Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

Komnas HAM selidiki kasus penganiayaan jurnalis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Okt 2012
  • print Cetak

Pekanbaru, (MO)- Tim yang terdiri atas dua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) langsung turun ke Provinsi Riau untuk menyelidiki kasus penganiayaan terhadap jurnalis dan warga yang dilakukan oknum TNI AU di lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200.

Tim yang terdiri atas Plt Kabag Pengaduan Eko Dahana dan Penyelidik Pelanggaran HAM Firdiansyah, melakukan pemeriksaan langsung ke tempat kejadian perkara di Jalan Amal daerah Pasir Putih, Kabupaten Kampar, Minggu.

Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti laporan jurnalis korban kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU saat jatuhnya pesawat Hawk 200 pada 16 Oktober.

Anggota Komnas HAM meminta keterangan secara detail kepada semua korban penganiayaan yang dilakukan oleh TNI AU. Hadir pada saat itu korban jurnalis, yakni Didik Herwanto dari Riau Pos, Roby dari Riau Televisi, pewarta Kantor Berita ANTARA FB Rian Anggoro, dan Dewo dari Riau Chanel.

Sedangkan, korban dari warga yang hadir yakni Cendra dan Manson alias Mancong. Selain itu, anggota Komnas HAM juga memintai keterangan dari warga dan jurnalis yang berada di lokasi saat insiden penganiayaan terjadi.

Menurut Eko Dahana, Komnas HAM mencoba merekonstruksi kembali kejadian itu dari keterangan korban dan saksi sekaligus melihat kondisi di tempat kejadian. Kedatangan Komnas HAM, lanjutnya, tujuannya untuk mendapatkan informasi yang akurat agar tidak mudah dibelokkan oleh pihak yang berkepentingan dengan kasus itu.

“Kita ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada saat jatuhnya itu dan kejadian apa saja yang dilakukan oleh oknum TNI AU kepada wartawan dan sejumlah warga yang menjadi korban tersebut,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, Eka Dahana juga terlihat membuat gambar sketsa mengenai lokasi jatuhnya pesawat dan tempat insiden penganiayaan terjadi. Mereka menemukan sejumlah fakta penting, seperti terjadinya insiden pemukulan terhadap Cendra, warga, ternyata jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.

“Pemukulan terhadap warga ada yang jauh dari lokasi jatuhnya pesawat, itu harus diselidiki kenapa bisa terjadi,” katanya.

Komnas HAM juga berusaha untuk meminta keterangan dari korban pemukulan lainnya yang belum melapor, termasuk sejumlah warga yang menurut informasi banyak juga mengalami pemukulan.

“Kalaupun tidak bisa mengidentifikasi nama, maka ciri-cirinya pelaku pemukulan sangat penting. Disini juga kita mencari data lengkapnya berapa banyak wartawan yang dipukul dan terkena saat dilapangan. Dan data ini nantinya bisa disampaikan kepada Mabes TNI di Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan Komnas HAM pada 5 November akan menjadwalkan pertemuan dengan Irjen Mabes TNI. Pihaknya menargetkan kasus penganiayaan oleh TNI AU bisa diselesaikan secepatnya sebelum bulan Desember.

“Untuk hasil yang paling utama kami mendorong adanya perbaikan kepada instansi pemerintah agar tidak terjadi hal yang sama lagi yakni kekerasan yang dilakukan oleh TNI AU,” ujarnya.

Warga korban kekerasan aparat, Cendra, menceritakan dirinya dipukuli oknum TNI di gang Kampar, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

“Saya sempat tanya, kenapa saya dipukul, disini melapor tidak bisa, silahkan melapor ke kantor kata anggota provosnya,” ujar Cendra.

Sedangkan, Manson yang juga korban mengatakan dipukuli tiga petugas TNI saat mencoba mengabadikan pesawat dari telepon genggamnya (HP).

“Saat diminta saya berikan langsung, dan langsung dipukuli bertiga, kemudian saya lari ke rumah warga. Ketika saya mau minta HP saya balik lagi malah kembali dihajar,” ujarnya.(antara/F012)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah, S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam di Medan Sudah terlambat. Begitulah kiranya pernyataan yang tepat dinyatakan saat ini. Hanya nama yang berubah. Namun hasilnya tetap sama. Mulai dari PSBB, PPKM terbatas, hingga PPKM Darurat. Semata-mata hanya pergantian nama. Negara tetap dalam keadaan gawat. Belum nampak gambaran penurunan kasus Covid-19 beberapa bulan ke […]

  • Demokrat Sarankan Calon Wakil Bupati Harus Orang Dekat Bupati

    Demokrat Sarankan Calon Wakil Bupati Harus Orang Dekat Bupati

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Mandailing Natal (Madina), H. Binsar Nasution menyarankan kepada Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution agar mengusulkan calon wakil bupati dari kalangan orang-orang dekat serta yang telah berjasa mengantarkan pasangan Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution memenangi Pilkada pada 2010 lalu. “Mungkin semua orang di Madina ini sudah tahu […]

  • Sobir Lubis Reses di Manyabar

    Sobir Lubis Reses di Manyabar

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina dari Partai Golkar, Sobir Lubis,SH melakukan reses di Desa Manyabar, Panyabungan, Senin (23/12/2019). Ini merupakan reses pertama Sobir Lubis dan semua anggota DPRD Madina hasil Pemilu 2019. Manyabar merupakan salah satu basis suara Sobir Lubis pada Pemilu lalu disamping desa-desa lain di Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Timur […]

  • Pemagaran TPU Belum Selesai

    Pemagaran TPU Belum Selesai

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) dari Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga sampai sekarang ini masih banyak yang belum selesai. Padahal, diduga proyek tersebut sudah habis masa kontraknya.(MB)

  • 490 Calhaj Madina ikuti manasik akbar

    490 Calhaj Madina ikuti manasik akbar

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sebanyak 490 calon jamaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal, hari ini, mengikuti manasik haji akbar. Kegiatan untuk calhaj itu diawali dari Masjid Thariqul Jinan di Kelurahan Dalan Lidang menuju Masjid Agung Nur Alan Nur Aek Godang, Panyabungan atau berjarak sekira 2 kilometer lebih. Rangkaian manasik akbar diselenggarakan Pemkab Madina bekerjasama dengan Kantor Urusan […]

  • Dibekuk, Spesialis Pembius Penumpang Pesawat

    Dibekuk, Spesialis Pembius Penumpang Pesawat

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Anggota Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya membekuk sindikat spesialis pembiusan yang mengincar sasaran penumpang pesawat yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yakni tersangka Sugiyanto dan Sutikno. “Pelaku mengincar penumpang pesawat yang akan keluar dari Bandara Soekarno-Hatta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu. Baharudin […]

expand_less