Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Panyabungan: Minggu – minggu terakhir ini beralatan dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten mandailing Natal ini. Cabe pun jadi ulasan media massa . Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya yang kian naik di awaltahum 2011 ini.

Benda unik yang berwarna merah ini bisa dibilang menembus rekor tersendiri. Seperti ramai di bicarakan masyarakat Madina, harga cabai terus meroket hingga 100% per kilogram. Padahal.

Masyarakat Madina sempat dibuat bingung dengan fenomena kenaikan harga cabe yang luar biasa ini. Masyarakat berani mengarakan soal penyebab kenaikan harga cabai akhir-akhir ini. Naiknya harga bahan pangan ini ternyata bukan disebabkan kekurangan suplai atau melonjaknya permintaan pasar. Penyebabnya adalah karena ulah tengkulak (spekulan) yang memanfaatkan situasi di tahun 2011 ini.

Melonjaknya harga si pedas ini sudah membuat panik pasar. Kepanikan terjadi lantaran para tengkulak menghembuskan isu kalau cabe sulit didapat di pasar oleh karena pasokan dari petani tersendat atau karena cuaca buruk. Sebenarnya ulah para tengkulak mencari untung dengan menaikkan harga cabe tidak akan terjadi jika masyarakat juga tidak merasa heboh soal cabe tidak ada di salurkan pemerintahan.

Memang, hukum ekonomi mengenai harga barang sangat ditentukan oleh suplai dan permintaan pasar. Namun saat kenaikan harga cabe terjadi, suplai dan permintaan pasar tidak menunjukkan statistik yang luar biasa. Pasokan cabe ke pasar-pasar tradisional lebih dari cukup. Begitupun permintaan konsumen juga biasa-biasa saja.

Kenaikan harga cabe ini tidak berkorelasi positif pada kesejahteraan petani cabe. Petani cabe tidak ikut menikmatinya, tapi keuntungan itu dinikmati segelintir pemain yang menguasai mata rantai perdagangan, mulai tengkulak, spekulan hingga pedagang besar.

Hasmar Lubis salah satu masyarakat Madina Mengatakan bahwa Masalah kenaikan harga cabe yang tidak masuk akal ini harus segera diselesaikan, karena jika tidak diambil tindakan, tengkulak dan spekulan itu akan semakin berani memainkan harga kebutuhan yang lainnya.

Tambah Hasmar, Pemerintah harus mengambil langkah dan tindakan yang tegas terhadap mereka itu. Jangan hanya memberantas tengkulak yang memainkan harga cabe saja, namun juga terhadap mereka-mereka yang memainkan harga bahan kebutuhan pokok (sembako). Kita menunggu tindakan yang nyata dari pemerintah untuk menghentikan aksi-aksi para tengkulak dan spekulan karena kejadian ini membuat masyarakat heboh dalam membutuhi rumah tangga. Ungkap Hasmar (Mag)
Sumber : Beritasore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajaran Membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 3 Panyabungan

    Pelajaran Membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 3 Panyabungan

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kado Untuk Hari Pendidikan Nasional Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online  Di Mandailing sejak tempoe doeloe, sudah terkenal dengan keberadaan “pangajian”, “mangaji” dan “guru mangaji”. Sebuah kearifan lokal dalam membina generasi muda sejak usia anak-anak untuk mampu membaca Al-Qur’an. Sehabis Magrib anak-anak akan pergi ke rumah pengajian yang disebut “Pangajian”. Rumah itu adalah […]

  • Ridwan Lubis Kembali Nakhodai PWI Madina

    Ridwan Lubis Kembali Nakhodai PWI Madina

    • calendar_month Senin, 5 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Muhammad Ridwan Lubis kembali menakhodai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masa bakti 2022-2025 setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi IV PWI Madina di ballroom D’San Hotel, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, Senin (5/9). Pengukuhan ketua PWI ini dilakukan secara langsung oleh Ketua PWI Sumatera Utara (Sumut) H. Farianda Putra […]

  • Program Air Bersih Pemkab Madina Dipastikan Tepat Sasaran

    Program Air Bersih Pemkab Madina Dipastikan Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina kembali membenahi pelayanan penanganan air bersih dan sanitasi untuk upaya dari menekan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim. Penanganan air bersih ini pun akan dikelola oleh Tirta Madina. Diketahui Pemkab Madina dapat bantuan program inpres air minum dari Kementerian PUPR. Kabid Cipta Karyanya, Ikhwan Dermawan, Selasa, (11/09/2024) mengatakan, Tirta Madina […]

  • SEMMI Madina Galang Dana Untuk Banjir Tanggabosi

    SEMMI Madina Galang Dana Untuk Banjir Tanggabosi

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (DPC SEMMI) menggalang dan untuk korban banjir di kawasan Tanggabosi, Siabu, Mandailing Natal (Madina) Penggalangan dana ini berlangsung 2 hari, Jum’at dan Sabtu (25-26/10/2019) di jalan raya kawasan Pasar Baru, Panyabungan, Madina. “Adapun DPC SEMMI turun untuk menggalang dana untuk saudara kita yang terkena musibah […]

  • Rusia Sebut Negara Barat Bak “Monyet Bergranat”

    Rusia Sebut Negara Barat Bak “Monyet Bergranat”

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    KOMENTAR pedas dilontarkan Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin terkait kebijakan negara-negara Barat terhadap dunia Islam. Ia menyebut Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya itu telah bertingkah layaknya “monyet bergranat”. “Sikap Barat terhadap dunia Islam seperti seekor monyet yang membawa granat” tulis Rogozin di akun Twitter miliknya, Selasa (27/8). Pernyataan keras ini dilontarkan seiring menguatnya ancaman intevensi […]

  • Pemda Diminta Seriusi Teror Harimau di Ranto Panjang

    Pemda Diminta Seriusi Teror Harimau di Ranto Panjang

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) diminta lebih serius menangani teror harimau di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis. Tahun ini tercatat 2 penduduk jadi korban. Yakni, Karman Lubis (32) penderes karet, tewas diterkam harimau pada Maret 2013. Kemudian Torkis Lubis (30) penderes karet, diterkam harimau pada 22 Juni 2013. Keduanya merupakan […]

expand_less