Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Provinsi sutra & tanggungjawab bupati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
  • print Cetak


Ratusan tokoh dan elemen masyarakat asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) berkumpul dan melakukan diskusi soal upaya percepatan pembangunan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Jumat malam hingga Sabtu malam (20-21 Januari) di Hotel JW Marriot, Medan. Dari pusat ada Adnan Buyung Nasution, Todung Mulia Lubis, Bomer Pasaribu, dan Chairuman Harahap. Dari Medan ada Rahudman Harahap, Chaidir Ritonga, Kamaluddin Harahap, Gus Irawan Pasaribu, dan sejumlah professor, akademisi, pengusaha, pejabat birokrat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda/mahasiswa.

Di sana hadir juga lima kepala daerah wilayah Tabagsel, Syahrul Pasaribu (Bupati Tapsel), Aspan Sopian Batubara (Pj Bupati Madina), Bachrum Harahap (Bupati Padang Lawas Utara), Basyrah Lubis (Bupati Padang Lawas), dan Maragunung Harahap (Wakil Walikota Padangsidimpuan). Selain itu lima Ketua DPRD di wilayah Tabagsel itu juga datang dan menyampaikan pandangannya.

Meski namanya percepatan pembangunan Tabagsel, tapi yang mencuat di forum itu adalah kesepakatan dan dukungan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara (Sutra). Bomer Pasaribu, salah seorang menteri di masa orde baru dalam paparannya menyatakan hampir semua persayaratan untuk menjadi provinsi baru, baik syarat administratif, syarat teknis, maupun syarat fisik sudah dimiliki Sumatera Tenggara. Pertarungannya nanti akan lebih banyak di pusat.

Berpacu untuk Provinsi Baru (sub judul)
Dalam waktu dekat ini, DPRD Sumut akan memparipurnakan berapa provinsi baru yang akan disetujui di daerah ini, termasuk rencana pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara dan Provinsi Tapanuli. Paripurna itu sesuai usulan Pansus Pemekaran Provinsi Sumut yang sudah bekerja beberapa bulan terakhir ini.

Kalau tidak ada hal-hal yang luar biasa, diyakini paripurna tersebut akan berjalan mulus dengan munculnya kesepakatan dan keputusan dari lembaga legislatif itu. Sebab, DPRD Sumut tidak akan mau jika bola panas pembentukan provinsi ini berhenti di tangan mereka.

Selain itu, keputusan DPRD Sumut juga akan keluar karena kran pemekaran memang akan dibuka kembali pemerintah pusat, setelah beberapa saat dilakukan moratorium. Wacana dan informasi yang berkembang, tahun 2011 ini kabarnya pemerintah pusat akan menyetujui terbentuknya satu provinsi baru di Sumatera Utara dan enam kabupaten baru.

Nah, pertarungannya sekarang adalah untuk siapa ”jatah” provinsi baru itu? Apakah untuk Provinsi Sumatera Tenggara atau Provinsi Tapanuli? Atau mungkinkah dua-duanya agar konflik horizontal bisa dieleminir dan kondisi Sumut tetap kondusif? Tulisan ini tidak ingin mempersoalkan siapa yang layak dan siapa yang tidak layak mendapatkan ”jatah” provinsi baru itu. Biarlah kedua usulan provinsi baru itu berjalan dan masing-masing kepanitiaan dan pendukungnya berpacu memenuhi semua persyaratan dan mengejar dukungan politik dari berbagai kelompok guna terwujudnya provinsi baru itu.

Yang menjadi persoalan dan sampai sekarang mengganjal di pikiran adalah apakah untuk melakukan percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus membentuk provinsi yang baru? Kalau iya, jadi apa selama ini yang dikerjakan bupati/walikota yang ada di wilayah provinsi baru itu? Bukankah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu adalah tugas kepala daerah dan SKPD-SKPD-nya?

Tanggung Jawab Bupati (sub judul)
Dalam konteks wilayah Tabagsel, memang harus diakui bahwa tingkat kesejahteraan masyarakatnya masih rendah jika dibanding dengan daerah tingkat dua lainnya. Sarana dan prasarana daerah juga masih menyedihkan. Makanya tidak mengherankan jika hasil pertanian dan perkebunan masyarakat sulit dipasarkan ke kota, kalau pun mau dijual petani terpaksa berhubungan dengan ijon atau tengkulak.

Belum lagi persoalan jalan Aek Latong, yang sudah menahun dan hingga hari ini belum juga bisa diselesaikan. Tarik-menarik kewenangan siapa yang bertanggung jawab mengurusi jalan itu justru lebih menonjol dibanding penanganan langsung dari pemerintah. Padahal, di tengah tarik-menarik itu, dari hari ke hari kerugian terus dialami masyarakat.

Persoalan lainnya yang mencuat di kabupaten/kota di wilayah Tabagsel adalah fasilitas perkantoran yang tidak mendukung untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Bahkan hingga hari ini masih banyak instansi pemerintah yang berkantor menyewa rumah penduduk yang berdinding papan. Dinas Pendapatan dan Dinas Kehutanan Padang Lawas adalah dua contoh konkrit.

Di sisi lain, ibukota Tapsel yang hingga sekarang belum juga pindah ke Sipirok adalah persoalan berikutnya. Padahal jika bicara percepatan pembangunan maka pemindahan ibukota Tapsel dari Padangsidimpuan ke Sipirok akan membuat akselerasi pembangunan di wilayah Sipirok akan semakin cepat dan tentu roda perekonomian di daerah itu juga akan ikut meningkat. Mengapa perpindahan ini belum juga dimulai adalah salah satu tanda tanya besar.

