Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Polisi jangan pelihara preman

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Jul 2012
  • print Cetak

polisi


JAKARTA –
Proses hukum kepolisian yang lamban dalam penyelesaian kasus premanisme dan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang memberi kesan akan ketakberdayaan polisi di hadapan mereka.

Terkait hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, menduga, ada oknum kepolisian yang sengaja memelihara preman. “Jangan pelihara preman yang malah membuat mereka mendapatkan angin,” ucap Neta kepada wartawan, tadi malam.

Menurut Neta, ada sejumlah oknum polisi yang memelihara keberadaan preman untuk kepentingan mereka. Contoh paling mudah, urai dia, adalah keberadaan preman di beberapa lahan parkir yang hasil keuntungannya akan mengalir kepada oknum polisi tersebut.

Perbuatan seperti itu, ungkap Neta, akan mempengaruhi sikap kepolisian dalam memproses secara hukum pelaku kriminalitas dari kalangan preman. Eksesnya, ungkap dia, ketaktegasan dan ketaklekasan polisi dalam menangkap para preman.

Oleh sebab itu, Neta menuturkan, polisi seharusnya tetap berpegang teguh pada tanggung jawabnya. Menurut dia, ada dua hal yang menjadi tanggung jawab polisi: penegakan hukum yang konsisten dan serius menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Semoga pada HUT Bhayangkara ini, ke depan, polisi dapat bertindak tegas, cepat dan tepat dalam menangani kasus yang berkaitan dengan premanisme,” tutur Neta melalui sambungan telepon.

Terkait hal tersebut, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) menilai, memasuki usianya yang ke-66 tahun, Polri masih menduduki urutan tinggi dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Polri masih perlu meningkatkan kinerjanya. “Banyak catatan kelam mewarnai kinerja Polri, dan ini harus menjadi perhatian bagi Polri untuk memperbaiki diri,” tandas Koordinator Kontras Haris Azhar di Jakarta, tadi malam.

Dia memaparkan, terdapat sejumlah catatan hitam selama periode 2011-2012 ini dalam kinerja Polri. Kasus praktik penyiksaan, dalam catatan Kontras, terdapat 14 kasus. Penggunaan kekuatan senjata api secara berlebihan 11 kasus, 7 kasus terkait pembubaran paksa terhadap kegiatan damai.

Selain itu, terdapat 20 kasus penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang, dan 8 kasus pembiaran tindak kekerasan dari kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas. “Ini kado Kontras untuk HUT Bhayangkara Polri ke-66. Kami berharap ini bisa menjadi kritik dan masukan kepada Polri untuk reformasi secara internal,” ujar Haris.

Kontras mencatat, selama 2011-2012, kinerja Polri masih diwarnai tindak kekerasan. Terdapat beberapa kasus kekerasan yang dilakukan Polri seperti kasus penembakan terdapat 39 kasus selama 2011-2012.

Selain itu, Kontras juga mencatat 31 kasus tindakan penyiksaan yang dilakukan Polri, 80 tindakan penganiayaan, 24 tindakan penangkapan, 30 tindakan intimidasi, 2 tindakan pemerasan, 8 tindakan bentrokan, 10 tindakan pembiaran, 1 tindakan penjebakan, 2 tindakan pengrusakan, dan 1 tindakan pembubaran.

Menurut Haris, tindakan represif Polri dalam setahun ini mengemuka dalam menyikapi aksi penolakan BBM serta konflik-konflik agraria. Dalam beberapa kasus konflik agraria, jelas Haris, polisi cenderung melakukan kekerasan pada warga dan lebih memilih kepentingan perusahaan.(Republika,antara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Periksa Politikus Golkar Soal Korupsi Hambalang

    KPK Periksa Politikus Golkar Soal Korupsi Hambalang

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Ferdiansyah, Selasa, 16 Juli 2013. Politikus Partai Golkar ini diperiksa sebagai saksi kasus korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor. “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi tindak pidana korupsi pembangunan sarana/prasarana olahraga di Hambalang,” ujar Kepala Bagian […]

  • Di Madina Prabowo-Hatta 76,1 %, Jokowi-JK 23,8 %

    Di Madina Prabowo-Hatta 76,1 %, Jokowi-JK 23,8 %

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara 147.000 atau 76,1 %, sedangkan pasangan Jokowi-JK memperoleh 45.876 suara atau 23,8 %. Demikian dirilis tim Merah Putih yang ditandatangani Ketua Koalesi Merah Putih, As Imran Khaitamy Daulay, SH dan Sekretaris Dahler Nasution tertanggal 9 Juli 2014. Sejauh ini belum ada konfirmasi […]

  • Bupati Tekan PT. Rendi, Tokoh Pantai Barat Ucapkan Terimakasih

    Bupati Tekan PT. Rendi, Tokoh Pantai Barat Ucapkan Terimakasih

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Upaya bupati Madina memanggil semua pihak bagi upaya realisasi kebun plasma di Singkuang 1 dinilai sebagai langkah maju. Sebab, sudah 15 tahun warga Desa Singkuang 1, Kecamatan Muara Batang Gadis berjuang memperoleh hak-haknya berupa perkebunan plasma sawit dari PT. Rendi Permata Raya. Perusahaan itu memiliki kewajiban penuh membangun plasma untuk warga […]

  • Dinas PUPR Madina Perbaiki Jalan Berlubang di Roburan Dolok

    Dinas PUPR Madina Perbaiki Jalan Berlubang di Roburan Dolok

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    ROBURAN DOLOK( Mandailing Online ) Dinas PUPR Mandailing Natal ( Madina ) perbaiki jalan Kabupaten yang amblas di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan Kamis 21/9/2023. Perbaikan jalan ini sendiri merupakan aspirasi masyarakat langsung yang merasa kondiai jalan sudah membahayakan pengguna jalan. Plt Kepala Dinas PUPR Madina Elpiyanti Harahap pada Mandailing Online mengaku, berlobang nya […]

  • Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd Apa yang dimaksudkan berakhlah mulia? Tidak lain adalah kondisi masyarakat masyarakat memiliki peradaban, etika dan moral sesuai yang dianjurkan oleh agama, ditandai dengan hubungan antara sesama berjalan dengan bertindak adil, dilandasi sifat terpuji sehingga tercipta kondisi ketentraman dan ketertiban umum dan kerukunan antar warga masyarakat maupun antar umat beragama […]

  • Gatot Dilantik Jadi Gubsu

    Gatot Dilantik Jadi Gubsu

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Setelah sempat tertunda sejak 28 Februari lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi akhirnya melantik Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho sebagai gubernur defenitif untuk sisa periode 2008-2013. Prosesi pelantikan Gatot digelar di depan rapat paripurna DPRD Sumut, Kamis (14/3). dalam sambutannya, Gamawan meminta agar Gatot dapat lebih efektif menjalani sisa pemerintahan […]

expand_less