Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Maestro Cerpen Indonesia, Hamsad Rangkuti Meninggal Dunia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Agt 2018
  • print Cetak

Hamsad Rangkuti, almarhum

 

Dunia sastra kembali kehilangan sosok handal yang juga dikenal sebagai maestro cerpen Indonesia.

Beliau adalah Hamsad Rangkuti, meninggal dunia di usia 75 tahun karena sakit komplikasi yang diidapnya.

Pria kelahiran Medan 1943 silam itu terbaring selama sekitar 50 hari di rumah sakit sebelum mulai rawat jalan di rumahnya akhir Juli lalu.

“Masuk rumah sakit dua bulan ini, 50 hari, karena sakit stroke. Sakit jantung juga, sudah komplikasi. Ada penyumbatan pembuluh darah ke otak,” tutur istri mendiang, Nurwindasari, Minggu (26/8).

Pada 30 Juli lalu, pihak keluarga memutuskan untuk membawa Hamsad keluar dari rumah sakit lalu rawat jalan di rumah. “Kita kontrol seminggu sekali.”

“50 hari di rumah sakit sana, kita juga nggak kuat, di ICU sampai Rp50 juta, akhirnya mutusin buat rawat di rumah,” jelas Nur.

Kondisi fisik Hamsad Rangkuti menurun drastis sejak mengalami pendarahan pasca-operasi pemasangan ring di kemaluannya sekitar tahun 2011. Di tahun 2016, Hamsad pun terkena stroke ringan dan sakit jantung.

Pada 2018, mantan Pemimpin Redaksi Majalah Sastra Horison itu pun pernah menjalani operasi. Bahkan Hamsad pun harus mengonsumsi makanan berupa proten. Dalam satu bulan membutuhkan 9-10 boks proten.

Saat ini jenazah Hamsad masih berada di rumah duka di Jalan Swadaya 8 RT 03 RW 03, Tanah Baru, Depok. Jenazah dimakamkan kemarin siang di pemakaman umum Kukusan, Depok.

Hamsad –nama aslinya adalah Hasyim Rangkuti– lahir di Titi Kuning, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara pada 7 Mei 1943. Hamsad adalah salah satu penandatangan Manifes Kebudayaan pada 1964.

Banyak karya cerita pendeknya yang popular, diataranya adalah, Sukri Membawa Pisau Belati dan Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu. Wikipedia meulis sejumlah cerita pendek Hamsad telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, seperti Sampah Bulan Desember yang diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Novel pertamanya, Ketika Lampu Berwarna Merah diterbitkan oleh Kompas pada 1981. Cerpen-cerpennya juga termuat dalam beberapa antologi cerita pendek mutakhir.

Sumber : Detik.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2012 di Seluruh Indonesia

    Daftar Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2012 di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pada tahun 2012 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan (BPSDMP) dan Penjamin Mutu Pendidikan (PMP) akan terus melanjutkan program sertifikasi guru sebagaimana yang telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Belum semua guru yang akan mendapat kesempatan untuk mengikuti sertifikasi guru tahun 2012. Calon peserta sertifikasi guru tahun […]

  • Mencari Keluarga Ayah

    Mencari Keluarga Ayah

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang keturunan Mandailing bernama Tapian Suri Sundari yang berdomisili di Jalan R Wolter Monginsidi No. 210, Yosomulyo 21D, Kodya Metro Lampung saat ini sedang berjuang mencari keberadaan ayah kandungnya bernama Aziz Nasution. Tapian Suri Sundari tidak pernah bertemu sang ayah, karena sang ayah sudah menghilang ketika Tapian Suri Sundari masih di dalam kandungan. Hingga kini […]

  • Kapal Kumala Indah Tenggelam, Baru 5 Orang Ditemukan

    Kapal Kumala Indah Tenggelam, Baru 5 Orang Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Kapal Kumala Indah GT 454 yang membawa muatan 710 ton besi tujuan Kalimantan Barat tenggelam, Selasa (24/3/2015) selepas berangkat dari Pelabuhan Syahbandar Belawan. Sejauh ini gabungan dari Dit Pol Air, Basarnas BPBD dan Tim DVI Polda Sumut baru menemukan 5 dari 14 orang awak kapal. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf […]

  • Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    Bus Pariwisata Jatuh di Jurang Jalinsum Titik Tambangan

    • calendar_month Senin, 8 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan di jalur Lintas Tengah Sumatera titik jembatan kecil simpang Angin Barat Lamo, Senin (8/2/2021) sekira pukul 12.15 WIB. Belum diketahui jumlah korban. Juga belum terpastikan penyebab kecelakaan. Lokasi kecelakaan itu berada di perbatasan Desa Muara Mais Jambur dengan Desa Lumban Pasir, Kecamatan Tambangan, Mandaililing Natal, Sumut. […]

  • Situs Islam di Barus dihantam banjir

    Situs Islam di Barus dihantam banjir

    • calendar_month Senin, 3 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Salah satu situs bersejarah, yakni makam para aulia (ulama) pengembang Agama Islam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami rusak dihatam arus Sungai Sirahar, akibat banjir yang melanda daerah tersebut. “Makam aulia berlokasi di Desa Kinali, Kecamatan Barus tergerus banjir sepanjang 386 meter, dan rubuh,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Jalinsum Titik Kotanopan Rusak, Warga dan Supir Minta Perbaikan

    Jalinsum Titik Kotanopan Rusak, Warga dan Supir Minta Perbaikan

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Jalan Lintas Sumatera di titik kota Kotanopan, Mandailing Natal berlobang berbentuk kubangan. Para supir mengeluh karena harus hati-hati melintasi titik kerusakan badan jalan itu. Sejumlah tokoh Kotanopan menyebut kerusakan sudah lama terjadi dan terkesan diabaikan. Padalah pemerintah memiliki anggaran rutin untuk pemeliharaan jalan. Selain para supir, tokoh Kotanopan juga berharap […]

expand_less