Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Maestro Cerpen Indonesia, Hamsad Rangkuti Meninggal Dunia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
  • print Cetak

Hamsad Rangkuti, almarhum

 

Dunia sastra kembali kehilangan sosok handal yang juga dikenal sebagai maestro cerpen Indonesia.

Beliau adalah Hamsad Rangkuti, meninggal dunia di usia 75 tahun karena sakit komplikasi yang diidapnya.

Pria kelahiran Medan 1943 silam itu terbaring selama sekitar 50 hari di rumah sakit sebelum mulai rawat jalan di rumahnya akhir Juli lalu.

“Masuk rumah sakit dua bulan ini, 50 hari, karena sakit stroke. Sakit jantung juga, sudah komplikasi. Ada penyumbatan pembuluh darah ke otak,” tutur istri mendiang, Nurwindasari, Minggu (26/8).

Pada 30 Juli lalu, pihak keluarga memutuskan untuk membawa Hamsad keluar dari rumah sakit lalu rawat jalan di rumah. “Kita kontrol seminggu sekali.”

“50 hari di rumah sakit sana, kita juga nggak kuat, di ICU sampai Rp50 juta, akhirnya mutusin buat rawat di rumah,” jelas Nur.

Kondisi fisik Hamsad Rangkuti menurun drastis sejak mengalami pendarahan pasca-operasi pemasangan ring di kemaluannya sekitar tahun 2011. Di tahun 2016, Hamsad pun terkena stroke ringan dan sakit jantung.

Pada 2018, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison itu pun pernah menjalani operasi. Bahkan Hamsad pun harus mengonsumsi makanan berupa proten. Dalam satu bulan membutuhkan 9-10 boks proten.

Saat ini jenazah Hamsad masih berada di rumah duka di Jalan Swadaya 8 RT 03 RW 03, Tanah Baru, Depok. Jenazah dimakamkan kemarin siang di pemakaman umum Kukusan, Depok.

Hamsad –nama aslinya adalah Hasyim Rangkuti– lahir di Titi Kuning, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada 7 Mei 1943. Hamsad adalah salah satu penandatangan Manifes Kebudayaan pada 1964.

Banyak karya cerita pendeknya yang popular, diataranya adalah, Sukri Membawa Pisau Belati dan Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu. Wikipedia meulis sejumlah cerita pendek Hamsad telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Sampah Bulan Desember yang diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Novel pertamanya, Ketika Lampu Berwarna Merah diterbitkan oleh Kompas pada 1981. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir.

Sumber : Detik.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Terancam Tak Terima CPNS

    Madina Terancam Tak Terima CPNS

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MADINA- Kabupaten Madina terancam tidak menerima calon pegawai negeri sipil atau CPNS untuk tahun ini. Sebab, hingga Rabu (3/8), pemkab masih melakukan pendataan terkait jumlah kekurangan PNS dan pemerataan formasi jabatan. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina Abdul Hamid saat ditemui METRO di ruang kerjanya, membenarkan pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada penerimaan CPNS […]

  • Dana Bergulir di Desa Harus Diteruskan

    Dana Bergulir di Desa Harus Diteruskan

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Sekalipun Progam Nasional Pembangunan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan akan dilebur ke dalam program pembangunan desa sebagai Dana Desa, kegiatan dana bergulir Simpan Pinjam Perempuan (SPP) seharusnya terus bergulir seperti sebelum-sebelumnya. Selain tidak diperkenankan parkir di tangan pejabat atau staf kator camat, pergerakan SPP mesti harus berdasarkan kelompok. Ketua PDI Perjuangan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 10)

    MARSIDAO-DAO (episode 10)

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Durus ni udan na santak gogona, ima udan borngin. Si Imran dohot amang-amang i huta i mar marsakan i lopo Si Leman i. Angke ngada targuris bona ni apea muda nalitak ibaen aek ni udan.  Adongma tar dua poken na madung parudan i. Poken nasolpu pe ngada sadia halak […]

  • Padi Siganteng Unggul Secara Nasional

    Padi Siganteng Unggul Secara Nasional

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Jika secara nasional, di pulau Jawa rata-rata hasil panen padi adalah 7,2 ton per hekter, untuk skop Sumatera Utara 5,8 ton. Tetapi padi Siganteng justru telah menembus angka 9 ton per hektar. “Padi Siganteng ini memang membuat kita bangga,” kata M.Syukri Nasution, pegawai UPT Pertanian Siabu menjawab surat kabar Mandailing Pos […]

  • Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    Distribusi Guru Tidak Merata, Pembelajaran Kelas Rangkap Akan Diterapkan

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA: Kemdiknas bersama sejumlah instansi akan melakukan penataan guru terkait dengan pendistribusian yang tidak merata antar wilayah melalui kebijakan pembelajaran kelas rangkap (multigrade teaching) untuk guru mata pelajaran serumpun. “Sebenarnya Indonesia tidak kekurangan guru, persoalan hanya pada pendistribusian guru yang tidak merata, bahkan dapat dikatakan kelebihan pasokan guru sebesar 20 persen atau sekitar 500 ribu […]

  • Siswa yang tak Terlibat Injak Alquran, Diminta Tetap Tenang

    Siswa yang tak Terlibat Injak Alquran, Diminta Tetap Tenang

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SELUMA, – Siang kemarin Wakil Bupati Seluma, Mufran Imron, SE langsung turun ke lapangan dengan mendatangi SMAN 6 Seluma, yang heboh karena kasus sejumlah siswa menginjaak Alquran saat disumpah oknum gurunya. Dia datang menggunakan mobil Daihatsu APV Nopol B 1509 ZFI. Setibanya di SMAN 6 Seluma, Mufran langsung melihat-lihat ke dalam ruangan kelas siswa setelah […]

expand_less