Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
  • print Cetak

Ulu Pungkut (MO) – Belakangan ini jarang dijumpai orang yang ahli membuat gordang sambilan di Mandailing, wilayah bermukim etnis Mandailing di Provinsi Sumatera Utara.

Selain pembuatannya yang cukup sulit, kayunya juga harus jenis yang berkwalitas. Salah satu yang tetap eksis membuat gordang sambilan adalah adalah Oloan Lubis (40), warga desa Hutanagodang, Kecamatan Ulu Pungkut.

Kepada wartawan, kemarin, Oloan mengakui sudah lima tahun menekuni pembuatan gordang sambilan. Intensitas produksinya tergantung pada munculnya pesanan.

“ Selain biayanya yang cukup mahal, bahan untuk pembuatan gordang harus berupa kayu berkwalitas dan cukup sulit di jumpai. Begitu juga dalam pembuatannya diperlukan keahlian agar hasil yang didapatkan maksimal. Sebab, kalau kita salah-salah membuat, suaranya yang dihasilkan tidak akan baik,” katanya.

Dijelaskanya, pembuatan gordang sambilan ini di awali dengan pemilihan jenis kayu yang baik. Umumnya kayu yang bagus digunakan adalah jenis kayu Andorung (sekaliber dengan kualiatas jenis Kapur). Jenis kayu ini dipilih karena bisa memantulkan suara.

“Memang ada beberapa jenis kayu lagi yang biasa dipergunakan, seperti kayu Ingul, Bania dan kayu keras lainnya, namun jenis kayu ini biasanya menyerap getaran (bunyi), jadi kurang bagus untuk bahan pembuatan gordang,” katanya.

Ukuran keseluruhan perkusi ini berbeda-beda, perkusi 1 dan perkusi 2 bisa berdiameter 60, tapi bisa juga 50 centi meter. Jejeran perkusi berikutnya kian kecil hingga ke perkusi yang ke-9. Panjangnya sekitar 1,7 meter. Kayu yang sudah ada di potong-potong kepada sembilan bagian sesuai dengan jumlah gordang sambilan.

Jejeran perkusi memiliki nama tersendiri. Paling besar adalah perkusi 1 dan 2 yang biasa di sebut gordang jangat. Untuk perkusi 3-4 disebut udong kudong, perkusi 5-6 disebut epong-epong (tampul-tampul), perkusi 7-8 disebut pangayak dan perkusi ke-9 disebut eneng-eneng.

“Pekerjaan paling sulit adalah melobangi bagian dalam, kalau tidak hati-hati maka kayu akan pecah. Kalau dulu orang sengaja mencari kayu yang berlobang agar lebih mudah pengerjaannya. Hal itu kita maklumi karena alat untuk melobangi itu masih sulit di dapatkan,” jelasnya.

Setelah kayu selesai dilobangi, maka kulit lembu yang sudah disediakan dipasangkan di bagian atas dengan cara diikat dengan rotan. Biasanya, waktu pengerjaan gordang sambilan ini sampai siap butuh waktu sekitar tiga bulan. Sedangkan biaya yang di butuhkan cukup mahal, untuk menempa gordang sambilan mencapai 15-17 juta rupiah per unit.

“Mahalnya harga pembuatan gordang sambilan ini karena sulitnya pengerjaan, begitu juga dengan jenis kayu harus dipilih, tidak boleh sembaranagan. Belum lagi pengerjaan melobangi, pembersihan, penjemuran kulit lembu dan lain-lainnya,” ujarnya.

Oloan tidak membantah kalau sekarang ini orang yang pandai dan ahli membuat gordang ini sangat jarang. Paling hanya ada beberapa orang dan itupun tidak aktif lagi membuat gordang.

“Hal ini disebabkan rata-rata orang memesan gordang ini sangat jarang, belum tentu sekali setahun ada pesanan,” ujarnya. (kot/mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MENAGIH KUALITAS GURU BERSERTIFIKASI (1)

    MENAGIH KUALITAS GURU BERSERTIFIKASI (1)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      (Tinjauan Kritis Jelang Hari Pendidikan Nasional) Oleh : Moechtar Nasution   PENDAHULUAN Pengakuan jujur tentang kualitas guru bersertifikasi yang tidak memiliki perbedaan dengan guru non sertifikasi dapat dibaca dalam berita Malintang Pos edisi 06-12 April 2015 halaman 5 kolom 3 dengan judul “Sertifikasi Guru Tak Meningkatkan Mutu”. Judul yang menyedihkan sekaligus memilukan apalagi testimoni […]

  • DCS Dapil 5 PBB Madina

    DCS Dapil 5 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PBB Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Anas Urbaningrum: Demokrat Sumut Harus Tetap Terbaik

    Anas Urbaningrum: Demokrat Sumut Harus Tetap Terbaik

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Parapat, Partai Demokrat Sumut harus tetap menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Untuk itu seluruh kader agar tetap menjaga komitmen dan kebersamaan untuk membesarkan partai dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Disamping itu kader Partai Demokrat, baik itu provinsi dan kabupaten/kota harus berperan sebagai partai pendukung pemerintah, meskipun kepala daerahnya […]

  • 2 Diduga Pelaku Pembacokan Dibawa ke TKP

    2 Diduga Pelaku Pembacokan Dibawa ke TKP

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    POLRES- Hingga Jumat (15/4) Polres Madina belum menetapkan siapa pelaku di balik perampokan yang terjadi di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, pekan lalu hingga menewaskan Nurazmi (60). Namun, polisi telah mengamankan 2 orang yang diduga pelaku dari Pematangsiantar Kamis (14/4) dan langsung dibawa ke TKP. Hal ini dibenarkan Kapolres Madina melalui Kasat Reskrim AKP […]

  • Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

    Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak ada pungutan liar dan calo. “Masyarakat nggak usah percaya dengan calo yang mengaku bisa masukkan jadi PNS,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka, Senin (26/8). Menurutnya, semua yang masuk menjadi PNS harus melalui kemampuan kompetensi. “Kami ingin PNS yang […]

  • Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    Christopher Shelton: Selesai Baca Alquran, Saya Menjadi Muslim

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Setiap harinya, Christopher Shelton mendengar teman-temannya tengah membahas Islam. Satu atau dua temannya memang seorang Muslim.  Itu terjadi ketika Shelton duduk di bangku sekolah. “Awalnya ada teman saya seorang Muslim bernama Raphael, ia bercerita banyak tentang Islam. Saat itu, saya belum tertarik mendengar bahasan itu,” ucap dia seperti dikutip arabnews.com, Rabu (4/12). Memasuki kelas sepuluh, […]

expand_less