Minggu, 25 Okt 2026
light_mode

Tanpa Sapujagat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
  • print Cetak

 

Mengapa harga minyak goreng di Malaysia bisa dikendalikan?. Foto: @gambareza/Disway

Er Gham
Kok Malaysia bisa. Padahal masalahnya sama.
———————–

Membaca komentar Er Gham di Disway Jumat lalu itu saya langsung menghubungi ahli satu ini: Prof Dr Hendri Saparini. Dia terkenal dalam urusan “menghadirkan kembali fungsi negara dan rakyat untuk menegakkan kedaulatan pangan Indonesia”.

Dia bisa bicara fasih apa yang dilakukan oleh Malaysia. Dr Saparini tergabung dalam asosiasi ahli ekonomi politik. Dia lulusan ”Universitas Pro Rakyat” Gadjah Mada, Yogyakarta. Lalu meraih gelar master dan doktor dari Universitas Tsukuba, Jepang.

Setelah lama menjadi peneliti di Econit-nya Dr Rizal Ramli, Saparini mendirikan lembaga sendiri: Core Indonesia. “Saya ingin ada kajian yang tidak hanya kulit-kulitnya. Harus membahas core-nya,” ujar Saparini.

Lantas Saparini menemukan kepanjangan dari Core itu: Center of Reform on Economy. Di situlah dia sehari-hari. Meneliti dan menganalisis semua kebijakan yang terkait dengan ekonomi –termasuk, terutama, pangan.

Sejak muda pemikiran wanita Kebumen ini sangat menonjol. Megawati Soekarnoputri pernah memberikan penghargaan sebagai ‘Ekonom Muda Indonesia’ pada 2009. PKS juga memilihnyi sebagai wanita berpengaruh.

“Di Malaysia ada kebijakan mendasarnya. Ada ketentuan mengenai pangan strategis,” ujar Saparini. “Kita belum punya,” tambahnyi.

Saya, harusnya, tidak perlu memilih ”Saparini”, nama belakangnyi, ketika menuliskan namanyi. Toh Disway sudah meniru bahasa Inggris: menulis ”nyi” untuk ”her” dan ”nya” untuk ”his”. ”Dia” untuk ”she” dan ”ia” untuk ”he”. 

Tapi tetap saja saya “ragu”: kalau saya tulis Hendri –nama depannyi– itu dikira nama laki-laki. 

“Sampai sekarang masih ada saja yang menulis undangan ke saya dengan ”Bapak Hendri….”. Dikira saya laki-laki,” ujarnyi, lantas tersenyum.

UU bahan pangan strategis itu, katanyi, belum pernah ada. Tapi, waktu itu, negara punya kebijakan strategis di lapangan: mendirikan Bulog. Yang bisa menggunakan keuangan negara untuk menjadi stabilitas harga pangan.

Lembaga Bulog menjadi mandul setelah ”Yang Mulia IMF” kita datangkan. Untuk mengatasi krisis moneter tahun 1998. Yakni krisis multi dimensi yang sampai bikin Presiden Soeharto lengser.

Sisi lain krisis waktu itu: bisa bikin banyak orang kaya mendadak –dari mempermainkan lembaga yang Anda sudah tahu: BPPN.

IMF lantas membantu kita. Tapi juga menetapkan 1001 syarat yang harus kita penuhi. Salah satunya: Bulog tidak boleh lagi menggunakan uang negara.

Selesailah barang itu. 

Bulog pun ”habis”. 

Memang masih saja bisa bersiasat. Dengan menggunakan dana komersial bank milik negara. Tapi sudah tidak bisa seperti Bulog yang dulu lagi.

Sejak itulah, ujar Saparini, impor bahan pangan menjadi kenyataan baru. Menjadi semacam keharusan. Lalu senjata impor itu meningkat menjadi solusi permanen. Alasannya selalu sama: agar inflasi tetap rendah.

Harga pangan impor itu memang lebih murah. Menurut Saparini, itu bukan saja berkat pertanian mereka yang lebih efisien. Tapi juga dari  kebijakan ”memperbarui stok” nasional di sana.

Mereka selalu punya stok besar. Tujuannya: menjaga stabilitas pangan di sana. Stok pangan itu ada masa kedaluwarsanya. Stok yang mendekati kedaluwarsa dilepas. Tentu dengan harga murah.

Menurut Saparini, baik ”efisiensi pertanian” maupun ”pengadaan stok nasional” punya latar belakang yang  sama: adanya kebijakan negara di bidang pangan strategis. “Core-nya di situ,” ujarnyi.

Maka di saat Indonesia krisis minyak goreng Malaysia tenang-tenang saja. Padahal sama-sama penghasil sawit terbesar dunia. Sama-sama eksporter produk sawit. Sesama ras Melayu. 

Di Malaysia harga minyak goreng –di sana disebut minyak masak– tidak binal. Tetap saja di sekitar Rp 8.500. Itu harga per liter. Di sana ukuran minyak masak pakai liter. Berarti hanya sekitar Rp 7.800/kg.

Di Malaysia minyak masak juga diurus pemerintah. Yakni oleh Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna. Disingkat –gak usah diingat: KPDNHEP.

