Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kenaikan Harga Cabe, Di Duga Ulah Si Tengkulak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Panyabungan: Minggu – minggu terakhir ini beralatan dapur bernama cabe menjadi perhatian. Benda unik berwarna merah ini, sejak awal tahun 2011 menjadi perbincangan masyarakat Kabupaten mandailing Natal ini. Cabe pun jadi ulasan media massa . Pasalnya, rasa pedas yang menyertai rasanya, ternyata berimbas pada harganya yang kian naik di awaltahum 2011 ini.

Benda unik yang berwarna merah ini bisa dibilang menembus rekor tersendiri. Seperti ramai di bicarakan masyarakat Madina, harga cabai terus meroket hingga 100% per kilogram. Padahal.

Masyarakat Madina sempat dibuat bingung dengan fenomena kenaikan harga cabe yang luar biasa ini. Masyarakat berani mengarakan soal penyebab kenaikan harga cabai akhir-akhir ini. Naiknya harga bahan pangan ini ternyata bukan disebabkan kekurangan suplai atau melonjaknya permintaan pasar. Penyebabnya adalah karena ulah tengkulak (spekulan) yang memanfaatkan situasi di tahun 2011 ini.

Melonjaknya harga si pedas ini sudah membuat panik pasar. Kepanikan terjadi lantaran para tengkulak menghembuskan isu kalau cabe sulit didapat di pasar oleh karena pasokan dari petani tersendat atau karena cuaca buruk. Sebenarnya ulah para tengkulak mencari untung dengan menaikkan harga cabe tidak akan terjadi jika masyarakat juga tidak merasa heboh soal cabe tidak ada di salurkan pemerintahan.

Memang, hukum ekonomi mengenai harga barang sangat ditentukan oleh suplai dan permintaan pasar. Namun saat kenaikan harga cabe terjadi, suplai dan permintaan pasar tidak menunjukkan statistik yang luar biasa. Pasokan cabe ke pasar-pasar tradisional lebih dari cukup. Begitupun permintaan konsumen juga biasa-biasa saja.

Kenaikan harga cabe ini tidak berkorelasi positif pada kesejahteraan petani cabe. Petani cabe tidak ikut menikmatinya, tapi keuntungan itu dinikmati segelintir pemain yang menguasai mata rantai perdagangan, mulai tengkulak, spekulan hingga pedagang besar.

Hasmar Lubis salah satu masyarakat Madina Mengatakan bahwa Masalah kenaikan harga cabe yang tidak masuk akal ini harus segera diselesaikan, karena jika tidak diambil tindakan, tengkulak dan spekulan itu akan semakin berani memainkan harga kebutuhan yang lainnya.

Tambah Hasmar, Pemerintah harus mengambil langkah dan tindakan yang tegas terhadap mereka itu. Jangan hanya memberantas tengkulak yang memainkan harga cabe saja, namun juga terhadap mereka-mereka yang memainkan harga bahan kebutuhan pokok (sembako). Kita menunggu tindakan yang nyata dari pemerintah untuk menghentikan aksi-aksi para tengkulak dan spekulan karena kejadian ini membuat masyarakat heboh dalam membutuhi rumah tangga. Ungkap Hasmar (Mag)
Sumber : Beritasore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    PENDIRI KOTA KUALA LUMPUR

    • calendar_month Rabu, 18 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        |Kontroversi tentang sejarah Kuala Lumpur sudah berlangsung lama | Abdur-Razaq Lubis melalui bukunya Sutan Puasa: Founder of Kuala Lumpur menyelesaikannya dengan data akurat | Pendiri Kuala Lumpur bukan Kapten Cina Ketiga Yap Ah Loy dan juga bukan Raja Abdullah keturunan bangsawan dari Bugis itu | Pendiri Kuala Lumpur adalah Sutan Puasa Lubis, seorang […]

  • APBD 2013 Belum Merangsang Agribisnsi

    APBD 2013 Belum Merangsang Agribisnsi

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wawancara dengan: Dia Ulhaq Nasution, Sekretaris HIPMI Madina Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mandailing Natal tahun 2013 oleh banyak pihak belum menyentuh pengembangan sektor swasta, terutama agribisnis. Pagu-pagu dana belanja terlihat lebih menajam ke program pendidikan gratis dan kesehatan gratis, infrastruktur dan lainnya. Lalu, bagimana sebenarnya gambaran agribisnis ini dan implikasinya terhadap pembangunan daerah […]

  • Dorong Geliat Dunia Usaha, BOC Kembali Gelar Seminar

    Dorong Geliat Dunia Usaha, BOC Kembali Gelar Seminar

    • calendar_month Rabu, 30 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Madina Bisnis) – Business Owners Community (BOC) kembali mengadakan seminar dalam upaya motivasi bisnis di kalangan masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Seminar berlangsung di aula Mitra Tani, Panyabungan, 27 November 2022. Sejumlah topik menjadi suguhan di seminar ini meliputi Motifasi Bisnis; Cash Flow Kwadran; Perbandingan Employee, Self, Employed, Business Owners dan Investor; Motifasi […]

  • Nelayan bakal punya rumah

    Nelayan bakal punya rumah

    • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 10/2001 tentang Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) akan menyiapkan rumah murah untuk nelayan mulai tahun 2012. “Sebagai nakhoda program PKN, pemerintah telah menyiapkan Rp3 triliun pada tahun ini,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, dalam siaran persnya, hari ini. Menurut dia, anggaran sebesar itu untuk pembangunan […]

  • Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    Perang Narkoba di Madina Masuk Radar Mabes Polri: Jangan Main-main (Lagi?)

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*   Ada yang berubah dari denyut operasi narkoba di Mandailing Natal beberapa pekan terakhir. Intensitasnya meningkat, pola geraknya lebih sistematis, dan bahasa resmi aparat mulai terdengar seperti “operasi sapu bersih”, bukan lagi sekadar penindakan rutin. Di permukaan, publik hanya melihat penggerebekan, pembakaran barak, dan parade tersangka. Tapi di balik itu, ada […]

  • Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengenai penetapan tapal batas Madina-Tapsel yang sebelumnya ditolak Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, saat ini Pemkab Madina hanya bisa menunggu. Demikian disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekretaris Daerah (Kabag Hukum Sekdakab) Madina Nurkholis, SH, MH ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (14/9). Nurkholis menerangkan, minggu lalu tim yang […]

expand_less