Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Polisi Memberi Keamanan, Bukan Menganiaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
  • print Cetak

Oleh: Samna, SPd.I
Aktivis / anggota Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal

 

Sejumlah anggota kepolisian  diduga telah melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap empat orang remaja, di Ternate, Maluku Utara, Minggu (26/9).

Hal tersebut terjadi di kantor Direktorat Sabhara Polda Maluku Utara.

Rahmandani dan tiga teman sebayanya juga mengalami kondisi serupa. Tiga temannya tersebut yakni Buaiman Usemahu, Ai dan Iman Toro dianiaya hingga mengalami lebam di bagian wajah.

Sementara nama para oknum pelaku penganiayaan dan pengeroyokan ini belum diketahui identitasnya.

Sebelumnya penganiayaan oleh oknum polisi juga terjadi di Mandailing Natal, Sumatera Utara. DG yang merupakan pegawai Rutan (Rumah Tahanan) Kelas II B Natal, melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur SR (14) yang merupakan santri Ponpes Musthafawiyah Purba Baru. Akibatnya sang anak babak belur dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga yang melihat.

Menyalahi Amanat Rakyat

Kepolisian adalah alat utama negara dalam menjaga keamanan.

Sebagai polisi seharusnya memberikan penjagaan keamanan kepada masyarakat, bukan menganiaya. 

Polisi adalah tempat masyarakat mengadu saat terjadi tindak kriminal, agar mereka yang terzalimi bisa segera mendapatkan pembelaan.

Kepolisian adalah salah satu lembaga penting yang memainkan tugas utama sebagai penjaga keamanan, ketertiban dan penegakan hukum.

Jika polisi melakukan penganiayaan maka hal ini sama saja dengan menghianati amanah yang diembankan kepada mereka. Padahal keberadaan mereka seharusnya memberikan rasa aman bagi rakyat.

Polisi dalam Islam

Dalam negara khilafah, urusan keamanan negara diurusi oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang dipimpin oleh seorang Direktur. Departemen ini mempunyai Kantor Wilayah di setiap wilayah kekhilafahan. Kantor Wilayah tersebut dipimpin oleh seorang Kepala Kepolisian di wilayah itu.

Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya “Struktur Daulah Khilafah dalam Pemerintahan dan Administrasi ” menukil ungkapan Al Azhari mengenai hal ini.

Al Azhari berkata: “Polisi adalah setiap kesatuan yang merupakan kesatuan terbaik, diantara kesatuan pilihan tersebut adalah polisi karena mereka adalah prajurit-prajurit pilihan, bahkan dikatakan mereka adalah kesatuan terbaik yang lebih menonjol daripada tentara. Dikatakan bahwa mereka dinamakan syurthah atau polisi karena mereka memiliki ciri yang telah dikenal baik dari pakaian maupun kemampuan geraknya”.

Imam al-Bukhari telah menuturkan riwayat dari Anas bin Malik:  “sesungguhnya Qais bin sa’ad di sisi nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki posisi sebagai kepala polisi dan ia termasuk di antara para Amir.“

Polisi diberi tugas untuk menjaga sistem mengelola keamanan dalam negeri dan melaksanakan seluruh aspek implementatif, hal ini sesuai dengan hadits Anas bin Malik di atas tentang Rasul shallallahu alaihi wasallam yang menjadikan Qais bin Sa’ad di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki kedudukan sebagai kepala polisi.

Hadis itu menunjukkan bahwa polisi berada di samping penguasa. Makna berada di samping penguasa itu adalah polisi berperan sebagai kekuatan implementatif yang dibutuhkan oleh penguasa untuk menerapkan syariah menjaga sistem dan melindungi keamanan termasuk melakukan kegiatan patroli. Kegiatan patroli itu adalah berkeliling pada malam hari untuk mengawasi dan mengejar pencuri serta mencari orang yang berbuat kerusakan atau kejahatan dan orang yang dikhawatirkan melakukan tindak kejahatan.