Adanya UU yang mengatur pangan strategis itu. Tidak diperlukan keputusan ”sapu jagat”. 

Keputusan ad hoc seperti kejutan Presiden Jokowi Jumat lalu itu memang penting. Tapi belum menjamin tidak terjadi lagi. Di lain waktu. Di komoditas lain.

Sepanjang hari kemarin saja, misalnya, sudah beredar rumor ini: yang dilarang itu ekspor olein. Yakni minyak goreng yang belum dikemas. Sedang ekspor CPO tidak termasuk yang dilarang.

Sulit mencari penegasan mana yang benar. Kemarin adalah hari libur. Rumor ini harus dijelaskan hari Senin ini.

Dr Saparini sudah lama mengusulkan pembuatan UU pangan strategis itu. Tapi masih gagal. Di era mana pun. 

Selama ini petani kita yang kalah efisien cenderung dijawab dengan kepasrahan: sudah takdir kita. 

Padahal, seperti kata Saparini, semua bisa diatasi dengan kebijakan negara yang komprehensif.

Di situlah core-nya. Untuk mengkaji yang core-core seperti itulah dia dirikan Core Indonesia.

Tapi kenapa orang tua Saparini memberi nama laki-laki untuk anak perempuannya?

“Saya ini orang Jawa,” katanyi. “Di Jawa, kata bapak saya, nama dengan akhiran ‘i’ itu menandakan perempuan. Kalau akhiran ‘o’ itu untuk nama laki-laki. Jadi Hendri itu nama perempuan. Kakak laki-laki saya bernama Hendro,” ujarnyi.

Belakangan, ketika dia sering ke Prancis, barulah mantap. “Di Prancis nama Hendri itu perempuan. Jadi, ayah saya sudah benar,” katanyi.

“Jangan-jangan ayah dulu lulusan Sorbone University…,” sela saya.

“:) 🙂 :)'” jawabnyi.(Dahlan Iskan)

 

Dicopy dari: Disway.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 1 PKS Madina

    DCS Dapil 1 PKS Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 PKS

  • Sukhairi-Atika Perjuangkan Investasi Pabrik Sawit Bersama Koperasi Petani

    Sukhairi-Atika Perjuangkan Investasi Pabrik Sawit Bersama Koperasi Petani

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintahan Sukhairi-Atika saat ini tengah berupaya keras menghadirkan investasi pendirian Pabrik Minyak Sawit Tanpa Uap (PMTU) di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Pabrik ini kelak akan didirikan satu perusahaan (investor) bersama sejumlah koperasi yang dibentuk para petani sawit. Sejauh ini tim dari Pemkab Madina telah melakukan komunikasi dengan PT. Nusantara Green Energy […]

  • Pengusaha Muda Madina Jadi Peserta Talenta Wirausaha BSI

    Pengusaha Muda Madina Jadi Peserta Talenta Wirausaha BSI

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salah satu pengusaha muda Mandailing Natal (Madina) Palit Hanafi Lubis berhasil lolos jadi peserta Talenta Wirausaha BSI (Bank Syariah Indonesia). Talenta Wirausaha BSI merupakan program Kementerian BUMN untuk mendukung pengusaha muda UMKM dengan mengedepankan empat kategori lomba, yakni wirausaha pemula, rintisan, dan berdaya dengan total hadiah mencapai 450 juta rupiah Pendaftar […]

  • Ini Jalur Alternatif Menghindari Mompang Julu

    Ini Jalur Alternatif Menghindari Mompang Julu

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelintas jalur lintas Sumatera (Jalinsum) bisa memakai jalur alternatif agar tidak terjebak di titik Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut yang masih diblokir warga siang ini Kamis (2/7/2020). Jalur alternatif itu adalah Panyabungan-Huatabargot-Jambur. Berdasar penelusuran Mandailing Online jalur itu hanya dapat dilalui kenderaan roda empat. Kenderaan roda empat […]

  • Pengacara TGSC Tagih Janji Polres Madina Periksa Saipullah Nasution” Semua Orang Sama Kedudukan Dimata Hukum”

    Pengacara TGSC Tagih Janji Polres Madina Periksa Saipullah Nasution” Semua Orang Sama Kedudukan Dimata Hukum”

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online  – Kasus dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ketua Tim Gordang Sambilan Center (TGSC) Miswaruddin Daulay terhadap Saipullah Nasution jalan di tempat. Lewat SP2HP Nomor B/215/IV/RES.1.24./2026/Reskrim tertanggal 9 April 2026, Polres Madina menyebut akan menyurati Saipullah untuk dimintai keterangan. Namun hingga akhir April, pemanggilan itu belum terlaksana. Subur Siregar, kuasa […]

  • Mantan Wakil Wali Kota Medan Ramli Bebas

    Mantan Wakil Wali Kota Medan Ramli Bebas

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jumat, 27 Mei 2011, memvonis bebas mantan Wakil Wali Kota Medan Ramli Lubis, karena tidak terbukti bersalah dan merugikan keuangan negara senilai Rp13.640.189.000 dalam kasus tukar guling kebun binatang di daerah tersebut. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Sugianto dalam amar putusannya menyebutkan, Ramli Lubis harus dibebaskan dari […]

expand_less