Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
  • print Cetak

Ulu Pungkut (MO) – Belakangan ini jarang dijumpai orang yang ahli membuat gordang sambilan di Mandailing, wilayah bermukim etnis Mandailing di Provinsi Sumatera Utara.

Selain pembuatannya yang cukup sulit, kayunya juga harus jenis yang berkwalitas. Salah satu yang tetap eksis membuat gordang sambilan adalah adalah Oloan Lubis (40), warga desa Hutanagodang, Kecamatan Ulu Pungkut.

Kepada wartawan, kemarin, Oloan mengakui sudah lima tahun menekuni pembuatan gordang sambilan. Intensitas produksinya tergantung pada munculnya pesanan.

“ Selain biayanya yang cukup mahal, bahan untuk pembuatan gordang harus berupa kayu berkwalitas dan cukup sulit di jumpai. Begitu juga dalam pembuatannya diperlukan keahlian agar hasil yang didapatkan maksimal. Sebab, kalau kita salah-salah membuat, suaranya yang dihasilkan tidak akan baik,” katanya.

Dijelaskanya, pembuatan gordang sambilan ini di awali dengan pemilihan jenis kayu yang baik. Umumnya kayu yang bagus digunakan adalah jenis kayu Andorung (sekaliber dengan kualiatas jenis Kapur). Jenis kayu ini dipilih karena bisa memantulkan suara.

“Memang ada beberapa jenis kayu lagi yang biasa dipergunakan, seperti kayu Ingul, Bania dan kayu keras lainnya, namun jenis kayu ini biasanya menyerap getaran (bunyi), jadi kurang bagus untuk bahan pembuatan gordang,” katanya.

Ukuran keseluruhan perkusi ini berbeda-beda, perkusi 1 dan perkusi 2 bisa berdiameter 60, tapi bisa juga 50 centi meter. Jejeran perkusi berikutnya kian kecil hingga ke perkusi yang ke-9. Panjangnya sekitar 1,7 meter. Kayu yang sudah ada di potong-potong kepada sembilan bagian sesuai dengan jumlah gordang sambilan.

Jejeran perkusi memiliki nama tersendiri. Paling besar adalah perkusi 1 dan 2 yang biasa di sebut gordang jangat. Untuk perkusi 3-4 disebut udong kudong, perkusi 5-6 disebut epong-epong (tampul-tampul), perkusi 7-8 disebut pangayak dan perkusi ke-9 disebut eneng-eneng.

“Pekerjaan paling sulit adalah melobangi bagian dalam, kalau tidak hati-hati maka kayu akan pecah. Kalau dulu orang sengaja mencari kayu yang berlobang agar lebih mudah pengerjaannya. Hal itu kita maklumi karena alat untuk melobangi itu masih sulit di dapatkan,” jelasnya.

Setelah kayu selesai dilobangi, maka kulit lembu yang sudah disediakan dipasangkan di bagian atas dengan cara diikat dengan rotan. Biasanya, waktu pengerjaan gordang sambilan ini sampai siap butuh waktu sekitar tiga bulan. Sedangkan biaya yang di butuhkan cukup mahal, untuk menempa gordang sambilan mencapai 15-17 juta rupiah per unit.

“Mahalnya harga pembuatan gordang sambilan ini karena sulitnya pengerjaan, begitu juga dengan jenis kayu harus dipilih, tidak boleh sembaranagan. Belum lagi pengerjaan melobangi, pembersihan, penjemuran kulit lembu dan lain-lainnya,” ujarnya.

Oloan tidak membantah kalau sekarang ini orang yang pandai dan ahli membuat gordang ini sangat jarang. Paling hanya ada beberapa orang dan itupun tidak aktif lagi membuat gordang.

“Hal ini disebabkan rata-rata orang memesan gordang ini sangat jarang, belum tentu sekali setahun ada pesanan,” ujarnya. (kot/mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Korban Pencabulan Minta Tersangka Serahkan Diri

    Keluarga Korban Pencabulan Minta Tersangka Serahkan Diri

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluarga korban meminta tersangka pencabulan di Desa Sopo Batu menyerahkan diri ke polisi. Hal itu ditegaskan Muhammad Nur, ayah korban, warga Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, Madina kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (29/4/2019) didampiingi kuasa hukum, Subur Siregar,SH. Sebab, tersangka berinisial Ar (23 tahun) yang juga warga Desa Sopo Batu […]

  • Pedagang Kerumuni Cabup Harun Mustafa Nasution di Pasar Baru, Mereka Keluhkan Kondisi Pasar

    Pedagang Kerumuni Cabup Harun Mustafa Nasution di Pasar Baru, Mereka Keluhkan Kondisi Pasar

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Pedagang dan pengunjung Pasar Baru Panyabungan dikagetkan kedatangan Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) Harun Mustafa Nasution. Senin 14/10/2024. Harun Mustafa Nasution didampingi abangnya Mustafa Bakri Nasution dan sejumlah tim pemenang hendak makan makanan khas Mandailing yakni Toge Taing Tumpat. Mendengar kedatangan Harun ke Pasar Baru, pedagang dilantai satu dan […]

  • Stempel Sisingamangaraja Tertera ”Ahu Raja Toba”

    Stempel Sisingamangaraja Tertera ”Ahu Raja Toba”

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Melayu dan  Batak Dalam Strategi Kolonial Dr.Perret dari Paris mencatat; orang Melayu di pesisir Sumatera Timur memiliki kebudayaan tinggi (civilized), sedangkan yang di pedalaman dipandang sebagai orang yang tidak berpengetahuan, berperilaku kasar bahkan kanibal, diberi label Batak “Memang tidak ada yang lebih tabah dari hujan di bulan Juni, ”… dihapusnya jejak keraguan …” di hati […]

  • Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Meski anggota DPR RI dari FPD Sutan Bhatoegana dan Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum telah meminta maaf kepada keluarga almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun putri Gus Dur Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid merasa prihatin dengan pernyataan politisi Demokrat tersebut. Pasalnya, sebagai anggota dewan Sutan ternyata tidak tahu fakta […]

  • Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN,( Mandailing Online )-Polisi dari Polrea Mandailing Natal ( Madina ) kembali temukan ladang ganja seluas 1 hektar di perbukitan tor sihite, Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Dipimpin Kasat Narkoba AKP Irwan , tim menelusuri perbukitan dengan berjalan kaki. Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke lokasi. Tiba di lokasi, tim melihat ladang […]

  • Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah. Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri […]

expand_less