahan pangan ini ternyata bukan disebabkan kekurangan suplai atau melonjaknya permintaan pasar. Penyebabnya adalah karena ulah tengkulak (spekulan) yang memanfaatkan situasi di tahun 2011 ini.

Melonjaknya harga si pedas ini sudah membuat panik pasar. Kepanikan terjadi lantaran para tengkulak menghembuskan isu kalau cabe sulit didapat di pasar oleh karena pasokan dari petani tersendat atau karena cuaca buruk. Sebenarnya ulah para tengkulak mencari untung dengan menaikkan harga cabe tidak akan terjadi jika masyarakat juga tidak merasa heboh soal cabe tidak ada di salurkan pemerintahan.

Memang, hukum ekonomi mengenai harga barang sangat ditentukan oleh suplai dan permintaan pasar. Namun saat kenaikan harga cabe terjadi, suplai dan permintaan pasar tidak menunjukkan statistik yang luar biasa. Pasokan cabe ke pasar-pasar tradisional lebih dari cukup. Begitupun permintaan konsumen juga biasa-biasa saja.

Kenaikan harga cabe ini tidak berkorelasi positif pada kesejahteraan petani cabe. Petani cabe tidak ikut menikmatinya, tapi keuntungan itu dinikmati segelintir pemain yang menguasai mata rantai perdagangan, mulai tengkulak, spekulan hingga pedagang besar.

Hasmar Lubis salah satu masyarakat Madina Mengatakan bahwa Masalah kenaikan harga cabe yang tidak masuk akal ini harus segera diselesaikan, karena jika tidak diambil tindakan, tengkulak dan spekulan itu akan semakin berani memainkan harga kebutuhan yang lainnya.

Tambah Hasmar, Pemerintah harus mengambil langkah dan tindakan yang tegas terhadap mereka itu. Jangan hanya memberantas tengkulak yang memainkan harga cabe saja, namun juga terhadap mereka-mereka yang memainkan harga bahan kebutuhan pokok (sembako). Kita menunggu tindakan yang nyata dari pemerintah untuk menghentikan aksi-aksi para tengkulak dan spekulan karena kejadian ini membuat masyarakat heboh dalam membutuhi rumah tangga. Ungkap Hasmar (Mag)
Sumber : Beritasore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPM Madina Tumbuh 1,28 Persen

    IPM Madina Tumbuh 1,28 Persen

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut mengalami peningkatan tahun 2022. Angkanya berada di 68,05. Meningkat 0,86 poin. Posisi itu menunjukkan grafik pertumbuhan IPM Madina sebesar 1,28 persen dibanding tahun 2021. Peningkatan terjadi pada semua komponen, baik derajat kesehatan, kualitas pendidikan, dan pengeluaran per kapita yang disesuaikan. “Komponen IPM […]

  • Angkut 3 Ton Kayu Hutan Lindung

    Angkut 3 Ton Kayu Hutan Lindung

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Warga Amankan Truk Rekanan PT HPP RANTAU, – Puluhan masyarakat Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu mengamankan satu unit truk roda enam yang mengangkut sekitar 3 ton kayu ilegal olahan, Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, di sekitar lokasi jembatan Sei Rakyat. Pengamanan truk tersebut karena masyarakat mendapat informasi kayu yang diangkut truk tersebut merupakan kayu yang […]

  • UMP Rp2,4 juta bisa di Sumut

    UMP Rp2,4 juta bisa di Sumut

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Keinginan buruh di Sumatera Utara untuk segera menikmati Upah Minimum Provinsi (UMP) di kisaran Rp2,4 juta tampaknya bisa terwujud pada 2013 mendatang. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Dewan Pengupahan Daerah Sumatera Utara segera melakukan pertemuan untuk membahas tuntutan buruh tersebut. Kita akan coba bicarakan nantinya Upah Minimum Provinsi (UMP) yang diusulkan para […]

  • Diduga Pemkab Madina Belum Perpanjang Kontrak Lapangan Aek Godang Panyabungan Dipagar Pemiliknya

    Diduga Pemkab Madina Belum Perpanjang Kontrak Lapangan Aek Godang Panyabungan Dipagar Pemiliknya

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pemilik lahan (tanah) Lapangan Aek Godang kini memagar lapangan (lahan) tersebut karena diduga pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) belum membayar dana perpanjangan kontrak penggunaan lahan tersebut. Sekadar mengingatkan lahan tersebut selama ini sudah dimanfaatkan Pemkab Madina sebagai tempat/lokasi berbagai kegiatan terutama untuk kegiatan peringatan hari-hari besar termasuk pelaksanaan pameran pembangunan. Belum dilakukannya […]

  • Inilah anggota DPR yang "jalan-jalan" ke Eropa

    Inilah anggota DPR yang "jalan-jalan" ke Eropa

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (MO)- Angoota DPR RI tampaknya tidak mengindahkan reaksi masyarakat yang menyoroti seringnya melakukan kunjungan ke luar negeri. Kali ini 22 anggota DPR RI yang berada di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, tengah berada di Denmark dan Turki untuk membahas lambang Palang Merah (Red Cross) dan Bulan Sabit Merah yang digunakan di Indonesia. Ketua Baleg […]

  • Gawat! Menteri Malaysia Perkosa TKW

    Gawat! Menteri Malaysia Perkosa TKW

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR : Perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia tengah memonitor beredarnya kabar tentang seorang pembantu rumah tangga Indonesia yang diperkosa seorang menteri Malaysia pada 2007 lampau. Meski demikian, isu itu dinilai sulit diusut lebih jauh. Demikian dinyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.Kepala Penerangan KBRI Suryana Sastradipraja mengatakan kasus itu mengemuka belakangan ini […]

expand_less