Keuntungan lainnya, perpindahan ibukota Tapsel juga akan membuat Pemko Padangsidimpuan lebih leluasa melakukan perencanaan dan pengembangan wilayahnya. Apalagi kota Padangsidimpuan memang sudah ditetapkan akan menjadi ibukota Provinsi Sumatera Tenggara itu. Jika Tapsel tetap beribukota di Padangsidimpuan itu justru akan menghambat kemajuan kedua daerah itu.

Persoalan-persoalan inilah yang belum tuntas dibicarakan di tengah kuatnya dorongan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara. Ada kesan, seolah-olah semua persoalan yang terjadi di wilayah Tabagsel dikarenakan pemerintah provinsi. Tudingan bahwa wilayah Tabagsel kurang mendapat perhatian dari pemerintah provinsi atau pemerintah pusat lebih ditonjolkan dibanding mengkritisi apa yang sudah dilakukan bupati/walikota di daerahnya masing-masing.

Sikap seperti itu tentu saja tidak fair. Sebab bagaimanapun, upaya percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemberian pelayanan prima adalah tanggung jawab bupati/walikota dan instansi jajarannya. Jadi tidak etis jika di tengah ketidakmaksimalan melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab itu, kepala daerah justru lebih berkoar untuk pembentukan provinsi baru.


Tidak bijak juga, jika kita lebih menekankan dukungan pembentukan provinsi Sutra, padahal kita belum optimal menekan dan mendesak agar bupati/walikota di wilayah Tabagsel lebih fokus dan lebih serius melaksanakan tugas-tugasnnya dalam upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berpacu untuk provinsi Sumatera Tenggara adalah sah-sah saja, tapi memacu bupati/walikota di wilayah Tabagsel untuk lebih maksimal melaksanakan tugasnya juga lebih penting untuk terus dilakukan.

Penulis adalah mantan Ketua Umum Imatapsel USU, sekarang Dosen Fisip UMSU
Sumber : Waspada

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antara Konser dan Bukber, Manakah Yang Layak Dilarang?

    Antara Konser dan Bukber, Manakah Yang Layak Dilarang?

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Ramadan adalah bulan untuk menunaikan ibadah puasa bagi kaum Muslim. Dalam menjalani kewajiban puasa Ramadan, ada dua momen yang indah di dalamnya. Bahkan kedua momen tersebut tidak jarang menjadi penyatu keluarga yang jarang bersama walaupun serumah. Itulah saat sahur dan berbuka. Selanjutnya, waktu sahur tentu tidak lazim dilakukan […]

  • Samsat Temukan Sejumlah Mobil Dinas Pemda Madina Tak Taat Pajak

    Samsat Temukan Sejumlah Mobil Dinas Pemda Madina Tak Taat Pajak

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ), – Dari giat operasi Razia Gabungan Kepatuhan Pajak Kenderaan Bermotor di ketahui puluhan kenderaan mobil dinas Pemkab Madina tidak bayar pajak. ‎Salah satunya diketahui mobil dinas Kasatpol PP Madina BB 8120 R Mitsubishi Triton sang Penegak Perda. Dari data yang didapat dari Samsat Madina di ketahui bahwa mobil dinas Kasatpol PP […]

  • HUT ke 12 Madina, Muspida & Wartawan Donor Darah

    HUT ke 12 Madina, Muspida & Wartawan Donor Darah

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam rangka memperingati HUT ke 12 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Muspida Plus serta wartawan melaksanakan donor darah di Posko PMI Madina, RS Panyabungan, Kamis (10/03/2011). Ketua PMI Madina M Yusuf didampingi Kepala Markas PMI Madina Romi Hidayat mengatakan, pihaknya akan terus mendorong berbagai pihak mendonorkan darahnya karena stok darah di Posko PMI Madina sangat […]

  • Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    Mari Tepuk Tangan! Polda Sultra Gagalkan Pembalakan 2700 Batang Kayu

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KENDARI – Polda Sulawesi Utara tancap gas memberantas aksi illegal logging. Rabu (25/11) kemarin, polisi berhasil mengamankan satu unit KLM Cahaya Satriani, GT 138 yang mengangkut 300 kubik atau 2700 batang kayu diduga hasil pembalakan liar dari Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara. Penangkapan itu dilakukan di pesisir Pantai Pasir Putih, Desa Damai Loborona, […]

  • Tradisi Nazar dan Makan 1 kampung di Gunung Baringin

    Tradisi Nazar dan Makan 1 kampung di Gunung Baringin

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Masyarakat Kelurahan Gunung Baringin melaksanakan gotong royong gotong memasak bersama didepan depan mesjid Jamik Gunung Baringin, Selasa (15/10). Selain kambing dan lembu yang disembelih juga ditambah dari kurban masyarakat sebagai lauk makan. Tradisi Nazar dan makan 1 kampung ini terjadi terkait dengan nazar warga masyarakat tahun lalu agar kelurahan Gunung Baringin terhindar dari segala bahaya […]

  • Media Arab Saudi Soroti Penzoliman Kepada Habib Rizieq

    Media Arab Saudi Soroti Penzoliman Kepada Habib Rizieq

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Media Tawaashul yang berbasis di Arab Saudi menyoroti rekayasa pembunuhan karakter Habib Rizieq di Indonesia. Dalam pemberitaannya edisi 1 Juni 2017, media yang berkantor di Riyadh itu menurunkan headline berjudul “Rencana Membidik Pimpinan FPI Setelah Perannya Jatuhkan Gubernur Kristen Jakarta” Media itu menulis bahwa ormas-ormas Islam di Indonesia mencapai kemenangan dalam menjatuhkan Gubernur […]

expand_less