Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Maestro Cerpen Indonesia, Hamsad Rangkuti Meninggal Dunia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
  • print Cetak

Hamsad Rangkuti, almarhum

 

Dunia sastra kembali kehilangan sosok handal yang juga dikenal sebagai maestro cerpen Indonesia.

Beliau adalah Hamsad Rangkuti, meninggal dunia di usia 75 tahun karena sakit komplikasi yang diidapnya.

Pria kelahiran Medan 1943 silam itu terbaring selama sekitar 50 hari di rumah sakit sebelum mulai rawat jalan di rumahnya akhir Juli lalu.

“Masuk rumah sakit dua bulan ini, 50 hari, karena sakit stroke. Sakit jantung juga, sudah komplikasi. Ada penyumbatan pembuluh darah ke otak,” tutur istri mendiang, Nurwindasari, Minggu (26/8).

Pada 30 Juli lalu, pihak keluarga memutuskan untuk membawa Hamsad keluar dari rumah sakit lalu rawat jalan di rumah. “Kita kontrol seminggu sekali.”

“50 hari di rumah sakit sana, kita juga nggak kuat, di ICU sampai Rp50 juta, akhirnya mutusin buat rawat di rumah,” jelas Nur.

Kondisi fisik Hamsad Rangkuti menurun drastis sejak mengalami pendarahan pasca-operasi pemasangan ring di kemaluannya sekitar tahun 2011. Di tahun 2016, Hamsad pun terkena stroke ringan dan sakit jantung.

Pada 2018, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison itu pun pernah menjalani operasi. Bahkan Hamsad pun harus mengonsumsi makanan berupa proten. Dalam satu bulan membutuhkan 9-10 boks proten.

Saat ini jenazah Hamsad masih berada di rumah duka di Jalan Swadaya 8 RT 03 RW 03, Tanah Baru, Depok. Jenazah dimakamkan kemarin siang di pemakaman umum Kukusan, Depok.

Hamsad –nama aslinya adalah Hasyim Rangkuti– lahir di Titi Kuning, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada 7 Mei 1943. Hamsad adalah salah satu penandatangan Manifes Kebudayaan pada 1964.

Banyak karya cerita pendeknya yang popular, diataranya adalah, Sukri Membawa Pisau Belati dan Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu. Wikipedia meulis sejumlah cerita pendek Hamsad telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Sampah Bulan Desember yang diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Novel pertamanya, Ketika Lampu Berwarna Merah diterbitkan oleh Kompas pada 1981. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir.

Sumber : Detik.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merah Putih Berkibar di Puncak Sorik Marapi

    Merah Putih Berkibar di Puncak Sorik Marapi

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Untuk memperingati dan merayakan HUT ke- 68 Kemerdekaan Republik Indonesia sejumlah organisasi di Kabupaten Mandailing Natal yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Merah Putih mengibarkan bendera merah putih berukuran 3 x 5 meter di Puncak Gunung Sorik Marapi Desa Sibanggor Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Madina.

  • Ini Penyebab Kerusakan Mobil Dinas Wabup Madina

    Ini Penyebab Kerusakan Mobil Dinas Wabup Madina

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) kerusakan mobil dinas Wabup Madina ini adalah dexel yang harus dilakukan pergantian secara keseluruhan. Salah satu montir di Bengkel jalan Gaharu Medan, tempat perbaikan mobil dinas tersebut mengatakan onderdil yang dipesan dari Jakarta sudah sampai. Namun ada ketidakcocokan dengan mobil Hyundai Palisade milik Pemkab Madina ini. “Sparepart yang kami pesan sudah […]

  • Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SURAT PALSU, Surat persetujuan perpindahan Pejabat Madina yang diduga palsu (kiri) dan yang betul-betul dikeluarkan oleh Bupati Labura (kanan). Surat yang diduga kuat palsu milik Drs Muhammad Idris Batubara ( abang Sekda Madina ). (nmedanbisnis / zamharir rangkuti)

  • Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 6 desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) menutup pintu bagi negosiasi dengan PT. Palmaris Raya. Mereka juga mendesak Pemkab Madina menjalankan rekomendasi PT. Palmaris agar pihak perusahaan sawit itu berhenti mendekati warga. Sikap 6 desa ini tertuang dalam notulen rapat pertemuan antara warga dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Muspika […]

  • Tak Berkategori

    Wakil Bupati Harus Jalankan Pemerintahan

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Agar roda pemerintahan tetap berjalan, wakil bupati harus cepat mengendalikan pemerintahan daerah pasca penangkapan bupati Madina Hidayat Batubara oleh KPK. Demikian dikatakan Ketua Peradi Tabagsel, Ridwan Rangkuti, SH,MH, Kamis (16/5/2013). “Untuk sementara, menurut undang-undang yang berlaku, pengendali pemerintahan Madina berada ditangan wakil bupati, maka seluruh PNS juga harus tunduk, hormat dan […]

  • Minat Lanjut Perguruan Tinggi Rendah, Kasek SMAN 1 Panyabungan Timur Lakukan Berbagai Upaya

    Minat Lanjut Perguruan Tinggi Rendah, Kasek SMAN 1 Panyabungan Timur Lakukan Berbagai Upaya

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –Tahun ini Perguruan tinggi akan kembali buka pendaftaran mahasiswa baru seiring berakhirnya tahun ajaran. Di SMA N 1 Panyabungan Timur, Madina minat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi hanya 20 persen saja. Kondisi ini akibat faktor ekonomi. Arifin Harahap Kepala SMA N 1 Panyabungan Timur mengatakan banyak murid yang berprestasi di sekolahnya, […]

expand_less