Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Pemberian Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto Soal Waktu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


JAKARTA-: Presiden RI ke-2 Soeharto dan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid dipastikan tidak akan menerima gelar pahlawan nasional setelah pihak Istana mengumumkan sejumlah nama yang berhak menyandang gelar pahlawan.

Bagi Golkar, hal ini hanya merupakan persoalan waktu. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/11).

“Saya duduk di sebelah Menkopolkam kemudian saya bisik “tidak jadi ni?” Dia menjelaskan bahwa pemerintah bukan menolak Pak Harto maupun Gus Dur. Saya nyaman dengan penjelasan informal Menkopolkam. Ini persoalan timing. Kalau itu, saya mengerti,” kata Priyo.

Priyo menegaskan baik Soeharto dan Gus Dur, merupakan tokoh yang layak mendapat gelar pahlawan terlepas dari kekurangan masing-masing. Ia meminta agar penilaian terhadap gelar pahlawan dilepaskan dari dendam berlanjut.

“Memang harus ada keberanian memutuskan itu. Saya tidak tahu apa tahun depan, dua tahun lagi, atau next president. Kita harus memupuk empati dengan jangan pupuk dendam sejarah berkelanjutan,” sahutnya.

Gelar pahlawan yang diberikan pemerintah pada tahun ini adalah kepada Johanes Leimena dan Johanes Dimara melalui Keputusan Presiden No 52 TK/2010. Kementerian Sosial sebelumnya mengajukan sepuluh nama tokoh yang telah diseleksi untuk memperoleh gelar pahlawan nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Kehormatan, dan Tanda Jasa.

Sepuluh tokoh itu adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur, Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat. (Din/OL-04)
Sumber :MI com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris PNNB Nagajuang Pilih SAHATA, Ini Alasannya

    Sekretaris PNNB Nagajuang Pilih SAHATA, Ini Alasannya

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NAGAJUANG (Mandailing Online) – Berbagai kalangan bicara tentang pasangan calon (Paslon) H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA). Mereka sungguh-sungguh menaruh harapan pada calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 ini mampu membangun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk lima tahun kedepan. Kali ini harapan itu disampaikan oleh Sekretaris Persatuan Naposo dan Nauli […]

  • Nasib jabatan Bupati Madina “di tangan” Mendagri

    Nasib jabatan Bupati Madina “di tangan” Mendagri

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Bupati Mandailing Natal M Hidayat Batubara, tersangka kasus suap proyek alokasi anggaran Bantuan Dana Bawahan (BDB), dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke Kabupaten Mandailing Natal menyerahkan nasib jabatannya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Penegasan itu disampaikan Hidayat usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama lebih dari tujuh jam. “Tergantung Mendagri itu (penonaktifan […]

  • Golkar Akan Perjuangankan Anggaran Untuk Desa Rp 1 M

    Golkar Akan Perjuangankan Anggaran Untuk Desa Rp 1 M

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN : Partai Golkar akan memperjuangkan anggaran untuk setiap desa sebesar Rp 1 miliar per tahunnya, yang diharapkan bertujuan mempercepat pembangunan pedesaan. Ini disampaikan Anggota DPR Ali Wongso Sinaga didampingi Ketua Fraksi Golkar DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani, kemarin saat meninjau proyek Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (P2IP) tahun 2010 di Kabupaten Simalungun. Politisi dari Partai […]

  • Bandara Polonia Berubah jadi Lanud Suwondo

    Bandara Polonia Berubah jadi Lanud Suwondo

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DELI SERDANG, – Bandara Polonia kini resmi menjadi milik TNI Angkatan Darat setelah Bandara Kualanamu dioperasikan pada hari ini, Kamis (25/7) pukul 00.00 WIB. Saat ini, Bandara Polonia Medan juga telah berganti nama menjadi Pangkalan Udara (Lanud) Suwondo. “Bandara Polonia berubah menjadi Lanud Suwondo, itu merupakan nama pahlawan yang gugur ditembak di dalam pesawat,” ucap […]

  • Pemkab Madina Upayakan Menaikkan Insentif Guru Madrasah

    Pemkab Madina Upayakan Menaikkan Insentif Guru Madrasah

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) saat ini berupaya meningkatkan insentif bagi guru-guru MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). “Ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik,” kata Wakil Bupati Madina,  Atika Azmi Utammi saat meresmikan ruang belajar dan kantor baru madrasah Guppi, Desa Lumban Dolok,  Kecamatan Siabu, Madina, pada Senin, (4/10-2021). “Kami sedang berupaya […]

  • Teror via SMS, Wanita Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dilapor ke Polisi

    Teror via SMS, Wanita Mengaku Istri Mantan Pejabat Pemkab Madina Dilapor ke Polisi

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sumber : Harian Medan Bisnis / Editor : Dahlan Batubara   SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Seorang wanita mengaku istri mantan pejabat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dilaporkan ke polisi oleh Basrah Gabe Siregar (50), warga Jalan T Umar, Padangsidimpuan. Demikian dilansir Harian Medan Bisnis Daily.com edisi 20 Mei 2017. Hanya saja, status wanita itu belum […]

expand_less