Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Oloan Lubis, Pembuat Gordang Sambilan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
  • print Cetak

Ulu Pungkut (MO) – Belakangan ini jarang dijumpai orang yang ahli membuat gordang sambilan di Mandailing, wilayah bermukim etnis Mandailing di Provinsi Sumatera Utara.

Selain pembuatannya yang cukup sulit, kayunya juga harus jenis yang berkwalitas. Salah satu yang tetap eksis membuat gordang sambilan adalah adalah Oloan Lubis (40), warga desa Hutanagodang, Kecamatan Ulu Pungkut.

Kepada wartawan, kemarin, Oloan mengakui sudah lima tahun menekuni pembuatan gordang sambilan. Intensitas produksinya tergantung pada munculnya pesanan.

“ Selain biayanya yang cukup mahal, bahan untuk pembuatan gordang harus berupa kayu berkwalitas dan cukup sulit di jumpai. Begitu juga dalam pembuatannya diperlukan keahlian agar hasil yang didapatkan maksimal. Sebab, kalau kita salah-salah membuat, suaranya yang dihasilkan tidak akan baik,” katanya.

Dijelaskanya, pembuatan gordang sambilan ini di awali dengan pemilihan jenis kayu yang baik. Umumnya kayu yang bagus digunakan adalah jenis kayu Andorung (sekaliber dengan kualiatas jenis Kapur). Jenis kayu ini dipilih karena bisa memantulkan suara.

“Memang ada beberapa jenis kayu lagi yang biasa dipergunakan, seperti kayu Ingul, Bania dan kayu keras lainnya, namun jenis kayu ini biasanya menyerap getaran (bunyi), jadi kurang bagus untuk bahan pembuatan gordang,” katanya.

Ukuran keseluruhan perkusi ini berbeda-beda, perkusi 1 dan perkusi 2 bisa berdiameter 60, tapi bisa juga 50 centi meter. Jejeran perkusi berikutnya kian kecil hingga ke perkusi yang ke-9. Panjangnya sekitar 1,7 meter. Kayu yang sudah ada di potong-potong kepada sembilan bagian sesuai dengan jumlah gordang sambilan.

Jejeran perkusi memiliki nama tersendiri. Paling besar adalah perkusi 1 dan 2 yang biasa di sebut gordang jangat. Untuk perkusi 3-4 disebut udong kudong, perkusi 5-6 disebut epong-epong (tampul-tampul), perkusi 7-8 disebut pangayak dan perkusi ke-9 disebut eneng-eneng.

“Pekerjaan paling sulit adalah melobangi bagian dalam, kalau tidak hati-hati maka kayu akan pecah. Kalau dulu orang sengaja mencari kayu yang berlobang agar lebih mudah pengerjaannya. Hal itu kita maklumi karena alat untuk melobangi itu masih sulit di dapatkan,” jelasnya.

Setelah kayu selesai dilobangi, maka kulit lembu yang sudah disediakan dipasangkan di bagian atas dengan cara diikat dengan rotan. Biasanya, waktu pengerjaan gordang sambilan ini sampai siap butuh waktu sekitar tiga bulan. Sedangkan biaya yang di butuhkan cukup mahal, untuk menempa gordang sambilan mencapai 15-17 juta rupiah per unit.

“Mahalnya harga pembuatan gordang sambilan ini karena sulitnya pengerjaan, begitu juga dengan jenis kayu harus dipilih, tidak boleh sembaranagan. Belum lagi pengerjaan melobangi, pembersihan, penjemuran kulit lembu dan lain-lainnya,” ujarnya.

Oloan tidak membantah kalau sekarang ini orang yang pandai dan ahli membuat gordang ini sangat jarang. Paling hanya ada beberapa orang dan itupun tidak aktif lagi membuat gordang.

“Hal ini disebabkan rata-rata orang memesan gordang ini sangat jarang, belum tentu sekali setahun ada pesanan,” ujarnya. (kot/mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Covid-19: Meneguhkan Iman dan Imun

    Ramadan dan Covid-19: Meneguhkan Iman dan Imun

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag   “Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 67). Ayat di atas menjadikan titik pangkal iman dan sikap […]

  • PNS Dapat Tambahan Uang Muka Rumah dari Pemerintah

    PNS Dapat Tambahan Uang Muka Rumah dari Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA — Pemerintah menaikkan pagu bantuan uang muka rumah untuk pegawai negeri sipil. Besar bantuan meningkat dari Rp 1,2 juta-Rp 1,8 juta per orang menjadi maksimum Rp 15 juta per orang. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Sekretariat Tetap Badan Pengelola Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) Yasin Kara, saat penandatanganan nota kesepahaman penyaluran tambahan […]

  • Robot ‘Pembohong’ Dikembangkan

    Robot ‘Pembohong’ Dikembangkan

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Georgia: Peneliti dari Georgia, Amerika Serikat, sedang mengembangkan sebuah robot yang bisa berbohong. Robot ini nantinya digunakan untuk meningkatkan pencarian dan misi penyelamatan. Robot tersebut diajari berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari manusia dan sesama robot lainnya. Percobaan tim peneliti tersebut terlihat seperti sebuah cerita dalam film Terminator. Namun, pada kenyataanya robot tersebut memang telah melakukan […]

  • Guru Honor SD, SMP di Madina 7 Bulan Belum Digaji

    Guru Honor SD, SMP di Madina 7 Bulan Belum Digaji

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.315 orang guru Honor TKS tingkat SD dan SMP di Mandailing Natal (Madina) tak memperoleh gaji selama 7 bulan. Yakni sejak bulan September hingga Desember 2017 dan berlanjut Januari-Marer 2018. “Saya tak habis pikir, bagaimana kekacauan ini bisa terjadi di Mandailing Natal. Mengapa kinerja Dinas Pendidikan bisa kacau seperti ini,” […]

  • Tambang Emas Ilegal di Linggabayu Madina Bebas Beroperasi

    Tambang Emas Ilegal di Linggabayu Madina Bebas Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online – Aparat kepolisian diminta untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambang emas ilegal yang beroperasi di lahan bekas tambang M3 Simpang Durian dan Kelurahan Tapus  di Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Berikut adalah daftar inisial nama yang diduga pemilik tambang emas ilegal sekaligus alat berat yang beroperasi di lokasi: AM, AD, […]

  • Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk […]

expand_less