Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Taman Kota Panyabungan Jadi Ruang Publik Multifungsi

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • print Cetak

Taman Kota Panyabungan di Kabupaten Mandailing Natal ( fikri )

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH Madina) gulirkan program peremajaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Alun alun Panyabungan yang lebih optimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Khairul ST,. Melalui Kepala Bidang P2KLH Edy Hamzah menjelaskan Taman Kota Panyabungan yang berada di kelurahan Kayu Jati merupakan Refrsentasi dari program DLH Madina yang berorientasi pada ruang hijau yang berkelanjutan, penataan ulang fasilitas, edukasi dan ruang pembelajaran serta lain untuk berbagai kalangan.

“Tak hanya keindahan tata ruang atau taman kota saja targetnya, namun ruang publik untuk dimanfaatkan masyarakat pada hal hal positif. Seperti berdiskusi, bersantai, sarana olahraga dan kesehatan dengan fasilitasnya juga disediakan. Banyak yang bisa dilakukan di taman kota untuk hal hal produktif lainnya,” Ujar Edy Pada Mandailing Online di kantornya. Rabu, (04/02/2026).

Diungkapkan Edy harapannya aset ataupun fasilitas yang telah disediakan Pemda Madina turut ikut di rawat masyarakat atau pengunjung yang berdatangan ke Taman Kota Panyabungan.

Selain itu, pedagang atau pengunjung di sekitaran taman kota tak mengubah nilai lokasi tersebut.

“Harapannya pada pengujung, atau pedagang yang berdatangan ikut serta merawat fasilitasnya, tak itu saja segala sarana atau prasarana tak berubah fungsi pada yang tidak mestinya. Lebih khusus, misal tidak berjualan di trotoar, tidak membuka tenda secara permanen di dalam taman sehingga tidak kumuh nampaknya. Dan, taman itu sudah di desain untuk semua kalangan, bisa untuk membuat kegiatan ataupun acara tak dipungut biaya apapun, serta paling penting menjaga kebersihan di dalam dan luar Taman Kota juga aktivitas yang tak melanggar peraturan dan sama sama berupaya menjaga keindahan taman,” Ungkap Kabid.

Selain itu, Salah seorang wanita yang berkunjung ke taman kota memberikan komentar terkait kondisi taman. Ayu Indira mengaku kerap berkunjung pada malam hari di taman kota untuk berdiskusi dengan rekan rekannya.

“Sejauh ini saya sendiri melihat sudah banyak perubahan di taman kota. Contohnya, penerangan sudah lebih baik, tapi mungkin perlu di tambah lagi karena setiap malam banyak yang saya lihat pengunjung datang dengan beragam aktivitasnya masing masing. Mungkin saja ini bisa jadi tempat simbolik jika berkunjung ke Kota Panyabungan,” Tutup Ayu.

Sebagai informasi, di lokasi alun alun Panyabungan ada beragam fasilitas seperti alat fitnes outdoor, bangku taman yang menghadap ke ruang publk, panggung, lampu penerangan dan lain.( fikri)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    Paca Kerusuhan, Danrem Persatukan Warga Pardomuan dan Sihepeng

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Pemkab Tapsel, Pemkab Madina, tokoh masyarakat Desa Parmouan (Aek Badak Siture) dan Desa Sihepeng melakukan  pertemuan, pasca kerusuhan. Pertemuan yang dimediasi Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon yang juga dihairi unsur Polres Tapsel dan Polres Madina itu dilaksanakan di Ranto Natas, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanili Selatan, Rabu (21/9). […]

  • 20 Provinsi Terindikasi Korupsi Bansos

    20 Provinsi Terindikasi Korupsi Bansos

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Dugaan korupsi kembali digulirkan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). LSM itu menuding pemerintah daerah di 20 provinsi telah menyelewengkan dana Bantuan Sosial (Bansos) hingga Rp765,36 miliar sepanjang 2009. Sekretariat Nasional FITRA menilai ketidakjelasan prosedur dan peruntukan dana bantuan memicu penyimpangan. “Kecenderungannya, bantuan hanya dibagikan elit daerah kepada jaringan politik dan pengikutnya saja,” […]

  • Dahlan Sukhairi : Salam Dua Jari

    Dahlan Sukhairi : Salam Dua Jari

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Nomor dua telah menjadi angka yang prestisius dalam perhelatan politik dibangsa ini. Ini tentunya menarik untuk dianalisa karena nomor dua telah menjadi icon keberhasilan dan kemenangan jika mengacu pada fakta sejarah pesta demokrasi yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir belakangan ini. Pasalnya nomor urut dua ini selalu saja berhasil memenangkan pemilu. Mulai dari pasangan […]

  • Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    Penyematan Satu Nama Ruas Jalan Dibarter Satu Pulau? SungguhTerlalu!

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Minggu lalu tersiar satu kabar yang diinformasikan oleh Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional Merah Johansyah. Ia menuliskan dalam akun twitter pribadinya bahwa 1 ruas jalan nama Presiden Joko Widodo Street di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ditukar dengan 256 ribu Ha di Kaltim. Ia […]

  • Kini Harga Elpiji 12 Kg di Sibolga Rp108 Ribu

    Kini Harga Elpiji 12 Kg di Sibolga Rp108 Ribu

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIBOLGA – Meski harga gas elpiji 12 kg sudah diturunkan oleh PT Pertamina 7 Januari lalu, tapi harga gas tersebut di Sibolga masih cenderung tinggi. Penurunannya berangsur, dari sebelumnya sempat berkisar Rp146 ribu per tabung, pasca penurunan kembali menjadi sekitar Rp108 ribu. S br Tanjung (28), ibu rumah tangga warga  Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga […]

  • Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

    Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkap banyak makna sosial dari bertani di Mandailing. Sejumlah makna yang diungkap Askolani itu membuka mata kita bahwa bertani sawah tidak bisa dipandang dari sisi mencari nafkah saja. Lebih luas dari itu bertani sawah memiliki hubungan dengan falsafah sosial kemasyarakatan di Mandailing. “Jangan mengira kalau sawah hanya soal lahan mencari nafkah. […]

expand_less