Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
  • print Cetak

Penambangan liar (ilegal mining) semakin menggila maraknya di Madina. Setelah beberapa tahun ini dilakoni ribuan orang di Kecamatan Hutabargot, penambangan emas tanpa izin ini juga marak di Nagajuang.
Informasi yang didapat Metro, banyak dari penambang di Hutabargot yang pindah ke Nagajuang, tepatnya di Sambung Desa Humbang 1, Nagajuang. Tapi, penambang yang pindah ini banyak dari tenaga terlatih yang datang dari pula Jawa, padahal sebagaimana diketahui wilayah atau lokasi yang digunakan itu merupakan izin wilayah kontrak karya yang dimiliki PT Sorikmas Mining (PT SM).
Pantauan METRO, Senin (9/1) di Nagajuang, para penambang liar ini setelah mengambil batu-batuan yang mengandung emas, lalu dibawa ke berbagai tempat semisal di Panyabungan, Hutabargot dan Malintang untuk diolah agar mendapatkan butiran-butiran emas halus dengan menggunakan galundung, yang berguna sebagai kilang emas kecil.
Dan dari penuturan sejumlah warga yang ditemui METRO di Desa Tambiski, Nagajuang Senin (9/1) kemarin, galundung ini awalnya didatangkan dari Pulau Jawa oleh para penambang yang berasal Jawa Barat dan Banten semisal dari Bogor, Pandeglang, Sukabumi dan Tasik Malaya. Dua daerah ini memang banyak yang melakukan kegiatan tambang emas tradisional.
Dalam kegiatan tambang ini, cerita warga, ratusan warga Nagajuang meskipun belum memiliki kemampuan untuk menambang, namun mereka dilibatkan oleh penambang yang datang dari Pulau Jawa. Misalnya, membawa karung berisi bebatuan yang mengandung emas seberat sekitar 30-40 kilogram batu per karung dari bukit Sambung ke Desa Humbang 1 yang berjarak sekitar 10 kilometer dengan upah angkut Rp150.000. Yang lain membawanya dari Desa Humbang 1 ke tempat pengolahan atau galundung dengan upah sebesar Rp50.000 per karung.
Besaran nominal inilah yang membuat warga tertarik untuk membantu penambang. Dan dikatakan warga, di Nagajuang itu sendiri ada beberapa orang yang menampung batu biji emas.
Salahseorang warga sekitar, S Nainggolan kepada METRO membenarkan, penambang liar bukan hanya warga setempat, tetapi banyak dari warga luar. Bahkan, penambang itu diduga ada dibakingi oknum aparat.
”Kegiatan tambang ini sudah berjalan sekitar sebulan terakhir ini. Bukan hanya warga Nagajuang saja, tetapi banyak warga dari luar Nagajuang, bahkan polisi juga sering masuk,” katanya.
Kapolres Madina, AKBP Achmad Fauzi Daliumunthe SIK saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, senin (9/1) membantah Polres membackingi penambangan liar di Nagajuang dan Hutabargot. Hanya saja Kapolres mengaku, mungkin ada beberapa yang membandel ikut naik ke atas.
”Tidak ada personel Polres yang membacking kegiatan tambang liar di Hutabargot atau di Nagajuang, yang naik memang mungkin saja ada, itupun personil yang bandel,” ujarnya.
Dilanjutkannya, pihaknya sendiri sebenarnya terkendala dalam penertiban tambang liar ini akibat tidak adanya tanggapan dari Pemkab Madina. Karena, selama ini Pemkab belum terlihat serius menangani tambang liar ini, sementara masyarakat bebas melakukan kegiatan tambang tersebut.
”Tak mungkinlah kita bertindak tegas bagi penambang yang jumlahnya sangat besar itu, sementara pemerintah sendiri terlihat tidak serius menanggapi kondisi ini. Dan sore ini (Senin 9/1, red) rencananya seluruh muspida akan mengadakan rapat dengan Bupati atas kondisi ini,” jelasnya. (wan/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manggore

