Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
  • print Cetak

DR. Mr. Masdoelhak Hamonangan Nasution. Foto tahun 1943. Foto: koleksi  Kitlv

Pengantar redaksi:
Berikut ini catatan ringkas yang disusun oleh Askolani Nasution tentang sejumlah tokoh dari Mandailing yang mewarnai dinamika kebangsaan sejak era pertengahan 1800-an hingga awal kemerdekaan Indonesia.

Mereka memiliki peran penting di dalam gerak dinamika kebangsaan, baik peran dalam ilmu pengetahuan maupun gerakan kemerdekaan.

Mengejutkan, karena semua tokoh-tokoh dalam catatan ini berasal dari satu keluarga di Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara.

Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

Catatan ringkas: Askolani Nasution
Budayawan

Sutan Abdul Azis Nasution (1830-1920) Gelar Sutan Kenaikan dari Gunung Tua Panyabungan. Ia anak dari Djamondang (1765-1825) bin Sutan Kumala.

Sutan Abdul Azis memiliki anak:
1) DR Harun Al-Rasid Nasution (1884-1945). Lulus sekolah kedokteran STOVIA, bekerja sebagai dokter di Lampung.
2) DR Abdul Hakim Nasution (1884-1962), ahli hukum masa kolonial.
3) Nagar Samad Nasution (1830-1890), pedagang ternama di residen Tapanuli.

DR. Harun Al-Rasyid Nasution memiliki anak:
1) Ida Loemongga Nasution (1905-1960) dokter pribumi pertama yang berhasil meraih gelar doktor di Belanda tahun 1932.
2) Mr. Gele Harun Nasution (1890-1973). Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dari Lampung atas perannya dalam Perang Kemerdekaan.

Ida Loemongga Nasution pada tahun 1931, di usia 27 tahun, Ida Loemongga dipromosikan sebagai Doktor di bidang kedokteran dengan promotor dr Lang sendiri. Di hadapan para guru besar Universiteit Amsterdam, Ida Loemongga berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul “Diagnose en Prognose van aangeboren Hartgebreken” (Diagnosa dan Prognosa Cacat Jantung Bawaan).

DR. Abdul Hakim Nasution. Menjadi walikota pertama Padang. Anaknya Mr. Egon Hakim Nasution, ahli hukum yang menikah dengan putri Husni Thamrin (anggota Volksraad pribumi di Batavia). Ia pengacara terkenal masa itu. Ketika Jepang masuk Indonesia dan Soekarno dibawa Belanda ke Padang, Mr. Egon yang menculiknya dan membawa Soekarno ke Bukit Tinggi.

Nagar Samad memiliki anak;
1) DR. Mr. Masdoelhak Hamonangan Nasution. Sekretaris Wakil Presiden Hatta masa awal Kemerdekaan. Dibunuh oleh Belanda tahun 1948.
2) DR. Makmoen Al-Rasid Nasution. Dokter lulusan STOVIA.

Mereka semua tokoh-tokoh penting masa kolonial yang semuanya berasal dari sebuah rumah di Gunung Tua, Panyabungan.

Mengapa sekarang Mandailing tampak seperti kampung kecil? Karena tidak ada ruang untuk berpikir besar.

(Diramu dari berbagai referensi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaum Pelangi Menghancurkan Generasi

    Kaum Pelangi Menghancurkan Generasi

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat Literasi Kutau dulu pelangi itu indah Mentaripun menyambutnya dengan cerah Kini, pelangiku itu tak indah lagi Dikotori oleh kaum sodom Baru-baru ini, Pemerintah Indonesia melalu Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI akan memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins. Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah menyatakan Dubes Inggris akan dipanggil […]

  • Bupati Pimpin Upacara HUTRI di Madina

    Bupati Pimpin Upacara HUTRI di Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menjadi inspektur upacara bendera memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di pelataran parkir Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/8) pagi. Sukhairi mengenakan seragam PDH warna putih naik ke podium upacara. Tak lama kemudian komamdan upacara melaporkan bahwa upacara […]

  • Serap Aspirasi Tanpa Sekat, Cabup Harun Mustafa Nasution Marlopo Disipolu Polu

    Serap Aspirasi Tanpa Sekat, Cabup Harun Mustafa Nasution Marlopo Disipolu Polu

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) : pagi ini Kamis 17/10/204 Calon Bupati Madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution marlopo di Jalan Bermula Sipolu polu Panyabungan untuk serap aspirasi. ” Ngopi di daerah sipolu polu biasa bagi saya, tidak hanya saat sekarang, waktu saya duduk di DPRD Sumut asal pulang kampung pagi pagi saya ngopi […]

  • Musim Badai, Harga Ikan Laut Melonjak

    Musim Badai, Harga Ikan Laut Melonjak

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Dalam dua pekan terekhir harga ikan laut di pasar-pasar tradisional Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melonjak luar biasa. Di akhir Ramadan harga masih di kisaran Rp.18.000 per Kg menjadi Rp.35.000 per Kg. Para pedagang menjelaskan, lonjakan harga ikan laut tersebut akibat menurunnya jumlah tangkapan ikan oleh nelayan pengaruh musim badai dan terang bulan, […]

  • Hadiri Halalbihalal PC NU, Bupati: Ini Momen Saling Memaafkan

    Hadiri Halalbihalal PC NU, Bupati: Ini Momen Saling Memaafkan

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution mengatakan halalbihalal merupakan momentum untuk saling memaafkan antar sesama. Hal itu disampaikan Sukhairi saat menghadiri acara halalbihalal Badan Otonom PC NU Madina pada Rabu (18/5) di kantor PC NU Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan. “Kita harus memberikan maaf kepada orang yang berbuat salah […]

  • Kegiatan Penambang Liar Pemkab Harus Antisipasi Dampak Penggunaan Merkuri

    Kegiatan Penambang Liar Pemkab Harus Antisipasi Dampak Penggunaan Merkuri

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Ketua Pam Swakarsa Lembaga Independen Masyarakat Naga Juang, Parimpunan Siregar, meminta Pemkab Madina segera melakukan antisipasi dampak penggunaan air raksa (merkuri) terkait aktivitas penambangan liar di kecamatan itu. “Merkuri menyebabkan kerusakan pada sistem saraf meskipun hanya terpapar dalam tingkat yang relatif rendah. Hal ini terutama berbahaya bagi ibu yang sedang hamil. Perkembangan anak-anak yang […]

expand_less