Untuk menjalankan tugasnya itu, polisi harus mempunyai karakter yang khas, seperti keikhlasan, akhlak yang baik, seperti sikap tawadhu’, tidak sombong dan tidak arogan, kasih sayang, tindak tanduknya baik, seperti murah senyum, mengucapkan salam, menjauhi perkara syubhat, bijak dan lapang dada, menjaga lisan, berani, jujur, amanah, taat, berwibawa dan tegas.

Dengan demikian seorang polisi akan menjadikan dirinya sebagai pengaman, penjaga bagi masyarakat. Masyarakat akan merasa aman dan nyaman bila berjumpa dengan mereka, bukan sebaliknya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dianggap Kodrat, Adakah Sebagai Sinyal Penerimaan Seks Menyimpang?

    Dianggap Kodrat, Adakah Sebagai Sinyal Penerimaan Seks Menyimpang?

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen “LGBT itu sebagai kodrat kan tidak bisa dilarang.” Kalimat ini menjadi viral di sosial media yang kemudian menjadi perbincangan banyak pihak. Kalimat tersebut tentu saja mengejutkan rakyat Indonesia. Karena belum ada tokoh manapun yang notabene Muslim berani secara gamblang memberikan pernyataan demikian. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang Menteri, professor yang […]

  • Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

    Bareng Franda, Norman Jadi Polisi Lagi

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NORMAN memang diberhentikan dengan tidak hormat oleh kepolisian, tempatnya mengabdi sebelum terjun ke dunia hiburan. Namun, itu tidak berarti bahwa dia tidak bisa lagi menjadi bagian dari institusi tersebut. Tentu hal itu tidak terjadi dalam kehidupan nyata. Dia hanya bisa melakukannya dalam film. Hal tersebut terlihat di film Xia Aimei yang diperankan Franda. Dalam film […]

  • Ketua DPW PKS Sumut: Ukhuwah Adalah Modal Bagi Kemajuan Indonesia

    Ketua DPW PKS Sumut: Ukhuwah Adalah Modal Bagi Kemajuan Indonesia

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPW PKS Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Usman Jafar, Lc.MA menyatakan ukhuwah memiliki nilai yang sangat tinggi sebagai modal  besar bagi bangsa Indonesia mencapai kemajuan. Yaitu nilai kebersamaan, baik ukhuwah Wathaniayah maupun ukhuwah Insaniyah. Itu disampaikan Usman Jafar pada pidato pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2022 DPD Partai Keadilan […]

  • Dampak Hujan, Petani Terpaksa Memungut Sisa Bawang Yang Selamat

    Dampak Hujan, Petani Terpaksa Memungut Sisa Bawang Yang Selamat

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Dampak penghujan bulan lalu, petani bawang merah di kecamatan Siabu merugi akibat umbi bawang membusuk. Kini, petani hanya pasrah memungut sisa bawang yang selamat. Iskandar (40) salah seorang petani bawang merah di Kelurahan Siabu, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal mengungkapkan banyak tanaman bawang yang rusak akibat tingginya curah hujan bulan lalu. "Akibat […]

  • Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    Ada inisial M dan F Diduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Madina

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Suara alat berat itu meraung raung setiap malam di dusun batu marsaong, desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Alat berat yang beroperasi mengeruk sedimen sekitar aliran sungai batang natal itu untuk mangambil material pasiran mengandung emas. ” itu milik inisial L dan F. Mereka sudah beroperasi lama tanpa […]

  • KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    KPK Temukan 17 Titik Rawan Korupsi Pengelolaan Hutan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menurut Wakil Ketua Bidang Pencegahan KPK M Jasin, kerentanan terjadinya tindak pidana korupsi itu akibat dari ketidakpastian hak, ruang investasi, lemahnya regulasi, dan tidak adanya pengelola kawasan hutan di lapangan. “Hasil kajian menemukan 17 kelemahan sistemik dalam aspek regulasi (sembilan temuan), aspek kelembagaan (tiga emuan), aspek tata laksana (empat temuan), aspek manajemen SDM […]

expand_less