Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Polisi jangan pelihara preman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
  • print Cetak

polisi


JAKARTA –
Proses hukum kepolisian yang lamban dalam penyelesaian kasus premanisme dan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang memberi kesan akan ketakberdayaan polisi di hadapan mereka.

Terkait hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menduga, ada oknum kepolisian yang sengaja memelihara preman. “Jangan pelihara preman yang malah membuat mereka mendapatkan angin,” ucap Neta kepada wartawan, tadi malam.

Menurut Neta, ada sejumlah oknum polisi yang memelihara keberadaan preman untuk kepentingan mereka. Contoh paling mudah, urai dia, adalah keberadaan preman di beberapa lahan parkir yang hasil keuntungannya akan mengalir kepada oknum polisi tersebut.

Perbuatan seperti itu, ungkap Neta, akan mempengaruhi sikap kepolisian dalam memproses secara hukum pelaku kriminalitas dari kalangan preman. Eksesnya, ungkap dia, ketaktegasan dan ketaklekasan polisi dalam menangkap para preman.

Oleh sebab itu, Neta menuturkan, polisi seharusnya tetap berpegang teguh pada tanggung jawabnya. Menurut dia, ada dua hal yang menjadi tanggung jawab polisi: penegakan hukum yang konsisten dan serius menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Semoga pada HUT Bhayangkara ini, ke depan, polisi dapat bertindak tegas, cepat dan tepat dalam menangani kasus yang berkaitan dengan premanisme,” tutur Neta melalui sambungan telepon.

Terkait hal tersebut, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) menilai, memasuki usianya yang ke-66 tahun, Polri masih menduduki urutan tinggi dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Polri masih perlu meningkatkan kinerjanya. “Banyak catatan kelam mewarnai kinerja Polri, dan ini harus menjadi perhatian bagi Polri untuk memperbaiki diri,” tandas Koordinator Kontras Haris Azhar di Jakarta, tadi malam.

Dia memaparkan, terdapat sejumlah catatan hitam selama periode 2011-2012 ini dalam kinerja Polri. Kasus praktik penyiksaan, dalam catatan Kontras, terdapat 14 kasus. Penggunaan kekuatan senjata api secara berlebihan 11 kasus, 7 kasus terkait pembubaran paksa terhadap kegiatan damai.

Selain itu, terdapat 20 kasus penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang, dan 8 kasus pembiaran tindak kekerasan dari kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas. “Ini kado Kontras untuk HUT Bhayangkara Polri ke-66. Kami berharap ini bisa menjadi kritik dan masukan kepada Polri untuk reformasi secara internal,” ujar Haris.

Kontras mencatat, selama 2011-2012, kinerja Polri masih diwarnai tindak kekerasan. Terdapat beberapa kasus kekerasan yang dilakukan Polri seperti kasus penembakan terdapat 39 kasus selama 2011-2012.

Selain itu, Kontras juga mencatat 31 kasus tindakan penyiksaan yang dilakukan Polri, 80 tindakan penganiayaan, 24 tindakan penangkapan, 30 tindakan intimidasi, 2 tindakan pemerasan, 8 tindakan bentrokan, 10 tindakan pembiaran, 1 tindakan penjebakan, 2 tindakan pengrusakan, dan 1 tindakan pembubaran.

Menurut Haris, tindakan represif Polri dalam setahun ini mengemuka dalam menyikapi aksi penolakan BBM serta konflik-konflik agraria. Dalam beberapa kasus konflik agraria, jelas Haris, polisi cenderung melakukan kekerasan pada warga dan lebih memilih kepentingan perusahaan.(Republika,antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Malam Warga Desa Tanotiris Dikejutkan Kedatangan Cabup Harun Mustafa Nasution

    Malam Malam Warga Desa Tanotiris Dikejutkan Kedatangan Cabup Harun Mustafa Nasution

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Tanotiris ( Mandailing Online ): Malam malam, Warga desa Tanotiris di Kecamatan Siabu dikejutkan dengan kedatangan Calon Bupati Mandailing Natal Harun Mustafa Nasution. ia tiba tiba duduk di warung kopi saat kaum laki laki asik ngopi. sontak pengunjung terkejut dan bergantian menyalani Harun Mustafa Nasution. Mengetahui Calon Bupati kunjungi desa mereka, wargapun berdatangan tidak hanya […]

  • Warga Singkuang I Unjuk Rasa di Kantor PT Rendi, Ini Tuntutannya

    Warga Singkuang I Unjuk Rasa di Kantor PT Rendi, Ini Tuntutannya

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Singkuang I, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut berunjuk rasa di depan kantor PT Rendi Permata Raya. Salah satu tuntutannya menagih janji Bupati H. M. Jafar Sukhairi Nasution untuk mencabut IUP (Izin Usaha Perkebunan) PT Rendi Permata Raya yang tak kunjung memenuhi kewajiban membangun kebun plasma. […]

  • Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Himbau Ciptakan Pembinaan Akhlak

    Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Himbau Ciptakan Pembinaan Akhlak

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mandailing Natal adalah kabupaten yang memiliki culture (adat budaya) dan agama yang sangat kental. Hal ini bisa dibuktikan dengan sifat dan perilaku yang sopan dan santun antara sesama. Demikian Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dalam pidatonya pada acara silaturrahim dengan masyarakat di Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, pekan […]

  • MERAH PUTIH DARI PASUNDAN

    MERAH PUTIH DARI PASUNDAN

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Dr. Daud Batubara
    • 0Komentar

    (Refleksi Semangat Juang Ekonomi Rakyat Mandailing)   Oleh: Dr. M. Daud Batubara Pegiat Ke-Mandailing-an pada Gerep Institute   Ironi Semangat Ke-Mandailing-an Setiap menjelang Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pemandangan yang hampir selalu hadir di berbagai sudut jalan Kota Kipang (Panyabungan), Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal, berderet pedagang musiman yang menjual bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga […]

  • Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Masalah Keumatan, tinggal di Sidikalang Negeri kaya raya itu bergelar sebagai bumi gemah rifah loh jinawi, apa yang tak ada bumi pertiwi ini. Hutannya terhampar menyimpan kekayaan alam yang tak terhitung jumlahnya. Laut, sungai, danau, teluknya terbentang luas memiliki keaneka ragaman hayati yang tak ternilai. Kiranya dengan setumpuk sumber […]

  • Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM,  Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM, Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-  Kabar terbaru berembus dari lingkup Pemkab Madina. Setelah beberapa bulan pasca asesmen, Pertimbangan Teknis (Pertek) untuk mutasi pejabat eselon II dikabarkan sudah berada di tangan BKSDM. Selasa 21/4/2026 Informasi yang beredar menyebut sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama akan bergeser ke jabatan baru. Ada 8 nama dan jabatan yang sudah keluar  Peraturan Teknis dari […]

expand_less