    Manggore

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Manggore (mendulang emas) merupakan mata pencaharian tambahan bagi penduduk Mandailing. Di sela-sela kesibukan bertani sebagai mata pencaharian utama, beberapa orang turun ke sungai dengan alat-alat yang amat tradisional. Sungai Batang Gadis yang berhulu dari Gunung Kulabu dan melintasi hampir seluruh bagian Mandailing memang diyakini menyimpan banyak bijih emas. Bahkan beberapa abad yang lalu para pedagang […]

  • Skandal Nazaruddin OC Kaligis Pertanyakan Penggeledahan Tas Nazaruddin

    Skandal Nazaruddin OC Kaligis Pertanyakan Penggeledahan Tas Nazaruddin

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengacara M Nazaruddin, OC Kaligis mempertanyakan tas hitam kliennya yang digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tanpa sepengatahuan suami Neneng Sri Wahyuni. “Nazar tidak dilibatkan. Padahal dalan pasal 129 KUHAP berisi penyidik memperlihatkan benda yg akan disita, kepada keluarganya. Karena akan dimintai keterangan benda itu,” kata OC Kaligis di depan Rutan Mako Brimob […]

  • Tingkat Kelulusan SMP di Madina Mencapai 99,90 Persen

    Tingkat Kelulusan SMP di Madina Mencapai 99,90 Persen

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Hasil kelulusan Ujian Nasional Tingkat SMP/MTs di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun ini mencapai 99,90 persen dari 8.467 peserta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Madina melalui Sekretaris Khairul Bahri Batubara di Panyabungan, Sabtu (04/06/2011). Batubara menyampaikan, jumlah peserta UN SMP yang tidak lulus tahun ini sebanyak 9 orang dari jumlah peserta keseluruhan sebanyak […]

  • Polres Madina Amankan Kades Tegal Sari Natal Terkait Video Kekerasan Anak

    Polres Madina Amankan Kades Tegal Sari Natal Terkait Video Kekerasan Anak

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      MADINA- Mandailing Online : Satuan Reserse Kriminal Polres Mandailing Natal (Madina) gerak cepat mengamankan dua orang terduga pelaku penganiaya anak di bawah umur yang terjadi di Desa Tegal Sari, Kecamatan Natal sejak Senin (24/6/2024). Kedua terduga pelaku yang diamankan tersebut adalah Kepala Desa (Kades) Tegal Sari RF dan Sekretaris Desa (Sekdes)Madina IS Plh Kasi […]

  • Muspida Madina Belum Kunjungi Korban Kebakaran Kotanopan

    Muspida Madina Belum Kunjungi Korban Kebakaran Kotanopan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Hingga Jum’at sore (5/6), belum satupun pejabat muspida Mandailing Natal (Madina) mengunjungi korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan. Hanya Muspika yang sudah berada di sana, antara lain pihak Polsek Kotanopan dan pihak Koramil. Saat ini, sebagian keluarga korban kebakaran terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat yang disediakan Badan Penanggulangan […]

  • Besok Komisi III DPRD Madina Tinjauan Lapangan Proyek Jalan Pintu II Kantor Bupati yang Baru Berapa Bulan Selesai Sudah Retak

    Besok Komisi III DPRD Madina Tinjauan Lapangan Proyek Jalan Pintu II Kantor Bupati yang Baru Berapa Bulan Selesai Sudah Retak

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Terkait proyek peningkatan Jl. Utama Komplek Perkantoran Payaloting (Pintu II) senilai Rp.1.977.000.000 baru beberapa bulan seleai nanun sudah retak di bagian bahu jalan beton tanpa tulangan. Komisi III DPRD Madina akan melakukan kunjungan lapangan. Hal ini diungkapkan Teguh W Hasahatan selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Madina didampingi anggota Komisi  […]

expand_less