Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
  • print Cetak

Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200.

Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan langsung ke tempat kejadian perkara di Jalan Amal daerah Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Minggu.

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti laporan jurnalis korban kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU saat jatuhnya pesawat Hawk 200 pada 16 Oktober.

Anggota Komnas HAM meminta keterangan secara detail kepada semua korban penganiayaan yang dilakukan oleh TNI AU. Hadir pada saat itu korban jurnalis, yakni Didik Herwanto dari Riau Pos, Roby dari Riau Televisi, pewarta Kantor Berita ANTARA FB Rian Anggoro, dan Dewo dari Riau Chanel.

Sedangkan, korban dari warga yang hadir yakni Cendra dan Manson alias Mancong. Selain itu, anggota Komnas HAM juga memintai keterangan dari warga dan jurnalis yang berada di lokasi saat insiden penganiayaan terjadi.

Menurut Eko Dahana, Komnas HAM mencoba merekonstruksi kembali kejadian itu dari keterangan korban dan saksi sekaligus melihat kondisi di tempat kejadian. Kedatangan Komnas HAM, lanjutnya, tujuannya untuk mendapatkan informasi yang akurat agar tidak mudah dibelokkan oleh pihak yang berkepentingan dengan kasus itu.

“Kita ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada saat jatuhnya itu dan kejadian apa saja yang dilakukan oleh oknum TNI AU kepada wartawan dan sejumlah warga yang menjadi korban tersebut,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, Eka Dahana juga terlihat membuat gambar sketsa mengenai lokasi jatuhnya pesawat dan tempat insiden penganiayaan terjadi. Mereka menemukan sejumlah fakta penting, seperti terjadinya insiden pemukulan terhadap Cendra, warga, ternyata jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.

“Pemukulan terhadap warga ada yang jauh dari lokasi jatuhnya pesawat, itu harus diselidiki kenapa bisa terjadi,” katanya.

Komnas HAM juga berusaha untuk meminta keterangan dari korban pemukulan lainnya yang belum melapor, termasuk sejumlah warga yang menurut informasi banyak juga mengalami pemukulan.

“Kalaupun tidak bisa mengidentifikasi nama, maka ciri-cirinya pelaku pemukulan sangat penting. Disini juga kita mencari data lengkapnya berapa banyak wartawan yang dipukul dan terkena saat dilapangan. Dan data ini nantinya bisa disampaikan kepada Mabes TNI di Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan Komnas HAM pada 5 November akan menjadwalkan pertemuan dengan Irjen Mabes TNI. Pihaknya menargetkan kasus penganiayaan oleh TNI AU bisa diselesaikan secepatnya sebelum bulan Desember.

“Untuk hasil yang paling utama kami mendorong adanya perbaikan kepada instansi pemerintah agar tidak terjadi hal yang sama lagi yakni kekerasan yang dilakukan oleh TNI AU,” ujarnya.

Warga korban kekerasan aparat, Cendra, menceritakan dirinya dipukuli oknum TNI di gang Kampar, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

“Saya sempat tanya, kenapa saya dipukul, disini melapor tidak bisa, silahkan melapor ke kantor kata anggota provosnya,” ujar Cendra.

Sedangkan, Manson yang juga korban mengatakan dipukuli tiga petugas TNI saat mencoba mengabadikan pesawat dari telepon genggamnya (HP).

“Saat diminta saya berikan langsung, dan langsung dipukuli bertiga, kemudian saya lari ke rumah warga. Ketika saya mau minta HP saya balik lagi malah kembali dihajar,” ujarnya.(antara/F012)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Santuni Yatim Piatu dan Jompo

    Bupati Madina Santuni Yatim Piatu dan Jompo

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyantuni anak yatim dan jompo di Pasar Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kamis (15/10). Penyantunan ini menyelingi acara pengajian akbar peringatan Tahun Baru Hijiriah 1437 dihadiri seribuan masyarakat. Santunan diserahkan kepada 200 anak yatim dan piatu serta 11 otangtua jompo di kawasan Kecamatan Lingga […]

  • Kalapas Mengaku, Napi Kabur Belum Ditemukan

    Kalapas Mengaku, Napi Kabur Belum Ditemukan

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Upaya pencarian Tahanan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan nampaknya tidak maksimal. Sampai hari ini, RH napi Kasus Narkoba yang kabur pada Selasa 1/8/2023 lewat belum di temukan. Kalapas Kelas IIB Panyabungan Mustafa Kamal mengaku, petugasnya masih terus melakukan upaya pencarian bekerja sama dengan Polisi. ”  yang dilakukan selain proses […]

  • Formulasi ”Negeri Beradat Dan Taat Beribadat” dalam Menentukan Pemimpin Madina

    Formulasi ”Negeri Beradat Dan Taat Beribadat” dalam Menentukan Pemimpin Madina

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Raja Bangun Nasution   Konsekuensi Madina sebagai serambi Mekkah-nya Sumatera Utara harus mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-sehari. Begitu juga ketika menentukan pemimpin lima tahun ke depan. Bahwa Madina akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang tahapannya direncanakan akan dimulai September mendatang. Islam memandang bahwa kepemimpinan memiliki posisi yang sangat strategis dalam terwujudnya […]

  • Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    Sengketa Tanah Ulayat Masyarakat Tapsel-Madina Diimbau Tak Terprovokasi

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Ketua Dewan Pakar DPP Laskar Merah Putih, Deddy Nasution mengimbau masyarakat Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) jangan mau terprovokasi dalam kaitan berbagai sengketa lahan perkebunan di daerah itu. Seperti dalam persoalan adanya permintaan rakyat di sana agar PT Barumun Raya Padang Langkat mengembalikan tanah ulayat. “Jadi, walau perusahaan tersebut sudah memberikan tanah […]

  • Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    Tambang Emas Ilegal Pake Alat Berat Mulai Rambah Hutan di Siulangaling

    • calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online )– Sebanyak enam unit excavator setiap hari beroperasi menambang emas secara ilegal di daerah Sungai Lolo Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang menyebabkan sungai dan air bersih ke empat desa di kecamatan itu jadi keruh. Dikutip dari lama berita StartNews Selama tiga […]

  • Panen Serentak Buat Harga Gabah di Madina Turun 

    Panen Serentak Buat Harga Gabah di Madina Turun 

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Panen serentak menjadi penyebab harga gabah di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) turun. Sejumlah pengusaha penggilingan padi mengku, turunnya harga bahkan mencapai 1000 rupiah. “Sebelum panen harganya itu Rp. 6300 perkilonya. Bahkan pernah berada di harga Rp. 7200 perkilonya, jadi bisa dikatakan turun hingga Rp. 1000.” Kata Ardi pengusaha penggilingan […]

expand_less