Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
  • print Cetak

DR. Mr. Masdoelhak Hamonangan Nasution. Foto tahun 1943. Foto: koleksi  Kitlv

Pengantar redaksi:
Berikut ini catatan ringkas yang disusun oleh Askolani Nasution tentang sejumlah tokoh dari Mandailing yang mewarnai dinamika kebangsaan sejak era pertengahan 1800-an hingga awal kemerdekaan Indonesia.

Mereka memiliki peran penting di dalam gerak dinamika kebangsaan, baik peran dalam ilmu pengetahuan maupun gerakan kemerdekaan.

Mengejutkan, karena semua tokoh-tokoh dalam catatan ini berasal dari satu keluarga di Gunung Tua, Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara.

Kiprah Para Tokoh Gunung Tua Panyabungan dalam Perjalanan Kebangsaan Indonesia

Catatan ringkas: Askolani Nasution
Budayawan

Sutan Abdul Azis Nasution (1830-1920) Gelar Sutan Kenaikan dari Gunung Tua Panyabungan. Ia anak dari Djamondang (1765-1825) bin Sutan Kumala.

Sutan Abdul Azis memiliki anak:
1) DR Harun Al-Rasid Nasution (1884-1945). Lulus sekolah kedokteran STOVIA, bekerja sebagai dokter di Lampung.
2) DR Abdul Hakim Nasution (1884-1962), ahli hukum masa kolonial.
3) Nagar Samad Nasution (1830-1890), pedagang ternama di residen Tapanuli.

DR. Harun Al-Rasyid Nasution memiliki anak:
1) Ida Loemongga Nasution (1905-1960) dokter pribumi pertama yang berhasil meraih gelar doktor di Belanda tahun 1932.
2) Mr. Gele Harun Nasution (1890-1973). Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional dari Lampung atas perannya dalam Perang Kemerdekaan.

Ida Loemongga Nasution pada tahun 1931, di usia 27 tahun, Ida Loemongga dipromosikan sebagai Doktor di bidang kedokteran dengan promotor dr Lang sendiri. Di hadapan para guru besar Universiteit Amsterdam, Ida Loemongga berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul “Diagnose en Prognose van aangeboren Hartgebreken” (Diagnosa dan Prognosa Cacat Jantung Bawaan).

DR. Abdul Hakim Nasution. Menjadi walikota pertama Padang. Anaknya Mr. Egon Hakim Nasution, ahli hukum yang menikah dengan putri Husni Thamrin (anggota Volksraad pribumi di Batavia). Ia pengacara terkenal masa itu. Ketika Jepang masuk Indonesia dan Soekarno dibawa Belanda ke Padang, Mr. Egon yang menculiknya dan membawa Soekarno ke Bukit Tinggi.

Nagar Samad memiliki anak;
1) DR. Mr. Masdoelhak Hamonangan Nasution. Sekretaris Wakil Presiden Hatta masa awal Kemerdekaan. Dibunuh oleh Belanda tahun 1948.
2) DR. Makmoen Al-Rasid Nasution. Dokter lulusan STOVIA.

Mereka semua tokoh-tokoh penting masa kolonial yang semuanya berasal dari sebuah rumah di Gunung Tua, Panyabungan.

Mengapa sekarang Mandailing tampak seperti kampung kecil? Karena tidak ada ruang untuk berpikir besar.

(Diramu dari berbagai referensi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • STAIM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

    STAIM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal (STAIM) telah membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2016/2017. ”Untuk tahun ini, kita membuka pendaftaran dua gelombang sehingga masyarakat dapat lebih memaksimalkan waktu untuk mendaftarkan putra putriya,” kata Moechtar Nasution, Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan dan Penyaringan Mahasiswa didampingi Kasubbag Umum Suandi Batubara, […]

  • Ilegal, Polisi Harus Tutup Tong Pengolahan Limbah Tambang Emas

    Ilegal, Polisi Harus Tutup Tong Pengolahan Limbah Tambang Emas

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Ternyata tak satupun keluar izin operasional tong raksasa pengolah batuan mengandung emas yang beroperasi di daerah Mandailing Natal ( Madina ). Tercatat salah satu tong raksasa yang menggunakan bahan kimia berbahaya itu adalah milik ND yang beralamat di desa panyabungan jae, kecamatan panyabungan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPSTP […]

  • Situs Islam di Barus dihantam banjir

    Situs Islam di Barus dihantam banjir

    • calendar_month Senin, 3 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Salah satu situs bersejarah, yakni makam para aulia (ulama) pengembang Agama Islam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami rusak dihatam arus Sungai Sirahar, akibat banjir yang melanda daerah tersebut. “Makam aulia berlokasi di Desa Kinali, Kecamatan Barus tergerus banjir sepanjang 386 meter, dan rubuh,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • SIAP MENANG SIAP KALAH

    SIAP MENANG SIAP KALAH

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution Otak kita belakangan ini disuguhi dengan pemberitaan tentang para balon Bupati Madina yang digadang-gadang akan turut meramaikan pentas demokrasi pemilihan kepala daerah. Perbincangan tentang tagline masing-masing bakal calon ini juga tidak kalah serunya. Pun juga dengan pembahasan tentang kriteria yang semakin mengemuka dikalangan masyarakat. Iya inilah hiruk pikuk dunia demokrasi dengan […]

  • Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    Kopi Sipirok tembus pasar luar negeri

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK – Satu persatu budidaya dan home industri hasil karya putra-putri Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan mulai menemukan pangsa pasar di luar negeri. Setelah kain songket, kini giliran kopi “ateng” asal Kecamatan Sipirok diminati Malaysia dan Singapura. Salah seorang petani kopi asal Desa Sigiring-giring Dolok, Kecamatan Sipirok, Chaidir Hasibuan, mengatakan kopi itu sangat disukai, karena […]

  • Kesbangpol Madina Peringati HUT Dharma Wanita

    Kesbangpol Madina Peringati HUT Dharma Wanita

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN – Dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), pengurus serta anggota DWP Unit Bakesbangpol Madina memperingati HUT Dharma Wanita sekaligus arisan bulanan, Jumat (13/12/2019). Dalam arahannya Ketua DWP Bakesbangpol menekankan tentang pentingnya silaturrahmi sesama pengurus/anggota DWP karena bisa merekatkan semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan dan jika hal […]

expand_less