Selasa, 28 Jul 2026
light_mode

Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
  • print Cetak

Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200.

Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan langsung ke tempat kejadian perkara di Jalan Amal daerah Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Minggu.

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti laporan jurnalis korban kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU saat jatuhnya pesawat Hawk 200 pada 16 Oktober.

Anggota Komnas HAM meminta keterangan secara detail kepada semua korban penganiayaan yang dilakukan oleh TNI AU. Hadir pada saat itu korban jurnalis, yakni Didik Herwanto dari Riau Pos, Roby dari Riau Televisi, pewarta Kantor Berita ANTARA FB Rian Anggoro, dan Dewo dari Riau Chanel.

Sedangkan, korban dari warga yang hadir yakni Cendra dan Manson alias Mancong. Selain itu, anggota Komnas HAM juga memintai keterangan dari warga dan jurnalis yang berada di lokasi saat insiden penganiayaan terjadi.

Menurut Eko Dahana, Komnas HAM mencoba merekonstruksi kembali kejadian itu dari keterangan korban dan saksi sekaligus melihat kondisi di tempat kejadian. Kedatangan Komnas HAM, lanjutnya, tujuannya untuk mendapatkan informasi yang akurat agar tidak mudah dibelokkan oleh pihak yang berkepentingan dengan kasus itu.

“Kita ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada saat jatuhnya itu dan kejadian apa saja yang dilakukan oleh oknum TNI AU kepada wartawan dan sejumlah warga yang menjadi korban tersebut,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, Eka Dahana juga terlihat membuat gambar sketsa mengenai lokasi jatuhnya pesawat dan tempat insiden penganiayaan terjadi. Mereka menemukan sejumlah fakta penting, seperti terjadinya insiden pemukulan terhadap Cendra, warga, ternyata jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.

“Pemukulan terhadap warga ada yang jauh dari lokasi jatuhnya pesawat, itu harus diselidiki kenapa bisa terjadi,” katanya.

Komnas HAM juga berusaha untuk meminta keterangan dari korban pemukulan lainnya yang belum melapor, termasuk sejumlah warga yang menurut informasi banyak juga mengalami pemukulan.

“Kalaupun tidak bisa mengidentifikasi nama, maka ciri-cirinya pelaku pemukulan sangat penting. Disini juga kita mencari data lengkapnya berapa banyak wartawan yang dipukul dan terkena saat dilapangan. Dan data ini nantinya bisa disampaikan kepada Mabes TNI di Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan Komnas HAM pada 5 November akan menjadwalkan pertemuan dengan Irjen Mabes TNI. Pihaknya menargetkan kasus penganiayaan oleh TNI AU bisa diselesaikan secepatnya sebelum bulan Desember.

“Untuk hasil yang paling utama kami mendorong adanya perbaikan kepada instansi pemerintah agar tidak terjadi hal yang sama lagi yakni kekerasan yang dilakukan oleh TNI AU,” ujarnya.

Warga korban kekerasan aparat, Cendra, menceritakan dirinya dipukuli oknum TNI di gang Kampar, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

“Saya sempat tanya, kenapa saya dipukul, disini melapor tidak bisa, silahkan melapor ke kantor kata anggota provosnya,” ujar Cendra.

Sedangkan, Manson yang juga korban mengatakan dipukuli tiga petugas TNI saat mencoba mengabadikan pesawat dari telepon genggamnya (HP).

“Saat diminta saya berikan langsung, dan langsung dipukuli bertiga, kemudian saya lari ke rumah warga. Ketika saya mau minta HP saya balik lagi malah kembali dihajar,” ujarnya.(antara/F012)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPL di Kecamatan Harus Dilengkapi Aplikasi Tehnologi Maju

    PPL di Kecamatan Harus Dilengkapi Aplikasi Tehnologi Maju

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pembangunan pertanian dari kecamatan perlu dilengkapi dengan teknologi yang maju, sehingga ada umpan balik dari petani yang sudah mengaplikasi sejumlah penelitian. Itu dikatakan mantan Menteri Pertanian, Sjarifuddin Baharsjah mendampingi mantan Menteri Pertanian, Prof. Bugaran Saragaih saat mengikuti diskusi bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan pakar pertanian lainnya di Jakarta, Senin (28/10/2019) Menurut […]

  • Bupati Tapsel Minta Pejabat Tingkatkan Etos Kerja

    Bupati Tapsel Minta Pejabat Tingkatkan Etos Kerja

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel –  Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sahrul M Pasaribu mengatakan, para pemilik jabatan baru agar meningkatkan etos kerja sehingga capaian target kerja dapat dicapai. "Mari lakukan yang terbaik untuk membangun daerah ini lebih baik," kata Bupati Tapsel, Sahrul Pasaribu saat melantik pejabat eselon III dan IV di Kantor Sipirok, Rabu (11/2). Dikatakan, pelantikan jabatan […]

  • Pemeriksaan KPK Dugaan Korupsi Syamsul Arifin Berlanjut

    Pemeriksaan KPK Dugaan Korupsi Syamsul Arifin Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan terhadap dugaan korupsi mantan bupati Langkat Syamsul Afirin terkait penyalahgunaan APBD Langkat periode 2000-2007. Syamsul yang mengenakan kemeja lengan pendek dan sandal masuk ke dalam gedung KPK dengan tidak menghiraukan pertanyaan wartawan. Selain tersangka Syamsul Arifik, KPK hanya menjadwalkan pemeriksaan terhadap pegawai Bank Sumatera Utara (Sumut) sebagai […]

  • Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    Mahasiswa minta Saipullah Mundur Apabila Persoalan Perkebunan di Madina tak Selesai

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – seratusan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat Reformasi Mandailing Natal (AMPMRM) demo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina. Mereka menyampaikan 15 tuntutan aksi. Dari 15 tuntutan Mahasiswa tersebut salah satu poinnya meminta Bupati Madina Saipullah Nasution untuk mundur apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan perkebunan di wilayah Pantai […]

  • Kejatisu sidik korupsi BNPB Padang Lawas

    Kejatisu sidik korupsi BNPB Padang Lawas

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penyimpangan dana bantuan bencana daerah yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2010 yang di alokasikan Bandan Nasional Panggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Padang Lawas sudah dilakukan penyidikan yang sebelumnya masih dalam penyelidikan. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) / Humas Kejati Sumut, Marcos Simaremare kepada media, kemarin mengungkapkan, tim penyidik Kejati Sumut menemukan bukti […]

  • Bupati Madina Dahlan Hasan Sukseskan Pelantikan PNNB Kotanopan

    Bupati Madina Dahlan Hasan Sukseskan Pelantikan PNNB Kotanopan

    • calendar_month Senin, 23 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Drs.H Dahlan Hasan Nasution didampingi Mudir Ponpes Mustofawiyah Purba H Mustafa Bakhri bersama beberapa Anggota DPRD, tokoh adat dan masyarakat mesukseskan pelantikan Persatuan Naposo Nauli Bulung (PNNB) Kelurahan Kotanopan, Kecamatan Kotanopan, pekan lalu. Dalam kesempatan itu, bupati Madina menyampaikan bahwa pemuda adalah benteng dan pagar baik di kelurahan maupun […]

expand_less